Informasi Lagu
420
Nomor
Kode
KLIK 420
Buku
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
James H. Fillmore
Pencipta Syair
Jessie Brown Pounds
Penerjemah
E.L. Pohan
Cross Ref.
NKB 89, KK 257
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Ku tahu: Mukhalisku hidup dan klak berdiri di dunia. Dan Tuhan bri hidup abadi, rahmat dan kasih milikNya. Reff Ku tahu: Yesus itu hidup kelak berdiri di dunia. Hidup abadi diberiNya, rahmat dan kasih milikNya.
Ku tahu bahwa janji Tuhan tetap tepat, bukan semu. Kendati tubuh ini hancur, klak kami akan bertemu. Reff
Ku tahu disediakanNya tempat tinggalku abadi. Dan aku klak kan dijemputNya: kasihNya tidak terperi. Reff
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KLIK 420 1
Slide 2 — KLIK 420 2
Slide 3 — KLIK 420 3
Partitur / Not
Partitur Chord KLIK 420
Sejarah Lagu
Lagu **"I Know That My Redeemer Liveth"** (judul aslinya: *"I Know That My Redeemer Liveth"*) adalah salah satu himne Kristen klasik yang sangat ikonik. Penting untuk dicatat bahwa ada dua lagu yang sering tertukar dengan judul serupa. Namun, yang paling populer di kalangan gereja evangelis dengan melodi yang sangat menyentuh adalah karya dari **Jessie Brown Pounds (penulis lirik)** dan **James H. Fillmore (komposer)**, yang diterbitkan pada tahun 1893.

Berikut adalah kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penulis
**Jessie Brown Pounds (1861–1921)** adalah seorang penulis lagu rohani yang sangat produktif dari Amerika. Ia dikenal sebagai sosok yang religius dan memiliki pemahaman mendalam tentang Alkitab. Sepanjang hidupnya, ia menulis lebih dari 1.000 himne.

**James H. Fillmore (1849–1936)** adalah seorang komposer dan penerbit musik dari keluarga musik terkemuka di Cincinnati. Ia sering bekerja sama dengan Pounds untuk menciptakan lagu-lagu yang melodi dan liriknya mudah diingat oleh jemaat.

### 2. Inspirasi Alkitabiah
Inspirasi utama lagu ini berasal dari **Ayub 19:25-26**, yang berbunyi:
> *"Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Sesudah kulit tubuhku sangat rusak, pun tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah."*

Ayub mengucapkan kalimat ini di tengah penderitaan yang luar biasa—kehilangan harta, anak-anak, dan kesehatannya. Di tengah kondisi yang paling gelap, Ayub menyatakan keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa Tuhan (Penebusnya) tetap hidup dan akan memulihkan keadaannya.

### 3. Makna di Balik Lagu
Jessie Brown Pounds menulis lirik ini untuk memberikan penghiburan bagi mereka yang sedang mengalami duka, sakit, atau merasa ditinggalkan. Inti dari pesan lagu ini adalah:

* **Kepastian di tengah ketidakpastian:** Dunia mungkin berubah, orang yang dicintai mungkin pergi, dan tubuh mungkin melemah, namun kenyataan bahwa "Penebusku Hidup" adalah jangkar yang tidak akan pernah goyah.
* **Harapan akan Kebangkitan:** Liriknya mencerminkan iman bahwa kehidupan tidak berakhir di kematian, karena Kristus telah bangkit dan mereka yang percaya akan melihat-Nya kembali.
* **Hubungan Pribadi:** Penggunaan kata "Ku" (My/Aku) menekankan hubungan personal. Ini bukan sekadar teologi umum, melainkan kesaksian pribadi si penyanyi tentang keyakinannya kepada Yesus Kristus.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini menjadi klasik karena kesederhanaannya. Liriknya tidak berusaha menjelaskan misteri teologi yang rumit, melainkan menyatakan sebuah fakta iman yang lugas.

Dalam tradisi gereja, lagu ini sering dinyanyikan dalam:
* **Ibadah Paskah:** Karena merayakan kebangkitan Kristus.
* **Ibadah Penghiburan (Pemakaman):** Untuk memberikan pengharapan akan kehidupan kekal bagi keluarga yang ditinggalkan.

### Catatan Tambahan (Konteks Lain)
Perlu diingat bahwa ada juga karya klasik lain dengan judul yang sama, yakni sebuah aria dalam oratorio **"Messiah" karya George Frideric Handel**. Lagu Handel ini diambil langsung dari ayat yang sama (Ayub 19:25) dan ditujukan untuk pertunjukan paduan suara klasik yang sangat megah.

Namun, jika yang Anda maksud adalah lagu himne yang sering dinyanyikan dengan iringan piano/gitar di gereja-gereja Indonesia dengan lirik yang dimulai dengan *"Ku tahu penebusku hidup..."*, maka itu adalah karya **Pounds & Fillmore** yang lahir dari kerinduan mereka untuk menyampaikan penghiburan lewat iman Kristen yang sederhana namun dalam.

**Lirik Utama (Bahasa Indonesia):**
*Ku tahu penebusku hidup,*
*Pesan yang sungguh mulia;*
*Ku tahu ia tetap hidup,*
*Memb'rikan hidup yang baka.*

Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena bagi banyak orang Kristen, kata-kata tersebut adalah "jangkar jiwa" ketika mereka menghadapi masa-masa sulit dalam hidup.