NKB
Dari Kukungan Malam Gelap
Out of My Bondage, Sorrow and Night / Jesus, I Come
Informasi Lagu
10
Nomor
Kode
NKB 10
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
George C. Stebbins (1887)
Pencipta Syair
William T. Sleeper (1887)
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI (1990)
Cross Ref.
KK 68 , BE 432 , KKb 55, BLP 77, PKJ 46
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Dari kungkungan malam gelap, Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;
masuk ke dalam t’rangMu tetap; Yesus, ‘ku datanglah.
Dari sengsara, sakit dan aib, masuk ke dalam kasih ajaib.
Dan kurindukan dosaku raib, Yesus, ‘ku datanglah.
Dari hidupku yang bercela, Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;
masuk ke dalam t’rang mulia, Yesus, ‘ku datanglah.
Dari gelombang bah menderu, masuk ke dalam kasih teduh
dan ‘ku tinggalkan susah, keluh, Yesus, ‘ku datanglah.
Dari gelisah, angkuh, sesat, Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;
masuk ke dalam naungan berkat, Yesus, ‘ku datanglah.
Dari kecewa, hati sendu, masuk ke dalam t’rang kasihMu
dan sukacita pun milikku, Yesus, ‘ku datanglah.
Dari derita ‘kan maut seram, Yesus, Tuhan, ‘ku datanglah;
masuk ke dalam rumah senang, Yesus, ‘ku datanglah.
Dari gelora yang menerjang, masuk ke dalam damai tenang
dan wajahMu terus kujelang, Yesus, ‘ku datanglah.
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Dari Kungkungan Duka Kelam"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Out of My Bondage, Sorrow, and Night"***) adalah salah satu himne Kristen yang sangat menyentuh karena menggambarkan transformasi spiritual dari keputusasaan menuju kebebasan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **William T. Sleeper**, seorang pendeta dan pendidik asal Amerika Serikat. Sleeper dikenal sebagai orang yang memiliki empati mendalam terhadap perjuangan jiwa manusia. Ia menulis lirik ini pada tahun 1887.
Kisah di balik lirik ini berakar pada pemahaman teologis Sleeper tentang **"Pertobatan"**. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap momen transisi seseorang ketika mereka merasa benar-benar terpuruk (dalam kegelapan dan perbudakan dosa) dan kemudian mengalami pembebasan saat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Liriknya sangat personal:
* *“Dari kungkungan duka kelam, masuk terang-Mu, Yesus Tuhan.”* (Menggambarkan peralihan dari beban mental/spiritual ke arah kedamaian).
* Lirik ini mencerminkan pengalaman universal orang percaya yang merasa lelah dengan beban hidup dan menemukan "rumah" atau "perlindungan" dalam kasih Tuhan.
### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846–1945)
Lagu ini menjadi abadi berkat sentuhan musik dari **George C. Stebbins**, salah satu komposer himne paling berpengaruh di abad ke-19. Stebbins adalah rekan kerja evangelis terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.
Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan emosional, yang sangat cocok untuk nyanyian massal dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Musik yang ia buat untuk lagu ini memberikan nuansa yang lembut namun megah, membantu pengikut ibadah untuk merenungkan liriknya dengan khusyuk.
### 3. Makna di Balik Lagu
Jika kita membedah isi lagunya, ada sebuah narasi perjalanan jiwa yang terbagi menjadi beberapa fase:
* **Pengakuan akan "Bondage" (Perbudakan/Kungkungan):** Lagu ini dimulai dengan pengakuan jujur bahwa manusia sering kali terpenjara oleh masalah, kesalahan masa lalu, atau kekosongan batin. Ini bukan sekadar lagu tentang agama, tapi tentang "kemerdekaan psikologis dan spiritual."
* **Panggilan kepada Yesus:** Lagu ini menekankan bahwa perubahan tidak datang dari kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan diri kepada Yesus.
* **Janji "Terang":** Fokus lagu ini adalah pada cahaya. Setelah kegelapan (duka kelam), ada janji terang yang membawa pemulihan.
### 4. Konteks Penggunaan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne *Gospel Hymns No. 5* (1887). Buku ini adalah bagian dari seri buku lagu yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk misi penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja karena terjemahannya yang sangat puitis dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* Ibadah perjamuan kudus.
* Acara pertobatan atau komitmen iman.
* Momen refleksi pribadi saat seseorang merasa sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya.
### Mengapa lagu ini tetap relevan?
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang heroik atau peperangan, melainkan tentang **"kemenangan batin"**. Bagi banyak orang, lagu ini adalah "jangkar" saat mereka merasa terjebak dalam depresi, rasa bersalah, atau keputusasaan.
