KK
Yesus, Engkaulah Rajaku
King Of My Life
Informasi Lagu
267
Nomor
Kode
KK 267
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
William James Kirkpatrick
Pencipta Syair
Jennie Evely N Hussey
Penerjemah
Ferdinand Suleeman
Cross Ref.
NKB 90, KKB 53
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Yesus, Engkaulah Rajaku ñ Junjungan mulia;
ëKan ëku kenang sengsaraMu di bukit Golgota.
ëKan ëku kenang Getsemani, ëkan ëku kenang sesah keji.
Oh, sungguh ajaib kasihMu, pimpinlah hidupku.
Tuhan, tunjukkan kuburMu yang sunyi dan gelap.
malak sorgawi yang teguh berjaga tak lelap.
ëKan ëku kenang Getsemani, ëkan ëku kenang sesah keji.
Oh, sungguh ajaib kasihMu, pimpinlah hidupku.
ëKu ingin bagai Maria yang mengasihiMu,
hatiku rindu sílamanya mengikut langkahMu.
ëKan ëku kenang Getsemani, ëkan ëku kenang sesah keji.
Oh, sungguh ajaib kasihMu, pimpinlah hidupku.
Biar ëku pikul salibku, ikut perintahMu
dan menghayati susahMu; ëKau mati gantiku.
ëKan ëku kenang Getsemani, ëkan ëku kenang sesah keji.
Oh, sungguh ajaib kasihMu, pimpinlah hidupku.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani yang indah dan penuh makna, "Yesus, Engkaulah Rajaku" atau aslinya "King of My Life I Crown Thee Now," yang diciptakan oleh Jennie Evelyn Hussey (untuk liriknya) dan William J. Kirkpatrick (untuk musiknya).
**Latar Belakang dan Konteks Waktu:**
Lagu ini muncul pada akhir abad ke-19, tepatnya pada tahun 1897 (lirik) dan 1898 (publikasi dengan musik). Periode ini adalah masa kebangkitan rohani yang kuat di Amerika Serikat, di mana banyak himne-himne baru yang berfokus pada pengalaman iman pribadi, pengabdian, dan misi diciptakan dan menyebar luas.
---
**1. Sang Penulis Lirik: Jennie Evelyn Hussey (1852-1933)**
Jennie Evelyn Hussey adalah seorang wanita yang menjalani kehidupan yang relatif sederhana dan tenang. Lahir di Limerick, Maine, Amerika Serikat, pada tahun 1852, ia adalah putri seorang petani. Ia tidak pernah menikah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di pedesaan Maine, bersama keluarganya. Meskipun hidupnya jauh dari sorotan publik, Jennie memiliki iman yang sangat dalam dan tulus yang diekspresikan melalui kecintaannya pada penulisan himne.
* **Inspirasi dan Karya:** Jennie Hussey dikenal sebagai seorang penulis himne yang produktif, meskipun tidak banyak dari karyanya yang menjadi sangat terkenal seperti beberapa penulis sezamannya. Ia menulis lebih dari 150 himne, yang sering kali ia kirimkan kepada penerbit musik rohani. Lirik-liriknya dicirikan oleh kesederhanaan, kejelasan, dan fokus yang kuat pada pengalaman pribadi dengan Kristus. Ia tidak mengarang himne berdasarkan peristiwa dramatis atau pengalaman luar biasa, melainkan dari kedalaman devosi sehari-hari dan kehidupannya yang diisi dengan doa dan perenungan.
* **Kelahiran "King of My Life":** Pada tahun 1897, dari sanubari Jennie Hussey lahirlah sebuah puisi yang menjadi lirik "King of My Life I Crown Thee Now." Lirik ini bukanlah hasil dari tekanan atau permintaan, melainkan sebuah curahan hati yang tulus, ungkapan pribadi tentang penyerahan total dan pengakuan akan kedaulatan Yesus dalam hidupnya. Ia menulisnya sebagai refleksi dari hubungannya yang intim dengan Tuhan, sebuah pengakuan bahwa Yesus bukan hanya penyelamat, tetapi juga Raja yang berhak atas setiap aspek keberadaannya—pikiran, hati, kehendak, sukacita, dan dukanya.
