Informasi Lagu
745
Nomor
Do=E
Nada Dasar
Kode
KK 745
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=E
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
96
Jumlah Bait
4 bait
Style
Cool8Beat, WesCoastPop, 6-8March
Pencipta Lagu
Henry Ernest Nichol (1896)
Pencipta Syair
Henry Ernest Nichol (1896)
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan) (1970)
Cross Ref.
KC 206, KJ 426
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap, dan damai yang menetap. Reff Karna glap jadi remang pagi, dan remang jadi siang trang. Kuasa Kristus kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.
Kita harus menyanyikan gita melembutkan hati keras, supaya senjata Iblis remuk dan segra lepas, remuk dan segra lepas. Reff
Kita harus membawa berita: Allah itu kasih belas. Dibrikan Putra tunggalNya, supaya kita lepas, supaya kita lepas. Reff
Kita harus bersaksi di dunia tentang kuasa darah kudus. Semoga yang masih sangsi terima Sang Penebus, Terima Sang Penebus. Reff
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — KK 745 1
Slide 2 — KK 745 2
Slide 3 — KK 745 3
Slide 4 — KK 745 4
Slide 5 — KK 745 5
Partitur / Not
Partitur Chord KK 745
Sejarah Lagu
Lagu "Kita Harus Membawa Berita" atau dalam bahasa Inggris aslinya "We've a Story to Tell to the Nation" adalah salah satu himne evangelistik yang paling dikenal dan berpengaruh, ditulis oleh **Henry Ernest Nichol**. Kisah di balik lagu ini tidak hanya tentang proses komposisinya, tetapi juga tentang kehidupan dan visi seorang pria yang ingin menyebarkan Injil dalam cara yang sederhana namun kuat.

Mari kita selami kisahnya secara detail:

---

### **1. Sosok di Balik Lagu: Henry Ernest Nichol (1862-1926)**

Henry Ernest Nichol adalah seorang pendeta Anglikan dan komposer himne asal Inggris yang lahir di Hull, Yorkshire. Ia adalah seorang pria berpendidikan tinggi, awalnya belajar kedokteran di Jesus College, Cambridge, sebelum akhirnya beralih ke teologi dan ditahbiskan menjadi imam Anglikan pada tahun 1886.

* **Minat Awal:** Nichol memiliki minat yang kuat dalam musik sejak usia muda. Ia adalah seorang musisi berbakat dan sering bermain organ serta menjadi konduktor paduan suara.
* **Fokus pada Anak-anak dan Misi:** Salah satu ciri khas pelayanannya adalah perhatiannya yang mendalam terhadap pendidikan agama anak-anak dan pekerjaan misi. Ia sangat percaya bahwa Injil harus disampaikan dengan cara yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami, terutama oleh anak-anak dan orang-orang yang baru belajar tentang iman Kristen.
* **Penulis Produktif:** Nichol adalah penulis yang sangat produktif. Ia menulis lebih dari 200 himne, lagu anak-anak, lagu paduan suara, dan bahkan beberapa karya sekuler dengan nama samaran "Cuthbert Howard." Gayanya cenderung langsung, melodi yang mudah diingat, dan lirik yang berfokus pada kebenaran inti Injil.

### **2. Inspirasi dan Konteks Penulisan (1905)**

Pada awal abad ke-20, gereja-gereja Protestan di Inggris dan Amerika mengalami gelombang semangat misi yang besar. Ada dorongan kuat untuk "memberitakan Injil ke seluruh penjuru dunia." Dalam suasana inilah, pada tahun **1905**, Henry Ernest Nichol terinspirasi untuk menulis "We've a Story to Tell to the Nation."

