Informasi Lagu
159
Nomor
Kode
NKB 159
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Joseph Barnby
Pencipta Syair
Dorothy F. Gurney
Penerjemah
B. Maruta / Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
NP 344, KPPK 402
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
B’rilah, ya Tuhan, pada keduanya yang kini tunduk di hadapanMu, kasih berlimpah tiada taranya, agar tetap bersatu dalamMu.
B’rikanlah pula iman dan harapan pada pasangan berbahagia, agaer mereka dapat t’rus berjalan di dalam hidup kasih mulia
B’rilah mereka bahagia sejati yang bercahaya dalam hidupnya. Curahkanlah pula damai dalam hati yang akan menghapuskan susahnya.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — NKB 159 1
Slide 2 — NKB 159 2
Slide 3 — NKB 159 3
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 159
Sejarah Lagu
Lagu **"O Perfect Love"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"B'rilah, Ya Tuhan"**) adalah salah satu himne pernikahan paling populer di dunia. Di balik keindahan melodi dan liriknya, terdapat sebuah kisah menarik tentang hubungan kekeluargaan dan spontanitas yang terjadi di Inggris pada akhir abad ke-19.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penulisan (1883)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Dorothy Frances Gurney** (1858–1932) pada tahun 1883. Dorothy adalah seorang penyair amatir dari London.

Kisah uniknya bermula dari persiapan pernikahan saudara perempuannya. Ketika itu, Dorothy merasa tidak puas dengan lagu-lagu pernikahan yang tersedia saat itu karena dianggap kurang menyentuh esensi spiritual dari sebuah janji pernikahan. Ia kemudian menuliskan bait-bait puisi ini sebagai hadiah untuk pernikahan saudaranya.

Liriknya dirancang untuk dinyanyikan dengan melodi lagu himne **"O Strength and Stay"** karya John Bacchus Dykes. Pada awalnya, lagu ini hanya dimaksudkan untuk penggunaan pribadi di lingkungan keluarga saja.

### 2. Peran Joseph Barnby
Dorothy Gurney tidak pernah menyangka bahwa puisi sederhananya akan menjadi mahakarya dunia. Ia mengirimkan lirik tersebut kepada **Sir Joseph Barnby**, seorang komponis dan konduktor paduan suara yang sangat terkemuka di Inggris pada masa itu.

Barnby, yang melihat kedalaman makna dan ketulusan dalam kata-kata Dorothy, sangat terkesan. Ia merasa lirik tersebut membutuhkan musik yang lebih agung dan khidmat daripada melodi yang digunakan sebelumnya. Maka, Barnby menggubah melodi baru yang khusus diciptakan untuk lirik tersebut. Lagu hasil gubahan Barnby inilah yang kemudian diberi judul **"O Perfect Love"** dan menjadi standar musik pernikahan hingga hari ini.

### 3. "Meledak" dalam Pernikahan Kerajaan
Popularitas lagu ini meroket secara global pada tahun **1889**. Lagu ini dipilih untuk dinyanyikan dalam pernikahan **Putri Louise dari Wales** (putri dari Raja Edward VII) dengan Duke of Fife.

Karena pernikahan tersebut merupakan peristiwa besar yang disorot oleh seluruh dunia, penggunaan lagu "O Perfect Love" di dalamnya membuat himne ini langsung dikenal luas di seluruh Inggris dan kemudian menyebar ke negara-negara persemakmuran serta ke seluruh dunia (termasuk Indonesia).

### 4. Analisis Lirik dan Makna
Lirik yang ditulis Dorothy Gurney sangat menekankan pada "Kesempurnaan Kasih" yang berasal dari Tuhan.
* **Bait Pertama:** Memohon berkat Tuhan agar kasih pasangan tersebut menjadi "sempurna" dan selaras dengan kasih Kristus.
* **Bait Kedua:** Memohon perlindungan bagi pasangan tersebut dalam menghadapi kesulitan hidup.
* **Bait Ketiga:** Memohon agar hubungan mereka membawa damai sejahtera dan berujung pada kebahagiaan kekal di surga.

Dalam versi bahasa Indonesia ("B'rilah, Ya Tuhan"), lagu ini mempertahankan esensi permohonan agar Tuhan menjadi pusat dari ikatan pernikahan tersebut.

### Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap relevan hingga lebih dari 140 tahun kemudian:
1. **Kesederhanaan:** Liriknya langsung menyentuh esensi pernikahan tanpa kata-kata yang terlalu berbunga-bunga.
2. **Harmonisasi Barnby:** Musik gubahan Joseph Barnby memiliki karakteristik musik gerejawi era Victoria yang megah, namun sangat mudah dinyanyikan oleh jemaat (kongregasi), sehingga menciptakan suasana sakral yang kuat dalam upacara pernikahan.
3. **Universalitas:** Meskipun ditulis dari perspektif iman Kristen, pesan tentang kasih yang memohon berkat Tuhan dianggap sangat menyentuh bagi pasangan yang hendak mengikat janji suci.

Kisah "O Perfect Love" adalah pengingat bahwa karya besar seringkali lahir dari hal yang sederhana: kasih seorang kakak kepada adiknya, yang kemudian dipertemukan dengan keahlian seorang seniman besar.