* **Pesan Lirik:** Liriknya sangat personal dan berfokus pada tema penyerahan, penobatan Yesus sebagai Raja, dan keinginan untuk hidup sepenuhnya di bawah bimbingan-Nya. Baris-baris seperti "King of my life I crown Thee now, Thine shall the glory be" (Yesus, Engkaulah Rajaku, Sekarang aku mahkotai Engkau, Segala kemuliaan bagi-Mu) langsung mengungkapkan inti dari pengabdian ini. Ini adalah doa agar Kristus memimpin setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap hari dalam hidup.
---
**2. Sang Komposer: William James Kirkpatrick (1838-1921)**
William J. Kirkpatrick adalah salah satu komposer dan editor musik rohani paling produktif dan berpengaruh di Amerika Serikat pada masanya. Lahir di Duncannon, Pennsylvania, pada tahun 1838, ia awalnya berprofesi sebagai tukang kayu. Namun, kecintaannya pada musik rohani dan bakatnya yang luar biasa segera membawanya untuk sepenuhnya mengabdikan diri pada bidang ini.
* **Karier Musik:** Kirkpatrick adalah editor untuk banyak buku nyanyian gereja yang populer dan komposer untuk ribuan melodi. Ia sering bekerja sama dengan John R. Sweney, menciptakan lagu-lagu yang menjadi standar dalam kebaktian Protestan. Musiknya dikenal karena melodi yang mengalir, mudah dinyanyikan, dan memiliki daya tarik yang luas.
* **Pertemuan dengan Lirik Hussey:** Jennie Hussey, seperti penulis lirik lain pada masanya, akan mengirimkan puisi-puisi rohaninya ke penerbit musik. Kemungkinan besar lirik "King of My Life" sampai ke tangan Kirkpatrick atau penerbitnya. Kirkpatrick, yang memiliki mata (dan telinga) yang tajam untuk lirik-lirik yang berpotensi menjadi himne yang kuat, pasti segera mengenali kedalaman dan kesederhanaan lirik Hussey.
* **Penciptaan Melodi:** Pada tahun 1897 atau 1898, Kirkpatrick kemudian menggubah melodi untuk lirik Hussey. Melodi yang ia ciptakan sangat cocok dengan suasana lirik—sederhana namun agung, reflektif namun inspiratif. Melodi ini membantu menyampaikan pesan penyerahan dan kedaulatan Kristus dengan cara yang mudah diingat dan menyentuh hati.
---
**3. Publikasi dan Penyebaran:**
Lagu "King of My Life I Crown Thee Now" pertama kali diterbitkan pada tahun 1898 dalam koleksi himne Kirkpatrick, "Hymns and Spiritual Songs." Sejak saat itu, lagu ini dengan cepat menyebar dan menjadi populer di kalangan gereja-gereja Protestan, khususnya di Amerika Utara.
* **Pesan Abadi:** Daya tarik lagu ini terletak pada pesan universalnya. Setiap orang percaya bergumul dengan konsep penyerahan diri dan mengakui kedaulatan Kristus atas hidup mereka. Lagu ini memberikan bahasa yang indah untuk mengungkapkan pengabdian pribadi ini—sebuah keinginan untuk Kristus menjadi "Raja" tidak hanya di gereja atau pada hari Minggu, tetapi di setiap aspek kehidupan sehari-hari.
* **Warisan:** "Yesus, Engkaulah Rajaku" terus dinyanyikan di seluruh dunia, diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Kesederhanaan liriknya, dipadukan dengan melodi Kirkpatrick yang mengharukan, memastikan bahwa lagu ini akan terus menjadi ekspresi iman yang mendalam bagi generasi-generasi orang percaya yang mencari untuk menempatkan Yesus sebagai pusat dan Raja atas hidup mereka.
