KK
Allah Dimuliakanlah
Gelobt Sei Gott Im H?chsten Thron
Informasi Lagu
248
Nomor
Kode
KK 248
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Melchior Vulpius
Pencipta Syair
Michael Weisse
Penerjemah
Johannes Mozes Malessy
Cross Ref.
KJ 197
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Allah dimuliakanlah bersama Putra TunggalNya
yang menebus manusia. Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Hari Ketiga yang cerah fajar menghalaukan duka:
lihatlah kubur terbuka! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kata malaikat: "Marilah, jangan Yang Hidup kaucari
di dunia orang mati!" Haleluya, Haleluya, Haleluya!
"Ia tlah bangkit, lihatlah tempat yang Ia tinggalkan
maut pun Ia kalahkan!" Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Kami berdoa padaMu, Tuhan yang bangkit dan jaya,
buatlah kami percaya! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Ya Juruslamat, Penebus, namaMu kami agungkan:
sampai kekal Kaulah Tuhan! Haleluya, Haleluya, Haleluya!
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Gelobt sei Gott im höchsten Thron"** (Bahasa Indonesia: *Allah Dimuliakanlah*) adalah perjalanan sejarah yang melibatkan dua tokoh besar dari dua tradisi Kristen yang berbeda, yang kemudian disatukan dalam sebuah komposisi yang sangat ikonik, khususnya untuk perayaan Paskah.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Akar Kata: Michael Weisse (1531)
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Michael Weisse** (c. 1480–1534). Weisse adalah seorang mantan biarawan yang kemudian bergabung dengan *Unitas Fratrum* (Gereja Persaudaraan Moravia atau *Bohemian Brethren*).
* **Konteks Sejarah:** Pada abad ke-16, kelompok Moravia sangat mementingkan musik sebagai alat pengajaran iman. Weisse menerbitkan buku nyanyian berjudul *Ein New Gesengbuchlen* pada tahun 1531 di Jerman.
* **Makna Lirik:** Lirik asli yang ditulis Weisse berjudul *"Lob sei dem herren, dem höchsten Gott"*. Lagu ini diciptakan sebagai nyanyian sukacita Paskah, yang merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan-Nya atas maut. Liriknya menekankan bahwa karena Kristus telah bangkit, maka kemuliaan mutlak milik Allah.
### 2. Akar Musik: Melchior Vulpius (1609)
Melodi yang kita kenal sekarang—yang sangat megah dan bersemangat—dikaitkan dengan **Melchior Vulpius** (c. 1570–1615).
* **Siapa Vulpius?** Ia adalah seorang komponis Jerman dari era Renaisans akhir dan Barok awal. Ia dikenal sebagai salah satu komposer musik gerejawi Lutheran yang paling berpengaruh pada zamannya.
* **Asal-usul Melodi:** Melodi ini diterbitkan dalam koleksinya yang berjudul *Ein schön geistlich Gesangbuch* pada tahun 1609. Vulpius menggubah musik ini untuk teks tersebut karena ia ingin menciptakan iringan yang mampu membangkitkan suasana kemenangan.
* **Karakter Musik:** Musik Vulpius menggunakan gaya *cantional* (melodi utama di bagian soprano dengan iringan akor yang kokoh), yang membuat lagu ini terdengar agung, mudah diingat, dan sangat cocok dinyanyikan oleh jemaat dalam jumlah besar (koral).
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada alasan mengapa lagu ini bertahan selama lebih dari 400 tahun dan diterjemahkan ke banyak bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia:
1. **Dinamika Kemenangan:** Musik Vulpius memiliki "loncatan" melodi yang optimis. Bagian refreinnya (yang sering menyertakan seruan *"Alleluia"*) dirancang untuk mengekspresikan ledakan sukacita Paskah.
2. **Transisi Zaman:** Lagu ini menjadi jembatan antara semangat reformasi gereja (melalui Weisse) dan kecemerlangan musikalitas gerejawi Jerman (melalui Vulpius).
3. **Penggunaan Liturgis:** Di banyak gereja di seluruh dunia (terutama gereja-gereja Lutheran, Katolik, dan beberapa denominasi Protestan lainnya), lagu ini menjadi "lagu wajib" pada Hari Minggu Paskah karena narasi liriknya yang tidak hanya menceritakan kebangkitan, tetapi juga mengundang seluruh umat untuk menyembah Allah di tempat yang mahatinggi.
### Ringkasan dalam Bahasa Indonesia
Dalam konteks Indonesia, lagu **"Allah Dimuliakanlah"** sering dinyanyikan dengan semangat yang menggebu-gebu. Kisah dibalik lagu ini adalah kisah tentang **"Sukacita yang Terstruktur"**:
* **Weisse** memberikan fondasi teologis: *Kristus bangkit, maka Allah dimuliakan.*
* **Vulpius** memberikan "kendaraan" emosional: *Musik yang megah untuk membawa pujian itu naik ke hadapan takhta Allah.*
Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu himne Paskah yang paling dikenal di dunia, mewakili suara umat Kristen yang merayakan bahwa "maut telah dikalahkan oleh hidup".
