NKB
Yesus Memanggilmu Pulang Seg'ra
Jesus Is Calling
Informasi Lagu
124
Nomor
Kode
NKB 124
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
George C. Stebbins
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Yesus memangggilmu pulang seg’ra.
Hari ini mari cepat.
Mau ‘kau sambut kasihNya cerah?
Baiklah engkau mendekat!
Hari ini, pulang seg’ra!
Yesus memanggilmu: “Marilah datang seg’ra”.
Yesus memanggilmu, hai yang penat
hari ini baik datanglah.
B’rilah hidupmu, terima berkat;
‘kau takkan ditolakNya.
Hari ini, pulang seg’ra!
Yesus memanggilmu: “Marilah datang seg’ra”.
Yesus menanti ‘kau yang berbeban
hari ini datang seg’ra.
Bawa dosamu, janganlah enggan;
padaNya baik berserah.
Hari ini, pulang seg’ra!
Yesus memanggilmu: “Marilah datang seg’ra”.
Yesus menghimbau, suaraNya merdu;
hari ini baik dengarlah.
Bahagialah yang percaya teguh,
bangkit serta datanglah!
Hari ini, pulang seg’ra!
Yesus memanggilmu: “Marilah datang seg’ra”.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Yesus Memanggilmu Pulang Seg’ra"** (judul asli: ***"Softly and Tenderly Jesus Is Calling"***) adalah salah satu lagu himne paling ikonik dan emosional dalam sejarah musik gerejawi. Lagu ini lahir dari kolaborasi dua tokoh legendaris, **Will L. Thompson** (komponis) dan **Fanny J. Crosby** (penulis lirik), meskipun dalam banyak catatan sejarah, lagu ini lebih lekat dengan nama Will L. Thompson sebagai penulis sekaligus komposer.
Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penciptaan
Lagu ini ditulis oleh **Will L. Thompson** pada tahun 1880. Thompson adalah seorang penulis lagu yang sangat berbakat dan memiliki hati untuk penginjilan. Ia sering menulis lagu yang ditujukan untuk menyentuh hati orang-orang yang belum percaya atau mereka yang sudah menjauh dari Tuhan.
Ada sebuah kisah terkenal mengenai inspirasi lagu ini. Suatu hari, D.L. Moody, penginjil besar dunia, sedang sakit keras dan berada di rumah sakit di Northfield, Massachusetts. Will L. Thompson datang menjenguknya.
Saat melihat Moody, Thompson merasa sangat sedih. Namun, Moody berkata kepada Thompson:
> *"Will, saya lebih suka menulis lagu seperti 'Softly and Tenderly' daripada apa pun yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya."*
Pernyataan Moody tersebut menjadi bukti betapa mendalamnya dampak lagu ini bagi mereka yang mendengarnya, karena pesan yang disampaikan sangat sederhana namun sangat menyentuh.
### 2. Pesan di Balik Lirik
Lirik lagu ini menggambarkan kasih Tuhan yang tidak memaksa, melainkan mengundang dengan lembut.
* **"Softly and Tenderly" (Dengan lembut dan penuh kasih):** Menekankan bahwa Allah tidak mendobrak pintu hati manusia dengan kekerasan, melainkan mengetuk dengan kelembutan.
* **"Calling for you and for me":** Menegaskan bahwa undangan keselamatan ini bersifat universal, berlaku bagi setiap individu.
* **"Why will ye linger?":** Ini adalah pertanyaan retoris yang menggugah nurani. Mengapa manusia menunda-nunda untuk kembali kepada Bapa, padahal Dia sudah menanti dengan penuh kasih?
* **"Shadows are falling":** Menggambarkan bahwa waktu di dunia ini singkat (senja kehidupan), dan sebelum malam tiba, inilah kesempatan untuk pulang.
### 3. Peran Fanny J. Crosby
Meskipun lagu ini lebih dikenal sebagai karya Will L. Thompson, banyak literatur sejarah musik gerejawi yang sering mengaitkan semangat penulisan lagu ini dengan gaya **Fanny J. Crosby**. Fanny adalah penulis lirik himne buta yang sangat produktif.
Seringkali, karya-karya era tersebut (akhir abad ke-19) diproduksi dalam lingkungan yang sama, di mana Crosby dan Thompson bekerja dalam satu lingkup pelayanan musik rohani yang dipimpin oleh penerbit seperti *Moody and Sankey*. Pesan tentang "pulang ke rumah Bapa" adalah tema yang sangat akrab bagi Crosby, yang hidup dalam kegelapan fisik namun memiliki penglihatan rohani yang tajam.
### 4. Dampak Lagu Ini di Dunia
Lagu ini telah menjadi "lagu standar" dalam setiap altar *call* (undangan maju ke depan untuk menerima Yesus) di ribuan gereja di seluruh dunia.
* **Film *The Trip to Bountiful* (1985):** Lagu ini menjadi sangat populer di budaya pop Amerika setelah digunakan dalam film ini, yang mengisahkan kerinduan seorang wanita tua untuk pulang ke rumah masa kecilnya.
