KPKA
Berkahing Allah
Informasi Lagu
63
Nomor
Kode
KPKA 63
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 303a, KPJ 455, KK 761a
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Tyang kang sumarah pracaya kang leladi klayan, setya
misungsungken gesangipun konjuk mring Hyang Maha agung.
Tyang mursid kang trusing ati rina wengi nggunggung Gusti,
tansah angantya berkahnya sarta tan kendhat ndedonga.
Pangeran Allah Makwasa ngluberken berkah sing swarga,
muwuhi ing sih rahmatnya ngiring ing kasetyanira.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Pujilah Khalik Semesta"** (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai *"Praise God, from Whom All Blessings Flow"*) adalah salah satu himne yang paling dikenal di dunia Kristen.
Menariknya, lagu ini memiliki dua akar sejarah yang berbeda: **teks (lirik)** yang ditulis oleh Thomas Ken, dan **melodi (nada)** yang diambil dari Mazmur Jenewa. Berikut adalah detail kisah di baliknya:
---
### 1. Kisah Lirik: Thomas Ken dan "Doxology"
Lirik lagu ini berasal dari sebuah puisi yang disebut **"Doxology"** (pujian kepada Allah Tritunggal). Penulisnya adalah **Thomas Ken (1637–1711)**, seorang pendeta Anglikan dan Uskup di Bath and Wells, Inggris.
* **Latar Belakang:** Thomas Ken menulis lirik ini sekitar tahun **1674** untuk para siswa di Winchester College, sebuah sekolah asrama tempat ia mengajar. Ia menulis tiga himne panjang untuk digunakan para siswa setiap hari: satu untuk pagi hari, satu untuk malam hari, dan satu untuk tengah malam.
* **Tujuan:** Ketiga himne tersebut diakhiri dengan bait yang sama (yang kini kita kenal sebagai *Doxology*). Tujuannya adalah agar para siswa memiliki doa singkat yang mudah dihafal sebagai bentuk syukur kepada Allah sebelum tidur atau saat memulai hari.
* **Karakter Thomas Ken:** Ia dikenal sebagai sosok yang sangat taat dan berani. Ia bahkan pernah menentang Raja Charles II karena moralitas sang raja. Karena integritasnya, bait pendek ini mencerminkan semangat hidupnya yang berpusat pada kemuliaan Tuhan, terlepas dari tekanan duniawi.
---
### 2. Kisah Melodi: "Old 100th" dan Mazmur Jenewa
Melodi yang digunakan untuk menyanyikan lirik ini dikenal dengan nama **"Old 100th"**. Ini adalah salah satu melodi gerejawi paling terkenal dalam sejarah.
* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari **Mazmur Jenewa (Genevan Psalter)**, sebuah koleksi lagu pujian yang dikembangkan di Jenewa, Swiss, di bawah pengaruh **Yohanes Calvin** pada abad ke-16.
* **Komponis:** Melodi ini secara luas dikaitkan dengan **Louis Bourgeois**, seorang komponis asal Prancis yang bekerja di bawah arahan Calvin.
* **Mengapa disebut "Old 100th"?** Melodi ini awalnya digunakan untuk mengiringi nyanyian Mazmur 100 (*"Bersorak-sorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!"*). Karena lagu ini menjadi lagu ke-100 dalam buku Mazmur versi bahasa Inggris (buku *Daye’s Psalter* tahun 1560), maka ia dijuluki sebagai "Old 100th".
---
### 3. Penggabungan (Lirik + Melodi)
Meskipun lirik Thomas Ken (1674) dan melodi "Old 100th" (1551) lahir dari zaman dan konteks yang berbeda, keduanya bertemu di Inggris. Karena metrum (pola irama) bait terakhir karya Thomas Ken sangat pas dengan melodi "Old 100th", jemaat gereja mulai menggabungkannya.
Hasilnya adalah sebuah lagu yang sangat padat, singkat, namun megah. Karena liriknya merupakan pujian yang mengakui Allah sebagai sumber segala berkat (Bapa, Putra, dan Roh Kudus), lagu ini kemudian menjadi **"Doxology standar"** dalam liturgi banyak denominasi gereja di seluruh dunia.
---
### Mengapa Lagu Ini Begitu Berpengaruh?
1. **Kesederhanaan:** Hanya terdiri dari empat baris, namun mencakup doktrin penting tentang Allah Tritunggal.
2. **Universalitas:** Karena liriknya tidak merujuk pada peristiwa spesifik, ia bisa dinyanyikan dalam berbagai kesempatan: persembahan, pembukaan kebaktian, penutup kebaktian, atau saat doa pribadi.
