NKB
'Ku Ingin Berperangai
IIk wens to sijn als Jesus
Informasi Lagu
122
Nomor
Kode
NKB 122
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
68
Jumlah Bait
3 bait
Style
LoveSong
Pencipta Lagu
Johannes de Heer
Pencipta Syair
Johannes de Heer
Penerjemah
YAMUGER
Cross Ref.
KK 454, KC 301, KLIK 224, KPJ 196
Syair / Lirik
3 bait
‘Ku ingin berperangai laksana Tuhanku,
lemah lembut dan ramah, dan manis budiku.
Tetapi sungguh sayang, ternyata ‘ku cemar
Ya Tuhan, b’ri ‘ku hati yang suci dan benar.
‘Ku ingin ikut Yesus, mencontoh kasihNya,
menghibur orang susah, menolong yang lemah.
Tetapi sungguh sayang ternyata ‘ku cemar
Ya Tuhan, b’ri ‘ku hati yang suci dan benar.
Ya sungguh, Jurus’lamat, cemarlah hatiku,
dan hanya ‘Kau yang dapat menghapus dosaku,
supaya k’lak di sorga ‘ku pandang wajahMu
dan aku jadi sama laksana diriMu.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Ku Ingin Berperangai/Ik Wens Te Zijn Als Jezus" adalah sebuah himne klasik yang telah menginspirasi jutaan umat Kristen di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan negara-negara berbahasa Belanda. Meskipun sering dikaitkan erat dengan Johannes de Heer di dunia berbahasa Belanda dan Indonesia, kisah di balik penciptaan dan penyebarannya sebenarnya lebih kompleks dan melibatkan beberapa tokoh penting.
Mari kita selami kisah detailnya:
---
### 1. Asal Mula di Amerika Serikat: J. B. Atchinson dan J. H. Fillmore (1881)
Kisah sesungguhnya dari lagu ini dimulai di **Amerika Serikat pada tahun 1881**. Lirik lagu yang kini dikenal luas ini ditulis oleh **J. B. Atchinson** (terkadang dieja Atkinson). Atchinson adalah seorang penulis lagu rohani pada akhir abad ke-19 yang karyanya sering muncul dalam buku-buku nyanyian kebangunan rohani.
Pada masa itu, Amerika sedang mengalami gelombang kebangunan rohani yang kuat, di mana fokus pada kekudusan pribadi, pertobatan, dan meneladani Yesus menjadi inti dari pengajaran. Atchinson menulis lirik ini dengan hati yang tulus, merenungkan esensi kekristenan: meneladani hidup Yesus Kristus dalam setiap aspek.
Musik untuk lirik Atchinson kemudian digubah oleh **J. H. Fillmore**. Fillmore adalah seorang komposer musik rohani dan penerbit yang produktif. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun menyentuh hati, yang sangat cocok untuk nyanyian jemaat dan kebangunan rohani. Kolaborasi antara lirik Atchinson dan melodi Fillmore menghasilkan sebuah lagu yang langsung populer di kalangan gereja-gereja Amerika pada masanya.
**Inti Lirik Asli (dalam Bahasa Inggris):**
Lirik aslinya sangat lugas dan sederhana, menyampaikan kerinduan yang mendalam untuk memiliki sifat-sifat Yesus:
* "I wish to be like Jesus, so lowly and so mild" (Aku ingin seperti Yesus, sangat rendah hati dan lembut)
* "I wish to be like Jesus, when trials come along" (Aku ingin seperti Yesus, saat pencobaan datang)
* "I wish to be like Jesus, with all His love divine" (Aku ingin seperti Yesus, dengan semua kasih ilahi-Nya)
Pesan utamanya adalah panggilan untuk meneladani Yesus dalam karakter, tindakan, dan respons terhadap kehidupan.
---
### 2. Peran Krusial Johannes de Heer dalam Penyebaran di Eropa (Awal Abad ke-20)
Meskipun lagu ini lahir di Amerika, popularitas globalnya, terutama di dunia berbahasa Belanda dan kemudian Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari peran **Johannes de Heer (1866-1961)**.
