KK
Hujan Berkat 'Kan Tercurah
There Shall Be Showers Of Blessing
Informasi Lagu
517
Nomor
Do = Bes
Nada Dasar
Kode
KK 517
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do = Bes
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
52
Jumlah Bait
4 bait
Style
FinalWaltz
Pencipta Lagu
James Mc Granahan (1883)
Pencipta Syair
Daniel Webster Whittle (1883)
Penerjemah
Yamuger (1984)
Cross Ref.
KK 517, KJ 403, PPK 73, KPPK 384, KPJ 170
Syair / Lirik
4 bait
Hujan berkat kan tercurah, itulah janji kudus:
hidup segar dari surga kan diberi Penebus.
Reff
Hujan berkatMu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkatMu, biar tercurah penuh!
Hujan berkat kan tercurah, hidup kembali segar.
Di atas bukit dan lurah bunyi derai terdengar.
Reff
Hujan berkat kan tercurah. Kini kami berseru,
"Brilah dengan limpah ruah, agar genap sabdaMu!"
Reff
Hujan berkat kan tercurah; kami menantikannya.
Hati telah kami buka, Yesus, Kauisi segra!
Reff
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu rohani yang penuh pengharapan, "There Shall Be Showers of Blessing" atau di Indonesia dikenal sebagai "Hujan Berkat 'Kan Tercurah", adalah sebuah mahakarya kolaborasi antara dua tokoh besar dalam sejarah musik gereja: **Daniel Webster Whittle** (penulis lirik) dan **James McGranahan** (komposer melodi). Kisah di baliknya adalah perpaduan inspirasi alkitabiah, pengalaman pribadi, dan semangat kebangunan rohani di akhir abad ke-19.
Mari kita selami kisah detailnya:
---
**1. Akar Alkitabiah: Nubuat Penghiburan dari Yehezkiel**
Inspirasi utama untuk lirik lagu ini datang langsung dari Kitab Yehezkiel 34:26 (versi King James):
*"And I will make them and the places round about my hill a blessing; and I will cause the shower to come down in his season; **there shall be showers of blessing**."*
(Terjemahan LAI: *"Aku akan menjadikan mereka dan daerah di sekitar bukit-Ku menjadi berkat, dan Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu akan menjadi **hujan berkat**.")*
Ayat ini adalah bagian dari janji Tuhan kepada umat Israel yang terbuang dan tercerai-berai, menjanjikan pemulihan, penggembalaan yang benar, dan pencurahan berkat yang melimpah setelah masa-masa sulit. Metafora "hujan" sangat kuat dalam budaya Timur Tengah, di mana hujan berarti kehidupan, kesuburan, dan kemakmuran setelah musim kering yang panjang. Bagi Whittle, janji ini tidak hanya berlaku untuk Israel kuno, tetapi juga untuk setiap orang percaya dan gereja yang merindukan pemulihan dan kehadiran Tuhan yang segar.
---
**2. Sang Penulis Lirik: Daniel Webster Whittle (1840-1901) – Dari Medan Perang ke Ladang Injil**
Daniel Webster Whittle adalah seorang pria yang hidupnya diwarnai oleh pengalaman dramatis dan perubahan hati yang mendalam.
* **Prajurit Perang Saudara:** Whittle lahir di Massachusetts pada tahun 1840. Ketika Perang Saudara Amerika pecah, ia bergabung dengan Union Army dan naik pangkat menjadi Mayor. Ia dikenal karena keberaniannya di medan perang dan bahkan terluka parah di Vicksburg pada tahun 1863.
* **Titik Balik di Tenda Rumah Sakit:** Saat terbaring luka-luka di tenda rumah sakit militer, ia menyaksikan seorang prajurit muda sekarat. Prajurit itu meminta Whittle untuk menulis surat kepada ibunya. Whittle, yang saat itu belum memiliki iman yang kuat, tidak tahu harus menulis apa untuk menghibur seorang ibu yang akan kehilangan anaknya. Ia bertanya kepada prajurit itu apakah ia memiliki pesan tertentu. Prajurit muda itu menyerahkan sepucuk surat dari ibunya, yang di dalamnya terdapat sebuah salinan Injil Yohanes dan catatan yang mendorongnya untuk membaca Alkitab. Whittle membaca surat itu dan kemudian mulai membaca Injil. Saat ia membaca, ia merasakan kehadiran Tuhan yang luar biasa dan mengambil keputusan untuk menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Pengalaman ini membentuknya menjadi seorang yang sangat berempati dan memahami kebutuhan akan penghiburan ilahi.
