Informasi Lagu
258
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KK 258
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
92
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Henri Augguste Cesar Malan (1827)
Pencipta Syair
Thomas Scott (1769)
Penerjemah
Yamuger (1982)
Cross Ref.
KJ 202
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Maut sudah menyerah, kubur hilang kuasanya: Juruslamat tlah menang dalam sinar cemerlang, dalam sinar cemerlang.
Umat Tuhan, pandanglah ke angkasa mulia dan saksikan Penebus masuk surga yang kudus, masuk surga yang kudus.
Surga, bukalah gerbang, sambut Raja yang menang! Antarkan ke takhtaNya Yang kekal kuasaNya, Yang kekal kuasaNya.
Nyanyilah, hai Serafim, mainkan harpa berdenting. Ikutlah, manusia, mengagungkan namaNya, mengagungkan namaNya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 258 1
Slide 2 — KK 258 2
Slide 3 — KK 258 3
Slide 4 — KK 258 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 258
Sejarah Lagu
Lagu "Maut Sudah Menyerah / Angels, Roll the Rock Away" adalah sebuah kidung Paskah yang penuh kemenangan, merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh penting dalam sejarah himnologi Kristen, meskipun peran mereka terkadang tumpang tindih dalam atribusi spesifik lagu ini.

Mari kita telusuri kisah di baliknya dengan detail:

---

### **Bagian 1: Lahirnya Lirik - Thomas Scott (1708-1779)**

**1. Latar Belakang Thomas Scott:**
Thomas Scott adalah seorang pendeta Pembangkang (Dissenting Minister) Inggris pada abad ke-18. Ia lahir pada tahun 1708 di Lancashire, Inggris, dan meninggal pada tahun 1779. Scott adalah bagian dari gelombang besar penulisan himne yang melanda Inggris pada masanya, di samping tokoh-tokoh besar seperti Isaac Watts dan Charles Wesley. Para pendeta Pembangkang saat itu banyak menulis himne untuk mengisi kebutuhan jemaat mereka akan lagu-lagu pujian yang lebih personal dan ekspresif daripada mazmur metris yang biasa digunakan di gereja-gereja Anglikan.

**2. Konteks Abad ke-18 dan Kebangkitan Himne:**
Abad ke-18 adalah masa reformasi spiritual dan kebangkitan rohani di Inggris. Gerakan Pietisme dan Metodisme membawa penekanan baru pada pengalaman pribadi dengan Tuhan dan ekspresi emosi dalam ibadah. Himne-himne baru menjadi media yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan Injil dan memperdalam iman jemaat. Scott, sebagai seorang pendeta yang bersemangat, turut berkontribusi dalam gerakan ini.

**3. Penciptaan Lirik "Angels, Roll the Rock Away":**
Lirik untuk "Angels, Roll the Rock Away" pertama kali diterbitkan pada tahun 1772 dalam koleksi himne Scott berjudul *Lyric Poems, Devotional and Moral*.
Scott menulis lirik ini dengan fokus yang jelas pada peristiwa Kebangkitan Kristus yang penuh kemenangan. Ayat-ayatnya menggambarkan adegan fajar di kubur Yesus, kedatangan malaikat, pengguliran batu dari pintu kubur, dan penemuan kubur kosong.

**4. Analisis Lirik dan Teologi:**
Lirik Scott sangat imajinatif dan teologis, menangkap inti pesan Paskah:
* **Ayat 1:** Menggambarkan pagi hari Paskah yang penuh harapan, dengan para wanita yang setia datang ke kubur.
* "Angels, roll the rock away, Death, yield up thy mighty prey; See! He rises from the tomb, Glowing with immortal bloom." (Malaikat, gulirkan batu, Maut, serahkan mangsamu yang perkasa; Lihatlah! Ia bangkit dari kubur, Bersinar dengan keabadian.)
* **Ayat 2:** Menyoroti peran malaikat dalam pengguliran batu dan mengumumkan kemenangan Kristus atas maut.
* "’Tis the Saviour! Angels, raise Shouts of triumph, songs of praise; Let the earth His glory know, Hallelujah! He is risen now!" (Dialah Juruselamat! Malaikat, naikkan sorak kemenangan, nyanyian pujian; Biarkan bumi mengetahui kemuliaan-Nya, Haleluya! Ia telah bangkit sekarang!)
* **Ayat 3 & Selanjutnya:** Mengembangkan tema kemenangan Yesus atas dosa, maut, dan Iblis. Kebangkitan-Nya adalah jaminan kebangkitan bagi semua orang percaya. Lagu ini dipenuhi dengan sukacita dan dorongan untuk bersorak-sorai merayakan kemenangan ini.

Liriknya adalah proklamasi langsung tentang kuasa Allah yang mengalahkan kematian, memberikan harapan besar bagi orang percaya akan kehidupan kekal.

---

### **Bagian 2: Musik dan Pengaruh - Henri Auguste Cesar Malan (1787-1864)**

**1. Latar Belakang Henri Malan:**
Henri Auguste Cesar Malan adalah seorang pendeta Protestan Swiss yang sangat berpengaruh, penginjil, dan penulis himne. Ia lahir di Jenewa, Swiss, pada tahun 1787 dan meninggal pada tahun 1864. Malan dikenal sebagai seorang pionir dalam gerakan kebangkitan rohani di Swiss dan Perancis pada awal abad ke-19. Dia adalah seorang pengkhotbah yang karismatik dan penulis himne yang sangat produktif, menulis lebih dari 1000 himne dan banyak melodi.

