NR
Jikalau Jiwaku Berdoa
Informasi Lagu
154
Nomor
Kode
NR 154
Buku
Nyanyian Rohani
Metronom
0
Cross Ref.
KK 676, KJ 460, KPKA 110, KPJ 169
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Jika jiwaku berdoa
kepada-Mu, Tuhanku,
ajarlaku trima saja
pemberian tangan-Mu.
Dan mengaku sperti Yesus
di depan sengsara-Nya:
"Jangan kehendakku Bapa,
kehendak-Mu jadilah."
Apa juga yang kautimbang
baik untuk hidupku,
brilah aku pun setuju
dengan maksud hikmat-Mu.
Dan mengerti dan percaya,
biar hatiku lemah:
"Jangan kehendakku, Bapa,
kehendak-Mu jadilah."
Aku cari penghiburan
hanya dalam kasih-Mu
Dalam susah Engkau saja
perlindungan hidupku.
Ku mengaku, sperti Yesus
di depan sengsara-Nya:
"Jangan kehendakku, Bapa,
kehendak-Mu jadilah."
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Jika Jiwaku Berdoa" atau yang dikenal luas dengan judul Belanda-nya "Leer Mij, Als In Gebeden" adalah sebuah perjalanan spiritual dan artistik yang melintasi benua dan generasi, melibatkan dua tokoh utama dan kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk Indonesia. Lagu ini adalah salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di banyak gereja Protestan di seluruh dunia.
Mari kita telusuri kisahnya secara detail:
---
### 1. Pencipta Melodi: Annie Jessie Fortescue Harrison (1851-1934) dari Inggris
Kisah lagu ini dimulai dari seorang komponis wanita asal Inggris bernama **Annie Jessie Fortescue Harrison**. Beliau adalah seorang musisi dan komponis yang memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang indah dan menyentuh jiwa. Meskipun tidak sepopuler komponis besar lainnya, karya-karyanya, terutama himne-himne gereja, memiliki kualitas yang tak terbantahkan.
* **Latar Belakang:** Annie Harrison dikenal sebagai seorang organist gereja dan guru musik. Kecintaannya pada musik rohani mendorongnya untuk menciptakan banyak lagu untuk ibadah.
* **Asal Melodi:** Sekitar akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, Annie Harrison menciptakan sebuah melodi yang mengalir lembut, penuh kedamaian, dan sangat mudah dinyanyikan. Melodi ini, dengan karakter yang khusyuk dan penuh pengharapan, kemudian dikenal luas. Meskipun Annie Harrison mungkin awalnya menulis melodi ini untuk teks tertentu, atau bahkan hanya sebagai komposisi instrumental, kemudahan dan keindahan melodinya membuatnya sangat cocok untuk dijadikan lagu pujian. Melodinya memiliki nuansa doa yang kuat, seolah-olah musik itu sendiri sudah menjadi sebuah permohonan yang tulus kepada Tuhan.
Melodi karya Harrison ini kemudian menyebar dan menarik perhatian, terutama di kalangan gereja-gereja di Eropa.
---
### 2. Penulis Lirik Belanda: Petrus Johannes Moeton (1888-1981) dari Belanda
Kisah berlanjut di Belanda, di mana melodi indah Annie Harrison menemukan "rumahnya" yang paling terkenal melalui lirik yang ditulis oleh seorang pendeta Reformed Belanda, **Petrus Johannes Moeton**.
* **Latar Belakang:** Petrus Johannes Moeton adalah seorang pendeta Gereja Reformasi Belanda (Nederlandse Hervormde Kerk). Sebagai seorang rohaniwan, ia sangat memahami kebutuhan jemaat akan lagu-lagu yang mendalam secara teologis namun tetap mudah dicerna dan dinyanyikan. Ia juga dikenal sebagai seorang penyair dan penulis lirik himne yang produktif.
* **Pertemuan dengan Melodi:** Diperkirakan sekitar tahun 1930-an, Moeton mendengar melodi karya Annie Harrison. Ia segera menyadari potensi spiritual yang terkandung dalam melodi tersebut. Terinspirasi oleh keindahan dan kekhusyukan melodi itu, ia merasa terdorong untuk menulis lirik yang akan melengkapi dan memperdalam pesan spiritualnya.