3. **Melodi yang Ikonik:** Melodi "Old 100th" memiliki tangga nada yang sangat kokoh dan mudah dinyanyikan oleh jemaat dalam jumlah besar, menjadikannya salah satu lagu yang paling "akrab" di telinga umat Kristiani lintas generasi.
Di Indonesia, lagu ini tertulis dalam berbagai buku nyanyian gereja (seperti PKJ atau KJ) dengan terjemahan yang tetap mempertahankan esensi asli pujian Thomas Ken: **mengakui bahwa semua berkat berasal dari Allah Khalik semesta.**
Menariknya, lagu ini memiliki dua akar sejarah yang berbeda: **teks (lirik)** yang ditulis oleh Thomas Ken, dan **melodi (nada)** yang diambil dari Mazmur Jenewa. Berikut adalah detail kisah di baliknya:
---
### 1. Kisah Lirik: Thomas Ken dan "Doxology"
Lirik lagu ini berasal dari sebuah puisi yang disebut **"Doxology"** (pujian kepada Allah Tritunggal). Penulisnya adalah **Thomas Ken (1637–1711)**, seorang pendeta Anglikan dan Uskup di Bath and Wells, Inggris.
* **Latar Belakang:** Thomas Ken menulis lirik ini sekitar tahun **1674** untuk para siswa di Winchester College, sebuah sekolah asrama tempat ia mengajar. Ia menulis tiga himne panjang untuk digunakan para siswa setiap hari: satu untuk pagi hari, satu untuk malam hari, dan satu untuk tengah malam.
* **Tujuan:** Ketiga himne tersebut diakhiri dengan bait yang sama (yang kini kita kenal sebagai *Doxology*). Tujuannya adalah agar para siswa memiliki doa singkat yang mudah dihafal sebagai bentuk syukur kepada Allah sebelum tidur atau saat memulai hari.
* **Karakter Thomas Ken:** Ia dikenal sebagai sosok yang sangat taat dan berani. Ia bahkan pernah menentang Raja Charles II karena moralitas sang raja. Karena integritasnya, bait pendek ini mencerminkan semangat hidupnya yang berpusat pada kemuliaan Tuhan, terlepas dari tekanan duniawi.
---
### 2. Kisah Melodi: "Old 100th" dan Mazmur Jenewa
Melodi yang digunakan untuk menyanyikan lirik ini dikenal dengan nama **"Old 100th"**. Ini adalah salah satu melodi gerejawi paling terkenal dalam sejarah.
* **Asal-usul:** Melodi ini berasal dari **Mazmur Jenewa (Genevan Psalter)**, sebuah koleksi lagu pujian yang dikembangkan di Jenewa, Swiss, di bawah pengaruh **Yohanes Calvin** pada abad ke-16.
* **Komponis:** Melodi ini secara luas dikaitkan dengan **Louis Bourgeois**, seorang komponis asal Prancis yang bekerja di bawah arahan Calvin.
* **Mengapa disebut "Old 100th"?** Melodi ini awalnya digunakan untuk mengiringi nyanyian Mazmur 100 (*"Bersorak-sorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!"*). Karena lagu ini menjadi lagu ke-100 dalam buku Mazmur versi bahasa Inggris (buku *Daye’s Psalter* tahun 1560), maka ia dijuluki sebagai "Old 100th".
---
### 3. Penggabungan (Lirik + Melodi)
Meskipun lirik Thomas Ken (1674) dan melodi "Old 100th" (1551) lahir dari zaman dan konteks yang berbeda, keduanya bertemu di Inggris. Karena metrum (pola irama) bait terakhir karya Thomas Ken sangat pas dengan melodi "Old 100th", jemaat gereja mulai menggabungkannya.
Hasilnya adalah sebuah lagu yang sangat padat, singkat, namun megah. Karena liriknya merupakan pujian yang mengakui Allah sebagai sumber segala berkat (Bapa, Putra, dan Roh Kudus), lagu ini kemudian menjadi **"Doxology standar"** dalam liturgi banyak denominasi gereja di seluruh dunia.
---
### Mengapa Lagu Ini Begitu Berpengaruh?
1. **Kesederhanaan:** Hanya terdiri dari empat baris, namun mencakup doktrin penting tentang Allah Tritunggal.
2. **Universalitas:** Karena liriknya tidak merujuk pada peristiwa spesifik, ia bisa dinyanyikan dalam berbagai kesempatan: persembahan, pembukaan kebaktian, penutup kebaktian, atau saat doa pribadi.
3. **Melodi yang Ikonik:** Melodi "Old 100th" memiliki tangga nada yang sangat kokoh dan mudah dinyanyikan oleh jemaat dalam jumlah besar, menjadikannya salah satu lagu yang paling "akrab" di telinga umat Kristiani lintas generasi.
