NKB
Segala Puji NamaNya
Blessed Be the Name / All Praise to Him Who Reigns Above
Informasi Lagu
93
Nomor
Kode
NKB 93
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Style
WestCoastPop
Pencipta Lagu
Ralph E. Hudson
Pencipta Syair
W.H. Clark
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
KPPK 11
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Segala puji bagiNya di tahta mulia,
yang sudah memb’ri PutraNya kepada dunia.
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
O Nama Yesus mulia di alam semesta;
Malaikat t’rus memujiNya di sorga yang baka.
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Mukhalis, Sobat yang benar, disiksa, didera;
Rencana Allah t’lah genap demi manusia.
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Dialah Raja yang besar, tiada bandingnya;
SabdaNya adil dan benar selama-lamanya.
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Puji namaNya, puji namaNya, mari pujilah namaNya!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Blessed Be the Name"** (atau dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan judul **"Segala Puji Nama-Nya"**) adalah salah satu himne klasik yang paling dicintai di dunia Kristen.
Untuk memahami kisahnya, kita perlu melihat kolaborasi unik antara dua tokoh di balik lagu ini: **Ralph E. Hudson** (komposer musik) dan **William H. Clark** (penulis lirik).
### 1. Latar Belakang Penulisan (1888)
Lagu ini lahir di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1888. Pada masa itu, Ralph E. Hudson adalah seorang penerbit musik gerejawi dan penginjil yang sangat produktif. Ia sering mencari lirik-lirik baru yang bisa menggugah semangat jemaat dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*).
William H. Clark, seorang penginjil awam, menulis lirik lagu ini dengan fokus utama pada **keagungan dan otoritas nama Yesus**. Clark terinspirasi oleh ayat-ayat Alkitab yang menekankan bahwa di dalam nama Yesus ada keselamatan, kuasa, dan otoritas di atas segala sesuatu (seperti dalam Filipi 2:9-11).
### 2. Proses Penciptaan yang Spontan
Ada sebuah kisah yang sering diceritakan dalam literatur sejarah himne mengenai bagaimana lagu ini tercipta. Dikatakan bahwa Ralph E. Hudson menerima lirik tersebut dari William H. Clark dan ia merasa sangat tergerak oleh kesederhanaan namun dalamnya makna lirik tersebut.
Hudson kemudian duduk di depan organnya dan mencoba mengomposisi melodi yang memberikan kesan "berarak" atau penuh kemenangan. Ia ingin lagu ini tidak terdengar melankolis, melainkan sebuah pernyataan syukur yang kuat. Hasilnya adalah melodi yang berirama tegas dan bersemangat, yang sangat cocok untuk dinyanyikan oleh kelompok besar dalam pertemuan kebangunan rohani.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar puji-pujian kosong, melainkan sebuah "teologi dalam nyanyian":
* **"All praise to Him who reigns above"** (Segala puji bagi Dia yang bertahta di atas): Ini mengakui kedaulatan Allah.
* **"In majesty and love"** (Dalam kemuliaan dan kasih): Menyeimbangkan antara keagungan Allah yang kudus dan kasih-Nya yang merangkul manusia.
* **"The name above all names"** (Nama di atas segala nama): Merujuk langsung pada Filipi 2:9. Lagu ini mengajak jemaat untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada Yesus.
### 4. Popularitas dan Warisan
Lagu ini meledak popularitasnya karena dua alasan:
1. **Struktur Melodi:** Ritmenya yang repetitif namun menggugah semangat membuat jemaat dengan mudah menghafalnya hanya dalam satu kali dengar.
2. **Kebutuhan Zaman:** Pada masa itu, gerakan kebangunan rohani di Amerika sedang gencar-gencarnya. Gereja membutuhkan lagu yang bisa menyatukan suara ribuan orang dengan tema sentral tentang keselamatan oleh Yesus Kristus.
Lagu ini menjadi lagu standar dalam hampir semua buku himne (hymnal) di gereja-gereja Injili dan Protestan di seluruh dunia hingga hari ini. Di Indonesia, lagu ini tetap populer karena terjemahannya yang kuat dan musiknya yang tetap relevan untuk mengawali kebaktian dengan penuh sukacita.
### Kesimpulan
Kisah dibalik "Segala Puji Nama-Nya" adalah kisah tentang **kolaborasi untuk tujuan penginjilan**. Tidak ada catatan dramatis tentang tragedi atau wahyu supranatural yang spektakuler saat menulisnya; sebaliknya, lagu ini adalah hasil dari dedikasi dua pria yang ingin menciptakan sarana bagi umat Tuhan untuk menyatakan kekaguman mereka kepada Yesus Kristus.
