NKB
Adakah Berat Beban Hidupmu?
Tell It to Jesus
Informasi Lagu
137
Nomor
Kode
NKB 137
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
E.S. Lorenz
Pencipta Syair
Jeremiah E. Rankin
Penerjemah
F. Suleeman
Cross Ref.
BLP 128
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Adakah berat beban hidupmu?
Sampaikanlah kepada Tuhanmu;
gundah dan gelisahkah hatimu?
Sampaikan tanpa jemu.
Sampaikanlah kepada Tuhanmu,
Dia teman yang benar,
tiada yang sebanding dengan Yesus,
sampaikan, jangan gentar.
Adakah airmata tak tertahan?
Sampaikanlah kepada Tuhanmu;
adakah dosamu t’rus ‘kau simpan?
Sampaikan tanpa jemu.
Sampaikanlah kepada Tuhanmu,
Dia teman yang benar,
tiada yang sebanding dengan Yesus,
sampaikan, jangan gentar.
Adakah cemas melanda kalbu?
Sampaikanlah kepada Tuhanmu;
bimbangkah ‘kau ‘kan hari depanmu?
Sampaikan tanpa jemu.
Sampaikanlah kepada Tuhanmu,
Dia teman yang benar,
tiada yang sebanding dengan Yesus,
sampaikan, jangan gentar.
Risaukah ‘kau akan kematian?
Sampaikanlah kepada Tuhanmu;
kar’na Kristus, banyakkah keluhan?
Sampaikan tanpa jemu.
Sampaikanlah kepada Tuhanmu,
Dia teman yang benar,
tiada yang sebanding dengan Yesus,
sampaikan, jangan gentar.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Adakah Berat Beban Hidupmu?"** (judul asli: *Tell It to Jesus*) adalah salah satu himne yang paling menyentuh hati karena lahir dari pengalaman pribadi yang sangat mendalam tentang kesepian, beban hidup, dan penghiburan ilahi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Sosok Penulis Lirik: Jeremiah E. Rankin (1828–1904)
Jeremiah Eames Rankin adalah seorang pendeta, teolog, dan juga pendidik yang menjabat sebagai presiden Universitas Howard di Washington, D.C. Ia adalah pria yang berpendidikan tinggi dan memiliki hati yang sangat peka terhadap pergumulan jemaatnya.
Pada tahun 1887, Rankin merasa prihatin melihat banyak orang di sekitarnya yang memikul beban hidup sendirian. Ia sering mendengar keluhan tentang sakit penyakit, kemiskinan, kesedihan, dan rasa kesepian. Ia menyadari bahwa orang-orang sering kali curhat kepada sesama manusia, namun tetap merasa tidak lega. Ia ingin menulis sesuatu yang mengingatkan orang bahwa ada pendengar yang jauh lebih hebat: **Yesus Kristus.**
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Rankin terinspirasi dari ayat Alkitab dalam **1 Petrus 5:7**, *"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu,"* dan **Matius 11:28**, *"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."*
Ia menulis lirik lagu ini dengan konsep "teman yang paling setia". Fokus utama lagunya adalah:
* Tidak ada beban yang terlalu besar untuk Yesus.
* Tidak ada masalah yang terlalu sepele untuk diceritakan kepada-Nya.
* Manusia mungkin bisa mengecewakan, tetapi Yesus selalu menyediakan waktu untuk mendengar.
### 3. Komposisi Musik: Edmund S. Lorenz (1854–1942)
Lirik yang ditulis oleh Rankin kemudian diberikan kepada **Edmund Simon Lorenz**, seorang komposer lagu gerejawi yang sangat produktif. Lorenz juga seorang pendeta dan pemimpin musik yang memahami cara menyusun nada yang mampu membangkitkan emosi pendengar.
Lorenz menciptakan melodi yang tenang namun memberikan penekanan kuat pada kalimat utama: *“Tell it to Jesus”* (Ceritakanlah kepada Yesus). Melodi ini dibuat agar mudah dinyanyikan oleh jemaat, baik secara pribadi dalam doa maupun secara kolektif dalam kebaktian.
### 4. Makna Lagu
Lagu ini menjadi sangat populer karena menjawab kebutuhan jiwa manusia akan "tempat curhat" yang aman. Dalam setiap baitnya, Rankin menyentuh aspek-aspek kehidupan manusia:
* **Bait 1:** Tentang beban berat dan rasa putus asa.
* **Bait 2:** Tentang rasa takut dan kegelisahan.
* **Bait 3:** Tentang kesepian atau saat teman-teman menjauh.