* **Pelayan Injil Bersama Moody:** Setelah perang, Whittle bekerja di bank, tetapi hatinya terus terpanggil untuk pelayanan rohani. Ia bertemu dengan penginjil terkenal Dwight L. Moody, yang melihat potensi besar dalam dirinya. Whittle meninggalkan pekerjaannya di bank dan bergabung dengan Moody sebagai rekan penginjil. Ia menjadi salah satu kolaborator utama Moody, seringkali bertugas sebagai penyelenggara dan penulis himne.
* **"El Nathan":** Whittle sering menulis lirik himnenya dengan nama pena "El Nathan," yang berarti "Allah telah memberi." Ia adalah penulis yang produktif, dengan lirik-lirik yang sederhana, lugas, dan penuh semangat Alkitabiah, dirancang untuk menyentuh hati orang banyak dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani.
Ketika ia menulis lirik "There Shall Be Showers of Blessing," Whittle mungkin sedang merenungkan kekeringan rohani yang ia saksikan di sekitarnya, serta kerinduannya akan pencurahan Roh Kudus yang segar, mirip dengan janji Tuhan kepada Israel.
---
**3. Sang Komposer: James McGranahan (1840-1907) – Dari Panggung Opera ke Mimbar Injil**
James McGranahan memiliki latar belakang musik yang sangat berbeda dari kebanyakan komposer himne pada masanya.
* **Penyanyi Opera Berbakat:** McGranahan lahir di Pennsylvania pada tahun 1840. Ia adalah seorang penyanyi bariton dengan suara yang sangat indah dan terlatih secara klasik. Ia awalnya bercita-cita untuk berkarir di panggung opera, sebuah dunia yang sangat jauh dari gereja evangelis.
* **Pertobatan Melalui Moody:** Sama seperti Whittle, McGranahan juga bertobat melalui pelayanan Dwight L. Moody. Ia tergerak oleh pesan Injil dan memutuskan untuk mengabdikan bakat musiknya untuk kemuliaan Tuhan.
* **Menggantikan P.P. Bliss:** Pada tahun 1876, dunia musik rohani mengalami duka mendalam dengan meninggalnya Philip P. Bliss, seorang komposer himne yang sangat populer dan rekan Moody. Kematian Bliss dalam sebuah kecelakaan kereta api yang tragis meninggalkan kekosongan besar. Moody mencari seseorang yang dapat menggantikan Bliss, dan pilihannya jatuh pada James McGranahan. Ini adalah peran yang sangat menantang, mengingat popularitas dan bakat Bliss.
* **Kolaborasi yang Produktif:** McGranahan membuktikan dirinya sebagai penerus yang layak. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan melodi yang kuat, mudah diingat, dan cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat. Ia sering berkolaborasi dengan Whittle; Whittle akan menulis liriknya, dan McGranahan akan menciptakan melodi yang sempurna untuk itu. Bersama dengan Ira D. Sankey (direktur musik Moody), McGranahan membentuk trio yang tak tergantikan dalam pelayanan kebangunan rohani Moody.
Ketika McGranahan menerima lirik "There Shall Be Showers of Blessing" dari Whittle, ia kemungkinan besar merasakan kekuatan pesan alkitabiahnya dan kerinduan akan pencurahan berkat ilahi. Ia kemudian menciptakan melodi yang mengalir, dengan refrain yang cerah dan penuh semangat, yang dengan sempurna menangkap esensi harapan dan sukacita dari janji Tuhan.
---
**4. Proses Penciptaan dan Pesan Utama Lagu**
Lagu ini kemungkinan besar diciptakan sekitar tahun 1883 atau tak lama setelahnya, selama puncak kolaborasi Whittle dan McGranahan dalam pelayanan kebangunan rohani. Whittle menulis liriknya, merenungkan janji Tuhan dari Yehezkiel. Ia tidak hanya berbicara tentang berkat materi, tetapi yang utama adalah berkat rohani: pengampunan dosa, kekuatan, penghiburan, dan kehadiran Roh Kudus.
McGranahan, dengan kepekaan musikalnya, menyusun melodi yang tidak hanya indah tetapi juga mudah dinyanyikan oleh jemaat. Melodinya memiliki perasaan yang menggembirakan, membangun antisipasi untuk "hujan berkat" yang dijanjikan. Refrainnya sangat kuat dan mudah diulang, menjadikannya lagu yang sempurna untuk dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani di mana orang-orang merindukan kehadiran Tuhan yang menyegarkan.
