KPPK
Berita Natal Yang Pertama
The First Noel
Informasi Lagu
107
Nomor
Kode
KPPK 107
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 59, NP 47
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Brita Natal yang pertama, disampaikan malak sorga,
gembala jaga, kawan domba, di padang glap di Efrata.
Girang, girang, girang, girang,
Raja sorga tlah lahirlah.
Tertampaklah, bintang fajar bersinar trang di angkasa,
sinar terang, dipancarkan, tak hentinya siang malam.
Bintang terang, pimpin jalan, majus datang dari timur,
penuh harap, dapat jumpa, Raja yang baru lahirlah.
Dipimpinnya bintang ajaib, sampai tiba di Bethlehem,
terlihatlah, di rumahnya, bayi Yesus di dalamnya.
Dan masuklah, para majus, sembah sujud di hadapan-Nya,
disembahkan hormat penuh, kemenyan, emas serta mur.
Umat semua, bernyanyilah, puji Raja sgala raja,
Ia ciptakan, alam smesta, menebus kita semua.
Slide Lirik
7 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"The First Noel"** (di Indonesia dikenal dengan judul **"Di Malam G’lap, Sunyi Senyap"**) adalah salah satu nyanyian Natal tradisional yang paling dicintai di dunia. Tidak seperti lagu Natal modern yang memiliki komposer spesifik, lagu ini adalah sebuah *carol* rakyat yang berasal dari tradisi lisan.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Asal-Usul dan Etimologi
Kata **"Noel"** sendiri berasal dari bahasa Prancis *Noël*, yang berarti "Natal". Kata ini berasal dari bahasa Latin *natalis* (hari kelahiran).
Meskipun lagu ini diyakini sudah dinyanyikan di Inggris sejak abad ke-13 atau ke-14, ia tidak diterbitkan secara resmi hingga tahun **1823**. Lagu ini pertama kali muncul dalam koleksi berjudul *“Christmas Carols Ancient and Modern”* yang disusun oleh **William Sandys**. Sandys mengumpulkan lagu ini dari tradisi lisan di wilayah Cornwall, Inggris. Itulah sebabnya lagu ini sering disebut sebagai *Cornish Carol*.
### 2. Struktur Cerita dalam Lirik
"The First Noel" adalah lagu yang bersifat naratif (bercerita). Liriknya merangkum kisah Alkitab tentang kelahiran Yesus berdasarkan dua sumber utama: **Injil Lukas** (kisah para gembala) dan **Injil Matius** (kisah orang Majus dari Timur).
* **Bait 1 & Chorus:** Menceritakan kabar sukacita pertama yang diberikan malaikat kepada para gembala di padang Efrata saat mereka menjaga domba di malam yang dingin dan sunyi.
* **Bait 2 & 3:** Mengisahkan tentang "bintang di timur" yang bersinar terang dan menuntun para orang Majus (tiga raja) untuk mencari sang Raja yang baru lahir.
* **Bait 4:** Menggambarkan perjalanan orang Majus yang mengikuti bintang tersebut hingga berhenti tepat di atas tempat bayi Yesus berada.
* **Bait 5 & 6:** Mengisahkan bagaimana mereka masuk, mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur, serta melakukan penyembahan.
### 3. Makna Musikal
Melodi "The First Noel" dikenal karena kesederhanaannya namun sangat megah. Ciri khas utama dari lagu ini adalah **repetisi (pengulangan)** pada bagian *Chorus*.
Salah satu fakta unik adalah mengenai frasa **"Noel, Noel, Noel, Noel"**. Secara musikal, pengulangan ini memberikan kesan seruan sukacita yang bergema. Lagu ini menggunakan tangga nada mayor yang memberikan nuansa penuh harapan, kemenangan, dan kedamaian, sangat kontras dengan suasana malam yang digambarkan dalam liriknya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa "The First Noel" bertahan selama berabad-abad:
* **Mudah Diingat:** Karena awalnya disebarkan secara lisan di antara masyarakat pedesaan di Cornwall, melodinya dirancang agar mudah dinyanyikan oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak bisa membaca not balok.
* **Kekuatan Narasi:** Lagu ini berfungsi sebagai "kotbah dalam lagu". Bagi masyarakat pada masa lalu yang tingkat literasinya rendah, lagu ini adalah cara utama untuk mempelajari kisah Natal secara mendetail.
* **Atmosfer Natal:** Lagu ini berhasil menangkap perpaduan antara keheningan malam dan kemuliaan surgawi. Penggambaran "malam yang gelap dan sunyi" menciptakan kontras yang indah dengan "bintang yang bersinar terang" dan "sukacita besar".
### 5. Versi Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, lirik "Di Malam G’lap, Sunyi Senyap" bukan sekadar terjemahan harfiah, tetapi sebuah adaptasi yang mempertahankan suasana puitis aslinya. Lagu ini menjadi sangat ikonik di gereja-gereja di Indonesia, terutama saat prosesi lilin di malam Natal atau ibadah malam Natal.
### Kesimpulan
"The First Noel" adalah bukti keabadian tradisi rakyat. Lagu ini bukan karya seorang maestro besar yang ditulis di ruang kerja megah, melainkan nyanyian yang lahir dari hati rakyat jelata di Inggris yang ingin merayakan kelahiran Kristus melalui musik. Hingga hari ini, ia tetap menjadi jembatan antara kisah kuno dari Timur Tengah dengan tradisi perayaan Natal modern di seluruh dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Asal-Usul dan Etimologi
Kata **"Noel"** sendiri berasal dari bahasa Prancis *Noël*, yang berarti "Natal". Kata ini berasal dari bahasa Latin *natalis* (hari kelahiran).
