NKB
Yesus T'lah Datang ke Dunia Cemar
Seeking for Me!
Informasi Lagu
69
Nomor
Kode
NKB 69
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
87
Style
9-8Waltz
Pencipta Lagu
E.E. Hasty
Pencipta Syair
Anonim
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Syair / Lirik
4 bait
Yesus t’lah datang ke dunia cemar,
lahir di kandang yang hina rendah.
NamaNya indah dan ajaib benar! Dia mencariku!
Dia mencariku! Dia mencariku!
NamaNya indah dan ajaib benar! Dia mencariku!
Yesus telah mati di Golgota,
hutang dosaku dilunasiNya.
Sungguh mulia perbuatanNya! Dia membasuhku!
Dia membasuhku! Dia membasuhku!
Sungguh mulia perbuatanNya! Dia membasuhku!
Yesus, Mukhalis, tetap s’lamanya,
di saat ‘ku sesat, jauh dariNya.
Sungguh lembut terdengar suaraNya! Dia memanggilku!
Dia memanggilku! Dia memanggilku!
Sungguh lembut terdengar suaraNya! Dia memanggilku!
Yesus, Mukhalis, kembali kelak,
janjiNya yang indah akan genap.
Nanti ‘ku lihat di langit gerlap: Dia menyambutku!
Dia menyambutku! Dia menyambutku!
Nanti ‘ku lihat di langit gerlap: Dia menyambutku!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Yesus T'lah Datang ke Dunia Cemar"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Seeking for Me"*** atau sering dikenal dengan baris pertamanya ***"Jesus Came to This World of Woe"***) adalah sebuah kisah yang menyentuh tentang kasih yang mencari dan menebus.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini sering dikaitkan dengan nama **E.E. Hasty** sebagai penulis liriknya. Namun, dalam banyak literatur himnologi (sejarah lagu rohani), lagu ini sering dikategorikan sebagai lagu yang berasal dari tradisi *Gospel* Amerika abad ke-19.
E.E. Hasty adalah seorang penulis lagu Kristen yang aktif pada masa kebangunan rohani (*revival*) di Amerika. Meskipun informasi biografis mengenai Hasty tidak sedetail penulis lagu besar lainnya seperti Fanny Crosby, lagu ini menjadi sangat populer karena pesan teologisnya yang sangat kuat mengenai **doktrin keselamatan**—bahwa inisiatif keselamatan berasal dari Allah, bukan dari manusia.
### 2. Pesan Utama: "Mencari yang Hilang"
Lagu ini didasarkan pada tema Alkitabiah yang kuat, khususnya **Lukas 19:10**: *"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."*
Kisah di balik penciptaan lagu ini berakar pada kerinduan penulis untuk menggambarkan perjalanan Kristus dari kemuliaan surga menuju dunia yang "cemar" (berdosa). Liriknya disusun untuk membawa pendengar melalui beberapa tahapan emosional:
* **Datang ke Dunia:** Menekankan kerendahan hati Yesus yang rela meninggalkan takhta-Nya.
* **Mencari:** Menekankan bahwa manusia tidak mencari Tuhan, melainkan Tuhanlah yang secara aktif mencari manusia seperti seorang gembala mencari dombanya.
* **Tebusan:** Mengingatkan pada penderitaan di kayu salib sebagai harga yang dibayar untuk "mencari" jiwa yang hilang.
### 3. Konteks Sejarah (Gerakan Kebangunan Rohani)
Lagu ini muncul pada era akhir 1800-an, di mana gaya musik *Gospel* mulai berkembang pesat dalam pertemuan-pertemuan penginjilan (seperti gaya Dwight L. Moody dan Ira D. Sankey). Lagu-lagu pada masa itu sengaja dibuat dengan melodi yang sederhana namun lirik yang sangat naratif agar pesan keselamatan bisa dimengerti oleh semua kalangan, termasuk orang yang belum mengenal Alkitab dengan dalam.
*Seeking for Me* menjadi lagu yang sering dinyanyikan dalam sesi "ajakan" (*altar call*) atau saat penutupan ibadah, untuk memberi kesempatan bagi orang yang merasa "hilang" untuk datang kepada Yesus.
### 4. Makna Lirik yang Mendalam
Dalam bahasa aslinya, lagu ini memiliki penekanan pada kata **"Seeking"** (Mencari).
* Bait-baitnya menceritakan bagaimana Kristus melewati jalan-jalan penuh penderitaan, duri, dan penolakan, hanya untuk menemukan "aku" (si pendosa).
* Liriknya bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah pengakuan dosa dan rasa syukur yang dalam dari seseorang yang merasa ditemukan oleh kasih Allah.