**2. Peran Malan dalam Himnologi:**
Malan memiliki dampak besar pada himnologi Kristen, terutama di Eropa daratan. Ia dikenal karena:
* **Menulis Lirik dan Musik:** Banyak himne yang lirik dan melodinya diciptakan sendiri olehnya.
* **Mengadaptasi dan Mempopulerkan Melodi:** Dia sering mengambil melodi tradisional atau melodi yang sudah ada dan mengadaptasinya untuk himne-himne baru, atau membuat aransemen yang menarik sehingga lagu-lagu itu menjadi populer di kalangan jemaat.
* **Gaya "Revival":** Himne-himnenya seringkali memiliki melodi yang mudah dinyanyikan, bersemangat, dan membangkitkan emosi, cocok untuk pertemuan-pertemuan kebangkitan rohani.

**3. Keterkaitan Malan dengan "Angels, Roll the Rock Away":**
Meskipun lirik asli "Angels, Roll the Rock Away" secara definitif adalah karya Thomas Scott, atribusi melodi untuk lagu ini terkadang kompleks dan bervariasi.
* **Tune "ROLL THE STONE AWAY":** Melodi yang paling umum digunakan untuk lirik ini sering disebut "ROLL THE STONE AWAY" atau "ARIMATHEA." Melodi ini memiliki karakteristik yang kuat dan bersemangat, sangat cocok dengan lirik kemenangan Paskah.
* **Atribusi Malan:** Dalam beberapa tradisi hymnal, terutama di benua Eropa atau di hymnal yang dipengaruhi oleh gerakan kebangkitan rohani abad ke-19, Henri Malan dikreditkan sebagai komposer atau arranger dari melodi ini. Ini tidak berarti dia menciptakan melodi dari nol, tetapi lebih mungkin bahwa dia:
* Mengkomposisikan melodi yang spesifik untuk lirik ini.
* Mengambil melodi rakyat atau tradisional yang sudah ada dan mengadaptasinya atau membuat aransemen yang kemudian menjadi populer dan diasosiasikan dengan namanya.
* Melodi yang kuat dan mudah diingat ini sangat sesuai dengan gaya Malan yang bertujuan untuk melibatkan jemaat secara aktif dalam pujian.
* **"Anonim" atau "Tradisional":** Namun, di banyak hymnal lain, termasuk beberapa Kidung Jemaat di Indonesia (misalnya KJ 186 dan PKJ 161), melodi ini sering dikreditkan sebagai "Anonim" atau "Tradisional," menunjukkan bahwa asal-usul pastinya mungkin telah hilang dalam sejarah atau merupakan hasil evolusi dari berbagai sumber.

Jadi, peran Malan kemungkinan besar adalah dalam **menciptakan, mempopulerkan, atau mengaransemen sebuah melodi yang sangat sesuai dan kuat** untuk lirik Thomas Scott, sehingga melodi tersebut menjadi identik dengan lagu ini di banyak gereja.

---

### **Bagian 3: Perjalanan dan Dampak Lagu**

**1. Menyebar sebagai Kidung Paskah:**
Dengan kombinasi lirik yang kuat dan melodi yang bersemangat, "Angels, Roll the Rock Away" dengan cepat menjadi kidung Paskah yang populer di berbagai denominasi Protestan. Kemampuannya untuk membangkitkan sukacita dan harapan membuatnya menjadi pilihan yang sempurna untuk merayakan kebangkitan Kristus.

**2. Terjemahan dan Adopsi di Indonesia:**
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul "Maut Sudah Menyerah." Terjemahan bahasa Indonesianya berhasil menangkap semangat kemenangan dari lirik asli.
* Lagu ini terdapat dalam Kidung Jemaat (KJ 186) dan Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ 161), yang merupakan buku hymnal paling banyak digunakan di gereja-gereja Protestan Indonesia.
* Keberadaannya di hymnal-hymnal ini menunjukkan betapa pentingnya lagu ini dalam liturgi Paskah di Indonesia, membantu jemaat untuk merayakan dan merenungkan makna kebangkitan Yesus.

**3. Warisan dan Signifikansi:**
Hingga hari ini, "Maut Sudah Menyerah / Angels, Roll the Rock Away" tetap menjadi salah satu kidung Paskah yang paling dicintai dan sering dinyanyikan.
* **Pesan Harapan:** Lagu ini terus-menerus mengingatkan orang percaya akan kemenangan Kristus atas maut, dosa, dan Iblis, menawarkan pengharapan akan kehidupan kekal.
* **Ekspresi Sukacita:** Melodinya yang bersemangat dan liriknya yang berapi-api mendorong jemaat untuk mengungkapkan sukacita dan syukur mereka atas anugerah kebangkitan.
* **Jembatan Antar Generasi:** Lagu ini menjembatani generasi, terus mengajarkan kebenaran fundamental Injil kepada jemaat di seluruh dunia.

---

**Kesimpulan:**

"Maut Sudah Menyerah / Angels, Roll the Rock Away" adalah buah dari gabungan talenta dan pelayanan dua hamba Tuhan: Thomas Scott yang memberikannya lirik abadi yang merayakan kemenangan Paskah, dan Henri Auguste Cesar Malan (atau pengaruhnya) yang memberikannya melodi yang kuat dan bersemangat, yang membantu lagu tersebut tersebar luas dan memicu semangat pujian di hati jutaan orang percaya. Bersama-sama, mereka menciptakan sebuah kidung yang tidak hanya menceritakan kisah kebangkitan, tetapi juga memungkinkan jemaat untuk mengalaminya secara mendalam.