Hingga hari ini, setiap kali lagu ini dinyanyikan, ia berfungsi sebagai deklarasi iman bahwa Yesus adalah Tuhan yang bertahta di atas segalanya, sebagaimana yang dirasakan oleh Hudson dan Clark lebih dari 130 tahun yang lalu.
Untuk memahami kisahnya, kita perlu melihat kolaborasi unik antara dua tokoh di balik lagu ini: **Ralph E. Hudson** (komposer musik) dan **William H. Clark** (penulis lirik).
### 1. Latar Belakang Penulisan (1888)
Lagu ini lahir di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1888. Pada masa itu, Ralph E. Hudson adalah seorang penerbit musik gerejawi dan penginjil yang sangat produktif. Ia sering mencari lirik-lirik baru yang bisa menggugah semangat jemaat dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*).
William H. Clark, seorang penginjil awam, menulis lirik lagu ini dengan fokus utama pada **keagungan dan otoritas nama Yesus**. Clark terinspirasi oleh ayat-ayat Alkitab yang menekankan bahwa di dalam nama Yesus ada keselamatan, kuasa, dan otoritas di atas segala sesuatu (seperti dalam Filipi 2:9-11).
### 2. Proses Penciptaan yang Spontan
Ada sebuah kisah yang sering diceritakan dalam literatur sejarah himne mengenai bagaimana lagu ini tercipta. Dikatakan bahwa Ralph E. Hudson menerima lirik tersebut dari William H. Clark dan ia merasa sangat tergerak oleh kesederhanaan namun dalamnya makna lirik tersebut.
Hudson kemudian duduk di depan organnya dan mencoba mengomposisi melodi yang memberikan kesan "berarak" atau penuh kemenangan. Ia ingin lagu ini tidak terdengar melankolis, melainkan sebuah pernyataan syukur yang kuat. Hasilnya adalah melodi yang berirama tegas dan bersemangat, yang sangat cocok untuk dinyanyikan oleh kelompok besar dalam pertemuan kebangunan rohani.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar puji-pujian kosong, melainkan sebuah "teologi dalam nyanyian":
* **"All praise to Him who reigns above"** (Segala puji bagi Dia yang bertahta di atas): Ini mengakui kedaulatan Allah.
* **"In majesty and love"** (Dalam kemuliaan dan kasih): Menyeimbangkan antara keagungan Allah yang kudus dan kasih-Nya yang merangkul manusia.
* **"The name above all names"** (Nama di atas segala nama): Merujuk langsung pada Filipi 2:9. Lagu ini mengajak jemaat untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada Yesus.
### 4. Popularitas dan Warisan
Lagu ini meledak popularitasnya karena dua alasan:
1. **Struktur Melodi:** Ritmenya yang repetitif namun menggugah semangat membuat jemaat dengan mudah menghafalnya hanya dalam satu kali dengar.
2. **Kebutuhan Zaman:** Pada masa itu, gerakan kebangunan rohani di Amerika sedang gencar-gencarnya. Gereja membutuhkan lagu yang bisa menyatukan suara ribuan orang dengan tema sentral tentang keselamatan oleh Yesus Kristus.
Lagu ini menjadi lagu standar dalam hampir semua buku himne (hymnal) di gereja-gereja Injili dan Protestan di seluruh dunia hingga hari ini. Di Indonesia, lagu ini tetap populer karena terjemahannya yang kuat dan musiknya yang tetap relevan untuk mengawali kebaktian dengan penuh sukacita.
### Kesimpulan
Kisah dibalik "Segala Puji Nama-Nya" adalah kisah tentang **kolaborasi untuk tujuan penginjilan**. Tidak ada catatan dramatis tentang tragedi atau wahyu supranatural yang spektakuler saat menulisnya; sebaliknya, lagu ini adalah hasil dari dedikasi dua pria yang ingin menciptakan sarana bagi umat Tuhan untuk menyatakan kekaguman mereka kepada Yesus Kristus.
Hingga hari ini, setiap kali lagu ini dinyanyikan, ia berfungsi sebagai deklarasi iman bahwa Yesus adalah Tuhan yang bertahta di atas segalanya, sebagaimana yang dirasakan oleh Hudson dan Clark lebih dari 130 tahun yang lalu.
Cross Reference
KPPK 11
Terpujilah Nama Allah
KPPK