KK
'Ku Tahu Mukhalisku Hidup
I Know That My Redeemer Liveth
Informasi Lagu
257
Nomor
Kode
KK 257
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
James Henry Fillmore
Pencipta Syair
Jessie Brown Pounds
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
NKB 89
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
ëKu tahu: Mukhalisku hidup dan kílak berdiri di dunia.
Dan Tuhan bíri hidup abadi, rahmat dan kasih milikNya.
ëKu tahu: Yesus itu hidup kelak berdiri di dunia.
Hidup abadi diberiNya, rahmat dan kasih milikNya.
ëKu tahu bahwa janji Tuhan tetap tepat, bukan semu.
Kendati tubuh ini hancur, kílak kami akan bertemu.
ëKu tahu: Yesus itu hidup kelak berdiri di dunia.
Hidup abadi diberiNya, rahmat dan kasih milikNya.
ëKu tahu disediakanNya tempat tinggalku abadi.
Dan aku kílak ëkan dijemputNya: kasihNya tidak terperi.
ëKu tahu: Yesus itu hidup kelak berdiri di dunia.
Hidup abadi diberiNya, rahmat dan kasih milikNya.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani yang indah dan penuh kekuatan, "Ku Tahu Mukhalisku Hidup" (I Know That My Redeemer Liveth), yang liriknya ditulis oleh Jessie Brown Pounds dan melodinya digubah oleh James Henry Fillmore.
Penting untuk dicatat bahwa lagu ini seringkali disalahpahami atau dicampuradukkan dengan aria terkenal dari oratorio "Messiah" karya George Frideric Handel, yang menggunakan frasa yang sama dari Ayub 19:25. Namun, karya Jessie Brown Pounds dan James Henry Fillmore ini adalah sebuah himne atau nyanyian rohani yang berdiri sendiri, dengan melodi dan struktur lirik yang berbeda, namun menyampaikan pesan iman yang sama kuatnya.
### Latar Belakang Alkitabiah: Ayub 19:25
Inti dari lagu ini berakar pada salah satu pernyataan iman paling dahsyat dalam seluruh Kitab Suci, yang diucapkan oleh Ayub dalam penderitaannya yang paling hebat:
"**Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.**" (Ayub 19:25)
Ayub adalah seorang pria yang saleh dan kaya yang kehilangan segalanya—harta benda, anak-anak, dan kesehatannya—namun dalam keputusasaan yang mendalam, ia menyatakan keyakinannya yang teguh bahwa Penebusnya (Allah) hidup dan akan suatu hari membuktikan kebenarannya. Pernyataan ini menjadi pilar harapan akan kebangkitan dan keadilan ilahi.
### 1. Sang Penulis Lirik: Jessie Brown Pounds (1862–1921)
Jessie Brown Pounds adalah seorang penulis himne, penyair, dan editor Amerika yang sangat produktif. Ia lahir di Hiram, Ohio, pada tahun 1862. Sepanjang hidupnya, Jessie menulis lebih dari 400 himne dan puisi, banyak di antaranya masih dinyanyikan hingga hari ini. Karya-karyanya terkenal karena kesederhanaan, kedalaman teologis, dan kemampuannya untuk menyentuh hati.
**Inspirasi di Balik Lirik:**
Tidak ada cerita dramatis tunggal yang secara spesifik menginspirasi Jessie Brown Pounds untuk menulis lirik "I Know That My Redeemer Liveth". Sebaliknya, motivasi utamanya kemungkinan besar berasal dari:
* **Pemahaman Mendalam akan Kitab Suci:** Sebagai seorang Kristen yang taat dan penulis yang produktif, Jessie secara alami akan terpapar dan terinspirasi oleh ayat-ayat kunci Alkitab. Pernyataan Ayub dalam 19:25 adalah salah satu pernyataan iman yang paling kuat dan resonan, yang berbicara tentang harapan di tengah keputusasaan, dan keyakinan akan kebangkitan dan kemenangan akhir.
* **Konteks Zaman:** Akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 adalah era keemasan bagi himne Injil (Gospel Hymns) di Amerika. Banyak himne pada masa itu berfokus pada pengalaman pribadi dengan iman, penghiburan di tengah kesulitan, dan kepastian akan keselamatan serta kebangkitan. Lirik Jessie sangat cocok dengan tema-tema ini.
