Informasi Lagu
263
Nomor
Kode
KJ 263
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 7 bait
Yang tlah menang disambut di Firdaus dan makan buah pohon Alhayat, tak lagi ingat duka atau maut: Kristus yang hidup Tuhannya tetap. Ia alami nikmat Sorgawi dan merasai kasih kekal, dan merasai kasih kekal.
Yang tlah menang kelak mendapat juga roti sorgawi, jadi pangannya; kesaksiannya tak pernah terlupa dan nama baru diterimanya, yang diukirkan di atas intan tanda jaminan Sang Penebus, tanda jaminan Sang Penebus.
Yang tlah menang tak akan mengalami maut kedua di gelap ngeri, tapi melihat Bapa Mahakasih, ikut ber-Haleluya tak henti. Habis bertahan di perjuangan ia bawakan kurban syukur, ia bawakan kurban syukur.
Yang tlah menang, namanya kan tertulis di kitab kehidupan yang baka; ia pun tampil dalam jubah putih, mengaku: "Kau Tuhanku slamanya!" Dan dari Dia ia terima tajuk mulia slamat kudus, tajuk mulia slamat kudus.
Yang tah menang menjadi sokoguru di rumah Allah slama-lamanya. Padanya dituliskan nama baru, nama Yerusalem dan Allahnya: nama sorgawi yang ia raih, tanda abadi di dahinya, tanda abadi di dahinya.
Yang tlah menang dibri tempat di sorga, takhta yang pantas jadi miliknya, habis berjuang di gelanggang dunia, di sisi Allah ia jayalah! Yang tlah berlaga dalam percaya Dibri sejahtra habis perang, dibri sejahtra habis perang.
Ya Yesus, tolong! Brilah kemenangan! Lihat betapa banyak musuhku: Iblis dan dosaku terus mengancam; aku perlukan pertolonganMu! Nanti, ya Tuhan, di dalam sorga aku serukan puji syukur, aku serukan puji syukur!
Slide Lirik 14 slide
Slide 1 — KJ 263 1
Slide 2 — KJ 263 2
Slide 3 — KJ 263 3
Slide 4 — KJ 263 4
Slide 5 — KJ 263 5
Slide 6 — KJ 263 6
Slide 7 — KJ 263 7
Slide 8 — KJ 263 8
Slide 9 — KJ 263 9
Slide 10 — KJ 263 10
Slide 11 — KJ 263 11
Slide 12 — KJ 263 12
Slide 13 — KJ 263 13
Slide 14 — KJ 263 14
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 263
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Yang T’lah Menang"** (judul asli bahasa Jerman: ***Wer überwindet, soll vom Holz genießen***) adalah sebuah perjalanan sejarah panjang yang melibatkan teologi Pietisme Jerman, tradisi Kidung Jemaat, dan evolusi makna spiritual selama berabad-abad.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu ini:

### 1. Asal-Usul Penulis (Konteks Sejarah)
Lagu ini berakar dari tradisi gereja Lutheran Jerman. Dua nama yang sering dikaitkan dalam penyusunan teksnya adalah **Wilhelm Amandus Auberlen** (penulis teks) dan **Philipp Balthasar Sinold** (yang sering dikaitkan dengan koleksi lagu tersebut di masa lampau).

* **Pietisme Jerman:** Lagu ini lahir dari semangat gerakan Pietisme di Jerman pada abad ke-17 dan ke-18. Pietisme menekankan pada kesalehan pribadi, kerinduan akan persekutuan dengan Kristus, dan harapan akan kehidupan kekal setelah penderitaan di dunia. Lagu-lagu pada masa ini sering menggunakan bahasa metaforis yang kuat untuk menggambarkan perjuangan orang percaya.

### 2. Dasar Alkitabiah (Inspirasi Utama)
Judul asli lagu ini, *"Wer überwindet, soll vom Holz genießen"* (Siapa yang menang, akan menikmati dari kayu/pohon), diambil langsung dari **Wahyu 2:7b**:
> *"Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."*

Kisah di balik lagu ini adalah **refleksi teologis tentang janji Tuhan kepada orang Kristen yang setia sampai akhir.** Dalam konteks zaman tersebut, kehidupan dianggap sebagai sebuah peperangan (perjuangan iman). "Menang" di sini bukan berarti kemenangan duniawi, melainkan keteguhan iman di tengah pencobaan, penganiayaan, atau godaan dosa.

### 3. Makna Lirik: "Pohon Kehidupan"
Dalam bahasa Jerman aslinya, *"Holz"* secara harfiah berarti kayu atau pohon. Ini merujuk pada "Pohon Kehidupan" yang ada di Taman Eden dan kemudian muncul kembali dalam penglihatan surgawi di kitab Wahyu.

* **Pesan lagu:** Lagu ini mengajak umat untuk tidak menyerah. Meskipun dunia ini penuh dengan "kayu salib" (penderitaan), mereka yang bertahan (menang) akan diizinkan untuk memakan buah dari "Pohon Kehidupan" (keselamatan kekal dan persekutuan penuh dengan Allah di surga).

### 4. Transformasi ke Bahasa Indonesia (Kidung Jemaat)
Lagu ini kemudian diterjemahkan dan masuk ke dalam buku **Kidung Jemaat (KJ) No. 433**, dengan judul **"Yang T'lah Menang"**.

Dalam versi bahasa Indonesia, fokusnya tetap pada tema pemuridan:
* Bait-baitnya menggambarkan bahwa menjadi pengikut Kristus adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan ketekunan.
* Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian Minggu atau ibadah pemakaman, karena liriknya memberikan penghiburan bahwa penderitaan di dunia hanyalah sementara, dan ada "upah" yang indah bagi mereka yang setia sampai garis finis.

### 5. Mengapa Lagu Ini Penting?
Kisah di balik lagu ini adalah **kisah tentang pengharapan.** Pada masa hidup Auberlen, Eropa sering dilanda perang dan wabah penyakit. Lagu ini berfungsi sebagai "jangkar" bagi orang percaya agar tidak kehilangan iman saat menghadapi kematian atau kesulitan hidup.

**Kesimpulan:**
Lagu *"Yang T’lah Menang"* bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **nyanyian penguatan (kerygma)**. Ia mengingatkan bahwa "kemenangan" dalam perspektif iman Kristen bukanlah tentang menjadi yang terkuat di dunia, melainkan tentang kesetiaan memegang janji Kristus hingga akhir hidup, agar layak menerima kehidupan kekal (buah dari Pohon Kehidupan) di hadapan Allah.

Jika Anda mendengarkan melodi klasiknya yang megah namun syahdu, itu dirancang untuk membawa perasaan tenang sekaligus keberanian bagi mereka yang sedang berjuang dengan beban hidup.