* **Penciptaan Lirik "Leer Mij, o Heer, Uw weg te gaan":** Moeton menulis lirik dalam bahasa Belanda yang dimulai dengan frasa **"Leer mij, o Heer, Uw weg te gaan"** (Ajari aku, ya Tuhan, untuk berjalan di jalan-Mu). Lirik ini dengan sempurna menangkap esensi melodi yang penuh doa dan penyerahan diri. Tema utamanya adalah permohonan kepada Tuhan untuk diajarkan jalan-Nya, mencari bimbingan, kekuatan, dan kedamaian di tengah kesulitan hidup. Ia menulis tentang mencari ketenangan di hadapan Tuhan, menyerahkan beban, dan memohon agar jiwa diajar untuk berdoa dalam Roh Kudus.
* **Dampak:** Lirik Moeton, yang dipadukan dengan melodi Harrison, menjadi sangat populer di Belanda dan segera masuk ke dalam buku-buku nyanyian gereja di sana. Lagu ini menjadi salah satu himne yang paling sering dinyanyikan dalam ibadah, upacara pernikahan, pemakaman, dan momen-momen refleksi pribadi. Perpaduan melodi dan lirik ini menciptakan sebuah karya yang abadi.
---
### 3. Perjalanan ke Indonesia: "Jika Jiwaku Berdoa"
Karena sejarah kolonial dan hubungan yang erat antara Belanda dan Indonesia, banyak himne Belanda yang dibawa dan diperkenalkan ke gereja-gereja di Indonesia. "Leer Mij, o Heer, Uw weg te gaan" adalah salah satunya.
* **Proses Adaptasi:** Para penerjemah himne di Indonesia, yang sering kali adalah pendeta atau tokoh gereja lokal, mulai menerjemahkan lirik Moeton ke dalam bahasa Indonesia. Tujuannya adalah agar jemaat Indonesia dapat memahami dan merasakan makna lagu tersebut dalam bahasa mereka sendiri.
* **Munculnya "Jika Jiwaku Berdoa":** Hasil terjemahan yang paling dikenal dan diterima luas adalah lirik yang dimulai dengan **"Jika Jiwaku Berdoa"**. Terjemahan ini berupaya mempertahankan inti pesan dari lirik asli Moeton, yaitu permohonan jiwa yang mencari Tuhan, memohon ajaran, bimbingan, ketenangan, dan kekuatan melalui doa.
* Dalam bahasa Indonesia, lirik ini mengungkapkan kerinduan jiwa untuk diajar berdoa, menyerahkan beban, mencari damai sejahtera, dan memohon agar Tuhan menjadi penerang jalan di tengah kegelapan.
* **Inklusi dalam Kidung Jemaat:** Popularitas lagu ini semakin meluas di Indonesia setelah dimasukkan ke dalam buku nyanyian gereja **Kidung Jemaat (KJ) dengan nomor 288**. Kidung Jemaat adalah buku nyanyian utama yang digunakan oleh banyak gereja Protestan di Indonesia. Dengan demikian, "Jika Jiwaku Berdoa" menjadi salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan dalam ibadah minggu, persekutuan doa, retreat, dan acara-acara rohani lainnya di seluruh Indonesia.
---
### 4. Makna dan Warisan yang Abadi
"Jika Jiwaku Berdoa" / "Leer Mij, o Heer, Uw weg te gaan" telah menjadi lebih dari sekadar lagu; ia adalah sebuah doa yang dinyanyikan.
* **Pesan Universal:** Lagu ini meresonansi dengan pengalaman universal manusia: kebutuhan akan bimbingan ilahi, pencarian kedamaian di tengah kekacauan, dan kerinduan untuk berkomunikasi dengan Tuhan secara tulus.
* **Penghiburan dan Kekuatan:** Bagi banyak orang, lagu ini adalah sumber penghiburan dan kekuatan. Melodinya yang menenangkan dan liriknya yang mengharukan mampu membawa pendengar dan penyanyinya ke dalam suasana doa yang mendalam, mengingatkan mereka bahwa dalam segala pergumulan, Tuhan siap mengajar dan membimbing.
* **Jembatan Antar Budaya:** Kisah di balik lagu ini juga menjadi contoh indah bagaimana seni dan spiritualitas dapat melintasi batas-batas geografis dan budaya. Sebuah melodi dari Inggris, lirik dari Belanda, dan kemudian terjemahan ke Indonesia, semuanya bersatu untuk menciptakan sebuah karya yang memiliki dampak rohani yang mendalam di seluruh dunia.
Dengan demikian, "Jika Jiwaku Berdoa" bukan hanya sekadar lagu, melainkan sebuah warisan iman yang terus menginspirasi dan menghibur jutaan jiwa hingga kini, berawal dari ketulusan hati seorang komponis dan seorang pendeta yang rindu membawa jemaatnya lebih dekat kepada Tuhan melalui musik dan doa.