Meskipun lagu ini diyakini sudah dinyanyikan di Inggris sejak abad ke-13 atau ke-14, ia tidak diterbitkan secara resmi hingga tahun **1823**. Lagu ini pertama kali muncul dalam koleksi berjudul *“Christmas Carols Ancient and Modern”* yang disusun oleh **William Sandys**. Sandys mengumpulkan lagu ini dari tradisi lisan di wilayah Cornwall, Inggris. Itulah sebabnya lagu ini sering disebut sebagai *Cornish Carol*.
### 2. Struktur Cerita dalam Lirik
"The First Noel" adalah lagu yang bersifat naratif (bercerita). Liriknya merangkum kisah Alkitab tentang kelahiran Yesus berdasarkan dua sumber utama: **Injil Lukas** (kisah para gembala) dan **Injil Matius** (kisah orang Majus dari Timur).
* **Bait 1 & Chorus:** Menceritakan kabar sukacita pertama yang diberikan malaikat kepada para gembala di padang Efrata saat mereka menjaga domba di malam yang dingin dan sunyi.
* **Bait 2 & 3:** Mengisahkan tentang "bintang di timur" yang bersinar terang dan menuntun para orang Majus (tiga raja) untuk mencari sang Raja yang baru lahir.
* **Bait 4:** Menggambarkan perjalanan orang Majus yang mengikuti bintang tersebut hingga berhenti tepat di atas tempat bayi Yesus berada.
* **Bait 5 & 6:** Mengisahkan bagaimana mereka masuk, mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur, serta melakukan penyembahan.
### 3. Makna Musikal
Melodi "The First Noel" dikenal karena kesederhanaannya namun sangat megah. Ciri khas utama dari lagu ini adalah **repetisi (pengulangan)** pada bagian *Chorus*.
Salah satu fakta unik adalah mengenai frasa **"Noel, Noel, Noel, Noel"**. Secara musikal, pengulangan ini memberikan kesan seruan sukacita yang bergema. Lagu ini menggunakan tangga nada mayor yang memberikan nuansa penuh harapan, kemenangan, dan kedamaian, sangat kontras dengan suasana malam yang digambarkan dalam liriknya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa "The First Noel" bertahan selama berabad-abad:
* **Mudah Diingat:** Karena awalnya disebarkan secara lisan di antara masyarakat pedesaan di Cornwall, melodinya dirancang agar mudah dinyanyikan oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang tidak bisa membaca not balok.
* **Kekuatan Narasi:** Lagu ini berfungsi sebagai "kotbah dalam lagu". Bagi masyarakat pada masa lalu yang tingkat literasinya rendah, lagu ini adalah cara utama untuk mempelajari kisah Natal secara mendetail.
* **Atmosfer Natal:** Lagu ini berhasil menangkap perpaduan antara keheningan malam dan kemuliaan surgawi. Penggambaran "malam yang gelap dan sunyi" menciptakan kontras yang indah dengan "bintang yang bersinar terang" dan "sukacita besar".
### 5. Versi Indonesia
Dalam bahasa Indonesia, lirik "Di Malam G’lap, Sunyi Senyap" bukan sekadar terjemahan harfiah, tetapi sebuah adaptasi yang mempertahankan suasana puitis aslinya. Lagu ini menjadi sangat ikonik di gereja-gereja di Indonesia, terutama saat prosesi lilin di malam Natal atau ibadah malam Natal.
### Kesimpulan
"The First Noel" adalah bukti keabadian tradisi rakyat. Lagu ini bukan karya seorang maestro besar yang ditulis di ruang kerja megah, melainkan nyanyian yang lahir dari hati rakyat jelata di Inggris yang ingin merayakan kelahiran Kristus melalui musik. Hingga hari ini, ia tetap menjadi jembatan antara kisah kuno dari Timur Tengah dengan tradisi perayaan Natal modern di seluruh dunia.
Cross Reference
Sama Tema
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
O, Datang Imanuel
KPPK
Betapa Besar Girangnya
KPPK
Dunia Gemar dan Soraklah
KPPK
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
KPPK
Dengar Malaikat Nyanyi
KPPK
Dengar Malak Memuji
KPPK
Hai, Malaikat dari Sorga
KPPK
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
KPPK
Di Dalam Palungan - I
KPPK
Di Dalam Palungan - II
KPPK
Tuhanku di Palungan
KPPK
Siapa yang di Palungan
KPPK
Siapakah Bayi yang Tertidur
KPPK
Bayi Kudus, Bayi Lembut
KPPK
Kota Kecil Betlehem
KPPK
Dahulu di Kota Daud
KPPK
Tidur Lelap Bethlehem
KPPK
Kami Majus dari Timur
KPPK
Lahirnya Seorang Raja
KPPK
Di Malam Sunyi Nan Cerah
KPPK
Beritakanlah Di Gunung
KPPK
Hai, Mari Berhimpun
KPPK
Mari Tuturkan Kisah Yesus
KPPK
Aku Tak Tahu
KPPK
Bunyi Bel
KPPK
O Malam Kudus
KPPK
Malam Kudus
KPPK
Imanuel
KPPK
Gembala Menjaga Dombanya
KPPK
Kasih Penebusan
KPPK
Nama Yang Terindah
KPPK
Yesus Mencariku
KPPK