PKJ
Ada Damai Sejaht'ra Allah
God Gives Peace Like a River
Informasi Lagu
203
Nomor
Kode
PKJ 203
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
103
Jumlah Bait
6 bait
Style
CountryShuffle
Pencipta Lagu
Anonim
Pencipta Syair
Anonim
Syair / Lirik
6 bait
Ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah di hatiku.
Ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah di hatiku.
Kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah di hatiku.
Kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah,
kasih Allah berlimpah-limpah di hatiku.
Rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.
Rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.
Sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah di hatiku.
Sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah,
sukacita berlimpah ruah di hatiku.
Nama Tuhan kumuliakan,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.
‘Ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.
Ada damai sejaht’ra Allah;
kasih Allah berlimpah-limpah,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.
Sukacita berlimpah ruah,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Ada Damai Sejahtera Allah"** (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai *"I’ve Got Peace Like a River"*) adalah salah satu lagu rohani yang paling populer di dunia. Meskipun sering dinyanyikan dalam kebaktian sekolah minggu maupun ibadah umum, asal-usul lagu ini sebenarnya tidak memiliki satu penulis tunggal yang terdokumentasi secara resmi, sehingga dikategorikan sebagai **"lagu tradisional" atau "anonim"**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Akar dari Tradisi Kulit Hitam (African-American Spiritual)
Lagu ini lahir dari tradisi **"African-American Spiritual"**—yaitu lagu-lagu yang diciptakan oleh orang-orang Afrika-Amerika di Amerika Serikat selama masa perbudakan. Karena sejarahnya yang lisan (diwariskan dari mulut ke mulut), tidak ada nama pencipta yang tercatat di arsip mana pun.
Lagu-lagu spiritual pada masa itu berfungsi sebagai cara untuk mengungkapkan harapan, iman, dan penghiburan di tengah penderitaan yang luar biasa. Konsep "sungai" (*river*), "samudra" (*ocean*), dan "mata air" (*fountain*) adalah metafora umum dalam tradisi ini untuk menggambarkan kasih dan kedamaian Tuhan yang mengalir tanpa henti.
### 2. Makna Lirik yang Mendalam
Meskipun nadanya terdengar sederhana dan ceria, lirik lagu ini menyimpan kedalaman teologis yang berangkat dari Alkitab, khususnya **Filipi 4:7**:
> *"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."*
Lagu ini menggunakan struktur metafora alam untuk menjelaskan kedamaian batin:
* **"Peace like a river" (Damai seperti sungai):** Menggambarkan kedamaian yang mengalir terus-menerus dan menyegarkan jiwa, meski situasi di luar sedang kacau.
* **"Love like an ocean" (Kasih seperti samudra):** Menggambarkan kasih Tuhan yang sangat luas dan tidak bertepi.
* **"Joy like a fountain" (Sukacita seperti mata air):** Menggambarkan sukacita yang muncul dari dalam diri (dari hati), bukan dari faktor eksternal.
### 3. Transformasi Menjadi Lagu Populer
Lagu ini mulai dikenal luas oleh masyarakat umum di luar komunitas gereja kulit hitam pada pertengahan abad ke-20:
* **Era Folk Revival (1960-an):** Pada tahun 1960-an, lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan perkemahan pemuda Kristen, gerakan *folk music*, dan demonstrasi hak-hak sipil di Amerika Serikat. Karena nadanya yang sangat mudah diingat (*catchy*) dan strukturnya yang repetitif, lagu ini sering digunakan sebagai lagu pembuka atau lagu untuk membangun semangat kebersamaan.
* **Versi Paul Simon:** Salah satu momen yang mengangkat popularitas lagu ini ke budaya populer mainstream adalah ketika musisi **Paul Simon** merekam lagu berjudul *"Peace Like a River"* dalam album solo tahun 1972 miliknya. Meskipun lirik Paul Simon berbeda, ia meminjam judul dan esensi spiritual dari lagu tradisional ini.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Alasan mengapa lagu ini tetap eksis hingga hari ini adalah karena **struktur repetisinya**. Dalam banyak versi, pendengar diajak untuk terus menambahkan bait baru dengan pola yang sama (seperti: *"I've got peace like a river, in my soul"*).
