Informasi Lagu
761
Nomor
Kode
KK 761a
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Mazmur Jenewa
Pencipta Syair
Thomas Ken
Cross Ref.
KJ 303a, KPKA 63, KPJ 455
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik 1 slide
Slide 1 — KK 761a 1
Partitur / Not
Partitur Chord KK 761a
Sejarah Lagu
Lagu **"Pujilah Khalik Semesta"** (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai *"Praise God, from Whom All Blessings Flow"*) adalah salah satu himne yang paling dikenal di dunia Kristen.

Menariknya, lagu ini memiliki dua akar sejarah yang berbeda: **teks (lirik)** yang ditulis oleh Thomas Ken, dan **melodi (nada)** yang diambil dari Mazmur Jenewa. Berikut adalah detail kisah di baliknya:

---

### 1. Kisah Lirik: Thomas Ken dan "Doxology"
Lirik lagu ini berasal dari sebuah puisi yang disebut **"Doxology"** (pujian kepada Allah Tritunggal). Penulisnya adalah **Thomas Ken (1637–1711)**, seorang pendeta Anglikan dan Uskup di Bath and Wells, Inggris.

* **Latar Belakang:** Thomas Ken menulis lirik ini sekitar tahun **1674** untuk para siswa di Winchester College, sebuah sekolah asrama tempat ia mengajar. Ia menulis tiga himne panjang untuk digunakan para siswa setiap hari: satu untuk pagi hari, satu untuk malam hari, dan satu untuk tengah malam.
* **Tujuan:** Ketiga himne tersebut diakhiri dengan bait yang sama (yang kini kita kenal sebagai *Doxology*). Tujuannya adalah agar para siswa memiliki doa singkat yang mudah dihafal sebagai bentuk syukur kepada Allah sebelum tidur atau saat memulai hari.
* **Karakter Thomas Ken:** Ia dikenal sebagai sosok yang sangat taat dan berani. Ia bahkan pernah menentang Raja Charles II karena moralitas sang raja. Karena integritasnya, bait pendek ini mencerminkan semangat hidupnya yang berpusat pada kemuliaan Tuhan, terlepas dari tekanan duniawi.

---

### 2. Kisah Melodi: "Old 100th" dan Mazmur Jenewa
Melodi yang digunakan untuk menyanyikan lirik ini dikenal dengan nama **"Old 100th"**. Ini adalah salah satu melodi gerejawi paling terkenal dalam sejarah.

* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari **Mazmur Jenewa (Genevan Psalter)**, sebuah koleksi lagu pujian yang dikembangkan di Jenewa, Swiss, di bawah pengaruh **Yohanes Calvin** pada abad ke-16.
* **Komponis:** Melodi ini secara luas dikaitkan dengan **Louis Bourgeois**, seorang komponis asal Prancis yang bekerja di bawah arahan Calvin.
* **Mengapa disebut "Old 100th"?** Melodi ini awalnya digunakan untuk mengiringi nyanyian Mazmur 100 (*"Bersorak-sorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!"*). Karena lagu ini menjadi lagu ke-100 dalam buku Mazmur versi bahasa Inggris (buku *Daye’s Psalter* tahun 1560), maka ia dijuluki sebagai "Old 100th".

---

### 3. Penggabungan (Lirik + Melodi)
Meskipun lirik Thomas Ken (1674) dan melodi "Old 100th" (1551) lahir dari zaman dan konteks yang berbeda, keduanya bertemu di Inggris. Karena metrum (pola irama) bait terakhir karya Thomas Ken sangat pas dengan melodi "Old 100th", jemaat gereja mulai menggabungkannya.

Hasilnya adalah sebuah lagu yang sangat padat, singkat, namun megah. Karena liriknya merupakan pujian yang mengakui Allah sebagai sumber segala berkat (Bapa, Putra, dan Roh Kudus), lagu ini kemudian menjadi **"Doxology standar"** dalam liturgi banyak denominasi gereja di seluruh dunia.

---

### Mengapa Lagu Ini Begitu Berpengaruh?
1. **Kesederhanaan:** Hanya terdiri dari empat baris, namun mencakup doktrin penting tentang Allah Tritunggal.
2. **Universalitas:** Karena liriknya tidak merujuk pada peristiwa spesifik, ia bisa dinyanyikan dalam berbagai kesempatan: persembahan, pembukaan kebaktian, penutup kebaktian, atau saat doa pribadi.
3. **Melodi yang Ikonik:** Melodi "Old 100th" memiliki tangga nada yang sangat kokoh dan mudah dinyanyikan oleh jemaat dalam jumlah besar, menjadikannya salah satu lagu yang paling "akrab" di telinga umat Kristiani lintas generasi.

Di Indonesia, lagu ini tertulis dalam berbagai buku nyanyian gereja (seperti PKJ atau KJ) dengan terjemahan yang tetap mempertahankan esensi asli pujian Thomas Ken: **mengakui bahwa semua berkat berasal dari Allah Khalik semesta.**