Johannes de Heer adalah seorang evangelis, penerbit himne, dan pionir radio Kristen Belanda yang sangat berpengaruh. Ia dikenal luas karena menyusun dan menerbitkan **"Johannes de Heer Zangbundel"** (Buku Nyanyian Johannes de Heer), sebuah kompilasi himne dan lagu rohani yang menjadi sangat populer di Belanda dan wilayah jajahan Belanda.
Pada awal abad ke-20, Johannes de Heer menemukan lagu "I Wish To Be Like Jesus". Tergerak oleh pesan yang sederhana namun mendalam, ia mengadaptasi dan menerjemahkan lirik asli Atchinson ke dalam bahasa Belanda dengan judul **"Ik Wens Te Zijn Als Jezus"**. Ia kemudian memasukkannya ke dalam Zangbundel-nya.
**Mengapa peran Johannes de Heer begitu signifikan?**
* **Aksesibilitas:** Zangbundel-nya adalah buku nyanyian wajib di banyak gereja Protestan dan pertemuan kebangunan rohani di Belanda. Melalui buku ini, ribuan bahkan jutaan orang Belanda pertama kali mengenal dan menyanyikan lagu ini.
* **Radio:** Johannes de Heer juga merupakan salah satu pelopor siaran radio Kristen di Belanda. Ia sering memutar dan menyanyikan lagu-lagu dari Zangbundel-nya melalui siaran radio, yang menjangkau audiens yang sangat luas. Ini semakin mempopulerkan lagu tersebut.
* **Pengaruh Misionaris:** Zangbundel Johannes de Heer tidak hanya terbatas di Belanda. Buku-buku ini dibawa oleh para misionaris Belanda ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia (Hindia Belanda pada waktu itu), Suriname, dan Antillen Belanda.
Melalui upaya Johannes de Heer, lagu yang semula berasal dari Amerika ini menjadi salah satu himne paling dikenal dan dicintai di dunia berbahasa Belanda, identik dengan gerakan kebangunan rohani dan kekristenan evangelis di wilayah tersebut.
---
### 3. Penyebaran ke Indonesia (Hindia Belanda)
Ketika para misionaris Belanda datang ke Indonesia (saat itu masih Hindia Belanda) untuk menyebarkan agama Kristen, mereka membawa serta alat-alat dan bahan-bahan liturgi dari negara asal mereka, termasuk buku-buku nyanyian seperti "Johannes de Heer Zangbundel".
Lagu "Ik Wens Te Zijn Als Jezus" yang sudah sangat populer di Belanda, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para misionaris atau penerjemah lokal. Judul yang paling umum adalah **"Ku Ingin Berperangai Seperti Yesus"** atau **"Ku Ingin Berlaku Seperti Yesus"**. Beberapa versi mungkin memiliki sedikit variasi dalam liriknya, tetapi intinya tetap sama: sebuah kerinduan untuk meneladani Yesus.
Dengan cepat, lagu ini menjadi salah satu lagu pujian yang paling dikenal dan dicintai di gereja-gereja Protestan di seluruh Indonesia, dari berbagai denominasi. Kesederhanaan liriknya, melodi yang mudah diingat, dan pesan yang kuat tentang kehidupan yang meneladani Kristus menjadikannya favorit di kalangan jemaat.
---
### 4. Makna dan Warisan Lagu
"Ku Ingin Berperangai/Ik Wens Te Zijn Als Jezus" adalah sebuah lagu yang universal dalam pesannya. Lagu ini adalah doa dan komitmen untuk:
* **Meneladani Kristus:** Hidup seperti Yesus, bukan hanya secara rohani tetapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari.
* **Kerendahan Hati:** Seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.
* **Kasih:** Menunjukkan kasih tanpa syarat kepada sesama, bahkan kepada musuh.
* **Ketaatan:** Hidup dalam ketaatan penuh kepada kehendak Allah.
* **Kesabaran dan Ketekunan:** Menghadapi kesulitan dan pencobaan dengan iman dan keteguhan hati.
* **Kemurnian:** Menjaga hati dan pikiran tetap bersih dari dosa.
