Informasi Lagu
95
Nomor
Kode
NKB 95
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Edward J. Hopkins
Pencipta Syair
John Chandler
Penerjemah
B. Maruta
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Di sorga yang terang, di rumah yang baka, Malaikat bersenang memuji Allahnya: Haleluya! Tak habisnya pujiannya: Halleluya!
Di dalam dunia jemaat Tuhan Hu menaikkan bagiNya pujian yang merdu: Haleluya! Tak habisnya pujiannya: Haleluya!
B’ri, Tuhan, kasihMu kudus dan mulia mengalas hidupku selama-lamanya: Haleluya! Pekik gemar k’lak terdengar: Haleluya!
B’ri FirmanMu tetap di bumi terdengar dan orang yang sesat dijadikan benar: Haleluya! Semuanya bernyanyilah: Haleluya!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 95 1
Slide 2 — NKB 95 2
Slide 3 — NKB 95 3
Slide 4 — NKB 95 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 95
Sejarah Lagu
Lagu **"Di Sorga yang Terang"** (judul asli bahasa Inggris: *Above the Clear Blue Sky*) adalah sebuah himne klasik yang memiliki latar belakang menarik yang menggabungkan kesederhanaan teologi anak-anak dengan kedalaman iman Kristen yang teguh.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: John Chandler (1806–1876)
John Chandler adalah seorang pendeta Gereja Inggris yang sangat mencintai penulisan himne dan puisi. Ia terkenal karena banyak menerjemahkan himne-himne kuno dari bahasa Latin ke bahasa Inggris.

Lirik *"Above the Clear Blue Sky"* ditulis oleh Chandler pada tahun 1841. Tujuan utamanya menulis lagu ini adalah untuk **pendidikan iman anak-anak**. Pada masa itu, himne sering kali terlalu berat atau menggunakan bahasa teologi yang rumit bagi anak-anak. Chandler ingin menciptakan sebuah lagu yang mudah dipahami oleh anak-anak mengenai di mana Tuhan berada dan bagaimana kemuliaan surga itu, namun tetap mempertahankan martabat kekudusan Allah.

### 2. Komposer Musik: Edward J. Hopkins (1818–1901)
Melodi yang paling dikenal untuk lagu ini disusun oleh **Edward J. Hopkins**, seorang organis dan komposer gerejawi yang sangat dihormati di Inggris pada abad ke-19. Ia menjabat sebagai organis di *Temple Church*, London, selama lebih dari 50 tahun.

Hopkins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan megah namun tetap tenang. Musik yang ia ciptakan untuk lirik Chandler memberikan kesan damai, seolah-olah menggambarkan luas dan tenangnya langit biru yang disebut dalam lirik tersebut.

### 3. Makna dan Pesan di Balik Lagu
Lagu ini berfokus pada transisi dari pemandangan duniawi (langit biru yang kita lihat) menuju pemandangan rohani (takhta Tuhan).

* **Bait 1:** Menggambarkan pemandangan fisik yang indah—langit biru yang bersih—dan menyatakan bahwa di balik itu semua, ada "rumah" Tuhan.
* **Bait 2:** Menggambarkan para malaikat yang melayani di hadapan Tuhan, menanamkan rasa hormat kepada anak-anak tentang kesucian tempat tinggal Allah.
* **Bait-bait berikutnya:** Berfokus pada kasih Tuhan kepada anak-anak (merujuk pada ayat Alkitab di mana Yesus berkata, "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku") dan bagaimana Yesus menjadi perantara yang membawa anak-anak untuk bisa sampai ke surga yang terang tersebut.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Kekuatan dari lagu ini terletak pada **kontras yang sederhana**.
* Bagi seorang anak kecil, langit biru adalah batas tertinggi yang bisa mereka bayangkan. Lagu ini mengajak mereka melampaui batas pandangan fisik itu untuk memikirkan kekekalan.
* Lagu ini tidak menakut-nakuti tentang penghakiman, melainkan menawarkan rasa aman bahwa surga adalah tempat yang "terang" dan penuh kasih di mana Yesus menanti.

### Pengaruhnya di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sering muncul di Buku Nyanyian Gerejawi, seperti **Kidung Jemaat (KJ) No. 276**.

Versi bahasa Indonesia (*"Di sorga yang terang, di rumah Bapa yang baka"*) tetap mempertahankan nuansa melodi asli Hopkins yang tenang dan khidmat. Lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan dalam kebaktian sekolah minggu maupun ibadah umum, karena mampu menyampaikan pesan pengharapan akan kehidupan kekal dengan bahasa yang puitis namun sederhana.

**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang upaya seorang pendeta untuk mendekatkan dunia anak-anak kepada keagungan Tuhan. Ia tidak menggunakan kata-kata yang rumit, melainkan menggunakan metafora "langit biru" yang setiap hari dilihat oleh anak-anak untuk menjelaskan bahwa ada kasih yang lebih besar dan tempat yang lebih indah yang menunggu mereka di "atas sana."