* **Kebutuhan akan Himne Misioner:** Nichol merasakan kebutuhan akan sebuah himne yang bisa dengan mudah dinyanyikan dan dipahami oleh jemaat, yang secara jelas mengartikulasikan mandat untuk menyebarkan "kabar baik" tentang Yesus Kristus. Ia ingin sebuah lagu yang bukan hanya merayakan iman, tetapi juga menginspirasi tindakan.
* **Penyampaian Kebenaran Sederhana:** Mengingat fokusnya pada anak-anak dan evangelisme, Nichol ingin liriknya lugas dan melodinya menarik. Ia tidak ingin himne yang terlalu teologis atau kompleks, melainkan sesuatu yang dapat langsung menyentuh hati dan pikiran orang-orang dari segala usia dan latar belakang.
* **Pesan Inti:** "Cerita" yang dimaksud Nichol adalah intisari dari Injil: kasih Allah, kelahiran, kehidupan, pengajaran, kematian penebusan, kebangkitan Yesus Kristus, dan janji keselamatan serta damai sejahtera yang Dia tawarkan kepada umat manusia. Ini adalah cerita universal yang menurutnya harus diberitakan kepada setiap "bangsa."

### **3. Proses Komposisi: Lirik dan Melodi "MESSAGES"**

Yang menarik dari "We've a Story to Tell" adalah bahwa Henry Ernest Nichol tidak hanya menulis liriknya, tetapi juga menciptakan melodinya. Ia menamai melodi ini **"MESSAGES"**.

* **Lirik yang Membangkitkan Semangat:** Nichol menyusun lirik dalam beberapa bait yang secara progresif mengembangkan tema. Setiap bait berfokus pada aspek berbeda dari "cerita" Injil:
* **Bait 1:** Menggambarkan inti cerita: Yesus lahir, hidup, mati, dan bangkit – membawa terang, kasih, kedamaian, dan harapan.
* **Bait 2:** Menyoroti dampak pribadi dari cerita ini: penebusan, pengampunan dosa, dan kehidupan kekal.
* **Bait 3:** Menggarisbawahi kekuatan cerita: mengubah hati, menyembuhkan luka, dan mempersatukan umat manusia.
* **Bait 4:** Puncak himne, seruan untuk tindakan: mandat untuk membawa cerita ini ke seluruh dunia, sehingga semua bangsa dapat mendengar dan percaya.
* **Melodi yang Mudah Dikenang:** Melodi "MESSAGES" dirancang agar sederhana, mudah dinyanyikan (range vokal yang tidak terlalu lebar), dan memiliki ritme yang kuat dan mantap. Ritme yang agak "berbaris" ini memberikan kesan semangat, tujuan, dan urgensi, seolah-olah memang ada "pesan" penting yang harus segera disampaikan. Kesederhanaan melodi inilah yang membuatnya sangat mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh jemaat di seluruh dunia, termasuk mereka yang baru belajar menyanyi himne.

### **4. Dampak dan Warisan**

Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1905, "We've a Story to Tell to the Nation" dengan cepat menjadi sangat populer dan banyak dimasukkan ke dalam buku himne di berbagai denominasi Kristen.

* **Himne Misi Global:** Lagu ini segera diadopsi sebagai lagu kebangsaan oleh banyak organisasi misi dan sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan evangelistik dan konferensi misi. Pesannya yang jelas tentang tugas gereja untuk menyebarkan Injil membuatnya sangat relevan.
* **Terjemahan Berbagai Bahasa:** Popularitasnya yang meluas menyebabkan terjemahan ke berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Indonesia dengan judul **"Kita Harus Membawa Berita"**. Terjemahan bahasa Indonesia ini berhasil menangkap semangat dan pesan asli Nichol, menjadikannya salah satu lagu persekutuan atau himne misi yang sangat dikenal di gereja-gereja Indonesia.
* **Relevansi Abadi:** Lebih dari satu abad kemudian, himne ini tetap relevan. Pesan intinya tentang kasih Kristus yang membawa terang, damai, dan harapan, serta mandat untuk membagikan cerita ini kepada semua orang, adalah kebenaran yang tak lekang oleh waktu. Lagu ini terus menginspirasi generasi-generasi orang percaya untuk terlibat dalam misi dan evangelisme.

Henry Ernest Nichol, melalui "We've a Story to Tell to the Nation," telah meninggalkan warisan abadi. Ia menciptakan sebuah lagu yang bukan hanya indah secara musikal dan liris, tetapi juga kuat secara spiritual, yang terus memotivasi umat Kristen di seluruh dunia untuk menjadi saksi dan pembawa kabar baik tentang Yesus Kristus kepada setiap bangsa.