Secara psikologis dan spiritual, repetisi ini memberikan efek menenangkan. Di masa perbudakan, menyanyikan lagu ini berulang-ulang adalah cara bagi mereka untuk memproklamirkan bahwa meskipun tubuh mereka terpenjara, **jiwa dan pikiran mereka tetap merdeka karena damai dari Allah.**
### Kesimpulan
Kita tidak tahu siapa orang yang pertama kali menyenandungkan bait pertama lagu ini di ladang-ladang kapas atau di gereja-gereja kecil di Amerika Serikat berabad-abad lalu. Namun, lagu ini tetap hidup karena ia mewakili sebuah kebenaran universal: bahwa di tengah dunia yang penuh dengan "gelombang" masalah, manusia memiliki kebutuhan mendalam akan kedamaian yang tenang seperti sungai yang mengalir.
Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi simbol ketabahan iman—sebuah pesan bahwa damai sejahtera sejati tidak bergantung pada situasi, melainkan pada kehadiran Allah di dalam jiwa seseorang.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Akar dari Tradisi Kulit Hitam (African-American Spiritual)
Lagu ini lahir dari tradisi **"African-American Spiritual"**—yaitu lagu-lagu yang diciptakan oleh orang-orang Afrika-Amerika di Amerika Serikat selama masa perbudakan. Karena sejarahnya yang lisan (diwariskan dari mulut ke mulut), tidak ada nama pencipta yang tercatat di arsip mana pun.
Lagu-lagu spiritual pada masa itu berfungsi sebagai cara untuk mengungkapkan harapan, iman, dan penghiburan di tengah penderitaan yang luar biasa. Konsep "sungai" (*river*), "samudra" (*ocean*), dan "mata air" (*fountain*) adalah metafora umum dalam tradisi ini untuk menggambarkan kasih dan kedamaian Tuhan yang mengalir tanpa henti.
### 2. Makna Lirik yang Mendalam
Meskipun nadanya terdengar sederhana dan ceria, lirik lagu ini menyimpan kedalaman teologis yang berangkat dari Alkitab, khususnya **Filipi 4:7**:
> *"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."*
Lagu ini menggunakan struktur metafora alam untuk menjelaskan kedamaian batin:
* **"Peace like a river" (Damai seperti sungai):** Menggambarkan kedamaian yang mengalir terus-menerus dan menyegarkan jiwa, meski situasi di luar sedang kacau.
* **"Love like an ocean" (Kasih seperti samudra):** Menggambarkan kasih Tuhan yang sangat luas dan tidak bertepi.
* **"Joy like a fountain" (Sukacita seperti mata air):** Menggambarkan sukacita yang muncul dari dalam diri (dari hati), bukan dari faktor eksternal.
### 3. Transformasi Menjadi Lagu Populer
Lagu ini mulai dikenal luas oleh masyarakat umum di luar komunitas gereja kulit hitam pada pertengahan abad ke-20:
* **Era Folk Revival (1960-an):** Pada tahun 1960-an, lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan perkemahan pemuda Kristen, gerakan *folk music*, dan demonstrasi hak-hak sipil di Amerika Serikat. Karena nadanya yang sangat mudah diingat (*catchy*) dan strukturnya yang repetitif, lagu ini sering digunakan sebagai lagu pembuka atau lagu untuk membangun semangat kebersamaan.
* **Versi Paul Simon:** Salah satu momen yang mengangkat popularitas lagu ini ke budaya populer mainstream adalah ketika musisi **Paul Simon** merekam lagu berjudul *"Peace Like a River"* dalam album solo tahun 1972 miliknya. Meskipun lirik Paul Simon berbeda, ia meminjam judul dan esensi spiritual dari lagu tradisional ini.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Alasan mengapa lagu ini tetap eksis hingga hari ini adalah karena **struktur repetisinya**. Dalam banyak versi, pendengar diajak untuk terus menambahkan bait baru dengan pola yang sama (seperti: *"I've got peace like a river, in my soul"*).
Secara psikologis dan spiritual, repetisi ini memberikan efek menenangkan. Di masa perbudakan, menyanyikan lagu ini berulang-ulang adalah cara bagi mereka untuk memproklamirkan bahwa meskipun tubuh mereka terpenjara, **jiwa dan pikiran mereka tetap merdeka karena damai dari Allah.**
### Kesimpulan
Kita tidak tahu siapa orang yang pertama kali menyenandungkan bait pertama lagu ini di ladang-ladang kapas atau di gereja-gereja kecil di Amerika Serikat berabad-abad lalu. Namun, lagu ini tetap hidup karena ia mewakili sebuah kebenaran universal: bahwa di tengah dunia yang penuh dengan "gelombang" masalah, manusia memiliki kebutuhan mendalam akan kedamaian yang tenang seperti sungai yang mengalir.
Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi simbol ketabahan iman—sebuah pesan bahwa damai sejahtera sejati tidak bergantung pada situasi, melainkan pada kehadiran Allah di dalam jiwa seseorang.