* **Keyakinan Pribadi:** Lirik-liriknya mencerminkan iman pribadinya yang teguh kepada Yesus Kristus sebagai Penebus yang hidup. Bagi orang Kristen, Penebus yang hidup bukan hanya figur sejarah, tetapi Dia yang telah bangkit dari kematian dan hidup selamanya, menawarkan harapan akan kehidupan kekal dan penghiburan dalam setiap pencobaan.
Liriknya dirancang untuk menjadi deklarasi iman yang jelas dan tidak tergoyahkan. Setiap baitnya menguatkan keyakinan bahwa Penebus itu hidup, dan karena itu, ada harapan, penghiburan, dan kemenangan atas kematian dan dosa.
### 2. Sang Komposer: James Henry Fillmore (1849–1936)
James Henry Fillmore Sr. adalah seorang komposer, penerbit musik, dan editor himne yang terkemuka di Amerika. Ia lahir pada tahun 1849 di Cincinnati, Ohio. Ayahnya, Augustus D. Fillmore, juga adalah seorang komposer dan penerbit musik, sehingga James Henry tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan musik rohani.
James Henry Fillmore adalah salah satu pendiri perusahaan penerbitan musik "Fillmore Brothers Co." yang berbasis di Cincinnati, Ohio. Perusahaan ini sangat berpengaruh dalam menerbitkan banyak himne populer pada masanya.
**Peran dalam "I Know That My Redeemer Liveth":**
Seperti banyak kolaborasi dalam dunia himne, James Henry Fillmore kemungkinan besar menerima lirik dari Jessie Brown Pounds (atau Pounds mengirimkan lirik tersebut ke perusahaan penerbitannya) dan kemudian menggubah melodi untuknya.
* **Gaya Musik:** Melodi yang diciptakan Fillmore untuk lirik Pounds adalah melodi yang kuat, mudah diingat, dan cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat. Ia memiliki ritme yang mantap dan progresi akord yang harmonis, yang mendukung pesan lirik dengan sangat baik. Melodi ini membantu lirik merasuk ke dalam hati pendengar dan dinyanyikan dengan keyakinan.
* **Tujuan Praktis:** Sebagai seorang penerbit, Fillmore memahami pentingnya menciptakan melodi yang tidak hanya indah tetapi juga praktis untuk digunakan dalam ibadah gereja. Melodinya yang mudah diakses memastikan bahwa lagu ini dapat dengan cepat dipelajari dan dinyanyikan oleh banyak orang.
### Kisah Kolaborasi dan Penyebaran
Lagu "I Know That My Redeemer Liveth" yang diciptakan oleh Jessie Brown Pounds dan James Henry Fillmore ini pertama kali diterbitkan pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 (sering disebut sekitar tahun 1898 atau 1900), pada puncak popularitas himne Injil.
Kolaborasi antara penulis lirik dan komposer seperti Pounds dan Fillmore sangat umum pada masa itu. Para penerbit himne seringkali berfungsi sebagai "jodoh" antara seniman, atau seniman sendiri saling berkolaborasi untuk menghasilkan karya-karya baru. Lagu ini kemudian dimasukkan ke dalam berbagai buku himne Protestan di seluruh Amerika Serikat dan dunia, dan dengan cepat menjadi favorit karena pesan imannya yang universal dan mendalam.
### Pesan dan Warisan Lagu
Lagu "Ku Tahu Mukhalisku Hidup" adalah lebih dari sekadar kumpulan melodi dan kata-kata; ia adalah deklarasi iman yang abadi. Lagu ini terus memberikan penghiburan dan kekuatan bagi jutaan orang karena:
1. **Harapan di Tengah Penderitaan:** Sama seperti Ayub, lagu ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam penderitaan dan kehilangan yang paling parah, ada dasar yang kokoh untuk harapan: Penebus kita hidup.
2. **Kepastian Kebangkitan:** Bagi umat Kristen, lagu ini menguatkan keyakinan akan kebangkitan Yesus Kristus dan janji kebangkitan bagi semua orang percaya. Kematian bukanlah akhir, karena Penebus kita hidup.
3. **Kemenangan atas Kematian dan Dosa:** Karena Kristus hidup, ia telah mengalahkan kematian dan dosa, menawarkan kebebasan dan kehidupan kekal.
4. **Deklarasi Iman Pribadi:** Frasa "Ku tahu" (I know) menekankan sifat pribadi dan teguh dari iman. Ini bukan sekadar keyakinan teoritis, tetapi pengalaman yang dihayati.