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Akar Kata: Michael Weisse (1531)
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Michael Weisse** (c. 1480–1534). Weisse adalah seorang mantan biarawan yang kemudian bergabung dengan *Unitas Fratrum* (Gereja Persaudaraan Moravia atau *Bohemian Brethren*).
* **Konteks Sejarah:** Pada abad ke-16, kelompok Moravia sangat mementingkan musik sebagai alat pengajaran iman. Weisse menerbitkan buku nyanyian berjudul *Ein New Gesengbuchlen* pada tahun 1531 di Jerman.
* **Makna Lirik:** Lirik asli yang ditulis Weisse berjudul *"Lob sei dem herren, dem höchsten Gott"*. Lagu ini diciptakan sebagai nyanyian sukacita Paskah, yang merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan-Nya atas maut. Liriknya menekankan bahwa karena Kristus telah bangkit, maka kemuliaan mutlak milik Allah.
### 2. Akar Musik: Melchior Vulpius (1609)
Melodi yang kita kenal sekarang—yang sangat megah dan bersemangat—dikaitkan dengan **Melchior Vulpius** (c. 1570–1615).
* **Siapa Vulpius?** Ia adalah seorang komponis Jerman dari era Renaisans akhir dan Barok awal. Ia dikenal sebagai salah satu komposer musik gerejawi Lutheran yang paling berpengaruh pada zamannya.
* **Asal-usul Melodi:** Melodi ini diterbitkan dalam koleksinya yang berjudul *Ein schön geistlich Gesangbuch* pada tahun 1609. Vulpius menggubah musik ini untuk teks tersebut karena ia ingin menciptakan iringan yang mampu membangkitkan suasana kemenangan.
* **Karakter Musik:** Musik Vulpius menggunakan gaya *cantional* (melodi utama di bagian soprano dengan iringan akor yang kokoh), yang membuat lagu ini terdengar agung, mudah diingat, dan sangat cocok dinyanyikan oleh jemaat dalam jumlah besar (koral).
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada alasan mengapa lagu ini bertahan selama lebih dari 400 tahun dan diterjemahkan ke banyak bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia:
1. **Dinamika Kemenangan:** Musik Vulpius memiliki "loncatan" melodi yang optimis. Bagian refreinnya (yang sering menyertakan seruan *"Alleluia"*) dirancang untuk mengekspresikan ledakan sukacita Paskah.
2. **Transisi Zaman:** Lagu ini menjadi jembatan antara semangat reformasi gereja (melalui Weisse) dan kecemerlangan musikalitas gerejawi Jerman (melalui Vulpius).
3. **Penggunaan Liturgis:** Di banyak gereja di seluruh dunia (terutama gereja-gereja Lutheran, Katolik, dan beberapa denominasi Protestan lainnya), lagu ini menjadi "lagu wajib" pada Hari Minggu Paskah karena narasi liriknya yang tidak hanya menceritakan kebangkitan, tetapi juga mengundang seluruh umat untuk menyembah Allah di tempat yang mahatinggi.
### Ringkasan dalam Bahasa Indonesia
Dalam konteks Indonesia, lagu **"Allah Dimuliakanlah"** sering dinyanyikan dengan semangat yang menggebu-gebu. Kisah dibalik lagu ini adalah kisah tentang **"Sukacita yang Terstruktur"**:
* **Weisse** memberikan fondasi teologis: *Kristus bangkit, maka Allah dimuliakan.*
* **Vulpius** memberikan "kendaraan" emosional: *Musik yang megah untuk membawa pujian itu naik ke hadapan takhta Allah.*
Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi salah satu himne Paskah yang paling dikenal di dunia, mewakili suara umat Kristen yang merayakan bahwa "maut telah dikalahkan oleh hidup".
Cross Reference
KJ 197
Allah Dimuliakanlah
KJ
Sama Tema
Paskah
Pagi Yang Gemilang
KK
Datanglah, Ya Tuhan
KK
Gembira Dan Bernyanyilah
KK
Hari Minggu, Hari Kebangkitan
KK
Junjungan Yang Kupilih
KK
Kini Sang Putra T'lah Menang
KK
Kristus Bangkit! Soraklah
KK
'Ku Berseru, Hai Dunia
KK
Fajar Hidup Merekah
KK
'Ku Tahu Mukhalisku Hidup
KK
Maut Sudah Menyerah
KK
Sang Kristus T'lah Bangkit
KK
Tegak Terus Megah
KK
Trang Paskah Berseri
KK
Tuhanku Bangkit! Nyanyilah
KK
Tuhanku Bangkit, Pusara Terbuka
KK
Waktu Fajar Di Taman Sepi
KK
Yerusalem, Bersoraklah
KK
Yesus Bangkit! Nyanyilah
KK
Yesus, Engkaulah Rajaku
KK
Yesus, Sumber Penghiburan
KK
Yesus Telah Bangkit
KK