KK
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
Informasi Lagu
511
Nomor
Do = F
Nada Dasar
Kode
KK 511
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do = F
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
60
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Celsius Akwan (1984)
Pencipta Syair
Celsius Akwan, berdasarkan Mazmur 23 (1984)
Cross Ref.
KJ 415, BLP 362, KLIK 323, STB 291
Syair / Lirik
3 bait
Gembala baik, bersuling nan merdu,
membimbing aku pada air tenang
dan membaringkan aku berteduh
di padang rumput hijau berkenan.
Reff
O, Gembalaku itu Tuhanku,
membuat aku tentram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku
kuasa damai cerlang, bening.
Kepada domba haus dan lesu
Gembala baik membrikan air segar;
ke dalam hati haus dan sendu
dibriNya air hidup yang benar.
Reff
Di jalan maut kelam sekalipun
ku tidak takut pada seteru,
sebab Gembala adalah Teman
dan Juruslamat bagi diriku.
Reff
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu"** adalah salah satu lagu rohani yang sangat populer dan dicintai di kalangan umat Kristiani di Indonesia, terutama dalam kebaktian gereja-gereja aliran Protestan.
Berikut adalah uraian detail mengenai latar belakang, pencipta, dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Pencipta: Celsius Akwan
Lagu ini diciptakan oleh **Celsius Akwan**. Beliau adalah seorang musisi dan komponis asal Papua yang memiliki dedikasi tinggi dalam menciptakan lagu-lagu pujian yang berbasis pada pengajaran Alkitab.
Celsius Akwan dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai sastra dan teologi. Karya-karyanya sering kali mengadopsi diksi yang puitis namun tetap mudah dimengerti oleh jemaat awam. "Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" menjadi salah satu mahakaryanya yang paling dikenal luas secara nasional, bahkan melampaui batas denominasi gereja.
### 2. Dasar Alkitab: Mazmur 23
Lagu ini secara utuh diadaptasi dari **Mazmur 23**, yang merupakan salah satu pasal paling terkenal dalam Alkitab yang ditulis oleh Raja Daud. Daud, yang dulunya adalah seorang gembala domba sebelum menjadi raja, menggunakan metafora "Tuhan adalah Gembalaku" untuk menggambarkan hubungan intim antara Allah dan umat-Nya.
Poin-poin Mazmur 23 yang diterjemahkan Celsius Akwan ke dalam lirik lagu:
* **Perlindungan:** "Takkan kekurangan aku" (Ayat 1).
* **Pemulihan:** "Ia menyegarkan jiwaku" (Ayat 3).
* **Penyertaan:** "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya" (Ayat 4).
* **Kasih Setia:** "Kebaikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku" (Ayat 6).
### 3. Makna Dibalik Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan kedamaian. Mari kita bedah beberapa frasa kuncinya:
* **"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu":** Metafora ini sangat menyentuh. "Gembala Baik" merujuk pada Yesus Kristus (Yohanes 10:11). "Bersuling nan merdu" menggambarkan bahwa kepemimpinan Tuhan bukan dengan kekerasan atau paksaan, melainkan dengan kelembutan, kasih, dan penghiburan yang menenangkan hati, seperti suara suling yang indah di tengah padang gurun.
* **"Membimbing aku ke air yang tenang":** Ini merujuk pada ketenangan batin yang diberikan Tuhan di tengah dunia yang kacau dan penuh tekanan (dunia yang "berisik").
* **"Walau lewati lembah yang gelap":** Lagu ini mengakui realitas kehidupan bahwa penderitaan atau "lembah kekelaman" adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Namun, di dalam lagu ini, kegelapan tersebut tidak menjadi akhir karena ada janji penyertaan Tuhan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa karya Celsius Akwan ini begitu membekas bagi umat Kristiani di Indonesia:
1. **Melodi yang Kontemplatif:** Melodi lagu ini cenderung lambat dan menenangkan, sangat cocok untuk momen perenungan, saat teduh, atau sebagai lagu pengiring dalam ibadah yang membutuhkan ketenangan.
2. **Bahasa yang Puitis:** Pemilihan kata seperti "bersuling nan merdu" menciptakan citra visual dan auditif yang kuat. Ini membantu jemaat untuk membayangkan kedekatan pribadi dengan Tuhan.
3. **Universalitas:** Lagu ini tidak terikat pada satu kondisi tertentu, sehingga relevan bagi siapa pun yang sedang merasa lelah, takut, atau sedang berduka. Lagu ini menawarkan rasa aman bahwa Tuhan selalu "memelihara" domba-domba-Nya.
### Kesimpulan
"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" karya Celsius Akwan bukan sekadar lagu pujian biasa. Lagu ini adalah sebuah bentuk "doa yang dinyanyikan". Dengan mengambil intisari dari Mazmur 23, Celsius Akwan berhasil mengubah teks kitab suci yang kuno menjadi sebuah nyanyian yang sangat personal, di mana setiap orang yang menyanyikannya diingatkan kembali bahwa mereka tidak sendirian dalam menjalani perjalanan hidup, karena ada "Gembala" yang setia menuntun mereka.
Berikut adalah uraian detail mengenai latar belakang, pencipta, dan makna di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Pencipta: Celsius Akwan
Lagu ini diciptakan oleh **Celsius Akwan**. Beliau adalah seorang musisi dan komponis asal Papua yang memiliki dedikasi tinggi dalam menciptakan lagu-lagu pujian yang berbasis pada pengajaran Alkitab.
Celsius Akwan dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai sastra dan teologi. Karya-karyanya sering kali mengadopsi diksi yang puitis namun tetap mudah dimengerti oleh jemaat awam. "Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" menjadi salah satu mahakaryanya yang paling dikenal luas secara nasional, bahkan melampaui batas denominasi gereja.
