BLP
Aku Hendak Tetap Berhati Tulus
I would Be True
Informasi Lagu
215
Nomor
Kode
BLP 215
Buku
Buku Lagu Perkantas
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 193, KPPK 276
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
8 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Aku Hendak Tetap Berhati Tulus"** (judul asli bahasa Inggris: *I Would Be True*) adalah salah satu lagu rohani yang paling mendalam maknanya karena lahir dari sebuah keinginan tulus seorang pemuda untuk hidup dengan integritas di tengah dunia yang penuh godaan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penulis: Howard Arnold Walter
Lagu ini bukan ditulis oleh seorang pengkhotbah tua yang sudah mapan, melainkan oleh seorang pemuda bernama **Howard Arnold Walter** (1883–1918).
Walter adalah seorang sarjana, penulis, dan pengajar muda yang cerdas. Pada tahun 1906, ia baru saja lulus dari Universitas Princeton. Di masa mudanya, ia merenungkan bagaimana seorang pengikut Kristus harus menjalani hidup di tengah masyarakat yang kompleks.
### 2. Awal Mula: Sebuah Puisi untuk Ibunya
Pada tahun 1906, saat Walter berusia 23 tahun, ia menulis sebuah puisi berjudul *"My Creed"* (Pengakuan Imanku). Puisi ini sebenarnya bukan dimaksudkan untuk menjadi lagu gerejawi pada awalnya. Walter menulisnya sebagai **ungkapan isi hatinya kepada ibunya**. Ia ingin menyampaikan komitmen pribadinya kepada Tuhan dan bagaimana ia ingin bersikap terhadap sesama manusia.
Puisi tersebut sangat pribadi, jujur, dan tidak bertele-tele. Bait-baitnya mencerminkan keinginan untuk menjadi orang yang bisa dipercaya, berani, jujur, dan penuh kasih.
### 3. Perjalanan Menjadi Lagu
Setelah ditulis, puisi tersebut dimuat dalam majalah *Harper’s Bazaar* pada tahun 1907. Seseorang yang membaca puisi tersebut merasa bahwa kata-katanya sangat kuat dan sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai sebuah doa atau pernyataan iman.
Akhirnya, puisi ini ditemukan oleh seorang musisi bernama **Joseph Yates Peek**. Peek kemudian menggubah melodi lagu tersebut. Ia merasa irama yang tenang dan khusyuk sangat cocok dengan kata-kata Walter yang rendah hati. Sejak saat itu, puisi tersebut dikenal di seluruh dunia sebagai himne/lagu rohani dengan judul *I Would Be True*.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dari lagu ini adalah sebuah "janji" atau "resolusi" pribadi:
* **"Aku hendak tetap berhati tulus, karena ada yang percaya padaku"**: Ini adalah pengakuan akan tanggung jawab. Walter menyadari bahwa integritasnya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga karena ada orang lain (Tuhan, orang tua, dan sesama) yang menaruh harapan kepadanya.
* **"Aku hendak tetap suci, karena ada yang peduli"**: Ini menekankan bahwa kemurnian hidup bukan sekadar aturan, melainkan bentuk penghormatan kepada mereka yang mengasihi kita.
* **"Aku hendak tetap kuat, karena ada yang menderita"**: Ini adalah sentuhan empati sosial. Walter ingin menjadi kuat bukan untuk kesombongan, melainkan agar bisa menopang mereka yang sedang lemah.
* **"Aku hendak tetap berani, karena ada yang harus dicapai"**: Ini adalah tentang visi dan tujuan hidup.
### 5. Akhir Hayat yang Singkat
Sangat mengharukan mengetahui bahwa penulis lagu ini, Howard Arnold Walter, meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yaitu 35 tahun, akibat flu Spanyol (pandemi tahun 1918) saat ia sedang bekerja sebagai misionaris di Jepang.
Meskipun hidupnya singkat, lirik yang ia tulis di usia 23 tahun telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara wisuda, kebaktian pemuda, hingga ibadah Minggu, karena liriknya dianggap sebagai "pedoman hidup" (life creed) yang tak lekang oleh waktu.
### Kesimpulan
Lagu "Aku Hendak Tetap Berhati Tulus" bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **proklamasi integritas**. Lagu ini mengingatkan kita bahwa di dunia yang sering kali mengaburkan batasan antara benar dan salah, seorang individu tetap bisa memilih untuk berjalan dengan tulus, suci, kuat, dan berani, semata-mata karena ada kasih Tuhan dan harapan dari sesama yang harus dijaga.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penulis: Howard Arnold Walter
Lagu ini bukan ditulis oleh seorang pengkhotbah tua yang sudah mapan, melainkan oleh seorang pemuda bernama **Howard Arnold Walter** (1883–1918).
Walter adalah seorang sarjana, penulis, dan pengajar muda yang cerdas. Pada tahun 1906, ia baru saja lulus dari Universitas Princeton. Di masa mudanya, ia merenungkan bagaimana seorang pengikut Kristus harus menjalani hidup di tengah masyarakat yang kompleks.
### 2. Awal Mula: Sebuah Puisi untuk Ibunya
Pada tahun 1906, saat Walter berusia 23 tahun, ia menulis sebuah puisi berjudul *"My Creed"* (Pengakuan Imanku). Puisi ini sebenarnya bukan dimaksudkan untuk menjadi lagu gerejawi pada awalnya. Walter menulisnya sebagai **ungkapan isi hatinya kepada ibunya**. Ia ingin menyampaikan komitmen pribadinya kepada Tuhan dan bagaimana ia ingin bersikap terhadap sesama manusia.
Puisi tersebut sangat pribadi, jujur, dan tidak bertele-tele. Bait-baitnya mencerminkan keinginan untuk menjadi orang yang bisa dipercaya, berani, jujur, dan penuh kasih.