**Pesan Utama Lagu:**
* **Janji Allah yang Tak Berubah:** Lagu ini menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang setia pada janji-Nya, dan Ia berjanji untuk memberkati umat-Nya.
* **Kebutuhan akan Kebangunan Rohani:** "Kekeringan" rohani dapat terjadi, tetapi Allah siap mencurahkan Roh dan berkat-Nya seperti hujan yang menyegarkan.
* **Penghiburan dan Pengharapan:** Bagi mereka yang berbeban berat atau merasa kering dalam iman, lagu ini menawarkan pengharapan bahwa Tuhan akan memberikan "berkat penyegaran."
* **Kerinduan akan Yesus:** Refrain secara eksplisit menyebut "Jesus the Comforter" (Yesus Sang Penghibur), menekankan bahwa berkat terbesar adalah kehadiran dan karya Kristus dalam hidup kita melalui Roh Kudus.
---
**5. Warisan Abadi**
"There Shall Be Showers of Blessing" dengan cepat menjadi salah satu himne favorit dalam gerakan kebangunan rohani D.L. Moody dan terus menjadi lagu yang sangat dicintai di seluruh dunia Kristen. Melodinya yang ceria dan liriknya yang penuh pengharapan telah menghibur, menguatkan, dan menginspirasi jutaan orang untuk percaya pada janji-janji Allah.
Kisah di baliknya adalah kesaksian tentang bagaimana pengalaman pribadi (luka Whittle, pertobatan McGranahan), inspirasi Alkitab (Yehezkiel), dan semangat pelayanan (melalui Moody) dapat bersatu untuk menciptakan karya seni yang memiliki dampak rohani yang abadi. Lagu ini terus mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah sumber dari setiap berkat, dan Ia rindu mencurahkan "hujan berkat" ke dalam hidup kita.
Mari kita selami kisah detailnya:
---
**1. Akar Alkitabiah: Nubuat Penghiburan dari Yehezkiel**
Inspirasi utama untuk lirik lagu ini datang langsung dari Kitab Yehezkiel 34:26 (versi King James):
*"And I will make them and the places round about my hill a blessing; and I will cause the shower to come down in his season; **there shall be showers of blessing**."*
(Terjemahan LAI: *"Aku akan menjadikan mereka dan daerah di sekitar bukit-Ku menjadi berkat, dan Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu akan menjadi **hujan berkat**.")*
Ayat ini adalah bagian dari janji Tuhan kepada umat Israel yang terbuang dan tercerai-berai, menjanjikan pemulihan, penggembalaan yang benar, dan pencurahan berkat yang melimpah setelah masa-masa sulit. Metafora "hujan" sangat kuat dalam budaya Timur Tengah, di mana hujan berarti kehidupan, kesuburan, dan kemakmuran setelah musim kering yang panjang. Bagi Whittle, janji ini tidak hanya berlaku untuk Israel kuno, tetapi juga untuk setiap orang percaya dan gereja yang merindukan pemulihan dan kehadiran Tuhan yang segar.
---
**2. Sang Penulis Lirik: Daniel Webster Whittle (1840-1901) – Dari Medan Perang ke Ladang Injil**
Daniel Webster Whittle adalah seorang pria yang hidupnya diwarnai oleh pengalaman dramatis dan perubahan hati yang mendalam.
* **Prajurit Perang Saudara:** Whittle lahir di Massachusetts pada tahun 1840. Ketika Perang Saudara Amerika pecah, ia bergabung dengan Union Army dan naik pangkat menjadi Mayor. Ia dikenal karena keberaniannya di medan perang dan bahkan terluka parah di Vicksburg pada tahun 1863.
* **Titik Balik di Tenda Rumah Sakit:** Saat terbaring luka-luka di tenda rumah sakit militer, ia menyaksikan seorang prajurit muda sekarat. Prajurit itu meminta Whittle untuk menulis surat kepada ibunya. Whittle, yang saat itu belum memiliki iman yang kuat, tidak tahu harus menulis apa untuk menghibur seorang ibu yang akan kehilangan anaknya. Ia bertanya kepada prajurit itu apakah ia memiliki pesan tertentu. Prajurit muda itu menyerahkan sepucuk surat dari ibunya, yang di dalamnya terdapat sebuah salinan Injil Yohanes dan catatan yang mendorongnya untuk membaca Alkitab. Whittle membaca surat itu dan kemudian mulai membaca Injil. Saat ia membaca, ia merasakan kehadiran Tuhan yang luar biasa dan mengambil keputusan untuk menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Pengalaman ini membentuknya menjadi seorang yang sangat berempati dan memahami kebutuhan akan penghiburan ilahi.