### 2. Dasar Alkitab: Mazmur 23
Lagu ini secara utuh diadaptasi dari **Mazmur 23**, yang merupakan salah satu pasal paling terkenal dalam Alkitab yang ditulis oleh Raja Daud. Daud, yang dulunya adalah seorang gembala domba sebelum menjadi raja, menggunakan metafora "Tuhan adalah Gembalaku" untuk menggambarkan hubungan intim antara Allah dan umat-Nya.
Poin-poin Mazmur 23 yang diterjemahkan Celsius Akwan ke dalam lirik lagu:
* **Perlindungan:** "Takkan kekurangan aku" (Ayat 1).
* **Pemulihan:** "Ia menyegarkan jiwaku" (Ayat 3).
* **Penyertaan:** "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya" (Ayat 4).
* **Kasih Setia:** "Kebaikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku" (Ayat 6).
### 3. Makna Dibalik Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan kedamaian. Mari kita bedah beberapa frasa kuncinya:
* **"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu":** Metafora ini sangat menyentuh. "Gembala Baik" merujuk pada Yesus Kristus (Yohanes 10:11). "Bersuling nan merdu" menggambarkan bahwa kepemimpinan Tuhan bukan dengan kekerasan atau paksaan, melainkan dengan kelembutan, kasih, dan penghiburan yang menenangkan hati, seperti suara suling yang indah di tengah padang gurun.
* **"Membimbing aku ke air yang tenang":** Ini merujuk pada ketenangan batin yang diberikan Tuhan di tengah dunia yang kacau dan penuh tekanan (dunia yang "berisik").
* **"Walau lewati lembah yang gelap":** Lagu ini mengakui realitas kehidupan bahwa penderitaan atau "lembah kekelaman" adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Namun, di dalam lagu ini, kegelapan tersebut tidak menjadi akhir karena ada janji penyertaan Tuhan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa karya Celsius Akwan ini begitu membekas bagi umat Kristiani di Indonesia:
1. **Melodi yang Kontemplatif:** Melodi lagu ini cenderung lambat dan menenangkan, sangat cocok untuk momen perenungan, saat teduh, atau sebagai lagu pengiring dalam ibadah yang membutuhkan ketenangan.
2. **Bahasa yang Puitis:** Pemilihan kata seperti "bersuling nan merdu" menciptakan citra visual dan auditif yang kuat. Ini membantu jemaat untuk membayangkan kedekatan pribadi dengan Tuhan.
3. **Universalitas:** Lagu ini tidak terikat pada satu kondisi tertentu, sehingga relevan bagi siapa pun yang sedang merasa lelah, takut, atau sedang berduka. Lagu ini menawarkan rasa aman bahwa Tuhan selalu "memelihara" domba-domba-Nya.
### Kesimpulan
"Gembala Baik Bersuling Nan Merdu" karya Celsius Akwan bukan sekadar lagu pujian biasa. Lagu ini adalah sebuah bentuk "doa yang dinyanyikan". Dengan mengambil intisari dari Mazmur 23, Celsius Akwan berhasil mengubah teks kitab suci yang kuno menjadi sebuah nyanyian yang sangat personal, di mana setiap orang yang menyanyikannya diingatkan kembali bahwa mereka tidak sendirian dalam menjalani perjalanan hidup, karena ada "Gembala" yang setia menuntun mereka.
Cross Reference
KJ 415, BLP 362, KLIK 323, STB 291
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
BLP
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
KJ
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
KLIK
My Shepherd LORD
STB
Sama Tema
Hidup Dalam Tuntunan Tuhan
Bersama Yesus 'Ku Tetap Teguh
KK
Adalah Seorang Menaburkan Benih
KK
Bagai Kapal Yang Berlayar
KK
Baht'ra Yang Dipandu Yesus
KK
Berkilat Halilintar
KK
Bintang Pandanganku
KK
Di Dalam Suka
KK
Di Jalanku Diiringi
KK
Gembalaku Allah
KK
Gembalaku Tuhan!
KK
Andaikan Kasihmu Tidak Merangkulku
KK
Hai, Jangan Sendirian
KK
Hanya Tuhan Sumber Hikmat
KK
Hujan Berkat 'Kan Tercurah
KK
Janganlah Takut
KK
Kasih Tuhanku
KK
'Kau Perkasa, 'Ku Lemah
KK
Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
KK
Kidung Yang Merdu Di Hatiku
KK
'Ku Ingin Selalu Dekat Padamu
KK
Kudaki Jalan Mulia
KK
Kuperlukan Jurus'lamat
KK
Makin Dekat, Tuhan
KK
Seindah Siang Disinari Terang
KK
Sejahtera Tuhan
KK
Seperti Wanita Di Pinggir Sumur
KK
Serahkan Pada Tuhan
KK
Serahkanlah Segala Kuatirmu
KK
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
KK
Tenanglah Kini Hatiku
KK
Tersembunyi Ujung Jalan
KK
Tiap Langkahku
KK
Tolong Aku, Tuhan
KK
Tenteramlah, Hai Jiwaku
KK
Tuhan, 'Kau Gembala Kami
KK
Tuhan, Pimpin Anakmu
KK
Tuhan Sambut Jiwaku
KK
Tuhan Yesus Sahabatku
KK
Tuntun Aku, Tuhan Allah
KK
Ya Cah'ya Kasih, Jalanku Kelam
KK
Ya Tuhan, Bimbing Aku
KK
Yesus Kristus Kehidupan Dunia
KK
Yesus Sayang Padaku
KK