Informasi Lagu
217
Nomor
Kode
NP 217
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Ira D. Sankey
Pencipta Syair
William O. Cushing
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Pada Batu Karang yang tinggi teguh Ku ingin berlindung ketika sendu; Lelah dan berdosa trimaku, Tuhan! Kau Batu Karang yang membri lindungan. Ya padaMu, ya padaMu Engkau Batu Karang tempat berteduh.
Di waktu tenang atau waktu sedih, Di waktu godaan berat menindih, Di waktu jiwaku dilanda topan, Kau Batu Karang yang membri lindungan.
Krap kali ku takut sebab tertekan; Lekas aku lari kepada Tuhan; Krap kali musuh mau membinasakan, Tapi Batu Karang membri lindungan.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 217
Sejarah Lagu
Lagu **"O Safe to the Rock That Is Higher Than I"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Engkau Batu Karang yang Teguh"**) adalah salah satu karya klasik dalam dunia musik gerejawi yang lahir dari kolaborasi dua tokoh besar era kebangunan rohani abad ke-19: **William O. Cushing** (penulis lirik) dan **Ira D. Sankey** (komposer musik).

Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Sosok di Balik Lirik: William O. Cushing (1823–1903)
William O. Cushing adalah seorang pendeta dari Massachusetts, Amerika Serikat. Kehidupan pribadinya penuh dengan tantangan fisik. Di tengah masa pelayanannya yang aktif, ia menderita kondisi kesehatan yang perlahan-lahan membuatnya kehilangan kemampuan untuk berbicara (disfonia).

Kondisi ini memaksanya untuk pensiun dini dari mimbar gereja. Bagi seorang pengkhotbah yang hidupnya didedikasikan untuk menyampaikan firman Tuhan, kehilangan suara adalah sebuah tragedi yang sangat berat. Namun, alih-alih menyerah pada kepahitan, Cushing mengalihkan kesedihannya ke dalam tulisan. Ia mulai menulis puisi dan lirik lagu rohani. Ia percaya bahwa meskipun suaranya tidak lagi bisa memuji Tuhan lewat khotbah, pena dan pikirannya masih bisa menjadi alat bagi Tuhan.

### 2. Inspirasi Alkitabiah: Mazmur 61:2
Lirik lagu ini berakar kuat pada **Mazmur 61:2**, yang berbunyi:
> *"Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku."*

Cushing merenungkan perasaan manusia yang sering merasa "lemah lesu" dan "kecil" di tengah badai kehidupan. Ia menggambarkan sosok Tuhan sebagai "Batu Karang" (Rock) yang tinggi, sebuah tempat perlindungan yang kokoh, tidak tergoyahkan, dan mampu menampung jiwa yang lelah.

### 3. Peran Ira D. Sankey (1840–1908)
Ira D. Sankey adalah penyanyi injil terkenal yang bermitra dengan penginjil besar **D.L. Moody**. Sankey memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang mudah diingat namun memiliki kedalaman emosional.

Ketika Cushing mengirimkan lirik ini kepada Sankey, Sankey langsung merasakan kekuatan dari kata-kata tersebut. Ia memahami bahwa lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah doa bagi mereka yang sedang putus asa. Sankey kemudian menggubah musiknya dengan nada yang lembut namun tegas, mencerminkan ketenangan yang ditemukan di dalam "Batu Karang" tersebut.

### 4. Makna dan Dampak Lagu
Lagu ini menjadi sangat populer dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani di seluruh dunia pada akhir abad ke-19. Kisah di balik lagu ini menyentuh hati banyak orang karena beberapa alasan:

* **Penderitaan menjadi Berkat:** Banyak jemaat yang terinspirasi oleh fakta bahwa lagu ini lahir dari seorang pria yang kehilangan suaranya. Mereka belajar bahwa Tuhan tetap bisa memakai orang yang merasa "tidak mampu" atau "cacat".
* **Tempat Perlindungan:** Di zaman yang penuh dengan pergolakan sosial dan perang, lirik tentang mencari perlindungan di "Batu Karang yang Lebih Tinggi" memberikan harapan nyata bahwa ada otoritas yang lebih besar di atas segala masalah duniawi.
* **Kesederhanaan yang Dalam:** Liriknya mengajak pendengar untuk berpaling dari kekuatan diri sendiri yang terbatas menuju kekuatan Tuhan yang tak terbatas.

### Petikan Lirik yang Menyentuh:
Salah satu bagian paling berkesan dari lagu ini dalam bahasa Inggris adalah:
> *"O safe to the Rock that is higher than I,*
> *My soul in its conflicts and sorrows would fly;"*

Terjemahannya (dalam versi Indonesia):
> *"O, ke Batu Karang yang teguh dan tinggi,*
> *Tempatku berlindung di saat benci;*
> *Biarlah jiwaku di sana tenang,*
> *Terlepas dari dosa dan kuasa garang."*

### Kesimpulan
Lagu "Engkau Batu Karang yang Teguh" bukan sekadar musik pengiring kebaktian. Ia adalah **monumen iman** dari seorang pria yang kehilangan suaranya namun menemukan "suara" baru dalam tulisannya. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini, menjadi pengingat bagi setiap orang yang merasa lelah secara mental, fisik, maupun rohani, bahwa ada "Batu Karang" yang selalu siap menyangga dan melindungi mereka.