Informasi Lagu
80
Nomor
Kode
NP 80
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Thomas A. Arne
Pencipta Syair
Isaac Watts
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Inilah hari Tuhanku, Yang dijadikanNya; Hai isi surga, berseru, Dan dunia pun ria.
Inilah hari bangkitNya; Iblis dikalahkan; Inilah hari kusembah Putra perjanjian.
Hosana bagi Almasih, Ya Anak Daud mulia! Kepada kami diberi Slamat sejahtera.
Mubaraklah Yang berkenan Turun ke dunia, Yang rela menyelamatkan Umat manusia.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 80
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"This Is the Day the Lord Hath Made"** (Inilah Hari Tuhanku) merupakan perpaduan antara keagungan teologi abad ke-18 dan sejarah musik klasik Inggris. Lagu ini sebenarnya adalah kolaborasi lintas zaman antara **Isaac Watts** (penulis lirik) dan **Thomas Augustine Arne** (komposer).

Berikut adalah detail kisah di baliknya:

### 1. Sumber Lirik: Isaac Watts (1674–1748)
Isaac Watts dikenal sebagai "Bapak Himne Inggris". Pada masanya, gereja-gereja di Inggris hampir secara eksklusif menyanyikan Mazmur (Kitab Mazmur dalam Alkitab) yang diterjemahkan secara harfiah dan kaku. Watts merasa bahwa cara menyanyi ini tidak lagi relevan dengan pemikiran Kristen modern.

Lirik lagu ini diambil dari **Mazmur 118:24**: *"Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!"*

Watts menulis lirik ini sebagai bagian dari karyanya yang monumental, *The Psalms of David Imitated in the Language of the New Testament* (1719). Tujuannya adalah untuk "meng-Kristenkan" Mazmur, yakni menafsirkan Mazmur 118 tidak hanya sebagai lagu kemenangan bagi Israel kuno, tetapi sebagai pernyataan sukacita atas kebangkitan Yesus Kristus (karena dalam tradisi Kristen, hari Minggu—hari kebangkitan—adalah "hari yang dijadikan Tuhan").

### 2. Komposisi Musik: Thomas Augustine Arne (1710–1778)
Thomas Arne adalah komposer Inggris terkemuka pada abad ke-18. Namanya paling dikenal dunia karena menciptakan lagu patriotik Inggris yang sangat terkenal, **"Rule, Britannia!"**.

Arne adalah seorang Katolik di tengah Inggris yang didominasi Protestan, yang membuatnya sering berada di pinggiran lingkup musik gerejawi resmi. Namun, ia adalah seorang jenius melodi. Melodi yang kita kenal sekarang sebagai "This Is the Day" sering dikaitkan dengan gaya komposisi abad ke-18 yang megah, bersih, dan berorientasi pada vokal yang kuat.

### 3. Mengapa Lagu Ini Menjadi Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa karya Watts dan Arne ini bertahan hingga berabad-abad:

* **Pesan yang Universal:** Mazmur 118:24 adalah salah satu ayat yang paling sering dikutip dalam Alkitab. Pesan utamanya adalah tentang pengharapan. Tidak peduli seberapa sulit situasi dunia, bagi orang percaya, hari ini adalah "hari Tuhan," yang berarti ada alasan untuk bersukacita.
* **Struktur yang Kuat:** Musik gubahan Arne memberikan rasa kemenangan. Tempo yang biasanya digunakan dalam lagu ini cenderung mengajak jemaat untuk bangkit berdiri, mencerminkan semangat "bersorak-sorak" yang tertulis dalam liriknya.
* **Penggunaan dalam Perayaan:** Lagu ini secara tradisional dinyanyikan pada hari Minggu Paskah atau perayaan hari Minggu biasa. Ia menjadi simbol dimulainya ibadah sebagai bentuk syukur atas hidup yang diberikan Tuhan.

### 4. Transformasi dan Variasi
Sangat menarik untuk dicatat bahwa seiring berjalannya waktu, lirik ini sering dinyanyikan dengan berbagai aransemen musik. Meskipun melodi klasik ala Thomas Arne sangat dihormati, banyak musisi modern (seperti dalam gaya lagu *praise and worship* kontemporer) yang menciptakan melodi baru untuk lirik yang sama.

Namun, di banyak gereja tradisional, versi yang menggunakan struktur harmoni klasik tetap menjadi favorit karena memberikan nuansa "keagungan" (majesty) yang dirasakan sangat pas dengan tema kemenangan Kristus atas maut.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **transformasi**. Isaac Watts mengubah Mazmur kuno menjadi doa yang relevan untuk jemaat modern, dan Thomas Arne membungkusnya dengan melodi yang abadi.

Hari ini, ketika lagu "Inilah Hari Tuhanku" dinyanyikan, ia bukan sekadar lagu pujian, melainkan sebuah pernyataan iman bahwa setiap hari adalah pemberian Tuhan yang harus disambut dengan sukacita dan rasa syukur, terlepas dari apa yang terjadi di dunia luar.