KPPK
Dengar Malaikat Nyanyi
Angels We Have Heard on High
Informasi Lagu
90
Nomor
Kode
KPPK 90
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Dengar malaikat nyanyi,
suaranya berkumandang;
Kidung-kidung surgawi,
sukacita menggema.
Gloria, mulia bagi Allah,
Gloria, mulia bagi Allah.
Gembala di padang glap,
sedang jaga dombanya;
Dengar berita suka,
bagi segala bangsa.
Bersama ke Bethlehem,
melihat Bayi mulia;
Bertelut dan menyembah,
Juruslamat manusia.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Angels We Have Heard on High"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Malaikat di Surga"* atau *"Suara Malaikat nan Merdu"*) adalah salah satu lagu Natal paling ikonik yang memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan menarik.
Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Asal-Usul: Tradisi Rakyat Prancis
Lagu ini berasal dari sebuah kidung Natal tradisional Prancis yang berjudul **"Les Anges dans nos campagnes"** (Malaikat di Padang Rumput Kita). Tidak ada yang tahu pasti siapa pencipta lirik atau melodinya, namun lagu ini diyakini sudah ada sejak abad ke-18 di wilayah Languedoc, Prancis.
Pada masa itu, lagu ini populer sebagai nyanyian rakyat yang dinyanyikan saat musim Natal. Melodinya dikenal dengan sebutan *Gloria*, yang diambil dari refrain lagu tersebut.
### 2. Makna Lirik: Kabar Sukacita di Padang Efrata
Lirik lagu ini terinspirasi dari peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), yaitu kisah ketika para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di padang Efrata untuk mengabarkan kelahiran Yesus Kristus.
* **Bait lagu:** Menggambarkan bagaimana para malaikat menyanyikan puji-pujian yang bergema di seluruh pegunungan dan lembah.
* **Refrain (Gloria in excelsis Deo):** Ini adalah bagian yang paling terkenal. *Gloria in excelsis Deo* berarti "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi". Frasa Latin ini adalah nyanyian pujian yang menurut Alkitab dinyanyikan oleh bala tentara surga saat kelahiran Yesus.
### 3. Adaptasi ke Bahasa Inggris (James Chadwick)
Versi bahasa Inggris yang kita kenal sekarang diterjemahkan oleh **James Chadwick**, seorang uskup Katolik dari Hexham dan Newcastle, Inggris. Ia menerjemahkannya pada tahun 1862.
Chadwick mempertahankan semangat lagu aslinya namun memberikan sentuhan puitis yang indah dalam bahasa Inggris, sehingga lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja Anglikan dan kemudian menyebar luas ke seluruh dunia.
### 4. Peran Warren M. Angell
Mengenai nama **Warren M. Angell** yang Anda sebutkan, beliau bukanlah pencipta lagu aslinya, melainkan seorang musisi, komposer, dan akademisi musik asal Amerika Serikat yang sangat dihormati di abad ke-20.
* Warren M. Angell (1907-1995) menjabat sebagai dekan di *College of Fine Arts* di Oklahoma Baptist University selama bertahun-tahun.
* Ia sering membuat **aransemen (penggubahan musik)** untuk lagu-lagu gerejawi, termasuk "Angels We Have Heard on High".
* Karya-karya aransemennya banyak digunakan oleh paduan suara gereja di Amerika. Jadi, jika Anda menemukan nama Warren M. Angell di atas lembaran partitur lagu ini, itu berarti ia adalah orang yang menata musik (seperti menyusun harmoni paduan suara) agar lagu tersebut terdengar lebih megah saat dibawakan oleh *choir*.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada dua alasan utama mengapa lagu ini bertahan ratusan tahun:
1. **Refrain yang "Megah":** Melodi pada bagian *"Glo-o-o-o-o-ria"* yang panjang dan meliuk-liuk (dikenal dalam musik sebagai *melisma*) memberikan kesan surgawi, seolah-olah kita sedang mendengar gema nyanyian malaikat yang memantul di perbukitan.
2. **Keseimbangan antara Tradisi dan Perayaan:** Lagu ini berhasil menggabungkan suasana yang khidmat (melalui penggunaan bahasa Latin pada refrain) dengan kegembiraan yang meluap-luap (pada bait lagu yang menceritakan kabar baik bagi para gembala).
### Kesimpulan
Jadi, "Angels We Have Heard on High" adalah perpaduan dari:
* **Melodi rakyat Prancis abad ke-18** (anonim).
* **Lirik bahasa Inggris oleh James Chadwick** (1862).
* **Aransemen musik** oleh para ahli seperti **Warren M. Angell** yang membantu lagu ini tetap relevan dan megah untuk dinyanyikan oleh paduan suara modern.
Lagu ini adalah pengingat akan pesan Natal yang abadi: kabar damai di bumi bagi manusia yang berkenan kepada-Nya.
Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Asal-Usul: Tradisi Rakyat Prancis
Lagu ini berasal dari sebuah kidung Natal tradisional Prancis yang berjudul **"Les Anges dans nos campagnes"** (Malaikat di Padang Rumput Kita). Tidak ada yang tahu pasti siapa pencipta lirik atau melodinya, namun lagu ini diyakini sudah ada sejak abad ke-18 di wilayah Languedoc, Prancis.
