NP
Roh Kudus, B'rilah Met'rai MilikMu
Seal Us, O Holy Spirit
Informasi Lagu
89
Nomor
Kode
NP 89
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Isaac H. Meredith
Pencipta Syair
Isaac H. Meredith
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Roh Kudus, brilah kami
Tanda metrai milikMu,
Agar dunia mengenali
Kristus dalam umatMu.
Brilah, brilah
Tanda metrai segra;
Roh Kudus, brilah kami
Tanda sebagai hamba. Amin.
Roh Kudus, brilah kami
Tanda metrai sifatMu,
Agar dapat menyalurkan
Bagi dunia berkatMu.
Roh Kudus, brilah kami
Tanda metrai kuasaMu,
Agar selalu berhasil
Jadi saksi bagiMu.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Seal Us, O Holy Spirit"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"B’rilah Met’rai Milik-Mu"*) adalah sebuah himne klasik yang sarat dengan kedalaman teologis mengenai peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Pencipta: Isaac H. Meredith
Lagu ini ditulis oleh **Isaac H. Meredith (1872–1962)**. Meredith adalah seorang komposer, penyunting musik gerejawi, dan penerbit musik Kristen terkemuka di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat produktif dalam menciptakan musik untuk sekolah Minggu dan kebaktian gereja.
Meredith adalah rekan dekat dari **Grant Colfax Tullar** (pendiri *Tullar-Meredith Co.*), sebuah perusahaan penerbitan musik religius yang sangat berpengaruh di zamannya. Mereka sering bekerja sama untuk menghasilkan himne-himne yang menekankan pada pengabdian diri dan penyucian hidup.
### 2. Konteks Teologis dan Makna "Meterai"
Judul dan lirik lagu ini berfokus pada istilah **"Meterai" (Seal)**. Dalam teologi Kristen, konsep "meterai" merujuk pada ayat Alkitab dalam **Efesus 1:13** dan **Efesus 4:30**:
> *"Dan di dalam Dia kamu juga... dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu."*
Secara historis, meterai pada zaman dahulu digunakan oleh seorang raja atau pemilik barang untuk menandai kepemilikan, memberikan perlindungan, dan menjamin keaslian. Oleh karena itu, pesan utama lagu ini adalah:
* **Kepemilikan:** Permohonan agar Roh Kudus menandai jiwa orang percaya sebagai milik Allah.
* **Perlindungan:** Agar hidup orang percaya "terkunci" dan dijaga dari pengaruh dosa.
* **Pengabdian:** Penyerahan diri secara total kepada pimpinan Roh Kudus.
### 3. Latar Belakang Penulisan
Tidak ada catatan biografi spesifik yang menyatakan bahwa lagu ini lahir dari sebuah peristiwa tragis atau kejadian luar biasa. Sebaliknya, lagu ini lahir dari **kerinduan spiritual** yang umum di kalangan gerakan "Holiness" (Kekudusan) di awal abad ke-20 di Amerika.
Pada masa itu, terdapat fokus yang kuat pada pembaruan rohani dan pentingnya peran Roh Kudus dalam "menyempurnakan" watak orang Kristen. Isaac Meredith menulis lagu ini sebagai sebuah doa yang bisa dinyanyikan secara komunal. Struktur lagunya sengaja dibuat sederhana agar pesan utamanya—yaitu permohonan agar Roh Kudus masuk dan menguasai hati—menjadi fokus utama, bukan kompleksitas musiknya.
### 4. Dampak Lagu Ini
* **Penggunaan dalam Ibadah:** Lagu ini menjadi sangat populer dalam kebaktian-kebaktian yang menekankan pada pengakuan dosa atau penyerahan diri (altar call). Karena liriknya yang bersifat permohonan pribadi, lagu ini sering dinyanyikan saat jemaat berdoa secara hening.
* **Kekuatan Lirik:** Kekuatan lagu ini terletak pada kata-katanya yang tidak menuntut keajaiban fisik, melainkan transformasi batin. "B'rilah met'rai milik-Mu" adalah sebuah kalimat penyerahan total—sebuah pengakuan bahwa diri manusia tidak cukup kuat untuk tetap kudus tanpa "stempel" atau otoritas dari Roh Kudus.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Seal Us, O Holy Spirit" adalah kisah tentang **kerendahan hati**. Isaac H. Meredith menciptakan lagu ini sebagai pengingat bahwa orang Kristen tidak bisa berjalan sendiri dalam iman. Ia harus "dimeteraikan" atau ditandai oleh Roh Kudus agar hidupnya tetap sesuai dengan kehendak Allah. Hingga hari ini, lagu ini tetap relevan karena kerinduan akan pimpinan Roh Kudus adalah kebutuhan mendasar dalam iman Kristen di zaman apa pun.
