Informasi Lagu
272
Nomor
Kode
NP 272
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Peter P. Bilhorn
Pencipta Syair
Peter P. Bilhorn
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Di hatiku ada lagu, Gembira dan sangat merdu; Berkali-kali kuseru: Damai anugrah Tuhan. Damai, damai, Damai yang mengherankan; Ya damai yang amat permai, Damai anugrah Tuhan.
Kristus yang tersalib membri Perdamaian dalam hati, Landasan berkat ilahi, Damai anugrah Tuhan.
Ku hidup di dalam Yesus, Dekat pada sisiNya trus; Ku damai karna ditebus, Damai anugrah Tuhan.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 272
Sejarah Lagu
Lagu **"Damai Anug'rah Tuhan"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Sweet Peace, the Gift of God’s Love"***) adalah salah satu himne yang lahir dari pengalaman spiritual yang sangat mendalam dan situasi hidup yang dramatis.

Berikut adalah detail kisah dibalik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Sang Penulis: Peter Philip Bilhorn
Peter P. Bilhorn (1865–1936) adalah seorang penginjil, komposer, dan penyanyi asal Amerika Serikat. Ia dikenal karena suara baritonnya yang kuat dan kemampuannya memainkan organ serta piano. Sebelum menjadi seorang pelayan Tuhan, hidupnya tidaklah mudah. Ia kehilangan ayahnya dalam Perang Saudara Amerika dan harus tumbuh dengan kerja keras.

### 2. Latar Belakang Penciptaan (1887)
Kisah dibalik lagu ini terjadi pada tahun **1887**, ketika Peter P. Bilhorn sedang melakukan perjalanan penginjilan di wilayah Midwest, Amerika Serikat.

Pada suatu malam, ia terjebak dalam cuaca yang sangat buruk saat dalam perjalanan menuju sebuah pertemuan ibadah. Di tengah kegelapan dan badai, ia harus berjalan kaki melewati daerah yang terpencil dan rawan kejahatan.

Menurut catatan sejarah, Bilhorn merasa sangat terancam dan takut. Ia berada dalam situasi di mana ia merasa nyawanya terancam oleh orang-orang yang mungkin berniat jahat di tengah kegelapan malam itu. Dalam ketakutan tersebut, ia mulai berdoa dan mencari perlindungan Tuhan.

### 3. Pengalaman "Damai yang Melampaui Akal"
Saat ia terus melangkah dalam kegelapan dan ketakutan, tiba-tiba ia mengalami kehadiran Tuhan yang sangat kuat. Ia merasa ketakutannya hilang seketika, digantikan oleh ketenangan batin yang luar biasa—sebuah "damai yang melampaui segala akal" (Filipi 4:7).

Ia menyadari bahwa meskipun di sekelilingnya ada bahaya (kegelapan/badai), namun di dalam hatinya, Tuhan memberikan damai yang tidak bisa diganggu oleh situasi luar apa pun.

### 4. Lahirnya Lagu
Begitu sampai di tempat tujuan dengan selamat, pengalaman batin tersebut masih melekat kuat di ingatannya. Bilhorn kemudian duduk di depan organ dan langsung menuliskan melodi serta lirik lagu tersebut.

Ia ingin mengungkapkan bahwa damai sejati bukan berasal dari tidak adanya masalah, melainkan dari kehadiran Tuhan di tengah-tengah badai kehidupan. Lirik aslinya merefleksikan kedamaian yang ia rasakan:
* *"Sweet peace, the gift of God's love, / Shared by the Spirit divine..."* (Damai manis, anugerah kasih Allah, / Dibagikan oleh Roh Ilahi).

### Makna dan Pesan Lagu
Lagu ini menjadi sangat populer karena liriknya yang menyentuh hati banyak orang yang sedang mengalami masa-masa sulit, kecemasan, atau "badai" dalam hidup mereka.

Pesan utama yang ingin disampaikan oleh Bilhorn adalah:
* **Damai adalah Anugerah:** Damai bukan sesuatu yang bisa kita ciptakan sendiri, tetapi pemberian dari kasih Allah.
* **Perlindungan Spiritual:** Ketika kita menaruh kepercayaan penuh pada Tuhan, ketakutan duniawi tidak lagi memiliki kuasa atas hati kita.
* **Keteguhan di Tengah Badai:** Lirik lagu ini mengajak pendengarnya untuk tetap tenang di dalam Tuhan, terlepas dari apa yang terjadi di dunia luar.

### Warisan
Hingga hari ini, lagu ini tetap sering dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia. Bagi banyak orang, melodi yang lembut namun mantap serta lirik yang puitis dari karya Peter P. Bilhorn ini menjadi pengingat bahwa saat dunia terasa gelap, "Damai Anug'rah Tuhan" tetap tersedia bagi mereka yang datang kepada-Nya.