Informasi Lagu
266
Nomor
Kode
KK 266
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Robert Williams
Pencipta Syair
Lyra Davidica
Cross Ref.
KJ 187, KPPK 131. KC 106
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Yesus bangkit! Nyanyilah: Haleluya! Sungguh mulia hariNya! Haleluya! Yang disalib Golgota, Haleluya, Menebus manusia. Haleluya!
Naikkan puji dan syukur. Haleluya! Bagi Kristus, RajaMu. Haleluya! Maut ditanggung olehNya. Haleluya! Yang berdosa slamatlah. Haleluya!
Siksa salibNya membri, Haleluya! pendamaian tak terpri. Haleluya! Dan malaikat slamanya, Haleluya! menyanyikan hormatNya. Haleluya!
Puji Allah! Nyanyilah! Haleluya! Mahaagung kasihNya! Haleluya! Bala surga, puji trus, Haleluya! Bapa, Putra, Roh Kudus. Haleluya!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KK 266 1
Slide 2 — KK 266 2
Slide 3 — KK 266 3
Slide 4 — KK 266 4
Partitur / Not
Partitur Chord KK 266
Sejarah Lagu
Lagu **"Yesus Bangkit! Nyanyilah"** (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai *"Jesus Christ Is Risen Today"*) adalah salah satu lagu himne Paskah yang paling terkenal dan bertahan lintas generasi. Kisah di balik lagu ini melibatkan perpaduan antara syair kuno dari abad ke-14 dan melodi dari seorang komposer Welsh (Wales) yang jenius.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:

### 1. Asal-Usul Syair (Lirik)
Lirik asli lagu ini tidak lahir dalam satu waktu, melainkan hasil dari beberapa tahapan evolusi:

* **Akar Latin (Abad ke-14):** Lirik aslinya berasal dari sebuah naskah Latin abad ke-14 berjudul *"Surrexit Christus hodie"*. Syair ini merayakan kemenangan Kristus atas maut.
* **Terjemahan Bahasa Inggris (1708):** Naskah Latin tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam sebuah koleksi berjudul *Lyra Davidica* (Kecapi Daud). Edisi tahun 1708 inilah yang memperkenalkan lirik dalam bahasa Inggris yang kita kenal sekarang.
* **Tambahan Charles Wesley (1740):** Pada tahun 1740, Charles Wesley (tokoh pendiri Gereja Methodis dan penulis ratusan himne) menambahkan bait keempat yang sangat ikonik, yang berbunyi: *"Sing we to our God above, Praise eternal as His love; Praise Him, all ye heav’nly host, Father, Son, and Holy Ghost."* Penambahan ini memberikan sentuhan teologis yang lebih mendalam pada lagu tersebut.

### 2. Melodi "Easter Hymn" oleh Robert Williams
Meskipun liriknya sudah ada sejak awal abad ke-18, melodi yang kita nyanyikan saat ini (yang dikenal dengan nama nada **"Easter Hymn"**) baru muncul kemudian.

* **Siapa Robert Williams?** Dia adalah seorang petani, pembuat sepatu, dan musisi otodidak dari Anglesey, Wales.
* **Kisah Penciptaannya (1817):** Menurut sejarah, Robert Williams menulis melodi ini pada tahun 1817. Konon, ia sedang berjalan menuju gereja ketika melodi tersebut tiba-tiba muncul di kepalanya. Karena tidak ingin melupakannya, ia segera menuliskannya di atas kertas.
* **Penggabungan:** Melodi tersebut awalnya ia beri nama *"Llanfair"* (nama sebuah kota di Wales). Melodi yang megah dan penuh semangat ini sangat cocok dengan syair "Jesus Christ Is Risen Today". Tak lama kemudian, melodi *Llanfair* ini dipadukan dengan syair *Lyra Davidica*, menciptakan harmoni yang abadi.

### 3. Makna dan Karakteristik Lagu
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap bertahan selama lebih dari 300 tahun:

* **Tanda Seru (Halleluyah):** Lagu ini terkenal karena penggunaan kata *"Alleluia!"* yang disisipkan di antara frasa. Kata ini memberikan nuansa sukacita yang meledak-ledak, sangat tepat untuk suasana Paskah.
* **Melodi yang Bersemangat:** Berbeda dengan lagu-lagu sedih saat masa sengsara Yesus, melodi karya Robert Williams menggunakan tangga nada mayor yang ceria dan tempo yang kuat, mencerminkan kemenangan kehidupan atas kematian.
* **Teologi Kemenangan:** Liriknya secara lugas menceritakan kronologi Paskah—dari penderitaan di kayu salib hingga kebangkitan-Nya sebagai Raja yang menang.

### Kesimpulan
Lagu "Yesus Bangkit! Nyanyilah" adalah bukti bagaimana tradisi gerejawi yang berbeda (Latin kuno, tradisi Methodis Inggris, dan musik rakyat Wales) dapat bersatu menjadi sebuah mahakarya.

Robert Williams, sang petani sederhana dari Wales, tidak pernah menyangka bahwa melodi yang ia tulis di tengah perjalanannya ke gereja akan menjadi lagu Paskah yang dinyanyikan oleh jutaan orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Lagu ini bukan sekadar karya seni, melainkan sebuah proklamasi iman bahwa "maut telah dikalahkan".