* **Pelayan Injil Bersama Moody:** Setelah perang, Whittle bekerja di bank, tetapi hatinya terus terpanggil untuk pelayanan rohani. Ia bertemu dengan penginjil terkenal Dwight L. Moody, yang melihat potensi besar dalam dirinya. Whittle meninggalkan pekerjaannya di bank dan bergabung dengan Moody sebagai rekan penginjil. Ia menjadi salah satu kolaborator utama Moody, seringkali bertugas sebagai penyelenggara dan penulis himne.
* **"El Nathan":** Whittle sering menulis lirik himnenya dengan nama pena "El Nathan," yang berarti "Allah telah memberi." Ia adalah penulis yang produktif, dengan lirik-lirik yang sederhana, lugas, dan penuh semangat Alkitabiah, dirancang untuk menyentuh hati orang banyak dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani.
Ketika ia menulis lirik "There Shall Be Showers of Blessing," Whittle mungkin sedang merenungkan kekeringan rohani yang ia saksikan di sekitarnya, serta kerinduannya akan pencurahan Roh Kudus yang segar, mirip dengan janji Tuhan kepada Israel.
---
**3. Sang Komposer: James McGranahan (1840-1907) – Dari Panggung Opera ke Mimbar Injil**
James McGranahan memiliki latar belakang musik yang sangat berbeda dari kebanyakan komposer himne pada masanya.
* **Penyanyi Opera Berbakat:** McGranahan lahir di Pennsylvania pada tahun 1840. Ia adalah seorang penyanyi bariton dengan suara yang sangat indah dan terlatih secara klasik. Ia awalnya bercita-cita untuk berkarir di panggung opera, sebuah dunia yang sangat jauh dari gereja evangelis.
* **Pertobatan Melalui Moody:** Sama seperti Whittle, McGranahan juga bertobat melalui pelayanan Dwight L. Moody. Ia tergerak oleh pesan Injil dan memutuskan untuk mengabdikan bakat musiknya untuk kemuliaan Tuhan.
* **Menggantikan P.P. Bliss:** Pada tahun 1876, dunia musik rohani mengalami duka mendalam dengan meninggalnya Philip P. Bliss, seorang komposer himne yang sangat populer dan rekan Moody. Kematian Bliss dalam sebuah kecelakaan kereta api yang tragis meninggalkan kekosongan besar. Moody mencari seseorang yang dapat menggantikan Bliss, dan pilihannya jatuh pada James McGranahan. Ini adalah peran yang sangat menantang, mengingat popularitas dan bakat Bliss.
* **Kolaborasi yang Produktif:** McGranahan membuktikan dirinya sebagai penerus yang layak. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan melodi yang kuat, mudah diingat, dan cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat. Ia sering berkolaborasi dengan Whittle; Whittle akan menulis liriknya, dan McGranahan akan menciptakan melodi yang sempurna untuk itu. Bersama dengan Ira D. Sankey (direktur musik Moody), McGranahan membentuk trio yang tak tergantikan dalam pelayanan kebangunan rohani Moody.
Ketika McGranahan menerima lirik "There Shall Be Showers of Blessing" dari Whittle, ia kemungkinan besar merasakan kekuatan pesan alkitabiahnya dan kerinduan akan pencurahan berkat ilahi. Ia kemudian menciptakan melodi yang mengalir, dengan refrain yang cerah dan penuh semangat, yang dengan sempurna menangkap esensi harapan dan sukacita dari janji Tuhan.
---
**4. Proses Penciptaan dan Pesan Utama Lagu**
Lagu ini kemungkinan besar diciptakan sekitar tahun 1883 atau tak lama setelahnya, selama puncak kolaborasi Whittle dan McGranahan dalam pelayanan kebangunan rohani. Whittle menulis liriknya, merenungkan janji Tuhan dari Yehezkiel. Ia tidak hanya berbicara tentang berkat materi, tetapi yang utama adalah berkat rohani: pengampunan dosa, kekuatan, penghiburan, dan kehadiran Roh Kudus.