Hingga hari ini, "Ku Tahu Mukhalisku Hidup" karya Jessie Brown Pounds dan James Henry Fillmore tetap menjadi nyanyian yang kuat dan dicintai, dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia sebagai kesaksian yang teguh akan Yesus Kristus sebagai Penebus yang hidup dan berkuasa.
Penting untuk dicatat bahwa lagu ini seringkali disalahpahami atau dicampuradukkan dengan aria terkenal dari oratorio "Messiah" karya George Frideric Handel, yang menggunakan frasa yang sama dari Ayub 19:25. Namun, karya Jessie Brown Pounds dan James Henry Fillmore ini adalah sebuah himne atau nyanyian rohani yang berdiri sendiri, dengan melodi dan struktur lirik yang berbeda, namun menyampaikan pesan iman yang sama kuatnya.
### Latar Belakang Alkitabiah: Ayub 19:25
Inti dari lagu ini berakar pada salah satu pernyataan iman paling dahsyat dalam seluruh Kitab Suci, yang diucapkan oleh Ayub dalam penderitaannya yang paling hebat:
"**Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.**" (Ayub 19:25)
Ayub adalah seorang pria yang saleh dan kaya yang kehilangan segalanya—harta benda, anak-anak, dan kesehatannya—namun dalam keputusasaan yang mendalam, ia menyatakan keyakinannya yang teguh bahwa Penebusnya (Allah) hidup dan akan suatu hari membuktikan kebenarannya. Pernyataan ini menjadi pilar harapan akan kebangkitan dan keadilan ilahi.
### 1. Sang Penulis Lirik: Jessie Brown Pounds (1862–1921)
Jessie Brown Pounds adalah seorang penulis himne, penyair, dan editor Amerika yang sangat produktif. Ia lahir di Hiram, Ohio, pada tahun 1862. Sepanjang hidupnya, Jessie menulis lebih dari 400 himne dan puisi, banyak di antaranya masih dinyanyikan hingga hari ini. Karya-karyanya terkenal karena kesederhanaan, kedalaman teologis, dan kemampuannya untuk menyentuh hati.
**Inspirasi di Balik Lirik:**
Tidak ada cerita dramatis tunggal yang secara spesifik menginspirasi Jessie Brown Pounds untuk menulis lirik "I Know That My Redeemer Liveth". Sebaliknya, motivasi utamanya kemungkinan besar berasal dari:
* **Pemahaman Mendalam akan Kitab Suci:** Sebagai seorang Kristen yang taat dan penulis yang produktif, Jessie secara alami akan terpapar dan terinspirasi oleh ayat-ayat kunci Alkitab. Pernyataan Ayub dalam 19:25 adalah salah satu pernyataan iman yang paling kuat dan resonan, yang berbicara tentang harapan di tengah keputusasaan, dan keyakinan akan kebangkitan dan kemenangan akhir.
* **Konteks Zaman:** Akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 adalah era keemasan bagi himne Injil (Gospel Hymns) di Amerika. Banyak himne pada masa itu berfokus pada pengalaman pribadi dengan iman, penghiburan di tengah kesulitan, dan kepastian akan keselamatan serta kebangkitan. Lirik Jessie sangat cocok dengan tema-tema ini.
* **Keyakinan Pribadi:** Lirik-liriknya mencerminkan iman pribadinya yang teguh kepada Yesus Kristus sebagai Penebus yang hidup. Bagi orang Kristen, Penebus yang hidup bukan hanya figur sejarah, tetapi Dia yang telah bangkit dari kematian dan hidup selamanya, menawarkan harapan akan kehidupan kekal dan penghiburan dalam setiap pencobaan.
Liriknya dirancang untuk menjadi deklarasi iman yang jelas dan tidak tergoyahkan. Setiap baitnya menguatkan keyakinan bahwa Penebus itu hidup, dan karena itu, ada harapan, penghiburan, dan kemenangan atas kematian dan dosa.
### 2. Sang Komposer: James Henry Fillmore (1849–1936)
James Henry Fillmore Sr. adalah seorang komposer, penerbit musik, dan editor himne yang terkemuka di Amerika. Ia lahir pada tahun 1849 di Cincinnati, Ohio. Ayahnya, Augustus D. Fillmore, juga adalah seorang komposer dan penerbit musik, sehingga James Henry tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan musik rohani.
James Henry Fillmore adalah salah satu pendiri perusahaan penerbitan musik "Fillmore Brothers Co." yang berbasis di Cincinnati, Ohio. Perusahaan ini sangat berpengaruh dalam menerbitkan banyak himne populer pada masanya.