Jadi, di balik lagu yang kita kenal sekarang, ada kisah tentang seorang wanita sederhana dengan iman yang luar biasa, yang menuangkan hatinya dalam puisi, dan seorang komposer berbakat yang memberikannya suara, menciptakan sebuah himne abadi yang terus menginspirasi jutaan orang untuk menobatkan Yesus sebagai Raja atas hidup mereka.
**Latar Belakang dan Konteks Waktu:**
Lagu ini muncul pada akhir abad ke-19, tepatnya pada tahun 1897 (lirik) dan 1898 (publikasi dengan musik). Periode ini adalah masa kebangkitan rohani yang kuat di Amerika Serikat, di mana banyak himne-himne baru yang berfokus pada pengalaman iman pribadi, pengabdian, dan misi diciptakan dan menyebar luas.
---
**1. Sang Penulis Lirik: Jennie Evelyn Hussey (1852-1933)**
Jennie Evelyn Hussey adalah seorang wanita yang menjalani kehidupan yang relatif sederhana dan tenang. Lahir di Limerick, Maine, Amerika Serikat, pada tahun 1852, ia adalah putri seorang petani. Ia tidak pernah menikah dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di pedesaan Maine, bersama keluarganya. Meskipun hidupnya jauh dari sorotan publik, Jennie memiliki iman yang sangat dalam dan tulus yang diekspresikan melalui kecintaannya pada penulisan himne.
* **Inspirasi dan Karya:** Jennie Hussey dikenal sebagai seorang penulis himne yang produktif, meskipun tidak banyak dari karyanya yang menjadi sangat terkenal seperti beberapa penulis sezamannya. Ia menulis lebih dari 150 himne, yang sering kali ia kirimkan kepada penerbit musik rohani. Lirik-liriknya dicirikan oleh kesederhanaan, kejelasan, dan fokus yang kuat pada pengalaman pribadi dengan Kristus. Ia tidak mengarang himne berdasarkan peristiwa dramatis atau pengalaman luar biasa, melainkan dari kedalaman devosi sehari-hari dan kehidupannya yang diisi dengan doa dan perenungan.
* **Kelahiran "King of My Life":** Pada tahun 1897, dari sanubari Jennie Hussey lahirlah sebuah puisi yang menjadi lirik "King of My Life I Crown Thee Now." Lirik ini bukanlah hasil dari tekanan atau permintaan, melainkan sebuah curahan hati yang tulus, ungkapan pribadi tentang penyerahan total dan pengakuan akan kedaulatan Yesus dalam hidupnya. Ia menulisnya sebagai refleksi dari hubungannya yang intim dengan Tuhan, sebuah pengakuan bahwa Yesus bukan hanya penyelamat, tetapi juga Raja yang berhak atas setiap aspek keberadaannya—pikiran, hati, kehendak, sukacita, dan dukanya.
* **Pesan Lirik:** Liriknya sangat personal dan berfokus pada tema penyerahan, penobatan Yesus sebagai Raja, dan keinginan untuk hidup sepenuhnya di bawah bimbingan-Nya. Baris-baris seperti "King of my life I crown Thee now, Thine shall the glory be" (Yesus, Engkaulah Rajaku, Sekarang aku mahkotai Engkau, Segala kemuliaan bagi-Mu) langsung mengungkapkan inti dari pengabdian ini. Ini adalah doa agar Kristus memimpin setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap hari dalam hidup.
---
**2. Sang Komposer: William James Kirkpatrick (1838-1921)**
William J. Kirkpatrick adalah salah satu komposer dan editor musik rohani paling produktif dan berpengaruh di Amerika Serikat pada masanya. Lahir di Duncannon, Pennsylvania, pada tahun 1838, ia awalnya berprofesi sebagai tukang kayu. Namun, kecintaannya pada musik rohani dan bakatnya yang luar biasa segera membawanya untuk sepenuhnya mengabdikan diri pada bidang ini.
