NP
Pujilah Allah Bapa Kita
Pujilah Allah Bapa Kita
Informasi Lagu
6
Nomor
Kode
NP 6
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Moh, Syamsul Islam
Pencipta Syair
Moh. Syamsul Islam
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Pujilah Allah Bapa kita, Puji pada Putra tunggalNya,
Brikan puji Roh Kudus pula, Allah Tritunggal Yang Esa
Yang menciptakan segalanya, Alam semesta dan isinya.
Naikkanlah puji kepadaNya Oleh sebab kebesaranNya!
Manusia diciptakanNya, Atas peta dan teladanNya,
Tapi Iblis sudah menggoda, Hingga jatuh dalam dosa;
Namun telah ditebus pula Oleh darah Yesus yang mulia.
Naikkanlah puji kepadaNya Oleh sebab kebesaranNya!
Karna beriman kepadaNya, Tumbuh umatNya di dunia,
Yang tak pernah ditinggalkanNya, Diplihara oleh RohNya,
DijagaNya dan dibimbingNya, Dihibur dan dikuatkanNya.
Naikkanlah puji kepadaNya Oleh sebab kebesaranNya!
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Pujilah Allah Bapa Kita"** adalah salah satu lagu pujian (himne) yang sangat populer di kalangan umat Kristen di Indonesia, terutama karena melodi dan liriknya yang sederhana namun mendalam.
Mengenai sosok **Moh. Syamsul Islam**, terdapat beberapa fakta menarik dan konteks sejarah yang perlu dipahami agar kita tidak keliru dalam melihat latar belakang lagu ini.
### 1. Siapa Moh. Syamsul Islam?
Nama "Moh. Syamsul Islam" sering kali tertera sebagai penulis lagu atau pencipta aransemen dalam buku-buku nyanyian gerejawi di Indonesia. Menariknya, nama ini sering menjadi bahan diskusi karena latar belakang budaya dan namanya yang sangat identik dengan tradisi Islam.
Dalam dunia musik gerejawi di Indonesia, terutama pada era 70-an hingga 90-an, banyak komposer lokal yang mencoba mengadaptasi melodi-melodi Barat ke dalam bahasa Indonesia atau menciptakan lagu baru dengan gaya musik gerejawi yang khas Indonesia. Moh. Syamsul Islam adalah salah satu tokoh yang banyak berkontribusi dalam penerjemahan dan penggubahan lagu-lagu pujian untuk kebutuhan liturgi gereja di Indonesia.
### 2. Kisah di Balik Lagu "Pujilah Allah Bapa Kita"
Secara historis, "Pujilah Allah Bapa Kita" bukanlah lagu yang muncul dari sebuah "pengalaman dramatis" atau "tragedi" tertentu seperti lagu *Amazing Grace*. Lagu ini lebih tepat dikategorikan sebagai **lagu teologis (liturgis)** yang disusun untuk keperluan ibadah jemaat.
* **Tujuan Penulisan:** Lagu ini diciptakan untuk menjadi lagu pembuka atau lagu pujian umum (*doxology*) yang menekankan pada doktrin **Trinitas** (Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus).
* **Karakteristik Lagu:** Liriknya sangat fokus pada penyembahan kepada Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara kehidupan. Penggunaan nama "Moh. Syamsul Islam" sebagai pengarang/penerjemah menunjukkan upaya akulturasi di mana tokoh-tokoh musik gerejawi lokal berusaha membuat lagu ibadah yang mudah dinyanyikan oleh jemaat di Indonesia dengan bahasa yang puitis namun lugas.
### 3. Apakah ini Adaptasi?
Banyak pengamat musik gerejawi meyakini bahwa melodi atau struktur lagu-lagu yang disusun oleh Moh. Syamsul Islam sering kali mengambil inspirasi dari himne-himne klasik Eropa atau Amerika yang kemudian diadaptasi liriknya ke dalam Bahasa Indonesia agar sesuai dengan "telinga" dan "hati" jemaat lokal.
Oleh karena itu, jika Anda mencari "kisah di balik lagu" dalam bentuk narasi seperti "seorang pria yang bertobat setelah kehilangan keluarganya," mungkin Anda tidak akan menemukannya. Lagu ini adalah hasil dari **karya pelayanan**. Moh. Syamsul Islam adalah bagian dari kelompok musisi gereja yang berdedikasi menyediakan sarana bagi umat untuk memuji Tuhan melalui musik yang teratur dan khidmat.
### 4. Makna Teologis yang Disampaikan
Lagu ini tetap abadi karena maknanya yang universal:
1. **Pujian kepada Allah Bapa:** Pengakuan bahwa Dia adalah sumber segala berkat.
2. **Pujian kepada Yesus Kristus:** Pengakuan akan peran-Nya sebagai Juruselamat.
3. **Pujian kepada Roh Kudus:** Pengakuan akan peran-Nya sebagai penghibur dan penuntun.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah **kisah dedikasi seorang musisi lokal** dalam memperkaya khazanah musik gerejawi di Indonesia. Moh. Syamsul Islam mungkin bukan nama yang sering diceritakan dalam biografi para tokoh besar dunia, namun karya-karyanya menjadi bagian dari ribuan ibadah Minggu di Indonesia, di mana jemaat dari berbagai latar belakang suku dan bahasa dapat menyatukan suara memuji Allah.
