Informasi Lagu
193
Nomor
Kode
NKB 193
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
5 bait
Style
CountryShuffle
Pencipta Lagu
Joseph Yates Peek
Pencipta Syair
Howard Arnold Walter
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
KPPK 276, BLP 215
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Aku hendak tetap berhati tulus kar’na teman mempercayaiku. Aku hendak tetap berjalan lurus, kar’na teman t’lah mengasihiku; kar’na teman t’lah mengasihiku.
Aku hendak teguh senantiasa, walau besar tantangan dunia. Aku hendak tetap tegap perkasa kar’na ‘ku tahu rintangan ‘kan enyah; kar’na ‘ku tahu rintangan ‘kan enyah.
Aku hendak tetap menjadi kawan bagi yang hatinya penat, sendu. Dan kasihku ingin t’rus ‘ku bagikan, serta imbalan tiada ‘ku perlu; serta imbalan tiada ‘ku perlu.
Aku hendak rendah hati selalu, kar’na ‘ku tahu betapa ‘ku lemah. Aku hendak menolong sesamaku; Allah Esa selalu ‘ku sembah; Allah Esa selalu ‘ku sembah.
Aku hendak tetap menaikkan doa dalam dunia yang sibuk dan cemar. Aku hendak berpaut pada Allah dan Kristuslah teladan yang benar; dan Kristuslah teladan yang benar.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKB 193 1
Slide 2 — NKB 193 2
Slide 3 — NKB 193 3
Slide 4 — NKB 193 4
Slide 5 — NKB 193 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 193
Sejarah Lagu
Lagu **"Aku Hendak Tetap Berhati Tulus"** (judul asli bahasa Inggris: *I Would Be True*) adalah salah satu lagu rohani yang paling mendalam maknanya karena lahir dari sebuah keinginan tulus seorang pemuda untuk hidup dengan integritas di tengah dunia yang penuh godaan.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Latar Belakang Penulis: Howard Arnold Walter
Lagu ini bukan ditulis oleh seorang pengkhotbah tua yang sudah mapan, melainkan oleh seorang pemuda bernama **Howard Arnold Walter** (1883–1918).

Walter adalah seorang sarjana, penulis, dan pengajar muda yang cerdas. Pada tahun 1906, ia baru saja lulus dari Universitas Princeton. Di masa mudanya, ia merenungkan bagaimana seorang pengikut Kristus harus menjalani hidup di tengah masyarakat yang kompleks.

### 2. Awal Mula: Sebuah Puisi untuk Ibunya
Pada tahun 1906, saat Walter berusia 23 tahun, ia menulis sebuah puisi berjudul *"My Creed"* (Pengakuan Imanku). Puisi ini sebenarnya bukan dimaksudkan untuk menjadi lagu gerejawi pada awalnya. Walter menulisnya sebagai **ungkapan isi hatinya kepada ibunya**. Ia ingin menyampaikan komitmen pribadinya kepada Tuhan dan bagaimana ia ingin bersikap terhadap sesama manusia.

Puisi tersebut sangat pribadi, jujur, dan tidak bertele-tele. Bait-baitnya mencerminkan keinginan untuk menjadi orang yang bisa dipercaya, berani, jujur, dan penuh kasih.

### 3. Perjalanan Menjadi Lagu
Setelah ditulis, puisi tersebut dimuat dalam majalah *Harper’s Bazaar* pada tahun 1907. Seseorang yang membaca puisi tersebut merasa bahwa kata-katanya sangat kuat dan sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai sebuah doa atau pernyataan iman.

Akhirnya, puisi ini ditemukan oleh seorang musisi bernama **Joseph Yates Peek**. Peek kemudian menggubah melodi lagu tersebut. Ia merasa irama yang tenang dan khusyuk sangat cocok dengan kata-kata Walter yang rendah hati. Sejak saat itu, puisi tersebut dikenal di seluruh dunia sebagai himne/lagu rohani dengan judul *I Would Be True*.

### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dari lagu ini adalah sebuah "janji" atau "resolusi" pribadi:

* **"Aku hendak tetap berhati tulus, karena ada yang percaya padaku"**: Ini adalah pengakuan akan tanggung jawab. Walter menyadari bahwa integritasnya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga karena ada orang lain (Tuhan, orang tua, dan sesama) yang menaruh harapan kepadanya.
* **"Aku hendak tetap suci, karena ada yang peduli"**: Ini menekankan bahwa kemurnian hidup bukan sekadar aturan, melainkan bentuk penghormatan kepada mereka yang mengasihi kita.
* **"Aku hendak tetap kuat, karena ada yang menderita"**: Ini adalah sentuhan empati sosial. Walter ingin menjadi kuat bukan untuk kesombongan, melainkan agar bisa menopang mereka yang sedang lemah.
* **"Aku hendak tetap berani, karena ada yang harus dicapai"**: Ini adalah tentang visi dan tujuan hidup.

### 5. Akhir Hayat yang Singkat
Sangat mengharukan mengetahui bahwa penulis lagu ini, Howard Arnold Walter, meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yaitu 35 tahun, akibat flu Spanyol (pandemi tahun 1918) saat ia sedang bekerja sebagai misionaris di Jepang.

Meskipun hidupnya singkat, lirik yang ia tulis di usia 23 tahun telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara wisuda, kebaktian pemuda, hingga ibadah Minggu, karena liriknya dianggap sebagai "pedoman hidup" (life creed) yang tak lekang oleh waktu.

### Kesimpulan
Lagu "Aku Hendak Tetap Berhati Tulus" bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **proklamasi integritas**. Lagu ini mengingatkan kita bahwa di dunia yang sering kali mengaburkan batasan antara benar dan salah, seorang individu tetap bisa memilih untuk berjalan dengan tulus, suci, kuat, dan berani, semata-mata karena ada kasih Tuhan dan harapan dari sesama yang harus dijaga.