Informasi Lagu
179
Nomor
Kode
NKB 179
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Style
LoveSong
Pencipta Lagu
Haldor Lillenas
Pencipta Syair
Haldor Lillenas
Penerjemah
P.H. Pouw / B. Maruta
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Lama ‘ku enggan mengikut jalan Tuhan, hanya turut hawa nafsu diriku. Serta ‘ku memandang Penebus di salib, aku berserah kepada Rajaku. Iring kehendak Mukhalis sungguh indah, ada damai, hilanglah keluh kesah. Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku, dan merasa perhentianNya.
Set’lah tubuhku dan jiwa ‘ku serahkan pada Tuhan dengan sungguh dan tetap, ‘ku miliki rasa damai serta aman, meskipun di dalam jurang yang gelap. Iring kehendak Mukhalis sungguh indah, ada damai, hilanglah keluh kesah. Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku, dan merasa perhentianNya.
Seg’nap waktuku sekarang Tuhan punya, pun rencana hidupku dan hartaku. Tiap hari aku junjung Firman Allah, dan mashyurkan nama Yesus, Rajaku. Iring kehendak Mukhalis sungguh indah, ada damai, hilanglah keluh kesah. Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku, dan merasa perhentianNya.
Iring kehendak Mukhalis sungguh indah, kenikmatannya tak ada taranya. Tak ‘kan cukup lidahku memuji Dia, yang t’lah bagiku membuka sorgaNya. Iring kehendak Mukhalis sungguh indah, ada damai, hilanglah keluh kesah. Jiwa dapat berteduh dalam naungan Tuhanku, dan merasa perhentianNya.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKB 179 1
Slide 2 — NKB 179 2
Slide 3 — NKB 179 3
Slide 4 — NKB 179 4
Slide 5 — NKB 179 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 179
Sejarah Lagu
Lagu **"Lama 'Ku Enggan Mengikut Jalan Tuhan"** (judul asli bahasa Inggris: ***Long My Stubborn Will Kept Saying No***) adalah salah satu lagu himne Kristen yang sangat menyentuh hati. Lagu ini ditulis oleh seorang komponis dan penyair rohani produktif asal Amerika, **Haldor Lillenas** (1885–1959).

Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penulis: Haldor Lillenas
Haldor Lillenas adalah seorang imigran Norwegia yang menetap di Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu penulis himne paling berpengaruh di abad ke-20. Ia tidak hanya menulis lirik, tetapi juga menggubah melodi untuk banyak lagunya. Kehidupan rohaninya sangat mendalam, dan ia memiliki bakat untuk merangkai pengalaman pertobatannya ke dalam bait-bait lagu yang puitis.

### 2. Kisah Dibalik Lagu: Pergumulan Batin
Lagu ini bukan sekadar hasil imajinasi, melainkan sebuah **otobiografi spiritual** dari Lillenas. Lagu ini menggambarkan perjalanan jiwa seseorang yang mengalami "perang batin" sebelum akhirnya menyerah sepenuhnya kepada Tuhan.

* **Pemberontakan Kehendak (Stanza 1):** Lirik *"Lama 'ku enggan mengikut jalan Tuhan"* mencerminkan masa muda atau masa pencarian Lillenas di mana ia merasa bahwa rencana Tuhan akan mengekang kebebasannya. Ada keinginan untuk mengatur hidupnya sendiri, melakukan apa yang ia mau, dan mengabaikan panggilan Tuhan yang lembut.
* **Ketakutan akan Kehilangan Kendali:** Banyak orang yang tidak mau mengikut Tuhan karena mereka takut kehilangan "kendali" atas hidup mereka. Lillenas menggambarkan perasaan ini dengan sangat jujur—bahwa ia merasa lebih aman memegang kendalinya sendiri daripada menyerahkannya kepada sang Pencipta.
* **Momen Penyerahan (The Surrender):** Puncak dari lagu ini adalah ketika ia menyadari bahwa "jalan Tuhan" bukanlah sebuah penjara, melainkan sebuah jalan keselamatan yang penuh kasih. Ia menyadari bahwa kekeraskepalaannya sendiri justru membawa kelelahan batin. Akhirnya, dengan penuh kerendahan hati, ia memutuskan untuk berkata "Ya" kepada Tuhan.

### 3. Makna Teologis dalam Lirik
Lirik lagu ini menyoroti konsep **"Kedaulatan Tuhan vs Kehendak Bebas Manusia"**:

* **"Long my stubborn will kept saying no"**: Ini mengakui bahwa masalah utama manusia bukan terletak pada kurangnya pengetahuan tentang Tuhan, melainkan pada "kehendak yang keras kepala" (*stubborn will*).
* **"But at last I gave in to His love"**: Ini adalah kalimat kunci. Lillenas tidak mengatakan ia menyerah karena takut akan penghakiman, melainkan karena ia **"menyerah kepada kasih-Nya."** Ia menyadari bahwa Tuhan mengasihinya lebih dari ia mengasihi dirinya sendiri.
* **Transformasi**: Setelah penyerahan diri itu, lagu ini kemudian berubah nada menjadi pernyataan sukacita karena ia kini menemukan kedamaian yang sejati di dalam pimpinan Tuhan.

### 4. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi populer di gereja-gereja karena menyuarakan kejujuran manusia di hadapan Tuhan. Banyak orang merasa terwakili oleh lirik ini karena hampir setiap orang Kristen pernah mengalami masa di mana mereka mencoba "lari" dari kehendak Tuhan.

Lillenas menulis lagu ini sebagai pengingat bahwa:
1. Tuhan sangat sabar menunggu manusia yang keras kepala.
2. Kekalahan terbesar manusia adalah ketika ia memenangkan perdebatan dengan Tuhan, dan kemenangan terbesar manusia adalah ketika ia membiarkan Tuhan menang atas dirinya.

### Kesimpulan
Lagu *Long My Stubborn Will Kept Saying No* adalah sebuah doa pertobatan yang jujur. Haldor Lillenas ingin menyampaikan pesan bahwa tidak ada damai sejahtera yang lebih indah selain melepaskan "kehendak pribadi" yang keras kepala dan menggantinya dengan "kehendak Tuhan" yang penuh kasih.

Jika Anda mendengar lagu ini, perhatikanlah bagaimana melodi dan liriknya seolah-olah membawa kita dari perasaan berat dan tertekan (saat masih memberontak) menjadi tenang dan lega (setelah berserah). Itu adalah cerminan dari pengalaman pribadi Haldor Lillenas sendiri.