Informasi Lagu
240
Nomor
Kode
NP 240
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Terrye Coelho
Pencipta Syair
Terrye Coelho
Cross Ref.
PKJ 196
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Bapa, kupujaMu; Trimalah hidupku; KucintaMu
Yesus, kupujaMu; Trimalah hidupku; KucintaMu.
Roh pun, kupujaMu; Trimalah hidupku; KucintaMu.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — NP 240 1
Slide 2 — NP 240 2
Slide 3 — NP 240 3
Partitur / Not
Partitur Chord NP 240
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Bapa, Kau Kupuji" (Father, I Adore You)** adalah sebuah contoh klasik bagaimana sebuah lagu pujian yang sederhana bisa lahir dari momen ketulusan hati yang mendalam, bukan dari perencanaan teologis yang rumit.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu karya **Terrye Coelho** ini:

### 1. Latar Belakang Pencipta
Terrye Coelho adalah seorang penulis lagu Kristen asal Amerika Serikat. Pada tahun 1972, ia sedang menjalani masa-masa pertumbuhan rohani yang sangat intens. Saat itu, ia tinggal di komunitas kristiani yang sederhana di California. Terrye bukanlah musisi yang terlatih secara formal dalam penulisan lagu megah, namun ia memiliki kebiasaan untuk membawa segala sesuatu dalam doa dan nyanyian.

### 2. Momen Penciptaan
Lagu ini lahir pada suatu pagi di tahun 1972. Saat itu, Terrye sedang duduk dalam kesendirian untuk bersaat teduh (waktu berdoa). Ia merasa sangat terhubung dengan kasih Allah.

Dalam suasana yang tenang tersebut, ia mulai merenungkan hubungan antara dirinya dengan Allah Tritunggal (Bapa, Anak, dan Roh Kudus). Ia ingin mengungkapkan kasihnya secara sederhana, namun mendalam. Terrye menuliskan lagu ini sebagai bentuk **doa pribadi** yang spontan. Ia tidak memiliki niat untuk menerbitkan lagu tersebut ke publik saat itu; lagu itu murni ungkapan hatinya kepada Tuhan.

### 3. Struktur Lagu yang Unik
Keunikan lagu ini terletak pada kesederhanaannya yang repetitif (berulang). Liriknya hanya terdiri dari tiga bait yang polanya sama, hanya mengganti subjeknya:
* **Bait 1:** Kepada Bapa (Father)
* **Bait 2:** Kepada Yesus/Putra (Jesus)
* **Bait 3:** Kepada Roh Kudus (Spirit)

Terrye menggunakan pola "Kasihilah, Sembahlah, dan Pujilah" (Love Him, Worship Him, Adore Him) sebagai inti pengulangan tersebut. Kesederhanaan ini membuat lagu ini sangat mudah diingat oleh siapa pun, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan sangat efektif untuk membawa suasana hening dalam ibadah.

### 4. Penyebaran yang Luar Biasa
Setelah lagu itu tercipta, lagu ini mulai dinyanyikan di kelompok kecil tempat Terrye beribadah. Dari mulut ke mulut, lagu ini menyebar ke gereja-gereja lain di Amerika Serikat.

Lagu ini meledak popularitasnya pada era **Gerakan Yesus (Jesus Movement)** tahun 1970-an. Pada masa itu, ada kerinduan besar di kalangan anak muda Kristen untuk menyanyikan lagu-lagu pujian yang bersifat intim, jujur, dan tidak kaku (berbeda dengan lagu-lagu himne tradisional yang formal). *Father, I Adore You* menjadi lagu wajib di hampir setiap persekutuan doa dan kebaktian kaum muda di seluruh dunia.

### 5. Pesan yang Bertahan Melintasi Waktu
Meskipun lagu ini sudah berusia lebih dari 50 tahun, ia tetap menjadi salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan di gereja di berbagai belahan dunia (termasuk Indonesia dengan terjemahan "Bapa, Kau Kupuji").

Kekuatan lagu ini terletak pada **fokusnya**. Ia tidak meminta berkat, tidak memohon pertolongan, dan tidak menuntut apa pun. Lagu ini murni tentang **penyembahan**—mengakui siapa Tuhan dan memberikan kasih kita kembali kepada-Nya.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak selalu mencari lagu yang rumit atau komposisi musik yang megah. Sebagaimana kisah Terrye Coelho, Tuhan lebih menghargai "buah bibir" yang lahir dari kedekatan hati. Lagu *Bapa, Kau Kupuji* adalah bukti abadi bahwa doa yang tulus, ketika dipadukan dengan musik yang sederhana, bisa menggerakkan hati jutaan orang untuk kembali datang menyembah Tuhan.