NKB
Yesus Berfirman
Jesus the Lord Said: I Am the Bread
Informasi Lagu
68
Nomor
Kode
NKB 68
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Yisu Ne Kaha
Pencipta Syair
Dermott Monahan
Penerjemah
F. Suleeman
Syair / Lirik
3 bait
Yesus berfirman: “Akulah Roti Hidup bagi manusia,
Roti Hidup bagi manusia, Roti Hidup bagi manusia.”
Yesus berfirman: “Akulah Roti Hidup bagi manusia.”
Yesus berfirman: “Akulah Terang dalam dunia yang gelap,
Terang dalam dunia yang gelap, Terang dalam dunia yang gelap.”
Yesus berfirman: “Akulah Terang dalam dunia yang gelap.”
Yesus berfirman: “Akulah Kebangkitan, Hidup yang kekal,
Kebangkitan, Hidup yang kekal, Kebangkitan, Hidup yang kekal.”
Yesus berfirman: “Akulah Kebangkitan, Hidup yang kekal.”
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Yesus Berfirman"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul **"Jesus the Lord Said: I Am the Bread"**) adalah sebuah lagu pujian Kristen yang sangat populer, terutama di lingkungan Gereja Katolik di Indonesia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Pencipta
Lagu ini berasal dari **India**. Nama "Yisu Ne Kaha" (dalam bahasa Hindi berarti "Yesus Berfirman") merujuk pada teks asli lagu tersebut.
Pencipta lagu ini adalah **Dermott Monahan**. Beliau adalah seorang misionaris dan musisi yang banyak berkarya di India. Monahan dikenal karena upayanya dalam menginkulturasi musik Kristen ke dalam budaya lokal India. Ia menciptakan lagu-lagu pujian yang menggunakan melodi dan nuansa musik India namun dengan lirik yang berdasarkan pada ajaran Alkitab.
### 2. Makna Teologis
Lagu ini secara langsung diilhami dari **Yohanes 6:35**, di mana Yesus berkata:
> *"Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi."*
Inti dari lagu ini adalah tentang **Ekaristi** (dalam tradisi Katolik) atau perjamuan kudus. Pesan utamanya adalah undangan bagi umat untuk datang kepada Yesus sebagai sumber kehidupan rohani. Lagu ini menegaskan bahwa kepuasan jiwa manusia tidak dapat ditemukan di dunia materi, melainkan hanya dalam persatuan dengan Kristus melalui iman dan komuni.
### 3. Adaptasi ke Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer karena melodi "India"-nya yang meditatif, mudah diingat, dan menyentuh hati.
* **Penerjemahan:** Lirik dalam bahasa Indonesia disesuaikan agar tetap mempertahankan esensi dari kutipan Alkitab tersebut.
* **Penggunaan:** Lagu ini sering dinyanyikan pada saat **Komuni** dalam Perayaan Ekaristi. Iramanya yang tenang dan khusyuk sangat membantu umat untuk berefleksi sesaat sebelum atau sesudah menerima hosti (tubuh Kristus).
### 4. Daya Tarik Lagu
Mengapa lagu ini begitu membekas bagi banyak umat?
1. **Melodi yang Unik:** Berbeda dengan lagu-lagu pujian Barat (seperti gaya Gregorian atau lagu pujian modern/kontemporer), lagu ini membawa nuansa Timur yang eksotis namun sangat teduh.
2. **Lirik yang Sederhana:** Tidak banyak kiasan yang rumit. Liriknya lugas: Yesus adalah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Nya tidak akan lapar dan haus. Kesederhanaan ini justru memberikan kekuatan yang besar.
3. **Universalitas:** Meskipun berasal dari India, pesan lagu ini bersifat universal bagi seluruh umat Kristiani, sehingga mudah diterima lintas budaya di Indonesia.
