Informasi Lagu
5
Nomor
Kode
NP 5
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Louis Bourgeois
Pencipta Syair
Thomas Ken
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Pujilah Allah yang mulia, Hai makhluk surga dan dunia; Atas berkatNya puji trus Sang Bapa, Putra, Roh Kudus. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 5
Sejarah Lagu
Lagu yang kita kenal sebagai **"Pujilah Allah Yang Mulia"** (dalam bahasa Inggris: *Praise God, from Whom All Blessings Flow*) sebenarnya adalah sebuah doksologi (pujian singkat kepada Allah Tritunggal) yang memiliki sejarah unik karena melibatkan dua tokoh besar dari dua abad yang berbeda.

Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu yang menjadi salah satu nyanyian paling dikenal di seluruh dunia Kristen ini:

### 1. Melodi: Louis Bourgeois (Abad ke-16)
Melodi yang digunakan untuk doksologi ini dikenal luas sebagai **"Old 100th"**. Melodi ini diciptakan oleh **Louis Bourgeois**, seorang komponis asal Prancis yang hidup pada zaman Reformasi.

* **Konteks:** Pada tahun 1551, Bourgeois bekerja di Jenewa, Swiss, di bawah pimpinan John Calvin. Calvin sangat mementingkan nyanyian jemaat dalam kebaktian.
* **Asal-usul:** Melodi ini sebenarnya ditulis untuk mengiringi **Mazmur 134** dalam *Genevan Psalter*. Nama "Old 100th" diberikan karena melodi ini kemudian digunakan untuk menyanyikan Mazmur 100 (*"Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!"*) dalam buku mazmur versi Inggris.

### 2. Lirik: Thomas Ken (Abad ke-17)
Lirik yang kita kenal sekarang ditulis lebih dari satu abad kemudian oleh **Thomas Ken**, seorang uskup dari Bath dan Wells, Inggris.

* **Konteks:** Thomas Ken dikenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dan saleh. Pada tahun 1674, ia menulis sebuah buku panduan untuk para siswa di Winchester College berjudul *A Manual of Prayers for the Use of the Scholars of Winchester College*.
* **Tujuan Penulisan:** Ken menyertakan tiga buah himne (pagi, sore, dan tengah malam) agar para siswa memiliki sesuatu untuk dinyanyikan saat memulai dan mengakhiri hari mereka.
* **Doksologi:** Di akhir ketiga himne tersebut, Ken menyertakan satu bait yang sama sebagai penutup, yaitu:
> *"Praise God, from whom all blessings flow; / Praise Him, all creatures here below; / Praise Him above, ye heavenly host; / Praise Father, Son, and Holy Ghost."*

### 3. Penyatuan Melodi dan Lirik
Awalnya, lirik Thomas Ken tidak dirancang untuk melodi Louis Bourgeois. Namun, karena liriknya yang singkat, padat, dan sangat alkitabiah, bait penutup (doksologi) ini dengan cepat menjadi populer.

Para komposer musik gereja kemudian menyadari bahwa struktur meter lirik Thomas Ken (yang disebut *Long Meter* atau 8.8.8.8) sangat cocok dengan melodi "Old 100th" yang sudah sangat dikenal. Seiring berjalannya waktu, keduanya "bertemu" dan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan hingga saat ini.

### Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Doksologi ini bertahan selama berabad-abad bukan hanya karena melodinya yang megah, tetapi karena kedalaman teologisnya:

1. **Pengakuan Kedaulatan Allah:** Kalimat *"Praise God, from whom all blessings flow"* (Pujilah Allah, sumber segala berkat) adalah pengakuan bahwa segala sesuatu dalam hidup manusia adalah pemberian Tuhan.
2. **Ekspansi Pujian:** Lagu ini mengajak seluruh ciptaan (makhluk di bumi dan bala tentara surga) untuk bersatu memuji Tuhan.
3. **Doktrin Tritunggal:** Penutup yang menyebut Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberikan peneguhan iman Kristen akan Allah yang satu namun dalam tiga pribadi.

### Warisan
Di banyak gereja di seluruh dunia, doksologi ini dinyanyikan setiap minggu, biasanya setelah persembahan dikumpulkan. Kesederhanaan lirik Thomas Ken yang digabungkan dengan kekuatan melodi Louis Bourgeois menjadikan lagu ini sebagai "himne paling universal" yang menyatukan berbagai denominasi gereja dalam satu suara pujian.

Singkatnya, lagu ini adalah bukti bagaimana **sebuah karya musik dari zaman Reformasi (Bourgeois)** bertemu dengan **karya sastra rohani dari zaman restorasi Inggris (Ken)** untuk menciptakan sebuah warisan iman yang abadi.