Informasi Lagu
78
Nomor
Kode
NKB 78
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Green Book of Psalmody
Pencipta Syair
Thomas B. Pollock
Penerjemah
B. Maruta /Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Hai jangan ‘kau ratapi Dia yang pikul salibNya, menuju puncak Golgota demi manusia.
Dan bukan kar’na dosaNya Tuhanku didera, sengsara pun dipikulNya di bukit Golgota.
Pedihlah rasa hatiNya, gelisah dan penat, sebab semua haruslah ditanggungNya berat.
DilihatNya manusia tertawan dosanya, dan yang menolak kasihNya, tentu binasalah.
SengsaraMu, ya Tuhanku, ‘kan ‘ku kenang tetap, sebab cela dan dosaku, hatiku pun gelap.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKB 78 1
Slide 2 — NKB 78 2
Slide 3 — NKB 78 3
Slide 4 — NKB 78 4
Slide 5 — NKB 78 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 78
Sejarah Lagu
Lagu **"Hai, Jangan 'Kau Ratapi Dia"** (dalam bahasa Inggris berjudul **"Weep Not for Him Who Onward Bears"**) adalah sebuah himne yang memiliki latar belakang teologis yang sangat spesifik: lagu ini ditulis khusus untuk bagian **Penyiksaan Jalan Salib (Via Dolorosa)**, tepatnya merujuk pada peristiwa ketika Yesus bertemu dengan para perempuan Yerusalem yang menangisi-Nya.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis: Thomas B. Pollock
Lirik lagu ini ditulis oleh **Thomas Benson Pollock (1836–1896)**, seorang pendeta Gereja Inggris (*Anglican*) yang dikenal karena dedikasinya dalam pelayanan di wilayah miskin di Birmingham, Inggris.

Pollock adalah sosok yang sangat menghargai tradisi liturgi gereja. Ia menulis serangkaian himne yang dikenal sebagai *"Metrical Litanies"* (Litani Metris). Ia merasa bahwa gereja membutuhkan lebih banyak lagu yang secara mendalam merefleksikan penderitaan Kristus (Passion of Christ) untuk dinyanyikan selama masa Pra-Paskah (*Lent*) dan Pekan Suci.

### 2. Konteks Alkitabiah
Lagu ini berakar kuat pada kisah dalam **Lukas 23:27-28**:
> *"Sejumlah besar orang banyak mengikuti Dia; juga banyak perempuan menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: 'Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!'"*

Pollock menulis lirik ini untuk menangkap esensi dari pesan Yesus tersebut. Dalam teologi Kristen, peristiwa ini dianggap sebagai momen di mana Yesus justru menunjukkan kasih dan otoritas-Nya di tengah penghinaan; Ia mengalihkan fokus dari rasa kasihan manusia yang bersifat emosional-dangkal menuju pertobatan yang lebih dalam.

### 3. Makna Lirik: Pesan di Balik Kata-kata
Jika kita membedah "Weep Not for Him Who Onward Bears", ada beberapa poin penting yang ingin disampaikan Pollock:

* **Penderitaan sebagai Kemenangan:** Judul asli *"...Who Onward Bears"* menggambarkan Yesus yang tidak "tumbang" oleh beban salib, melainkan sedang memikulnya dengan tujuan yang pasti (menuju Golgota). Lagu ini meminta jemaat untuk tidak melihat Yesus sebagai korban yang malang, melainkan sebagai Penebus yang sedang menyelesaikan misi-Nya.
* **Panggilan untuk Introspeksi:** Sesuai dengan perintah Yesus dalam Lukas 23, lagu ini mengajak penyanyinya untuk berhenti meratapi kematian fisik Kristus dan mulai meratapi dosa-dosa diri sendiri yang menjadi penyebab mengapa Yesus harus disalibkan.
* **Penyangkalan Diri:** Lagu ini mengajarkan bahwa simpati religius yang hanya berupa air mata tidak cukup. Simpati yang sejati harus diwujudkan dalam pertobatan dan kesediaan untuk "memikul salib" diri sendiri.

### 4. Penggunaan dalam *Green Book of Psalmody*
Lagu ini sering muncul dalam buku-buku himne liturgis (seperti *Green Book of Psalmody* atau buku nyanyian gereja formal lainnya) karena strukturnya yang sangat pas digunakan dalam ibadah khusyuk.

Dalam tradisi Gereja Anglikan dan beberapa denominasi Protestan yang menggunakan liturgi, lagu ini tidak dinyanyikan sebagai lagu sukacita, melainkan sebagai **himne perenungan (meditative hymn)**. Irama yang digunakan biasanya lambat dan khidmat, mencerminkan langkah kaki Yesus yang berat menuju tempat eksekusi.

### 5. Relevansi Saat Ini
Bagi banyak orang, lagu ini menjadi pengingat bahwa penderitaan Yesus bukanlah sebuah kegagalan yang patut dikasihani. Sebaliknya, itu adalah **tindakan kedaulatan Tuhan**.

Ketika orang menyanyikan lagu ini, pesan yang tertanam adalah:
*Jangan berhenti pada perasaan kasihan.*
*Pahami bahwa salib itu adalah harga dari dosa manusia.*
*Dan yang terpenting, ikuti jejak-Nya dalam ketaatan.*

---
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"teologi salib"**. Thomas B. Pollock ingin mengubah cara pandang jemaat dari sekadar "penonton yang kasihan" menjadi "pengikut yang bertobat". Lagu ini adalah ajakan bagi setiap Kristen untuk melihat salib bukan sebagai tragedi sejarah, melainkan sebagai cermin untuk melihat dosa sendiri dan kemudian berjalan di belakang Kristus.