### Lirik yang Sering Dinyanyikan di Indonesia:
*Yesus berfirman: Akulah roti hidup,*
*Barangsiapa datang pada-Ku, takkan lapar lagi.*
*Barangsiapa percaya pada-Ku, takkan haus lagi.*
*Datanglah pada-Ku, hai kamu yang letih,*
*Datanglah pada-Ku, Aku beri kelegaan.*
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **misi dan inkulturasi**. Dermott Monahan berhasil menerjemahkan teologi Kristen yang mendalam ke dalam bentuk musik yang dapat diterima oleh orang awam. Bagi banyak umat di Indonesia, lagu ini bukan sekadar lagu pujian, melainkan "doa" yang mengingatkan kembali akan janji keselamatan dan pemenuhan kebutuhan rohani dari Tuhan Yesus sendiri.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Pencipta
Lagu ini berasal dari **India**. Nama "Yisu Ne Kaha" (dalam bahasa Hindi berarti "Yesus Berfirman") merujuk pada teks asli lagu tersebut.
Pencipta lagu ini adalah **Dermott Monahan**. Beliau adalah seorang misionaris dan musisi yang banyak berkarya di India. Monahan dikenal karena upayanya dalam menginkulturasi musik Kristen ke dalam budaya lokal India. Ia menciptakan lagu-lagu pujian yang menggunakan melodi dan nuansa musik India namun dengan lirik yang berdasarkan pada ajaran Alkitab.
### 2. Makna Teologis
Lagu ini secara langsung diilhami dari **Yohanes 6:35**, di mana Yesus berkata:
> *"Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi."*
Inti dari lagu ini adalah tentang **Ekaristi** (dalam tradisi Katolik) atau perjamuan kudus. Pesan utamanya adalah undangan bagi umat untuk datang kepada Yesus sebagai sumber kehidupan rohani. Lagu ini menegaskan bahwa kepuasan jiwa manusia tidak dapat ditemukan di dunia materi, melainkan hanya dalam persatuan dengan Kristus melalui iman dan komuni.
### 3. Adaptasi ke Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer karena melodi "India"-nya yang meditatif, mudah diingat, dan menyentuh hati.
* **Penerjemahan:** Lirik dalam bahasa Indonesia disesuaikan agar tetap mempertahankan esensi dari kutipan Alkitab tersebut.
* **Penggunaan:** Lagu ini sering dinyanyikan pada saat **Komuni** dalam Perayaan Ekaristi. Iramanya yang tenang dan khusyuk sangat membantu umat untuk berefleksi sesaat sebelum atau sesudah menerima hosti (tubuh Kristus).
### 4. Daya Tarik Lagu
Mengapa lagu ini begitu membekas bagi banyak umat?
1. **Melodi yang Unik:** Berbeda dengan lagu-lagu pujian Barat (seperti gaya Gregorian atau lagu pujian modern/kontemporer), lagu ini membawa nuansa Timur yang eksotis namun sangat teduh.
2. **Lirik yang Sederhana:** Tidak banyak kiasan yang rumit. Liriknya lugas: Yesus adalah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Nya tidak akan lapar dan haus. Kesederhanaan ini justru memberikan kekuatan yang besar.
3. **Universalitas:** Meskipun berasal dari India, pesan lagu ini bersifat universal bagi seluruh umat Kristiani, sehingga mudah diterima lintas budaya di Indonesia.
### Lirik yang Sering Dinyanyikan di Indonesia:
*Yesus berfirman: Akulah roti hidup,*
*Barangsiapa datang pada-Ku, takkan lapar lagi.*
*Barangsiapa percaya pada-Ku, takkan haus lagi.*
*Datanglah pada-Ku, hai kamu yang letih,*
*Datanglah pada-Ku, Aku beri kelegaan.*
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **misi dan inkulturasi**. Dermott Monahan berhasil menerjemahkan teologi Kristen yang mendalam ke dalam bentuk musik yang dapat diterima oleh orang awam. Bagi banyak umat di Indonesia, lagu ini bukan sekadar lagu pujian, melainkan "doa" yang mengingatkan kembali akan janji keselamatan dan pemenuhan kebutuhan rohani dari Tuhan Yesus sendiri.