Dengan perpaduan lirik Sleeper yang jujur dan melodi Stebbins yang menenangkan, lagu ini berfungsi sebagai sebuah doa. Ia tidak menjanjikan bahwa masalah akan hilang seketika, tetapi menjanjikan bahwa ada "terang" yang akan menyertai seseorang keluar dari kegelapan jika mereka memilih untuk berjalan bersama Tuhan.
**Ringkasan:** Lagu ini lahir dari kerinduan seorang pendeta (Sleeper) untuk memberi harapan bagi mereka yang merasa "terkunci" oleh beban hidup, dan digubah oleh komposer (Stebbins) yang ahli dalam mengomunikasikan perasaan syukur melalui melodi yang abadi.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **William T. Sleeper**, seorang pendeta dan pendidik asal Amerika Serikat. Sleeper dikenal sebagai orang yang memiliki empati mendalam terhadap perjuangan jiwa manusia. Ia menulis lirik ini pada tahun 1887.
Kisah di balik lirik ini berakar pada pemahaman teologis Sleeper tentang **"Pertobatan"**. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap momen transisi seseorang ketika mereka merasa benar-benar terpuruk (dalam kegelapan dan perbudakan dosa) dan kemudian mengalami pembebasan saat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Liriknya sangat personal:
* *“Dari kungkungan duka kelam, masuk terang-Mu, Yesus Tuhan.”* (Menggambarkan peralihan dari beban mental/spiritual ke arah kedamaian).
* Lirik ini mencerminkan pengalaman universal orang percaya yang merasa lelah dengan beban hidup dan menemukan "rumah" atau "perlindungan" dalam kasih Tuhan.
### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846–1945)
Lagu ini menjadi abadi berkat sentuhan musik dari **George C. Stebbins**, salah satu komposer himne paling berpengaruh di abad ke-19. Stebbins adalah rekan kerja evangelis terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.
Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan emosional, yang sangat cocok untuk nyanyian massal dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Musik yang ia buat untuk lagu ini memberikan nuansa yang lembut namun megah, membantu pengikut ibadah untuk merenungkan liriknya dengan khusyuk.
### 3. Makna di Balik Lagu
Jika kita membedah isi lagunya, ada sebuah narasi perjalanan jiwa yang terbagi menjadi beberapa fase:
* **Pengakuan akan "Bondage" (Perbudakan/Kungkungan):** Lagu ini dimulai dengan pengakuan jujur bahwa manusia sering kali terpenjara oleh masalah, kesalahan masa lalu, atau kekosongan batin. Ini bukan sekadar lagu tentang agama, tapi tentang "kemerdekaan psikologis dan spiritual."
* **Panggilan kepada Yesus:** Lagu ini menekankan bahwa perubahan tidak datang dari kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan diri kepada Yesus.
* **Janji "Terang":** Fokus lagu ini adalah pada cahaya. Setelah kegelapan (duka kelam), ada janji terang yang membawa pemulihan.
### 4. Konteks Penggunaan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne *Gospel Hymns No. 5* (1887). Buku ini adalah bagian dari seri buku lagu yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk misi penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja karena terjemahannya yang sangat puitis dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* Ibadah perjamuan kudus.
* Acara pertobatan atau komitmen iman.
* Momen refleksi pribadi saat seseorang merasa sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya.
### Mengapa lagu ini tetap relevan?
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang heroik atau peperangan, melainkan tentang **"kemenangan batin"**. Bagi banyak orang, lagu ini adalah "jangkar" saat mereka merasa terjebak dalam depresi, rasa bersalah, atau keputusasaan.
Dengan perpaduan lirik Sleeper yang jujur dan melodi Stebbins yang menenangkan, lagu ini berfungsi sebagai sebuah doa. Ia tidak menjanjikan bahwa masalah akan hilang seketika, tetapi menjanjikan bahwa ada "terang" yang akan menyertai seseorang keluar dari kegelapan jika mereka memilih untuk berjalan bersama Tuhan.
**Ringkasan:** Lagu ini lahir dari kerinduan seorang pendeta (Sleeper) untuk memberi harapan bagi mereka yang merasa "terkunci" oleh beban hidup, dan digubah oleh komposer (Stebbins) yang ahli dalam mengomunikasikan perasaan syukur melalui melodi yang abadi.
Cross Reference
KK 68 , BE 432 , KKb 55, BLP 77, PKJ 46
Sian Hurungan Ni Dosangki
BE
Dari Kungkungan Malam Gelap
BLP
Dari Kungkungan Duka Kelam
KK
Tina Borogod Matak Tiwas
KKb
Dari Kungkungan Duka Kelam
PKJ
Sama Tema
Pengakuan Dosa