* **Refrein:** Menjadi jangkar, *"Ceritakanlah kepada Yesus, ceritakanlah kepada Yesus, Ia Sahabat yang setia, tak ada yang lain seperti Dia."*
### 5. Warisan Lagu
Sejak diterbitkan pada akhir abad ke-19, lagu ini telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan "terapi rohani".
Di Indonesia, lagu ini sangat akrab di telinga jemaat karena pesan kepasrahannya yang universal. Banyak orang yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya merasa dikuatkan kembali hanya dengan menyanyikan atau merenungkan kalimat: *"Adakah berat beban hidupmu? Ceritakanlah pada Yesus."*
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat bahwa di balik kesibukan dan pergumulan dunia, ada sebuah hubungan pribadi yang bisa kita jalin dengan Sang Pencipta melalui doa. Rankin dan Lorenz berhasil menciptakan sebuah "doa dalam bentuk melodi" yang tetap relevan hingga hari ini, melampaui zaman dan budaya.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Sosok Penulis Lirik: Jeremiah E. Rankin (1828–1904)
Jeremiah Eames Rankin adalah seorang pendeta, teolog, dan juga pendidik yang menjabat sebagai presiden Universitas Howard di Washington, D.C. Ia adalah pria yang berpendidikan tinggi dan memiliki hati yang sangat peka terhadap pergumulan jemaatnya.
Pada tahun 1887, Rankin merasa prihatin melihat banyak orang di sekitarnya yang memikul beban hidup sendirian. Ia sering mendengar keluhan tentang sakit penyakit, kemiskinan, kesedihan, dan rasa kesepian. Ia menyadari bahwa orang-orang sering kali curhat kepada sesama manusia, namun tetap merasa tidak lega. Ia ingin menulis sesuatu yang mengingatkan orang bahwa ada pendengar yang jauh lebih hebat: **Yesus Kristus.**
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Rankin terinspirasi dari ayat Alkitab dalam **1 Petrus 5:7**, *"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu,"* dan **Matius 11:28**, *"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."*
Ia menulis lirik lagu ini dengan konsep "teman yang paling setia". Fokus utama lagunya adalah:
* Tidak ada beban yang terlalu besar untuk Yesus.
* Tidak ada masalah yang terlalu sepele untuk diceritakan kepada-Nya.
* Manusia mungkin bisa mengecewakan, tetapi Yesus selalu menyediakan waktu untuk mendengar.
### 3. Komposisi Musik: Edmund S. Lorenz (1854–1942)
Lirik yang ditulis oleh Rankin kemudian diberikan kepada **Edmund Simon Lorenz**, seorang komposer lagu gerejawi yang sangat produktif. Lorenz juga seorang pendeta dan pemimpin musik yang memahami cara menyusun nada yang mampu membangkitkan emosi pendengar.
Lorenz menciptakan melodi yang tenang namun memberikan penekanan kuat pada kalimat utama: *“Tell it to Jesus”* (Ceritakanlah kepada Yesus). Melodi ini dibuat agar mudah dinyanyikan oleh jemaat, baik secara pribadi dalam doa maupun secara kolektif dalam kebaktian.
### 4. Makna Lagu
Lagu ini menjadi sangat populer karena menjawab kebutuhan jiwa manusia akan "tempat curhat" yang aman. Dalam setiap baitnya, Rankin menyentuh aspek-aspek kehidupan manusia:
* **Bait 1:** Tentang beban berat dan rasa putus asa.
* **Bait 2:** Tentang rasa takut dan kegelisahan.
* **Bait 3:** Tentang kesepian atau saat teman-teman menjauh.
* **Refrein:** Menjadi jangkar, *"Ceritakanlah kepada Yesus, ceritakanlah kepada Yesus, Ia Sahabat yang setia, tak ada yang lain seperti Dia."*
### 5. Warisan Lagu
Sejak diterbitkan pada akhir abad ke-19, lagu ini telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan "terapi rohani".
Di Indonesia, lagu ini sangat akrab di telinga jemaat karena pesan kepasrahannya yang universal. Banyak orang yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya merasa dikuatkan kembali hanya dengan menyanyikan atau merenungkan kalimat: *"Adakah berat beban hidupmu? Ceritakanlah pada Yesus."*
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat bahwa di balik kesibukan dan pergumulan dunia, ada sebuah hubungan pribadi yang bisa kita jalin dengan Sang Pencipta melalui doa. Rankin dan Lorenz berhasil menciptakan sebuah "doa dalam bentuk melodi" yang tetap relevan hingga hari ini, melampaui zaman dan budaya.