Pada masa itu, lagu ini populer sebagai nyanyian rakyat yang dinyanyikan saat musim Natal. Melodinya dikenal dengan sebutan *Gloria*, yang diambil dari refrain lagu tersebut.
### 2. Makna Lirik: Kabar Sukacita di Padang Efrata
Lirik lagu ini terinspirasi dari peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), yaitu kisah ketika para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di padang Efrata untuk mengabarkan kelahiran Yesus Kristus.
* **Bait lagu:** Menggambarkan bagaimana para malaikat menyanyikan puji-pujian yang bergema di seluruh pegunungan dan lembah.
* **Refrain (Gloria in excelsis Deo):** Ini adalah bagian yang paling terkenal. *Gloria in excelsis Deo* berarti "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi". Frasa Latin ini adalah nyanyian pujian yang menurut Alkitab dinyanyikan oleh bala tentara surga saat kelahiran Yesus.
### 3. Adaptasi ke Bahasa Inggris (James Chadwick)
Versi bahasa Inggris yang kita kenal sekarang diterjemahkan oleh **James Chadwick**, seorang uskup Katolik dari Hexham dan Newcastle, Inggris. Ia menerjemahkannya pada tahun 1862.
Chadwick mempertahankan semangat lagu aslinya namun memberikan sentuhan puitis yang indah dalam bahasa Inggris, sehingga lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja Anglikan dan kemudian menyebar luas ke seluruh dunia.
### 4. Peran Warren M. Angell
Mengenai nama **Warren M. Angell** yang Anda sebutkan, beliau bukanlah pencipta lagu aslinya, melainkan seorang musisi, komposer, dan akademisi musik asal Amerika Serikat yang sangat dihormati di abad ke-20.
* Warren M. Angell (1907-1995) menjabat sebagai dekan di *College of Fine Arts* di Oklahoma Baptist University selama bertahun-tahun.
* Ia sering membuat **aransemen (penggubahan musik)** untuk lagu-lagu gerejawi, termasuk "Angels We Have Heard on High".
* Karya-karya aransemennya banyak digunakan oleh paduan suara gereja di Amerika. Jadi, jika Anda menemukan nama Warren M. Angell di atas lembaran partitur lagu ini, itu berarti ia adalah orang yang menata musik (seperti menyusun harmoni paduan suara) agar lagu tersebut terdengar lebih megah saat dibawakan oleh *choir*.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada dua alasan utama mengapa lagu ini bertahan ratusan tahun:
1. **Refrain yang "Megah":** Melodi pada bagian *"Glo-o-o-o-o-ria"* yang panjang dan meliuk-liuk (dikenal dalam musik sebagai *melisma*) memberikan kesan surgawi, seolah-olah kita sedang mendengar gema nyanyian malaikat yang memantul di perbukitan.
2. **Keseimbangan antara Tradisi dan Perayaan:** Lagu ini berhasil menggabungkan suasana yang khidmat (melalui penggunaan bahasa Latin pada refrain) dengan kegembiraan yang meluap-luap (pada bait lagu yang menceritakan kabar baik bagi para gembala).
### Kesimpulan
Jadi, "Angels We Have Heard on High" adalah perpaduan dari:
* **Melodi rakyat Prancis abad ke-18** (anonim).
* **Lirik bahasa Inggris oleh James Chadwick** (1862).
* **Aransemen musik** oleh para ahli seperti **Warren M. Angell** yang membantu lagu ini tetap relevan dan megah untuk dinyanyikan oleh paduan suara modern.
Lagu ini adalah pengingat akan pesan Natal yang abadi: kabar damai di bumi bagi manusia yang berkenan kepada-Nya.
Sama Tema
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
O, Datang Imanuel
KPPK
Betapa Besar Girangnya
KPPK
Dunia Gemar dan Soraklah
KPPK
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
KPPK
Dengar Malak Memuji
KPPK
Hai, Malaikat dari Sorga
KPPK
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
KPPK
Di Dalam Palungan - I
KPPK
Di Dalam Palungan - II
KPPK
Tuhanku di Palungan
KPPK
Siapa yang di Palungan
KPPK
Siapakah Bayi yang Tertidur
KPPK
Bayi Kudus, Bayi Lembut
KPPK
Kota Kecil Betlehem
KPPK
Dahulu di Kota Daud
KPPK
Tidur Lelap Bethlehem
KPPK
Kami Majus dari Timur
KPPK
Lahirnya Seorang Raja
KPPK
Di Malam Sunyi Nan Cerah
KPPK
Beritakanlah Di Gunung
KPPK
Berita Natal Yang Pertama
KPPK
Hai, Mari Berhimpun
KPPK
Mari Tuturkan Kisah Yesus
KPPK
Aku Tak Tahu
KPPK
Bunyi Bel
KPPK
O Malam Kudus
KPPK
Malam Kudus
KPPK
Imanuel
KPPK
Gembala Menjaga Dombanya
KPPK
Kasih Penebusan
KPPK
Nama Yang Terindah
KPPK
Yesus Mencariku
KPPK