* **Kekuatan Emosional:** Lagu ini jarang sekali dinyanyikan dengan cepat. Tempo yang lambat (adagio) dan melodi yang melankolis namun penuh pengharapan membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan "ketukan" di pintu hati mereka.
### Kesimpulan
"Yesus Memanggilmu Pulang Seg'ra" bukan sekadar lagu, melainkan **sebuah refleksi dari kasih Allah yang tidak kunjung putus**. Lagu ini meruntuhkan tembok kesombongan manusia dengan mengingatkan bahwa di ujung perjalanan hidup yang panjang dan melelahkan, ada Bapa yang sedang berdiri di ambang pintu, menanti anak-Nya pulang dengan tangan terbuka.
Bagi banyak orang, menyanyikan lagu ini bukan hanya tentang pindah agama atau menjadi religius, melainkan tentang **"pulang"**—menemukan kedamaian setelah sekian lama menjauh dari kasih Tuhan.
Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penciptaan
Lagu ini ditulis oleh **Will L. Thompson** pada tahun 1880. Thompson adalah seorang penulis lagu yang sangat berbakat dan memiliki hati untuk penginjilan. Ia sering menulis lagu yang ditujukan untuk menyentuh hati orang-orang yang belum percaya atau mereka yang sudah menjauh dari Tuhan.
Ada sebuah kisah terkenal mengenai inspirasi lagu ini. Suatu hari, D.L. Moody, penginjil besar dunia, sedang sakit keras dan berada di rumah sakit di Northfield, Massachusetts. Will L. Thompson datang menjenguknya.
Saat melihat Moody, Thompson merasa sangat sedih. Namun, Moody berkata kepada Thompson:
> *"Will, saya lebih suka menulis lagu seperti 'Softly and Tenderly' daripada apa pun yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya."*
Pernyataan Moody tersebut menjadi bukti betapa mendalamnya dampak lagu ini bagi mereka yang mendengarnya, karena pesan yang disampaikan sangat sederhana namun sangat menyentuh.
### 2. Pesan di Balik Lirik
Lirik lagu ini menggambarkan kasih Tuhan yang tidak memaksa, melainkan mengundang dengan lembut.
* **"Softly and Tenderly" (Dengan lembut dan penuh kasih):** Menekankan bahwa Allah tidak mendobrak pintu hati manusia dengan kekerasan, melainkan mengetuk dengan kelembutan.
* **"Calling for you and for me":** Menegaskan bahwa undangan keselamatan ini bersifat universal, berlaku bagi setiap individu.
* **"Why will ye linger?":** Ini adalah pertanyaan retoris yang menggugah nurani. Mengapa manusia menunda-nunda untuk kembali kepada Bapa, padahal Dia sudah menanti dengan penuh kasih?
* **"Shadows are falling":** Menggambarkan bahwa waktu di dunia ini singkat (senja kehidupan), dan sebelum malam tiba, inilah kesempatan untuk pulang.
### 3. Peran Fanny J. Crosby
Meskipun lagu ini lebih dikenal sebagai karya Will L. Thompson, banyak literatur sejarah musik gerejawi yang sering mengaitkan semangat penulisan lagu ini dengan gaya **Fanny J. Crosby**. Fanny adalah penulis lirik himne buta yang sangat produktif.
Seringkali, karya-karya era tersebut (akhir abad ke-19) diproduksi dalam lingkungan yang sama, di mana Crosby dan Thompson bekerja dalam satu lingkup pelayanan musik rohani yang dipimpin oleh penerbit seperti *Moody and Sankey*. Pesan tentang "pulang ke rumah Bapa" adalah tema yang sangat akrab bagi Crosby, yang hidup dalam kegelapan fisik namun memiliki penglihatan rohani yang tajam.
### 4. Dampak Lagu Ini di Dunia
Lagu ini telah menjadi "lagu standar" dalam setiap altar *call* (undangan maju ke depan untuk menerima Yesus) di ribuan gereja di seluruh dunia.
* **Film *The Trip to Bountiful* (1985):** Lagu ini menjadi sangat populer di budaya pop Amerika setelah digunakan dalam film ini, yang mengisahkan kerinduan seorang wanita tua untuk pulang ke rumah masa kecilnya.
* **Kekuatan Emosional:** Lagu ini jarang sekali dinyanyikan dengan cepat. Tempo yang lambat (adagio) dan melodi yang melankolis namun penuh pengharapan membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan "ketukan" di pintu hati mereka.
### Kesimpulan
"Yesus Memanggilmu Pulang Seg'ra" bukan sekadar lagu, melainkan **sebuah refleksi dari kasih Allah yang tidak kunjung putus**. Lagu ini meruntuhkan tembok kesombongan manusia dengan mengingatkan bahwa di ujung perjalanan hidup yang panjang dan melelahkan, ada Bapa yang sedang berdiri di ambang pintu, menanti anak-Nya pulang dengan tangan terbuka.
Bagi banyak orang, menyanyikan lagu ini bukan hanya tentang pindah agama atau menjadi religius, melainkan tentang **"pulang"**—menemukan kedamaian setelah sekian lama menjauh dari kasih Tuhan.