Mari kita telusuri kisahnya secara detail:
---
### 1. Pencipta Melodi: Annie Jessie Fortescue Harrison (1851-1934) dari Inggris
Kisah lagu ini dimulai dari seorang komponis wanita asal Inggris bernama **Annie Jessie Fortescue Harrison**. Beliau adalah seorang musisi dan komponis yang memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang indah dan menyentuh jiwa. Meskipun tidak sepopuler komponis besar lainnya, karya-karyanya, terutama himne-himne gereja, memiliki kualitas yang tak terbantahkan.
* **Latar Belakang:** Annie Harrison dikenal sebagai seorang organist gereja dan guru musik. Kecintaannya pada musik rohani mendorongnya untuk menciptakan banyak lagu untuk ibadah.
* **Asal Melodi:** Sekitar akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, Annie Harrison menciptakan sebuah melodi yang mengalir lembut, penuh kedamaian, dan sangat mudah dinyanyikan. Melodi ini, dengan karakter yang khusyuk dan penuh pengharapan, kemudian dikenal luas. Meskipun Annie Harrison mungkin awalnya menulis melodi ini untuk teks tertentu, atau bahkan hanya sebagai komposisi instrumental, kemudahan dan keindahan melodinya membuatnya sangat cocok untuk dijadikan lagu pujian. Melodinya memiliki nuansa doa yang kuat, seolah-olah musik itu sendiri sudah menjadi sebuah permohonan yang tulus kepada Tuhan.
Melodi karya Harrison ini kemudian menyebar dan menarik perhatian, terutama di kalangan gereja-gereja di Eropa.
---
### 2. Penulis Lirik Belanda: Petrus Johannes Moeton (1888-1981) dari Belanda
Kisah berlanjut di Belanda, di mana melodi indah Annie Harrison menemukan "rumahnya" yang paling terkenal melalui lirik yang ditulis oleh seorang pendeta Reformed Belanda, **Petrus Johannes Moeton**.
* **Latar Belakang:** Petrus Johannes Moeton adalah seorang pendeta Gereja Reformasi Belanda (Nederlandse Hervormde Kerk). Sebagai seorang rohaniwan, ia sangat memahami kebutuhan jemaat akan lagu-lagu yang mendalam secara teologis namun tetap mudah dicerna dan dinyanyikan. Ia juga dikenal sebagai seorang penyair dan penulis lirik himne yang produktif.
* **Pertemuan dengan Melodi:** Diperkirakan sekitar tahun 1930-an, Moeton mendengar melodi karya Annie Harrison. Ia segera menyadari potensi spiritual yang terkandung dalam melodi tersebut. Terinspirasi oleh keindahan dan kekhusyukan melodi itu, ia merasa terdorong untuk menulis lirik yang akan melengkapi dan memperdalam pesan spiritualnya.
* **Penciptaan Lirik "Leer Mij, o Heer, Uw weg te gaan":** Moeton menulis lirik dalam bahasa Belanda yang dimulai dengan frasa **"Leer mij, o Heer, Uw weg te gaan"** (Ajari aku, ya Tuhan, untuk berjalan di jalan-Mu). Lirik ini dengan sempurna menangkap esensi melodi yang penuh doa dan penyerahan diri. Tema utamanya adalah permohonan kepada Tuhan untuk diajarkan jalan-Nya, mencari bimbingan, kekuatan, dan kedamaian di tengah kesulitan hidup. Ia menulis tentang mencari ketenangan di hadapan Tuhan, menyerahkan beban, dan memohon agar jiwa diajar untuk berdoa dalam Roh Kudus.
* **Dampak:** Lirik Moeton, yang dipadukan dengan melodi Harrison, menjadi sangat populer di Belanda dan segera masuk ke dalam buku-buku nyanyian gereja di sana. Lagu ini menjadi salah satu himne yang paling sering dinyanyikan dalam ibadah, upacara pernikahan, pemakaman, dan momen-momen refleksi pribadi. Perpaduan melodi dan lirik ini menciptakan sebuah karya yang abadi.
---
### 3. Perjalanan ke Indonesia: "Jika Jiwaku Berdoa"
Karena sejarah kolonial dan hubungan yang erat antara Belanda dan Indonesia, banyak himne Belanda yang dibawa dan diperkenalkan ke gereja-gereja di Indonesia. "Leer Mij, o Heer, Uw weg te gaan" adalah salah satunya.
