Informasi Lagu
233
Nomor
Kode
NP 233
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
C. Harold Lowden
Pencipta Syair
Thomas O. Chisholm
Cross Ref.
KMM 125, GB226, KK 550, NKB 130
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Hidup benar bagi Sang Penebus, Slalu setia dan gembira trus, Kusrahkan diri dengan sepenuh: Inilah jalan berkat bagiku. Ya Yesus, Juru Slamat, kusrahkan diriku, Karna tlah Kau serahkan hidupMu bagiku; Tiada lain Tuhan; Hatiku takhtaMu; Kusrahkan diri: trimalah, Ya Tuhan hidupku.
Hidup benar bagi Sang Penebus, Dia disalib, dosa ditebus; Kasih yang agung menguasaiku; Kuikut Dia, hatiku teguh.
Hidup benar bagi Sang Penebus, Persekutuan mesra dan kudus; Orang yang hilang aku cari trus; Kubawa dia kepada Yesus.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NP 233 1
Slide 2 — NP 233 2
Slide 3 — NP 233 3
Slide 4 — NP 233 4
Partitur / Not
Partitur Chord NP 233
Sejarah Lagu
Lagu **"Living for Jesus"** (Hidup bagi Sang Penebus) adalah salah satu himne yang paling dicintai dalam tradisi Kristen. Kekuatan lagu ini terletak pada kesederhanaan liriknya yang mencerminkan penyerahan diri total kepada Kristus.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: Thomas O. Chisholm (1866–1960)
Thomas O. Chisholm bukanlah seorang pengkhotbah atau pendeta ternama. Ia adalah seorang pria yang hidupnya banyak didera masalah kesehatan dan kesulitan finansial. Namun, ia memiliki kedalaman iman yang luar biasa.

* **Latar Belakang:** Chisholm lahir di sebuah rumah kayu di Kentucky. Ia tidak menempuh pendidikan formal yang tinggi, namun ia belajar secara otodidak dan menjadi guru pada usia 16 tahun.
* **Motivasi Menulis:** Ia menulis lagu ini pada tahun **1917**. Saat itu, Chisholm telah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Ia menulis lagu ini bukan berdasarkan teori teologis yang rumit, melainkan sebagai **pernyataan pribadi**. Ia ingin membuat sebuah lagu yang menyatakan keinginan hatinya untuk hidup sepenuhnya bagi Tuhan, terlepas dari apa pun kondisi fisik atau keuangannya.
* **Filosofi:** Baginya, hidup Kristen bukanlah sekadar ritual keagamaan, melainkan penyerahan "seluruh hidup" (total surrender) untuk dikendalikan oleh Roh Kudus. Itulah sebabnya liriknya sangat personal: *"Hidup bagi Yesus, ku mau sepenuhnya, tiap hari dan langkah, dipimpin-Nya."*

### 2. Komposer Musik: C. Harold Lowden (1883–1963)
C. Harold Lowden adalah seorang komposer dan editor musik gerejawi yang sangat produktif. Ia bertemu dengan lirik yang ditulis Chisholm dan merasakan dorongan kuat untuk memberikan melodi yang tepat bagi pesan tersebut.

* **Proses Penciptaan:** Lowden menerima lirik tersebut dari Chisholm. Saat membacanya, ia merasakan bahwa kata-kata tersebut membutuhkan melodi yang tenang, rendah hati, namun tetap bertenaga (mengalir). Ia menciptakan nada yang tidak terlalu melompat-lompat, sehingga pesan dari liriknya bisa terdengar jelas oleh jemaat saat dinyanyikan.
* **Kolaborasi:** Meskipun mereka tidak selalu bekerja bersama dalam satu ruangan, sinergi antara lirik Chisholm dan musik Lowden dianggap sebagai salah satu kolaborasi himne terbaik di awal abad ke-20. Lagu ini dipublikasikan pertama kali oleh *The Heidelberg Press* pada tahun 1917.

### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini sangat kuat karena setiap baitnya merepresentasikan aspek penyerahan diri:
* **Bait 1:** Penyerahan seluruh hidup (tubuh dan jiwa) kepada Kristus.
* **Bait 2:** Penyerahan waktu, talenta, dan harta milik.
* **Bait 3:** Penyerahan keinginan dan kehendak pribadi kepada kehendak Allah.
* **Refrein:** Menegaskan bahwa hidup ini bukan milik kita lagi, melainkan milik Kristus yang telah menebus kita dengan harga yang mahal.

### 4. Warisan Lagu Ini
Thomas O. Chisholm mungkin tidak menyangka bahwa lagu ini akan bertahan lebih dari satu abad. Chisholm sendiri kemudian menjadi sangat terkenal karena menulis himne lain yang jauh lebih populer, yaitu **"Great Is Thy Faithfulness"** (Besarlah Setia-Mu).

Namun, bagi banyak orang, "Hidup bagi Sang Penebus" tetap menjadi himne yang paling menyentuh saat seseorang memutuskan untuk berkomitmen melayani Tuhan secara serius. Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian penyerahan diri, baptisan, atau acara pengutusan misionaris.

**Pesan inti yang ingin disampaikan oleh Chisholm melalui lagu ini adalah:**
Bahwa meski dunia mungkin tidak memberikan kemudahan atau harta yang melimpah, tujuan tertinggi dari seorang manusia yang telah ditebus adalah hidup bagi Sang Penebus itu sendiri.

---
**Lirik Singkat (Bahasa Indonesia):**
*Hidup bagi Yesus, ku mau sepenuhnya,*
*Tiap hari dan langkah, dipimpin-Nya.*
*S’luruh hidupku milik-Nya yang mulia,*
*O, betapa bahagia, hidup bagi-Nya.*