* **Karier Musik:** Kirkpatrick adalah editor untuk banyak buku nyanyian gereja yang populer dan komposer untuk ribuan melodi. Ia sering bekerja sama dengan John R. Sweney, menciptakan lagu-lagu yang menjadi standar dalam kebaktian Protestan. Musiknya dikenal karena melodi yang mengalir, mudah dinyanyikan, dan memiliki daya tarik yang luas.
* **Pertemuan dengan Lirik Hussey:** Jennie Hussey, seperti penulis lirik lain pada masanya, akan mengirimkan puisi-puisi rohaninya ke penerbit musik. Kemungkinan besar lirik "King of My Life" sampai ke tangan Kirkpatrick atau penerbitnya. Kirkpatrick, yang memiliki mata (dan telinga) yang tajam untuk lirik-lirik yang berpotensi menjadi himne yang kuat, pasti segera mengenali kedalaman dan kesederhanaan lirik Hussey.
* **Penciptaan Melodi:** Pada tahun 1897 atau 1898, Kirkpatrick kemudian menggubah melodi untuk lirik Hussey. Melodi yang ia ciptakan sangat cocok dengan suasana lirik—sederhana namun agung, reflektif namun inspiratif. Melodi ini membantu menyampaikan pesan penyerahan dan kedaulatan Kristus dengan cara yang mudah diingat dan menyentuh hati.
---
**3. Publikasi dan Penyebaran:**
Lagu "King of My Life I Crown Thee Now" pertama kali diterbitkan pada tahun 1898 dalam koleksi himne Kirkpatrick, "Hymns and Spiritual Songs." Sejak saat itu, lagu ini dengan cepat menyebar dan menjadi populer di kalangan gereja-gereja Protestan, khususnya di Amerika Utara.
* **Pesan Abadi:** Daya tarik lagu ini terletak pada pesan universalnya. Setiap orang percaya bergumul dengan konsep penyerahan diri dan mengakui kedaulatan Kristus atas hidup mereka. Lagu ini memberikan bahasa yang indah untuk mengungkapkan pengabdian pribadi ini—sebuah keinginan untuk Kristus menjadi "Raja" tidak hanya di gereja atau pada hari Minggu, tetapi di setiap aspek kehidupan sehari-hari.
* **Warisan:** "Yesus, Engkaulah Rajaku" terus dinyanyikan di seluruh dunia, diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Kesederhanaan liriknya, dipadukan dengan melodi Kirkpatrick yang mengharukan, memastikan bahwa lagu ini akan terus menjadi ekspresi iman yang mendalam bagi generasi-generasi orang percaya yang mencari untuk menempatkan Yesus sebagai pusat dan Raja atas hidup mereka.
Jadi, di balik lagu yang kita kenal sekarang, ada kisah tentang seorang wanita sederhana dengan iman yang luar biasa, yang menuangkan hatinya dalam puisi, dan seorang komposer berbakat yang memberikannya suara, menciptakan sebuah himne abadi yang terus menginspirasi jutaan orang untuk menobatkan Yesus sebagai Raja atas hidup mereka.
Cross Reference
Sama Tema
Paskah
Pagi Yang Gemilang
KK
Allah Dimuliakanlah
KK
Datanglah, Ya Tuhan
KK
Gembira Dan Bernyanyilah
KK
Hari Minggu, Hari Kebangkitan
KK
Junjungan Yang Kupilih
KK
Kini Sang Putra T'lah Menang
KK
Kristus Bangkit! Soraklah
KK
'Ku Berseru, Hai Dunia
KK
Fajar Hidup Merekah
KK
'Ku Tahu Mukhalisku Hidup
KK
Maut Sudah Menyerah
KK
Sang Kristus T'lah Bangkit
KK
Tegak Terus Megah
KK
Trang Paskah Berseri
KK
Tuhanku Bangkit! Nyanyilah
KK
Tuhanku Bangkit, Pusara Terbuka
KK
Waktu Fajar Di Taman Sepi
KK
Yerusalem, Bersoraklah
KK
Yesus Bangkit! Nyanyilah
KK
Yesus, Sumber Penghiburan
KK
Yesus Telah Bangkit
KK