**Peran dalam "I Know That My Redeemer Liveth":**
Seperti banyak kolaborasi dalam dunia himne, James Henry Fillmore kemungkinan besar menerima lirik dari Jessie Brown Pounds (atau Pounds mengirimkan lirik tersebut ke perusahaan penerbitannya) dan kemudian menggubah melodi untuknya.
* **Gaya Musik:** Melodi yang diciptakan Fillmore untuk lirik Pounds adalah melodi yang kuat, mudah diingat, dan cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat. Ia memiliki ritme yang mantap dan progresi akord yang harmonis, yang mendukung pesan lirik dengan sangat baik. Melodi ini membantu lirik merasuk ke dalam hati pendengar dan dinyanyikan dengan keyakinan.
* **Tujuan Praktis:** Sebagai seorang penerbit, Fillmore memahami pentingnya menciptakan melodi yang tidak hanya indah tetapi juga praktis untuk digunakan dalam ibadah gereja. Melodinya yang mudah diakses memastikan bahwa lagu ini dapat dengan cepat dipelajari dan dinyanyikan oleh banyak orang.
### Kisah Kolaborasi dan Penyebaran
Lagu "I Know That My Redeemer Liveth" yang diciptakan oleh Jessie Brown Pounds dan James Henry Fillmore ini pertama kali diterbitkan pada akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 (sering disebut sekitar tahun 1898 atau 1900), pada puncak popularitas himne Injil.
Kolaborasi antara penulis lirik dan komposer seperti Pounds dan Fillmore sangat umum pada masa itu. Para penerbit himne seringkali berfungsi sebagai "jodoh" antara seniman, atau seniman sendiri saling berkolaborasi untuk menghasilkan karya-karya baru. Lagu ini kemudian dimasukkan ke dalam berbagai buku himne Protestan di seluruh Amerika Serikat dan dunia, dan dengan cepat menjadi favorit karena pesan imannya yang universal dan mendalam.
### Pesan dan Warisan Lagu
Lagu "Ku Tahu Mukhalisku Hidup" adalah lebih dari sekadar kumpulan melodi dan kata-kata; ia adalah deklarasi iman yang abadi. Lagu ini terus memberikan penghiburan dan kekuatan bagi jutaan orang karena:
1. **Harapan di Tengah Penderitaan:** Sama seperti Ayub, lagu ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam penderitaan dan kehilangan yang paling parah, ada dasar yang kokoh untuk harapan: Penebus kita hidup.
2. **Kepastian Kebangkitan:** Bagi umat Kristen, lagu ini menguatkan keyakinan akan kebangkitan Yesus Kristus dan janji kebangkitan bagi semua orang percaya. Kematian bukanlah akhir, karena Penebus kita hidup.
3. **Kemenangan atas Kematian dan Dosa:** Karena Kristus hidup, ia telah mengalahkan kematian dan dosa, menawarkan kebebasan dan kehidupan kekal.
4. **Deklarasi Iman Pribadi:** Frasa "Ku tahu" (I know) menekankan sifat pribadi dan teguh dari iman. Ini bukan sekadar keyakinan teoritis, tetapi pengalaman yang dihayati.
Hingga hari ini, "Ku Tahu Mukhalisku Hidup" karya Jessie Brown Pounds dan James Henry Fillmore tetap menjadi nyanyian yang kuat dan dicintai, dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia sebagai kesaksian yang teguh akan Yesus Kristus sebagai Penebus yang hidup dan berkuasa.
Cross Reference
Sama Tema
Paskah
Pagi Yang Gemilang
KK
Allah Dimuliakanlah
KK
Datanglah, Ya Tuhan
KK
Gembira Dan Bernyanyilah
KK
Hari Minggu, Hari Kebangkitan
KK
Junjungan Yang Kupilih
KK
Kini Sang Putra T'lah Menang
KK
Kristus Bangkit! Soraklah
KK
'Ku Berseru, Hai Dunia
KK
Fajar Hidup Merekah
KK
Maut Sudah Menyerah
KK
Sang Kristus T'lah Bangkit
KK
Tegak Terus Megah
KK
Trang Paskah Berseri
KK
Tuhanku Bangkit! Nyanyilah
KK
Tuhanku Bangkit, Pusara Terbuka
KK
Waktu Fajar Di Taman Sepi
KK
Yerusalem, Bersoraklah
KK
Yesus Bangkit! Nyanyilah
KK
Yesus, Engkaulah Rajaku
KK
Yesus, Sumber Penghiburan
KK
Yesus Telah Bangkit
KK