Hingga hari ini, lagu ini terus dinyanyikan di gereja-gereja, pertemuan kebangunan rohani, dan ibadah pribadi di seluruh dunia. Kisahnya adalah contoh bagaimana sebuah karya seni rohani dapat melintasi benua dan generasi, diadaptasi ke berbagai bahasa, dan tetap relevan dalam menginspirasi umat percaya untuk hidup dalam Kristus. Johannes de Heer mungkin bukan penulis aslinya, tetapi perannya sebagai "penjaga gerbang" dan penyebar lagu ini di dunia berbahasa Belanda dan Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari warisan abadi lagu "Ku Ingin Berperangai Seperti Yesus".
Mari kita selami kisah detailnya:
---
### 1. Asal Mula di Amerika Serikat: J. B. Atchinson dan J. H. Fillmore (1881)
Kisah sesungguhnya dari lagu ini dimulai di **Amerika Serikat pada tahun 1881**. Lirik lagu yang kini dikenal luas ini ditulis oleh **J. B. Atchinson** (terkadang dieja Atkinson). Atchinson adalah seorang penulis lagu rohani pada akhir abad ke-19 yang karyanya sering muncul dalam buku-buku nyanyian kebangunan rohani.
Pada masa itu, Amerika sedang mengalami gelombang kebangunan rohani yang kuat, di mana fokus pada kekudusan pribadi, pertobatan, dan meneladani Yesus menjadi inti dari pengajaran. Atchinson menulis lirik ini dengan hati yang tulus, merenungkan esensi kekristenan: meneladani hidup Yesus Kristus dalam setiap aspek.
Musik untuk lirik Atchinson kemudian digubah oleh **J. H. Fillmore**. Fillmore adalah seorang komposer musik rohani dan penerbit yang produktif. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana namun menyentuh hati, yang sangat cocok untuk nyanyian jemaat dan kebangunan rohani. Kolaborasi antara lirik Atchinson dan melodi Fillmore menghasilkan sebuah lagu yang langsung populer di kalangan gereja-gereja Amerika pada masanya.
**Inti Lirik Asli (dalam Bahasa Inggris):**
Lirik aslinya sangat lugas dan sederhana, menyampaikan kerinduan yang mendalam untuk memiliki sifat-sifat Yesus:
* "I wish to be like Jesus, so lowly and so mild" (Aku ingin seperti Yesus, sangat rendah hati dan lembut)
* "I wish to be like Jesus, when trials come along" (Aku ingin seperti Yesus, saat pencobaan datang)
* "I wish to be like Jesus, with all His love divine" (Aku ingin seperti Yesus, dengan semua kasih ilahi-Nya)
Pesan utamanya adalah panggilan untuk meneladani Yesus dalam karakter, tindakan, dan respons terhadap kehidupan.
---
### 2. Peran Krusial Johannes de Heer dalam Penyebaran di Eropa (Awal Abad ke-20)
Meskipun lagu ini lahir di Amerika, popularitas globalnya, terutama di dunia berbahasa Belanda dan kemudian Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari peran **Johannes de Heer (1866-1961)**.
Johannes de Heer adalah seorang evangelis, penerbit himne, dan pionir radio Kristen Belanda yang sangat berpengaruh. Ia dikenal luas karena menyusun dan menerbitkan **"Johannes de Heer Zangbundel"** (Buku Nyanyian Johannes de Heer), sebuah kompilasi himne dan lagu rohani yang menjadi sangat populer di Belanda dan wilayah jajahan Belanda.
Pada awal abad ke-20, Johannes de Heer menemukan lagu "I Wish To Be Like Jesus". Tergerak oleh pesan yang sederhana namun mendalam, ia mengadaptasi dan menerjemahkan lirik asli Atchinson ke dalam bahasa Belanda dengan judul **"Ik Wens Te Zijn Als Jezus"**. Ia kemudian memasukkannya ke dalam Zangbundel-nya.
