MK
Kau, Yesus, Raja Mahakaya
Thou Who wast rich beyond all splendour
Informasi Lagu
57
Nomor
Kode
MK 57
Buku
Malam Kudus
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 297, KK 184
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Kau, Yesus, Raja Mahakaya, kau jadi miskin bagiku.
TakhtaMulah palungan saja, kandang rendah istanaMu.
Kau, Yesus, Raja Mahakaya, kau jadi miskin bagiku.
Kau, Tuhan, Allah Mahamulia, Kau jadi insan bagiku.
Yang Kautebus di dalam dunia hidup kekal bersamamu.
Kau, Tuhan, Allah Mahamulia, Kau jadi insan bagiku.
Kau, Surya Kasih Mahatinggi, Kau, Juruslamat, kusembah
Imanuel, hatiku ini buatlah suci berserah. Kau, Surya Kasih
Maha tinggi, Kau, Juruslamat, kusembah.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Kau, Yesus, Raja Mahakaya"** (dalam bahasa Inggris berjudul *"Thou Who Wast Rich Beyond All Splendour"*) adalah salah satu kidung Natal yang paling dalam secara teologis. Lagu ini memiliki latar belakang yang unik karena menggabungkan melodi tradisional Prancis yang megah dengan lirik yang ditulis oleh seorang misionaris yang mengalami penderitaan nyata.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Melodi: "Quittez, Pasteurs" (Tradisional Prancis)
Melodi lagu ini berasal dari lagu Natal tradisional Prancis abad ke-17 yang berjudul *"Quittez, Pasteurs"* (Tinggalkanlah, hai para gembala). Melodi ini dikenal karena nadanya yang anggun, melankolis, namun megah. Dalam tradisi Prancis, lagu ini sering digunakan untuk menggambarkan perjalanan para gembala yang bergegas menuju Betlehem untuk melihat bayi Yesus.
### 2. Lirik: Ditulis oleh Frank Houghton (1934)
Lirik bahasa Inggris yang kita kenal sekarang ditulis oleh **Frank Houghton (1894–1972)**. Houghton bukanlah seorang penulis lagu profesional, melainkan seorang misionaris yang bekerja untuk *China Inland Mission* (sekarang OMF International).
Kisah di balik penulisan lirik ini sangat berkaitan dengan **pengorbanan dan pelayanan**. Houghton menulis puisi ini pada tahun 1934 saat ia melayani di pedalaman Tiongkok yang sangat miskin dan penuh tantangan.
### 3. Konteks Pengalaman Hidup Frank Houghton
Frank Houghton menulis lirik ini di tengah periode yang sangat sulit dalam sejarah misi di Tiongkok. Saat itu, banyak misionaris menghadapi ancaman kekerasan, isolasi, dan kemiskinan ekstrem.
Pesan utama yang ingin disampaikan Houghton melalui lagu ini adalah **kontras yang sangat tajam**:
* **Yesus yang Mahakaya:** Menggambarkan kemuliaan surgawi-Nya, kekuasaan, dan segala kelimpahan di surga.
* **Penurunan yang ekstrem:** Bagaimana Yesus melepaskan segalanya untuk lahir di tempat yang sangat hina (palungan) dan akhirnya mati di kayu salib.
Houghton menulis lirik ini sebagai pengingat bagi dirinya sendiri dan rekan-rekan misionarisnya bahwa jika Yesus rela meninggalkan kemuliaan surga demi mereka, maka mereka pun harus rela meninggalkan kenyamanan hidup mereka demi memberitakan Injil di Tiongkok. Lagu ini adalah refleksi tentang **Inkarnasi (Yesus menjadi manusia) sebagai tindakan kerendahan hati yang mutlak.**
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Apa yang membuat lagu ini istimewa adalah liriknya yang tidak hanya fokus pada "bayi Yesus yang manis," tetapi pada **alasan** mengapa Yesus datang.
Liriknya menekankan:
* **"Kau yang melepaskan mahkota-Mu":** Pengorbanan status ilahi.
* **"Untuk kemiskinan yang Kau pilih":** Menegaskan bahwa kemiskinan Yesus bukanlah ketidaksengajaan, melainkan pilihan demi keselamatan manusia.
* **Panggilan bagi orang percaya:** Bait terakhir lagu ini biasanya menjadi puncak emosional dan spiritual, di mana pendengar diajak untuk merespons kasih itu dengan memberikan hidup mereka sendiri kepada Tuhan.
### Mengapa lagu ini begitu berkesan?
Lagu ini sering dianggap sebagai lagu Natal yang "dewasa". Jika banyak lagu Natal lain berfokus pada sukacita pesta, lagu ini membawa pendengar untuk merenungkan harga yang harus dibayar oleh Allah demi menebus manusia.
Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita tidak hanya merayakan hari kelahiran Yesus, tetapi kita juga sedang mengenang semangat pengorbanan Frank Houghton, seorang misionaris yang hidup dalam kemiskinan di Tiongkok, yang menemukan kekuatan untuk terus melayani Tuhan karena ia memahami bahwa **Tuhannya telah menjadi miskin terlebih dahulu agar ia bisa menjadi kaya secara rohani.**
---
**Potongan lirik kunci (Bahasa Indonesia):**
> *"Kau, Yesus, Raja Mahakaya, lepaskan takhta mulia,*
> *Tinggalkan surga yang bahagia, lahir di kandang yang hina.*
> *O, kasih yang tak terhingga, Kau tebus kami yang hina."*
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Melodi: "Quittez, Pasteurs" (Tradisional Prancis)
Melodi lagu ini berasal dari lagu Natal tradisional Prancis abad ke-17 yang berjudul *"Quittez, Pasteurs"* (Tinggalkanlah, hai para gembala). Melodi ini dikenal karena nadanya yang anggun, melankolis, namun megah. Dalam tradisi Prancis, lagu ini sering digunakan untuk menggambarkan perjalanan para gembala yang bergegas menuju Betlehem untuk melihat bayi Yesus.
