Informasi Lagu
271
Nomor
Kode
NP 271
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
William H. Doane
Pencipta Syair
Lydia Baxter
Cross Ref.
KJ 344, KP 59
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ingat akan nama Yesus, Kau yang susah tertekan; Nama itu menghiburmu Dan membri kesukaan. Indahlah namaNya, Pengharapan dunia! Indahlah namaNya, Sukacita yang baka!
Ingat akan nama Yesus, Bagai prisai yang teguh; Bila datang pencobaan, Nama Yesus kau seru.
Sungguh indah nama Yesus, Hati kita bergemar; Bila kita disambutNya, Sukacita pun besar.
Sujud dalam nama Yesus, Kita akan menyembah Dan menobatkanNya Raja, Dalam surga slamanya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NP 271 1
Slide 2 — NP 271 2
Slide 3 — NP 271 3
Slide 4 — NP 271 4
Partitur / Not
Partitur Chord NP 271
Sejarah Lagu
Lagu **"Take the Name of Jesus with You"** (Ingat akan Nama Yesus) adalah salah satu himne yang paling dicintai dalam sejarah gereja. Keindahan lagu ini terletak pada kesederhanaannya yang membawa kekuatan rohani bagi mereka yang sedang berbeban berat.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: Lydia Baxter
Lydia Baxter (1809–1874) adalah seorang wanita yang setia dan aktif dalam pelayanan di New York. Ia bukanlah seorang penulis lagu profesional dalam arti komersial, melainkan seorang wanita yang memiliki kedalaman iman yang luar biasa.

Ia menulis lirik lagu ini pada tahun **1870**. Saat itu, Lydia sudah berusia lanjut dan kondisi kesehatannya mulai menurun. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang sangat mencintai nama Yesus. Baginya, nama "Yesus" bukan sekadar kata, melainkan perlindungan, penghiburan, dan senjata utama saat menghadapi pencobaan.

Lydia menulis lirik ini sebagai ungkapan keyakinan bahwa nama Yesus adalah sumber kekuatan yang "ilahi" (divine) bagi siapa saja yang membawanya di dalam hati mereka. Ia ingin menekankan bahwa nama Yesus adalah perisai yang melindungi dari tipu daya musuh (iblis) dan penghiburan saat duka melanda.

### 2. Komponis: William H. Doane
Lirik yang ditulis oleh Lydia Baxter kemudian diberikan kepada **William Howard Doane** (1832–1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses (pemilik pabrik mesin kayu) namun memiliki bakat musik yang luar biasa dan dedikasi tinggi bagi Tuhan. Ia adalah salah satu penulis lagu himne paling produktif di zamannya.

Doane dikenal sangat ahli dalam menangkap emosi dari lirik dan menerjemahkannya ke dalam melodi yang mudah diingat, ceria, namun tetap memiliki kedalaman teologis. Ketika ia membaca lirik karya Lydia Baxter, ia merasa tergerak dan segera menyusun melodinya.

### 3. Makna di Balik Lagu
Lagu ini diciptakan dengan tujuan untuk memberikan "bekal" bagi orang Kristen. Beberapa poin kunci yang ingin disampaikan oleh Lydia Baxter adalah:

* **Nama sebagai Perisai:** Baris *"Ingatlah nama itu, sebagai perisai dari bahaya"* (Take the name of Jesus with you, as a shield from every snare) mencerminkan keyakinan bahwa saat dunia menawarkan godaan atau ketakutan, fokus pada Yesus akan menjaga iman tetap teguh.
* **Nama sebagai Penghiburan:** Bagi mereka yang berduka atau merasa sendirian, nama Yesus diibaratkan sebagai "sumber sukacita" (Joy and comfort).
* **Nama sebagai Nama yang Berharga:** Liriknya menekankan bahwa nama itu sangat berharga bagi semua orang yang mencintai-Nya, sebuah nama yang akan menjadi "kesukaan di surga".

### 4. Dampak Lagu
Lagu ini diterbitkan pada tahun 1871 dalam buku himne *Pure Gold*. Lagu ini dengan cepat menjadi populer di Amerika Serikat dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Salah satu momen yang paling ikonik dalam sejarah lagu ini adalah ketika lagu ini dinyanyikan dalam sebuah persekutuan di Inggris. Diceritakan bahwa seorang pria yang sedang mengalami depresi berat dan berniat untuk mengakhiri hidupnya, secara tidak sengaja mendengar himne ini dinyanyikan. Kata-kata "Ingat akan nama Yesus" membuatnya berhenti, berbalik arah, dan menemukan pengharapan baru.

### 5. Warisan
Lydia Baxter meninggal dunia hanya empat tahun setelah menulis lagu ini (1874). Ia mungkin tidak pernah membayangkan bahwa sebuah tulisan dari tempat tidur atau mejanya yang sederhana akan dinyanyikan jutaan orang di seluruh dunia, dalam berbagai bahasa, selama lebih dari 150 tahun.

**Kesimpulan:**
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah "doa" yang diubah menjadi musik. Ini adalah kesaksian seorang wanita lanjut usia yang ingin membagikan rahasianya agar tetap kuat menghadapi hari tua: **bahwa nama Yesus adalah satu-satunya hal yang perlu dibawa seseorang dalam perjalanan hidupnya.**

Liriknya terus menjadi pengingat bagi umat Kristen modern bahwa di tengah dunia yang penuh kekacauan, "nama Yesus" tetaplah sebuah tempat perlindungan yang aman.