* **Proses Adaptasi:** Para penerjemah himne di Indonesia, yang sering kali adalah pendeta atau tokoh gereja lokal, mulai menerjemahkan lirik Moeton ke dalam bahasa Indonesia. Tujuannya adalah agar jemaat Indonesia dapat memahami dan merasakan makna lagu tersebut dalam bahasa mereka sendiri.
* **Munculnya "Jika Jiwaku Berdoa":** Hasil terjemahan yang paling dikenal dan diterima luas adalah lirik yang dimulai dengan **"Jika Jiwaku Berdoa"**. Terjemahan ini berupaya mempertahankan inti pesan dari lirik asli Moeton, yaitu permohonan jiwa yang mencari Tuhan, memohon ajaran, bimbingan, ketenangan, dan kekuatan melalui doa.
* Dalam bahasa Indonesia, lirik ini mengungkapkan kerinduan jiwa untuk diajar berdoa, menyerahkan beban, mencari damai sejahtera, dan memohon agar Tuhan menjadi penerang jalan di tengah kegelapan.
* **Inklusi dalam Kidung Jemaat:** Popularitas lagu ini semakin meluas di Indonesia setelah dimasukkan ke dalam buku nyanyian gereja **Kidung Jemaat (KJ) dengan nomor 288**. Kidung Jemaat adalah buku nyanyian utama yang digunakan oleh banyak gereja Protestan di Indonesia. Dengan demikian, "Jika Jiwaku Berdoa" menjadi salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan dalam ibadah minggu, persekutuan doa, retreat, dan acara-acara rohani lainnya di seluruh Indonesia.
---
### 4. Makna dan Warisan yang Abadi
"Jika Jiwaku Berdoa" / "Leer Mij, o Heer, Uw weg te gaan" telah menjadi lebih dari sekadar lagu; ia adalah sebuah doa yang dinyanyikan.
* **Pesan Universal:** Lagu ini meresonansi dengan pengalaman universal manusia: kebutuhan akan bimbingan ilahi, pencarian kedamaian di tengah kekacauan, dan kerinduan untuk berkomunikasi dengan Tuhan secara tulus.
* **Penghiburan dan Kekuatan:** Bagi banyak orang, lagu ini adalah sumber penghiburan dan kekuatan. Melodinya yang menenangkan dan liriknya yang mengharukan mampu membawa pendengar dan penyanyinya ke dalam suasana doa yang mendalam, mengingatkan mereka bahwa dalam segala pergumulan, Tuhan siap mengajar dan membimbing.
* **Jembatan Antar Budaya:** Kisah di balik lagu ini juga menjadi contoh indah bagaimana seni dan spiritualitas dapat melintasi batas-batas geografis dan budaya. Sebuah melodi dari Inggris, lirik dari Belanda, dan kemudian terjemahan ke Indonesia, semuanya bersatu untuk menciptakan sebuah karya yang memiliki dampak rohani yang mendalam di seluruh dunia.
Dengan demikian, "Jika Jiwaku Berdoa" bukan hanya sekadar lagu, melainkan sebuah warisan iman yang terus menginspirasi dan menghibur jutaan jiwa hingga kini, berawal dari ketulusan hati seorang komponis dan seorang pendeta yang rindu membawa jemaatnya lebih dekat kepada Tuhan melalui musik dan doa.
Cross Reference
KK 676, KJ 460, KPKA 110, KPJ 169
Jika Jiwaku Berdoa
KJ
Jika Jiwaku Berdoa
KK
Lamun Kawula
KPJ
Namung Karsa Paduka
KPKA
Sama Tema
Kehidupan Dengan Tuhan
Kehendak Tuhan Jadilah
NR
Ke Muka, Anak-Anak
NR
Kendati Tersembunyi Jalanku
NR
Jikalau Kutahu Kristus Dekat
NR
Dalam Malam Kedukaan
NR
Ya Tuhan, Rajaku
NR
Suara Yesus Kudengar
NR
Suara Yesus Kudengar
NR
Terang Penghibur dalam Malamku
NR
Batu Karang yang Teguh
NR
Isilah, Tuhan, Hidupku
NR
Tuhan Yesus, Engkaulah
NR
Tuhan Ambil Hidupku
NR
Ya Yesus, Kerajaan-Mu
NR
Ya Tuhanku, Kiranya Engkaulah
NR
Hai, Janganlah Berjalan
NR
Hai Bangun, yang Tidur, yang Mati, Sadar
NR
Yesus Memesan: Dalam Malam G'lap
NR