**Mengapa peran Johannes de Heer begitu signifikan?**
* **Aksesibilitas:** Zangbundel-nya adalah buku nyanyian wajib di banyak gereja Protestan dan pertemuan kebangunan rohani di Belanda. Melalui buku ini, ribuan bahkan jutaan orang Belanda pertama kali mengenal dan menyanyikan lagu ini.
* **Radio:** Johannes de Heer juga merupakan salah satu pelopor siaran radio Kristen di Belanda. Ia sering memutar dan menyanyikan lagu-lagu dari Zangbundel-nya melalui siaran radio, yang menjangkau audiens yang sangat luas. Ini semakin mempopulerkan lagu tersebut.
* **Pengaruh Misionaris:** Zangbundel Johannes de Heer tidak hanya terbatas di Belanda. Buku-buku ini dibawa oleh para misionaris Belanda ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia (Hindia Belanda pada waktu itu), Suriname, dan Antillen Belanda.
Melalui upaya Johannes de Heer, lagu yang semula berasal dari Amerika ini menjadi salah satu himne paling dikenal dan dicintai di dunia berbahasa Belanda, identik dengan gerakan kebangunan rohani dan kekristenan evangelis di wilayah tersebut.
---
### 3. Penyebaran ke Indonesia (Hindia Belanda)
Ketika para misionaris Belanda datang ke Indonesia (saat itu masih Hindia Belanda) untuk menyebarkan agama Kristen, mereka membawa serta alat-alat dan bahan-bahan liturgi dari negara asal mereka, termasuk buku-buku nyanyian seperti "Johannes de Heer Zangbundel".
Lagu "Ik Wens Te Zijn Als Jezus" yang sudah sangat populer di Belanda, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para misionaris atau penerjemah lokal. Judul yang paling umum adalah **"Ku Ingin Berperangai Seperti Yesus"** atau **"Ku Ingin Berlaku Seperti Yesus"**. Beberapa versi mungkin memiliki sedikit variasi dalam liriknya, tetapi intinya tetap sama: sebuah kerinduan untuk meneladani Yesus.
Dengan cepat, lagu ini menjadi salah satu lagu pujian yang paling dikenal dan dicintai di gereja-gereja Protestan di seluruh Indonesia, dari berbagai denominasi. Kesederhanaan liriknya, melodi yang mudah diingat, dan pesan yang kuat tentang kehidupan yang meneladani Kristus menjadikannya favorit di kalangan jemaat.
---
### 4. Makna dan Warisan Lagu
"Ku Ingin Berperangai/Ik Wens Te Zijn Als Jezus" adalah sebuah lagu yang universal dalam pesannya. Lagu ini adalah doa dan komitmen untuk:
* **Meneladani Kristus:** Hidup seperti Yesus, bukan hanya secara rohani tetapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari.
* **Kerendahan Hati:** Seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.
* **Kasih:** Menunjukkan kasih tanpa syarat kepada sesama, bahkan kepada musuh.
* **Ketaatan:** Hidup dalam ketaatan penuh kepada kehendak Allah.
* **Kesabaran dan Ketekunan:** Menghadapi kesulitan dan pencobaan dengan iman dan keteguhan hati.
* **Kemurnian:** Menjaga hati dan pikiran tetap bersih dari dosa.
Hingga hari ini, lagu ini terus dinyanyikan di gereja-gereja, pertemuan kebangunan rohani, dan ibadah pribadi di seluruh dunia. Kisahnya adalah contoh bagaimana sebuah karya seni rohani dapat melintasi benua dan generasi, diadaptasi ke berbagai bahasa, dan tetap relevan dalam menginspirasi umat percaya untuk hidup dalam Kristus. Johannes de Heer mungkin bukan penulis aslinya, tetapi perannya sebagai "penjaga gerbang" dan penyebar lagu ini di dunia berbahasa Belanda dan Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari warisan abadi lagu "Ku Ingin Berperangai Seperti Yesus".
Cross Reference
KK 454, KC 301, KLIK 224, KPJ 196
Ku Ingin Berperangai
KC
'Ku Ingin Berperangai
KK
Ku Ingin Berperangai
KLIK
Kula Pengin Lir Gusti
KPJ
Sama Tema
Penyerahan Diri