### 2. Lirik: Ditulis oleh Frank Houghton (1934)
Lirik bahasa Inggris yang kita kenal sekarang ditulis oleh **Frank Houghton (1894–1972)**. Houghton bukanlah seorang penulis lagu profesional, melainkan seorang misionaris yang bekerja untuk *China Inland Mission* (sekarang OMF International).
Kisah di balik penulisan lirik ini sangat berkaitan dengan **pengorbanan dan pelayanan**. Houghton menulis puisi ini pada tahun 1934 saat ia melayani di pedalaman Tiongkok yang sangat miskin dan penuh tantangan.
### 3. Konteks Pengalaman Hidup Frank Houghton
Frank Houghton menulis lirik ini di tengah periode yang sangat sulit dalam sejarah misi di Tiongkok. Saat itu, banyak misionaris menghadapi ancaman kekerasan, isolasi, dan kemiskinan ekstrem.
Pesan utama yang ingin disampaikan Houghton melalui lagu ini adalah **kontras yang sangat tajam**:
* **Yesus yang Mahakaya:** Menggambarkan kemuliaan surgawi-Nya, kekuasaan, dan segala kelimpahan di surga.
* **Penurunan yang ekstrem:** Bagaimana Yesus melepaskan segalanya untuk lahir di tempat yang sangat hina (palungan) dan akhirnya mati di kayu salib.
Houghton menulis lirik ini sebagai pengingat bagi dirinya sendiri dan rekan-rekan misionarisnya bahwa jika Yesus rela meninggalkan kemuliaan surga demi mereka, maka mereka pun harus rela meninggalkan kenyamanan hidup mereka demi memberitakan Injil di Tiongkok. Lagu ini adalah refleksi tentang **Inkarnasi (Yesus menjadi manusia) sebagai tindakan kerendahan hati yang mutlak.**
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Apa yang membuat lagu ini istimewa adalah liriknya yang tidak hanya fokus pada "bayi Yesus yang manis," tetapi pada **alasan** mengapa Yesus datang.
Liriknya menekankan:
* **"Kau yang melepaskan mahkota-Mu":** Pengorbanan status ilahi.
* **"Untuk kemiskinan yang Kau pilih":** Menegaskan bahwa kemiskinan Yesus bukanlah ketidaksengajaan, melainkan pilihan demi keselamatan manusia.
* **Panggilan bagi orang percaya:** Bait terakhir lagu ini biasanya menjadi puncak emosional dan spiritual, di mana pendengar diajak untuk merespons kasih itu dengan memberikan hidup mereka sendiri kepada Tuhan.
### Mengapa lagu ini begitu berkesan?
Lagu ini sering dianggap sebagai lagu Natal yang "dewasa". Jika banyak lagu Natal lain berfokus pada sukacita pesta, lagu ini membawa pendengar untuk merenungkan harga yang harus dibayar oleh Allah demi menebus manusia.
Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita tidak hanya merayakan hari kelahiran Yesus, tetapi kita juga sedang mengenang semangat pengorbanan Frank Houghton, seorang misionaris yang hidup dalam kemiskinan di Tiongkok, yang menemukan kekuatan untuk terus melayani Tuhan karena ia memahami bahwa **Tuhannya telah menjadi miskin terlebih dahulu agar ia bisa menjadi kaya secara rohani.**
---
**Potongan lirik kunci (Bahasa Indonesia):**
> *"Kau, Yesus, Raja Mahakaya, lepaskan takhta mulia,*
> *Tinggalkan surga yang bahagia, lahir di kandang yang hina.*
> *O, kasih yang tak terhingga, Kau tebus kami yang hina."*
Cross Reference
Sama Tema
Natal Umum
Sebelum semua jadi
MK
Terbitlah dalam kegelapan
MK
Tumbuhlah tunas baru
MK
Tahta mulia
MK
Imanuel, Imanuel
MK
Tilah Iahir Sang Imanuel
MK
Tlah turun ke dunia
MK
Ini hari raya
MK
Lahir Kristus di dunia
MK
Sang Surya Sorgawi
MK
Di Betlehem _lah Iahir seorang Putera
MK
Hai mari berhimpun
MK
Dunia bersukaria
MK
Mari, lihatlah semua
MK
Tiap tahun kembali
MK
Yang dipuji kaum gembala
MK
Gerangan Bayi apakah
MK
Berlutut di palunganMu
MK
Yesus Lahir
MK
Anak Maria dalam palungan
MK
Hai anak semua
MK
Hai dunia, gembiralah
MK
Kuberikan apa
MK
Berhari Natal. nyanyilah
MK
Marilah kita bernyanyi
MK
Pada hari Natal
MK
Langit, bumi, nyanyilah
MK
Gembiralah, saudara
MK
Di Betlehem _lah Iahir seorang Bayi lemah
MK
Kita Gembira merayakan hari Natal
MK
Yang takut dan bimbang
MK
Sungguh mulia
MK
Nyanyilah, kabarkanlah
MK
Hai, siarkan di gunung
MK