### 5. Pengaruh di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja yang menggunakan buku nyanyian seperti *Kidung Jemaat* atau buku himne penginjilan lainnya. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang universal: bahwa tidak peduli seberapa "cemar" dunia atau kehidupan seseorang, kasih Yesus akan terus "mencari" hingga jiwa tersebut ditemukan.
**Kesimpulan:**
Lagu "Yesus T'lah Datang ke Dunia Cemar" bukan lahir dari satu peristiwa sejarah yang dramatis seperti tragedi atau mukjizat, melainkan lahir dari **kerinduan rohani** seorang penulis untuk merayakan fakta bahwa Tuhan adalah "Pencari yang Agung." Lagu ini adalah pengingat bagi setiap orang percaya bahwa iman mereka bukanlah hasil usaha mereka sendiri, melainkan hasil dari Kristus yang telah "mencari" mereka terlebih dahulu.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini sering dikaitkan dengan nama **E.E. Hasty** sebagai penulis liriknya. Namun, dalam banyak literatur himnologi (sejarah lagu rohani), lagu ini sering dikategorikan sebagai lagu yang berasal dari tradisi *Gospel* Amerika abad ke-19.
E.E. Hasty adalah seorang penulis lagu Kristen yang aktif pada masa kebangunan rohani (*revival*) di Amerika. Meskipun informasi biografis mengenai Hasty tidak sedetail penulis lagu besar lainnya seperti Fanny Crosby, lagu ini menjadi sangat populer karena pesan teologisnya yang sangat kuat mengenai **doktrin keselamatan**—bahwa inisiatif keselamatan berasal dari Allah, bukan dari manusia.
### 2. Pesan Utama: "Mencari yang Hilang"
Lagu ini didasarkan pada tema Alkitabiah yang kuat, khususnya **Lukas 19:10**: *"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."*
Kisah di balik penciptaan lagu ini berakar pada kerinduan penulis untuk menggambarkan perjalanan Kristus dari kemuliaan surga menuju dunia yang "cemar" (berdosa). Liriknya disusun untuk membawa pendengar melalui beberapa tahapan emosional:
* **Datang ke Dunia:** Menekankan kerendahan hati Yesus yang rela meninggalkan takhta-Nya.
* **Mencari:** Menekankan bahwa manusia tidak mencari Tuhan, melainkan Tuhanlah yang secara aktif mencari manusia seperti seorang gembala mencari dombanya.
* **Tebusan:** Mengingatkan pada penderitaan di kayu salib sebagai harga yang dibayar untuk "mencari" jiwa yang hilang.
### 3. Konteks Sejarah (Gerakan Kebangunan Rohani)
Lagu ini muncul pada era akhir 1800-an, di mana gaya musik *Gospel* mulai berkembang pesat dalam pertemuan-pertemuan penginjilan (seperti gaya Dwight L. Moody dan Ira D. Sankey). Lagu-lagu pada masa itu sengaja dibuat dengan melodi yang sederhana namun lirik yang sangat naratif agar pesan keselamatan bisa dimengerti oleh semua kalangan, termasuk orang yang belum mengenal Alkitab dengan dalam.
*Seeking for Me* menjadi lagu yang sering dinyanyikan dalam sesi "ajakan" (*altar call*) atau saat penutupan ibadah, untuk memberi kesempatan bagi orang yang merasa "hilang" untuk datang kepada Yesus.
### 4. Makna Lirik yang Mendalam
Dalam bahasa aslinya, lagu ini memiliki penekanan pada kata **"Seeking"** (Mencari).
* Bait-baitnya menceritakan bagaimana Kristus melewati jalan-jalan penuh penderitaan, duri, dan penolakan, hanya untuk menemukan "aku" (si pendosa).
* Liriknya bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah pengakuan dosa dan rasa syukur yang dalam dari seseorang yang merasa ditemukan oleh kasih Allah.
### 5. Pengaruh di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja yang menggunakan buku nyanyian seperti *Kidung Jemaat* atau buku himne penginjilan lainnya. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang universal: bahwa tidak peduli seberapa "cemar" dunia atau kehidupan seseorang, kasih Yesus akan terus "mencari" hingga jiwa tersebut ditemukan.
**Kesimpulan:**
Lagu "Yesus T'lah Datang ke Dunia Cemar" bukan lahir dari satu peristiwa sejarah yang dramatis seperti tragedi atau mukjizat, melainkan lahir dari **kerinduan rohani** seorang penulis untuk merayakan fakta bahwa Tuhan adalah "Pencari yang Agung." Lagu ini adalah pengingat bagi setiap orang percaya bahwa iman mereka bukanlah hasil usaha mereka sendiri, melainkan hasil dari Kristus yang telah "mencari" mereka terlebih dahulu.