Informasi Lagu
223
Nomor
Kode
NP 223
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
R. Kelso Carter
Pencipta Syair
R. Kelso Carter
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ku berdiri atas janji Rajaku; Puji syukur bagi Kristus ku seru; Spanjang abad bergema nyanyianku; Yakin akan janji Penebus. Ku berdiri, ku berdiri atas janji Tuhan Yesus; Ku berdiri, berdiri atas janji Penebus.
Ku berdiri atas janji yang teguh, Walau topan bimbang ragu berderu; Firman Allah sumber kemenanganku; Yakin akan janji Penebus.
Ku berdiri atas janji Tuhanku; KasihNya kekal tetap mengikatku; SabdaNya bagai senjata yang ampuh; Yakin akan janji Penebus.
Ku berdiri atas janji yang kukuh; Kudengar suara RohNya yang merdu; Ku bersandar pada Juru Slamatku, Yakin akan janji Penebus.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 223
Sejarah Lagu
Lagu **"Standing on the Promises"** (Berdiri Atas Janji Penebus) adalah salah satu lagu himne Kristen paling ikonik di dunia. Dibalik nadanya yang semangat dan liriknya yang penuh keyakinan, terdapat kisah tentang seorang pria yang mengalami transformasi hidup yang luar biasa.

Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Sosok R. Kelso Carter: Sang Penulis
**Russell Kelso Carter (1849–1928)** adalah seorang pria dengan latar belakang yang sangat menarik. Ia bukan sekadar penulis lagu; ia adalah seorang sarjana, atlet, musisi, perwira militer, dan profesor di Pennsylvania Military Academy.

Pada masa mudanya, Carter dikenal sebagai orang yang sangat rasional, intelektual, dan skeptis terhadap hal-hal yang bersifat spiritual. Namun, hidupnya berubah drastis setelah ia mengalami peristiwa kesehatan yang parah.

### 2. Pertobatan dan Pengalaman Kesembuhan
Pada tahun 1879, ketika berusia 30 tahun, Carter jatuh sakit parah karena penyakit jantung (karena kondisi fisik yang lemah dan stres). Para dokter saat itu sudah menyerah dan menyatakan bahwa ajalnya sudah dekat.

Dalam masa-masa keputusasaan itu, Carter mulai mempelajari Alkitab secara mendalam. Ia mulai membaca janji-janji Tuhan mengenai kesembuhan dan pemeliharaan hidup. Ia memutuskan untuk meletakkan logika ilmiahnya sejenak dan benar-benar bersandar pada apa yang tertulis di dalam Alkitab.

Secara ajaib, kesehatannya berangsur-angsur pulih sepenuhnya. Pengalaman ini mengubah pandangan dunianya. Ia tidak lagi melihat Alkitab sebagai buku sastra atau filosofi, melainkan sebagai **"kontrak" atau "janji" nyata** dari Tuhan yang dapat dipegang dan diandalkan dalam situasi apa pun.

### 3. Kelahiran Lagu (1886)
Tujuh tahun setelah kesembuhannya, pada tahun 1886, Carter menulis lirik lagu "Standing on the Promises". Lagu ini ia tulis bukan untuk pamer kemampuan sastra, melainkan sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun badai kehidupan datang, janji Tuhan tidak akan pernah gagal.

Karya ini kemudian dipopulerkan oleh **John R. Sweney**, seorang komposer musik gereja yang sangat berpengaruh pada masa itu, yang memberikan melodi yang penuh semangat dan optimis untuk lirik yang ditulis Carter.

### 4. Makna di Balik Lirik
Lagu ini mencerminkan transisi pemikiran Carter:
* **"Standing on the promises of Christ my King"**: Ini adalah deklarasi bahwa ia tidak lagi berdiri di atas logikanya sendiri, melainkan di atas otoritas Kristus.
* **"Through eternal ages let His praises ring"**: Sebuah respons syukur atas kesetiaan Tuhan yang tidak lekang oleh waktu.
* **"Glory in the highest, I will shout and sing"**: Ekspresi sukacita yang meluap karena ia telah membuktikan bahwa janji Tuhan itu nyata dalam hidupnya yang pernah "divonis mati" oleh dokter.

### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer dalam gerakan kebangunan rohani di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. "Standing on the Promises" dianggap sebagai "Himne Pejuang Iman".

Kisah R. Kelso Carter mengajarkan kita bahwa:
1. **Iman lahir dari krisis:** Seringkali kita baru benar-benar memahami "janji Tuhan" ketika kita berada di titik terendah.
2. **Janji Tuhan adalah jangkar:** Seperti namanya, lagu ini menekankan bahwa dalam dunia yang berubah-ubah, satu-satunya tempat yang kokoh untuk "berdiri" adalah firman Tuhan.

Hingga hari ini, lagu ini tetap dinyanyikan di banyak gereja di seluruh dunia sebagai pengingat bahwa saat kita menghadapi keraguan, kegagalan, atau penyakit, kita bisa tetap berdiri teguh di atas janji penebusan Yesus Kristus.