PKJ
Kasih SetiaMu
Thy Loving Kindness
Informasi Lagu
209
Nomor
Kode
PKJ 209
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Hugh Mitchell
Pencipta Syair
Mazmur 63:4-5
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Kasih setiaMu sungguh lebih baik,
lebih berharga dari hidupku.
Maka bibirku megahkan Dikau;
kasih setiaMu sungguh lebih baik.
Seumur hidup kupuji Engkau;
kunaikkan doa dalam namaMu.
Kasih setiaMu lebih berharga
dan lebih baik dari hidupku.
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Kasih Setiamu"** (judul asli: *Thy Loving Kindness*) adalah salah satu lagu pujian klasik yang sangat populer di berbagai gereja di seluruh dunia. Lagu ini sederhana, namun memiliki kedalaman teologis yang menyentuh.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Hugh Mitchell
Hugh Mitchell bukanlah seorang komposer musik profesional atau musisi ternama. Ia adalah seorang pria yang hidup di pertengahan abad ke-20 (lahir tahun 1928). Ia dikenal sebagai seorang yang sangat mengasihi Tuhan dan aktif dalam pelayanan persekutuan Kristen.
### 2. Inspirasi Alkitabiah (Mazmur 63:4)
Lagu ini tidak muncul dari sebuah peristiwa dramatis atau tragedi besar, melainkan dari **proses meditasi mendalam terhadap Kitab Suci**.
Secara spesifik, lagu ini diilhami oleh **Mazmur 63:4** (dalam Alkitab versi King James Version):
> *"Because thy lovingkindness is better than life, my lips shall praise thee."*
> (Terjemahan: *"Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau."*)
Hugh Mitchell menulis lagu ini pada tahun **1956**. Saat itu, ia sedang merenungkan betapa rapuhnya hidup manusia dan betapa agungnya kasih Allah. Ia sampai pada kesimpulan bahwa jika seseorang harus memilih antara kehidupan di dunia ini atau kasih setia Tuhan, maka kasih setia Tuhan jauh lebih berharga daripada kehidupan itu sendiri.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini sangat singkat namun sangat padat makna:
* **"Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup"**: Ini adalah pengakuan bahwa hidup manusia di dunia bersifat sementara, sedangkan kasih setia (Ibrani: *Hesed*) Allah adalah kekal dan merupakan fondasi keberadaan manusia.
* **"Bibirku memegahkan Engkau"**: Karena kasih setia Tuhan itulah, respons yang paling tepat bagi manusia bukanlah diam, melainkan memuji dan menyembah Tuhan seumur hidupnya.
Struktur lagunya yang pendek (biasanya dinyanyikan berulang-ulang) menjadikannya lagu yang sangat efektif untuk *meditasi* atau penyembahan pribadi, bukan hanya sebagai nyanyian jemaat formal.
### 4. Penyebaran Lagu
Lagu ini menjadi populer di kalangan gerakan persekutuan Kristen pada tahun 1960-an dan 1970-an, terutama di lingkungan *Campus Crusade for Christ* (sekarang *Cru*) dan berbagai persekutuan doa.
Karena kesederhanaannya (hanya terdiri dari beberapa baris), lagu ini menjadi sangat mudah diingat. Ia sering digunakan sebagai lagu pembuka untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan atau sebagai lagu penutup yang reflektif.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa **pujian yang paling indah sering kali lahir dari perenungan yang sunyi terhadap Firman Tuhan.** Hugh Mitchell tidak mencoba menulis lagu yang rumit atau puitis secara berlebihan. Ia hanya mencoba "menyanyikan kembali" ayat yang menyentuh hatinya.
Dalam banyak kesaksian, lagu ini sering kali menjadi "jangkar" bagi banyak orang di tengah masa-masa sulit (seperti penyakit atau kehilangan), karena mengingatkan bahwa meskipun hidup terasa berat atau bahkan terancam, kasih setia Tuhan adalah hal yang paling nyata dan paling berharga yang dimiliki orang percaya.
**Lirik Indonesia:**
*Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup*
*Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup*
*Bibirku memegahkan Engkau*
*S’bab itu aku memuji Engkau*
*Kunaikkan tanganku demi nama-Mu*
*Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup.*
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Hugh Mitchell
Hugh Mitchell bukanlah seorang komposer musik profesional atau musisi ternama. Ia adalah seorang pria yang hidup di pertengahan abad ke-20 (lahir tahun 1928). Ia dikenal sebagai seorang yang sangat mengasihi Tuhan dan aktif dalam pelayanan persekutuan Kristen.
### 2. Inspirasi Alkitabiah (Mazmur 63:4)
Lagu ini tidak muncul dari sebuah peristiwa dramatis atau tragedi besar, melainkan dari **proses meditasi mendalam terhadap Kitab Suci**.
Secara spesifik, lagu ini diilhami oleh **Mazmur 63:4** (dalam Alkitab versi King James Version):
> *"Because thy lovingkindness is better than life, my lips shall praise thee."*
> (Terjemahan: *"Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau."*)
Hugh Mitchell menulis lagu ini pada tahun **1956**. Saat itu, ia sedang merenungkan betapa rapuhnya hidup manusia dan betapa agungnya kasih Allah. Ia sampai pada kesimpulan bahwa jika seseorang harus memilih antara kehidupan di dunia ini atau kasih setia Tuhan, maka kasih setia Tuhan jauh lebih berharga daripada kehidupan itu sendiri.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini sangat singkat namun sangat padat makna:
* **"Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup"**: Ini adalah pengakuan bahwa hidup manusia di dunia bersifat sementara, sedangkan kasih setia (Ibrani: *Hesed*) Allah adalah kekal dan merupakan fondasi keberadaan manusia.
* **"Bibirku memegahkan Engkau"**: Karena kasih setia Tuhan itulah, respons yang paling tepat bagi manusia bukanlah diam, melainkan memuji dan menyembah Tuhan seumur hidupnya.
Struktur lagunya yang pendek (biasanya dinyanyikan berulang-ulang) menjadikannya lagu yang sangat efektif untuk *meditasi* atau penyembahan pribadi, bukan hanya sebagai nyanyian jemaat formal.
### 4. Penyebaran Lagu
Lagu ini menjadi populer di kalangan gerakan persekutuan Kristen pada tahun 1960-an dan 1970-an, terutama di lingkungan *Campus Crusade for Christ* (sekarang *Cru*) dan berbagai persekutuan doa.
Karena kesederhanaannya (hanya terdiri dari beberapa baris), lagu ini menjadi sangat mudah diingat. Ia sering digunakan sebagai lagu pembuka untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan atau sebagai lagu penutup yang reflektif.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kisah di balik lagu ini mengajarkan kita bahwa **pujian yang paling indah sering kali lahir dari perenungan yang sunyi terhadap Firman Tuhan.** Hugh Mitchell tidak mencoba menulis lagu yang rumit atau puitis secara berlebihan. Ia hanya mencoba "menyanyikan kembali" ayat yang menyentuh hatinya.
Dalam banyak kesaksian, lagu ini sering kali menjadi "jangkar" bagi banyak orang di tengah masa-masa sulit (seperti penyakit atau kehilangan), karena mengingatkan bahwa meskipun hidup terasa berat atau bahkan terancam, kasih setia Tuhan adalah hal yang paling nyata dan paling berharga yang dimiliki orang percaya.
**Lirik Indonesia:**
*Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup*
*Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup*
*Bibirku memegahkan Engkau*
*S’bab itu aku memuji Engkau*
*Kunaikkan tanganku demi nama-Mu*
*Kasih setia-Mu lebih baik dari hidup.*