**Catatan Tambahan:** Jika Anda sedang meneliti lagu ini untuk kebutuhan akademis atau liturgis, disarankan untuk merujuk pada buku *Kidung Jemaat* atau *Pelengkap Kidung Jemaat* (jika lagu tersebut terdaftar di sana) untuk melihat catatan kaki resmi mengenai hak cipta dan tahun publikasi yang biasanya tercantum di bagian indeks buku tersebut.
Mengenai sosok **Moh. Syamsul Islam**, terdapat beberapa fakta menarik dan konteks sejarah yang perlu dipahami agar kita tidak keliru dalam melihat latar belakang lagu ini.
### 1. Siapa Moh. Syamsul Islam?
Nama "Moh. Syamsul Islam" sering kali tertera sebagai penulis lagu atau pencipta aransemen dalam buku-buku nyanyian gerejawi di Indonesia. Menariknya, nama ini sering menjadi bahan diskusi karena latar belakang budaya dan namanya yang sangat identik dengan tradisi Islam.
Dalam dunia musik gerejawi di Indonesia, terutama pada era 70-an hingga 90-an, banyak komposer lokal yang mencoba mengadaptasi melodi-melodi Barat ke dalam bahasa Indonesia atau menciptakan lagu baru dengan gaya musik gerejawi yang khas Indonesia. Moh. Syamsul Islam adalah salah satu tokoh yang banyak berkontribusi dalam penerjemahan dan penggubahan lagu-lagu pujian untuk kebutuhan liturgi gereja di Indonesia.
### 2. Kisah di Balik Lagu "Pujilah Allah Bapa Kita"
Secara historis, "Pujilah Allah Bapa Kita" bukanlah lagu yang muncul dari sebuah "pengalaman dramatis" atau "tragedi" tertentu seperti lagu *Amazing Grace*. Lagu ini lebih tepat dikategorikan sebagai **lagu teologis (liturgis)** yang disusun untuk keperluan ibadah jemaat.
* **Tujuan Penulisan:** Lagu ini diciptakan untuk menjadi lagu pembuka atau lagu pujian umum (*doxology*) yang menekankan pada doktrin **Trinitas** (Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus).
* **Karakteristik Lagu:** Liriknya sangat fokus pada penyembahan kepada Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara kehidupan. Penggunaan nama "Moh. Syamsul Islam" sebagai pengarang/penerjemah menunjukkan upaya akulturasi di mana tokoh-tokoh musik gerejawi lokal berusaha membuat lagu ibadah yang mudah dinyanyikan oleh jemaat di Indonesia dengan bahasa yang puitis namun lugas.
### 3. Apakah ini Adaptasi?
Banyak pengamat musik gerejawi meyakini bahwa melodi atau struktur lagu-lagu yang disusun oleh Moh. Syamsul Islam sering kali mengambil inspirasi dari himne-himne klasik Eropa atau Amerika yang kemudian diadaptasi liriknya ke dalam Bahasa Indonesia agar sesuai dengan "telinga" dan "hati" jemaat lokal.
Oleh karena itu, jika Anda mencari "kisah di balik lagu" dalam bentuk narasi seperti "seorang pria yang bertobat setelah kehilangan keluarganya," mungkin Anda tidak akan menemukannya. Lagu ini adalah hasil dari **karya pelayanan**. Moh. Syamsul Islam adalah bagian dari kelompok musisi gereja yang berdedikasi menyediakan sarana bagi umat untuk memuji Tuhan melalui musik yang teratur dan khidmat.
### 4. Makna Teologis yang Disampaikan
Lagu ini tetap abadi karena maknanya yang universal:
1. **Pujian kepada Allah Bapa:** Pengakuan bahwa Dia adalah sumber segala berkat.
2. **Pujian kepada Yesus Kristus:** Pengakuan akan peran-Nya sebagai Juruselamat.
3. **Pujian kepada Roh Kudus:** Pengakuan akan peran-Nya sebagai penghibur dan penuntun.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah **kisah dedikasi seorang musisi lokal** dalam memperkaya khazanah musik gerejawi di Indonesia. Moh. Syamsul Islam mungkin bukan nama yang sering diceritakan dalam biografi para tokoh besar dunia, namun karya-karyanya menjadi bagian dari ribuan ibadah Minggu di Indonesia, di mana jemaat dari berbagai latar belakang suku dan bahasa dapat menyatukan suara memuji Allah.
**Catatan Tambahan:** Jika Anda sedang meneliti lagu ini untuk kebutuhan akademis atau liturgis, disarankan untuk merujuk pada buku *Kidung Jemaat* atau *Pelengkap Kidung Jemaat* (jika lagu tersebut terdaftar di sana) untuk melihat catatan kaki resmi mengenai hak cipta dan tahun publikasi yang biasanya tercantum di bagian indeks buku tersebut.