### 3. Perjalanan Menjadi Lagu
Setelah ditulis, puisi tersebut dimuat dalam majalah *Harper’s Bazaar* pada tahun 1907. Seseorang yang membaca puisi tersebut merasa bahwa kata-katanya sangat kuat dan sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai sebuah doa atau pernyataan iman.
Akhirnya, puisi ini ditemukan oleh seorang musisi bernama **Joseph Yates Peek**. Peek kemudian menggubah melodi lagu tersebut. Ia merasa irama yang tenang dan khusyuk sangat cocok dengan kata-kata Walter yang rendah hati. Sejak saat itu, puisi tersebut dikenal di seluruh dunia sebagai himne/lagu rohani dengan judul *I Would Be True*.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dari lagu ini adalah sebuah "janji" atau "resolusi" pribadi:
* **"Aku hendak tetap berhati tulus, karena ada yang percaya padaku"**: Ini adalah pengakuan akan tanggung jawab. Walter menyadari bahwa integritasnya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga karena ada orang lain (Tuhan, orang tua, dan sesama) yang menaruh harapan kepadanya.
* **"Aku hendak tetap suci, karena ada yang peduli"**: Ini menekankan bahwa kemurnian hidup bukan sekadar aturan, melainkan bentuk penghormatan kepada mereka yang mengasihi kita.
* **"Aku hendak tetap kuat, karena ada yang menderita"**: Ini adalah sentuhan empati sosial. Walter ingin menjadi kuat bukan untuk kesombongan, melainkan agar bisa menopang mereka yang sedang lemah.
* **"Aku hendak tetap berani, karena ada yang harus dicapai"**: Ini adalah tentang visi dan tujuan hidup.
### 5. Akhir Hayat yang Singkat
Sangat mengharukan mengetahui bahwa penulis lagu ini, Howard Arnold Walter, meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yaitu 35 tahun, akibat flu Spanyol (pandemi tahun 1918) saat ia sedang bekerja sebagai misionaris di Jepang.
Meskipun hidupnya singkat, lirik yang ia tulis di usia 23 tahun telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara wisuda, kebaktian pemuda, hingga ibadah Minggu, karena liriknya dianggap sebagai "pedoman hidup" (life creed) yang tak lekang oleh waktu.
### Kesimpulan
Lagu "Aku Hendak Tetap Berhati Tulus" bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **proklamasi integritas**. Lagu ini mengingatkan kita bahwa di dunia yang sering kali mengaburkan batasan antara benar dan salah, seorang individu tetap bisa memilih untuk berjalan dengan tulus, suci, kuat, dan berani, semata-mata karena ada kasih Tuhan dan harapan dari sesama yang harus dijaga.
Cross Reference
Isilah Mataku Dengan Citra Salibmu
BLP
Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
BLP
Di Hatiku, Ya Yesus
BLP
Love This World Through Me
BLP
Bapa Sorgawi
BLP
If You Believe And I Believe
BLP
Kristen yang Sejati
BLP
For Me To Live Is Christ
BLP
Penuhl Cawanku
BLP
Jadikan aku saluran berkat
BLP
Yesus Panggil Saudara
BLP
Sperti Rusa Rindu Sungaimu
BLP
Bimbing Aku, Ya Tuhan
BLP
Ya Yesus Trang dan Kuat Kami
BLP
Masa Mudaku ini
BLP
Ya Yesus Terkasih
BLP
Ambil Dunia, B'ri 'ku Yesus
BLP
Kasihku Pada-Mu Tambahkanlah
BLP
Suaramu Kudengar
BLP
Aku Milikmu, Yesus, Tuhanku
BLP
Makin Serupa Yesus. Tuhanku
BLP
I'd Rather Have Jesus
BLP
Come All Christians, Be Commited
BLP
Kami Slap Mengambll Baglan
BLP
Hidup Bagi Yesus
BLP
Tuhan, Ambil Hidupku
BLP
O Allahku, Jenguklah Diriku
BLP
Bagi Yesus Kuserahkan
BLP
The Master Hath Come
BLP
Yang Terutama Di Dalam Hidup Inl
BLP
Kupancarkan Keindahan-Mu
BLP
Penghormatanku
BLP
Keagungan Tuhan
BLP
I Delight To Do Thy Will
BLP
Ya Yesus, 'Ku Berjan|l
BLP
Nyawaku Dib'rikan
BLP
Pada Kakl Salibmu
BLP
kita Sudah Ditebus Olehnya
BLP
Tuhan Memanggilmu
BLP
Sudahkah yang Terbalk Kuberlkan
BLP
Jalan salib perlulah korban
BLP
Kristus yang Terutama
BLP
Bukakan Mataku Tuhan
BLP
Ku Mau Taat Dalam Kuasa Panggilanmu
BLP
Pemuda Bagi Kristus
BLP
Aku Ikuf Yesus
BLP
Bila Kau Pernah Cinta Yesus
BLP
Sperti Rusa Merindukan Air
BLP
Aku Persembahkan
BLP
Ubah Hatiku
BLP
Aku Mengasihi Engkau Yesus
BLP
The Power of Your Love
BLP
B'rikanku Hati
BLP
Bapa Kupersembahkan Tubuhku
BLP
Tetap Setia
BLP
Kami Datang Penuhi Panggilanmu, Tuhan
BLP
Betapa Hatiku
BLP
No Longer Do I Live In Vain
BLP
Tuhan Ku Mau Menyenangkanmu
BLP
Shining For Jesus (Filipi 2:15)
BLP
Take Time To Be Holy
BLP
We Were The Reason
BLP
There Is A Place
BLP
Apalah Arti Ibadahmu
BLP