NP
Sangat Besar Anug'rahNya
Amazing Grace! How Sweet the Sound
Informasi Lagu
119
Nomor
Kode
NP 119
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
tradisional Amerika
Pencipta Syair
John Newton
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Sangat besar anugrahNya
Yang tlah kualami!
Sesat aku dulu kala,
Slamatlah ku kini.
Oleh anugrah hilanglah
Segala takutku;
Betapa indah anugrah,
Membri berkat restu!
Sering bahaya dan jerat
Mengancam hidupku;
Oleh anugrahku slamat;
Ke surga ku tuju.
Di rumah Bapa yang baka,
Trang bagai sang surya;
Sejuta tahun ku di sana,
Tak habis ku puja!
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Amazing Grace"** (Sangat Besar Anug’rah-Nya) bukan sekadar lagu rohani populer; lagu ini adalah refleksi jujur dari perjalanan hidup penulisnya, **John Newton (1725–1807)**, yang berubah dari seorang yang dianggap "kejam" menjadi seorang pelayan Tuhan yang rendah hati.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Masa Muda yang Penuh Pemberontakan
John Newton lahir di London. Ibunya adalah seorang Kristen yang taat, namun ia meninggal dunia saat Newton baru berusia tujuh tahun. Kehilangan sosok ibu membuat Newton kehilangan arah. Ia tumbuh menjadi pria yang keras kepala, pemberontak, dan sangat membenci otoritas.
### 2. Kehidupan sebagai Pedagang Budak
Newton kemudian bergabung dengan Angkatan Laut Inggris, namun ia sering melanggar disiplin. Setelah keluar, ia terjun ke dalam bisnis yang paling kelam di zamannya: **perdagangan budak trans-Atlantik**.
Sebagai kapten kapal budak, Newton dikenal sangat kejam. Ia tidak hanya mengangkut ribuan orang Afrika ke Amerika untuk dijual sebagai budak dalam kondisi yang tidak manusiawi, tetapi ia juga menjalani hidup yang sangat amoral, kasar, dan penuh dengan penistaan terhadap agama. Ia bahkan sering mengejek orang-orang Kristen yang ia temui.
### 3. Peristiwa Badai di Laut (Titik Balik)
Pada tahun 1748, saat Newton berlayar di lepas pantai Irlandia, kapalnya dihantam badai besar yang hampir menenggelamkan mereka. Kapal itu rusak parah dan Newton berada di ambang kematian. Dalam keputusasaan, ia mulai berteriak kepada Tuhan—bukan karena iman yang teguh, melainkan karena rasa takut yang luar biasa.
Ia kemudian selamat dari badai tersebut. Peristiwa ini menjadi titik balik hidupnya. Ia mulai mempelajari Alkitab dan perlahan-lahan meninggalkan kehidupan lamanya. Namun, transisinya tidak instan; ia masih sempat bekerja di kapal budak selama beberapa waktu sebelum akhirnya benar-benar bertobat dan meninggalkan profesi tersebut.
### 4. Menjadi Seorang Pendeta
Newton akhirnya meninggalkan dunia pelayaran dan menjadi seorang pendeta di Olney, Inggris. Sepanjang hidupnya, ia merasa sangat bersalah atas masa lalunya sebagai pedagang budak. Ia sering menyebut dirinya sebagai **"orang yang pernah hilang, namun kini ditemukan."**
### 5. Penciptaan "Amazing Grace"
Lagu ini ditulis sekitar tahun 1772 untuk kebaktian tahun baru di gerejanya. Newton tidak menulisnya untuk dipublikasikan secara luas, melainkan sebagai ilustrasi untuk khotbahnya yang membahas tentang 1 Tawarikh 17:16-17 (tentang kerendahan hati Raja Daud di hadapan Tuhan).
Liriknya secara gamblang menceritakan pengalamannya:
* *"Amazing grace! How sweet the sound that saved a wretch like me."* (Anugerah yang ajaib! Betapa manis suaranya, menyelamatkan orang celaka seperti aku).
* Newton menyebut dirinya **"wretch"** (orang celaka/bejat) karena ia benar-benar merasa dirinya tidak layak atas pengampunan Tuhan setelah semua kejahatan yang ia perbuat.
### 6. Warisan Newton
Menariknya, John Newton kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam **gerakan penghapusan perbudakan (abolisionisme)** di Inggris. Ia menjadi mentor bagi **William Wilberforce**, politisi yang gigih memperjuangkan undang-undang penghapusan perbudakan di parlemen Inggris. Newton memberikan kesaksian nyata tentang kekejaman perdagangan budak, yang membantu membuka mata banyak orang.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
* **Kejujuran:** Lagu ini tidak berfokus pada kehebatan manusia, melainkan pada pengakuan akan kelemahan dan ketergantungan mutlak pada Tuhan.
* **Harapan:** Pesan bahwa tidak ada orang yang terlalu "rusak" atau "hilang" hingga tidak bisa dijangkau oleh anugerah Tuhan.