McGranahan, dengan kepekaan musikalnya, menyusun melodi yang tidak hanya indah tetapi juga mudah dinyanyikan oleh jemaat. Melodinya memiliki perasaan yang menggembirakan, membangun antisipasi untuk "hujan berkat" yang dijanjikan. Refrainnya sangat kuat dan mudah diulang, menjadikannya lagu yang sempurna untuk dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani di mana orang-orang merindukan kehadiran Tuhan yang menyegarkan.
**Pesan Utama Lagu:**
* **Janji Allah yang Tak Berubah:** Lagu ini menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang setia pada janji-Nya, dan Ia berjanji untuk memberkati umat-Nya.
* **Kebutuhan akan Kebangunan Rohani:** "Kekeringan" rohani dapat terjadi, tetapi Allah siap mencurahkan Roh dan berkat-Nya seperti hujan yang menyegarkan.
* **Penghiburan dan Pengharapan:** Bagi mereka yang berbeban berat atau merasa kering dalam iman, lagu ini menawarkan pengharapan bahwa Tuhan akan memberikan "berkat penyegaran."
* **Kerinduan akan Yesus:** Refrain secara eksplisit menyebut "Jesus the Comforter" (Yesus Sang Penghibur), menekankan bahwa berkat terbesar adalah kehadiran dan karya Kristus dalam hidup kita melalui Roh Kudus.
---
**5. Warisan Abadi**
"There Shall Be Showers of Blessing" dengan cepat menjadi salah satu himne favorit dalam gerakan kebangunan rohani D.L. Moody dan terus menjadi lagu yang sangat dicintai di seluruh dunia Kristen. Melodinya yang ceria dan liriknya yang penuh pengharapan telah menghibur, menguatkan, dan menginspirasi jutaan orang untuk percaya pada janji-janji Allah.
Kisah di baliknya adalah kesaksian tentang bagaimana pengalaman pribadi (luka Whittle, pertobatan McGranahan), inspirasi Alkitab (Yehezkiel), dan semangat pelayanan (melalui Moody) dapat bersatu untuk menciptakan karya seni yang memiliki dampak rohani yang abadi. Lagu ini terus mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah sumber dari setiap berkat, dan Ia rindu mencurahkan "hujan berkat" ke dalam hidup kita.
Cross Reference
KK 517, KJ 403, PPK 73, KPPK 384, KPJ 170
Hujan Berkat 'Kan Tercurah
KJ
Lubering Berkah Sing Gusti
KPJ
Turunkan Hujan Berkat-Mu
KPPK
Hujan Yang Berkat
PPK
Sama Tema
Hidup Dalam Tuntunan Tuhan
Bersama Yesus 'Ku Tetap Teguh
KK
Adalah Seorang Menaburkan Benih
KK
Bagai Kapal Yang Berlayar
KK
Baht'ra Yang Dipandu Yesus
KK
Berkilat Halilintar
KK
Bintang Pandanganku
KK
Di Dalam Suka
KK
Di Jalanku Diiringi
KK
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
KK
Gembalaku Allah
KK
Gembalaku Tuhan!
KK
Andaikan Kasihmu Tidak Merangkulku
KK
Hai, Jangan Sendirian
KK
Hanya Tuhan Sumber Hikmat
KK
Janganlah Takut
KK
Kasih Tuhanku
KK
'Kau Perkasa, 'Ku Lemah
KK
Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
KK
Kidung Yang Merdu Di Hatiku
KK
'Ku Ingin Selalu Dekat Padamu
KK
Kudaki Jalan Mulia
KK
Kuperlukan Jurus'lamat
KK
Makin Dekat, Tuhan
KK
Seindah Siang Disinari Terang
KK
Sejahtera Tuhan
KK
Seperti Wanita Di Pinggir Sumur
KK
Serahkan Pada Tuhan
KK
Serahkanlah Segala Kuatirmu
KK
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
KK
Tenanglah Kini Hatiku
KK
Tersembunyi Ujung Jalan
KK
Tiap Langkahku
KK
Tolong Aku, Tuhan
KK
Tenteramlah, Hai Jiwaku
KK
Tuhan, 'Kau Gembala Kami
KK
Tuhan, Pimpin Anakmu
KK
Tuhan Sambut Jiwaku
KK
Tuhan Yesus Sahabatku
KK
Tuntun Aku, Tuhan Allah
KK
Ya Cah'ya Kasih, Jalanku Kelam
KK
Ya Tuhan, Bimbing Aku
KK
Yesus Kristus Kehidupan Dunia
KK
Yesus Sayang Padaku
KK