Jika Anda mendengarkan melodi aslinya, Anda akan merasakan nuansa yang lembut dan kontemplatif, yang memang dirancang agar setiap orang yang menyanyikannya dapat merefleksikan hubungan pribadinya dengan Tuhan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Pencipta: Isaac H. Meredith
Lagu ini ditulis oleh **Isaac H. Meredith (1872–1962)**. Meredith adalah seorang komposer, penyunting musik gerejawi, dan penerbit musik Kristen terkemuka di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat produktif dalam menciptakan musik untuk sekolah Minggu dan kebaktian gereja.
Meredith adalah rekan dekat dari **Grant Colfax Tullar** (pendiri *Tullar-Meredith Co.*), sebuah perusahaan penerbitan musik religius yang sangat berpengaruh di zamannya. Mereka sering bekerja sama untuk menghasilkan himne-himne yang menekankan pada pengabdian diri dan penyucian hidup.
### 2. Konteks Teologis dan Makna "Meterai"
Judul dan lirik lagu ini berfokus pada istilah **"Meterai" (Seal)**. Dalam teologi Kristen, konsep "meterai" merujuk pada ayat Alkitab dalam **Efesus 1:13** dan **Efesus 4:30**:
> *"Dan di dalam Dia kamu juga... dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu."*
Secara historis, meterai pada zaman dahulu digunakan oleh seorang raja atau pemilik barang untuk menandai kepemilikan, memberikan perlindungan, dan menjamin keaslian. Oleh karena itu, pesan utama lagu ini adalah:
* **Kepemilikan:** Permohonan agar Roh Kudus menandai jiwa orang percaya sebagai milik Allah.
* **Perlindungan:** Agar hidup orang percaya "terkunci" dan dijaga dari pengaruh dosa.
* **Pengabdian:** Penyerahan diri secara total kepada pimpinan Roh Kudus.
### 3. Latar Belakang Penulisan
Tidak ada catatan biografi spesifik yang menyatakan bahwa lagu ini lahir dari sebuah peristiwa tragis atau kejadian luar biasa. Sebaliknya, lagu ini lahir dari **kerinduan spiritual** yang umum di kalangan gerakan "Holiness" (Kekudusan) di awal abad ke-20 di Amerika.
Pada masa itu, terdapat fokus yang kuat pada pembaruan rohani dan pentingnya peran Roh Kudus dalam "menyempurnakan" watak orang Kristen. Isaac Meredith menulis lagu ini sebagai sebuah doa yang bisa dinyanyikan secara komunal. Struktur lagunya sengaja dibuat sederhana agar pesan utamanya—yaitu permohonan agar Roh Kudus masuk dan menguasai hati—menjadi fokus utama, bukan kompleksitas musiknya.
### 4. Dampak Lagu Ini
* **Penggunaan dalam Ibadah:** Lagu ini menjadi sangat populer dalam kebaktian-kebaktian yang menekankan pada pengakuan dosa atau penyerahan diri (altar call). Karena liriknya yang bersifat permohonan pribadi, lagu ini sering dinyanyikan saat jemaat berdoa secara hening.
* **Kekuatan Lirik:** Kekuatan lagu ini terletak pada kata-katanya yang tidak menuntut keajaiban fisik, melainkan transformasi batin. "B'rilah met'rai milik-Mu" adalah sebuah kalimat penyerahan total—sebuah pengakuan bahwa diri manusia tidak cukup kuat untuk tetap kudus tanpa "stempel" atau otoritas dari Roh Kudus.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Seal Us, O Holy Spirit" adalah kisah tentang **kerendahan hati**. Isaac H. Meredith menciptakan lagu ini sebagai pengingat bahwa orang Kristen tidak bisa berjalan sendiri dalam iman. Ia harus "dimeteraikan" atau ditandai oleh Roh Kudus agar hidupnya tetap sesuai dengan kehendak Allah. Hingga hari ini, lagu ini tetap relevan karena kerinduan akan pimpinan Roh Kudus adalah kebutuhan mendasar dalam iman Kristen di zaman apa pun.
Jika Anda mendengarkan melodi aslinya, Anda akan merasakan nuansa yang lembut dan kontemplatif, yang memang dirancang agar setiap orang yang menyanyikannya dapat merefleksikan hubungan pribadinya dengan Tuhan.