* **Melodi:** Lagu ini kemudian dipadukan dengan melodi tradisional Amerika berjudul "New Britain" pada pertengahan abad ke-19, yang memberikan nuansa melankolis namun megah yang kita kenal sekarang.
Hingga hari ini, *Amazing Grace* tetap menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di seluruh dunia, dinyanyikan baik di gereja-gereja, upacara kenegaraan, maupun sebagai simbol pengharapan di saat-saat tersulit.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Masa Muda yang Penuh Pemberontakan
John Newton lahir di London. Ibunya adalah seorang Kristen yang taat, namun ia meninggal dunia saat Newton baru berusia tujuh tahun. Kehilangan sosok ibu membuat Newton kehilangan arah. Ia tumbuh menjadi pria yang keras kepala, pemberontak, dan sangat membenci otoritas.
### 2. Kehidupan sebagai Pedagang Budak
Newton kemudian bergabung dengan Angkatan Laut Inggris, namun ia sering melanggar disiplin. Setelah keluar, ia terjun ke dalam bisnis yang paling kelam di zamannya: **perdagangan budak trans-Atlantik**.
Sebagai kapten kapal budak, Newton dikenal sangat kejam. Ia tidak hanya mengangkut ribuan orang Afrika ke Amerika untuk dijual sebagai budak dalam kondisi yang tidak manusiawi, tetapi ia juga menjalani hidup yang sangat amoral, kasar, dan penuh dengan penistaan terhadap agama. Ia bahkan sering mengejek orang-orang Kristen yang ia temui.
### 3. Peristiwa Badai di Laut (Titik Balik)
Pada tahun 1748, saat Newton berlayar di lepas pantai Irlandia, kapalnya dihantam badai besar yang hampir menenggelamkan mereka. Kapal itu rusak parah dan Newton berada di ambang kematian. Dalam keputusasaan, ia mulai berteriak kepada Tuhan—bukan karena iman yang teguh, melainkan karena rasa takut yang luar biasa.
Ia kemudian selamat dari badai tersebut. Peristiwa ini menjadi titik balik hidupnya. Ia mulai mempelajari Alkitab dan perlahan-lahan meninggalkan kehidupan lamanya. Namun, transisinya tidak instan; ia masih sempat bekerja di kapal budak selama beberapa waktu sebelum akhirnya benar-benar bertobat dan meninggalkan profesi tersebut.
### 4. Menjadi Seorang Pendeta
Newton akhirnya meninggalkan dunia pelayaran dan menjadi seorang pendeta di Olney, Inggris. Sepanjang hidupnya, ia merasa sangat bersalah atas masa lalunya sebagai pedagang budak. Ia sering menyebut dirinya sebagai **"orang yang pernah hilang, namun kini ditemukan."**
### 5. Penciptaan "Amazing Grace"
Lagu ini ditulis sekitar tahun 1772 untuk kebaktian tahun baru di gerejanya. Newton tidak menulisnya untuk dipublikasikan secara luas, melainkan sebagai ilustrasi untuk khotbahnya yang membahas tentang 1 Tawarikh 17:16-17 (tentang kerendahan hati Raja Daud di hadapan Tuhan).
Liriknya secara gamblang menceritakan pengalamannya:
* *"Amazing grace! How sweet the sound that saved a wretch like me."* (Anugerah yang ajaib! Betapa manis suaranya, menyelamatkan orang celaka seperti aku).
* Newton menyebut dirinya **"wretch"** (orang celaka/bejat) karena ia benar-benar merasa dirinya tidak layak atas pengampunan Tuhan setelah semua kejahatan yang ia perbuat.
### 6. Warisan Newton
Menariknya, John Newton kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam **gerakan penghapusan perbudakan (abolisionisme)** di Inggris. Ia menjadi mentor bagi **William Wilberforce**, politisi yang gigih memperjuangkan undang-undang penghapusan perbudakan di parlemen Inggris. Newton memberikan kesaksian nyata tentang kekejaman perdagangan budak, yang membantu membuka mata banyak orang.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
* **Kejujuran:** Lagu ini tidak berfokus pada kehebatan manusia, melainkan pada pengakuan akan kelemahan dan ketergantungan mutlak pada Tuhan.
* **Harapan:** Pesan bahwa tidak ada orang yang terlalu "rusak" atau "hilang" hingga tidak bisa dijangkau oleh anugerah Tuhan.
* **Melodi:** Lagu ini kemudian dipadukan dengan melodi tradisional Amerika berjudul "New Britain" pada pertengahan abad ke-19, yang memberikan nuansa melankolis namun megah yang kita kenal sekarang.
Hingga hari ini, *Amazing Grace* tetap menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di seluruh dunia, dinyanyikan baik di gereja-gereja, upacara kenegaraan, maupun sebagai simbol pengharapan di saat-saat tersulit.