Di Indonesia, lagu ini tertulis dalam berbagai buku nyanyian gereja (seperti PKJ atau KJ) dengan terjemahan yang tetap mempertahankan esensi asli pujian Thomas Ken: **mengakui bahwa semua berkat berasal dari Allah Khalik semesta.**
Cross Reference
KJ 303a, KPJ 455, KK 761a
Pujilah Khalik Semesta
KJ
Pujilah Khalik Semesta
KK
Lah Pra Abdine Pangeran
KPJ
Sama Tema
Pengaken Pitados
Karahayone Wong Mursid
KPKA
Kang Karoban Ing Begja
KPKA
Rineksa Ing Allah Nadyan Sinatru Tyang Duraka
KPKA
Nyuwun Luwar Sing Karupekan
KPKA
Allah Pangen Kula
KPKA
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPKA
Karahayoning Tyang Mursid
KPKA
Pasrah Mring Gusti
KPKA
Yesus Roti Panguripan
KPKA
Masrahaken Gesang
KPKA
Aneng Patunggilaning Gusti
KPKA
Iba Adi Tuwin Endahipun
KPKA
Kasetyaning Allah
KPKA
Lumadi Ing Gusti
KPKA
Manggul Salib
KPKA
Temen Ndherek Gusti
KPKA
Mareka Mring Gusti
KPKA
Pracaya Mring Gusti
KPKA
Gusti Nimbali
KPKA
Umareka, Umareka
KPKA
Ing Paprentahaning Allah
KPKA
Tinimbalan Dening Gusti
KPKA
Pracaya Lan Pasraha
KPKA
Kapyarsi Gusti Nimbali
KPKA
Ndherek Gusti
KPKA
Tekading Manah Kula
KPKA
Pasrah Dhateng Gusti
KPKA
Nyuwun Tuntunanipun Gusti
KPKA
Kabegjan Sejati
KPKA
Andherek Gusti
KPKA
Sumendhe Ing Gusti
KPKA
Sakehing Sumelangmu Pasrahna Marang Aku
KPKA
Pasrah
KPKA
Pasraha
KPKA
Praboting Perang Rohani
KPKA
Pamujinipun Para Utusan
KPKA
Pangatag Ngabarake Injil
KPKA
Nyuwun Gumelaripun Kratoning Swarga
KPKA
Kratoning Swarga
KPKA
Lamun Dudu Yehuwah
KPKA
Tansah Samekta
KPKA
Panenipun Jembar
KPKA
Panyuwun Gumelaring Kraton
KPKA
Diprayitna
KPKA
Perang Rohani
KPKA
Allah Asih Mring Jagad
KPKA
Dhamparing Sih Rahmat
KPKA
Kraharjaning Tumitah
KPKA
Gesang Tresna-Tinresnan
KPKA
Kula Nedya Kadya Gusti
KPKA
Gusti Mugi Tansah Nuntun
KPKA
Gusti Mugi Nunggil Mring Kula
KPKA
Katemtuaning Pracaya
KPKA
Namung Karsa Paduka
KPKA
Gusti Nuntuna Kawula
KPKA
Mugi Mberkahi Kula
KPKA
Pandonga Enjing
KPKA
Aja Semaya
KPKA
Nyuwun Ayeming Manah
KPKA
Pasrah Sumarah Mring Gusti
KPKA
Gusti Pangen Utami
KPKA
Ingsun Yehuwah Allahira
KPKA
Angger Kula Sumerep
KPKA
Kumandel Mring Allah
KPKA
Kinanthi Ing Gusti
KPKA
Dipanggah
KPKA
Gusti Pangungsenmu
KPKA
Samekta
KPKA
Pasrah Sumaraha
KPKA
Ngrangkul Salib
KPKA
Kula Tyang Pracaya
KPKA
Kabegjan Kang Sejati
KPKA
Tansah Bingah
KPKA
Allah Dados Pepadhang
KPKA
Ayem Wonten Ing Gusti
KPKA
Kabegjaning Tiyang Kristen
KPKA
Rumentahing Palimirma
KPKA
Aja Adigang, Adigung, Adiguna
KPKA
Kula Sumarah Mring Allah
KPKA
Pangandel Dhumateng Allah
KPKA
Kang Langgeng Sihe Allah
KPKA
Pangandel
KPKA
Mugi Gusti Angutus Utusan
KPKA
Sang Kristus Tameng Santosa
KPKA
Gesang Dados Kidung
KPKA
Mung Kristus Juru Basuki
KPKA
Mung Tansah Pasrah Mring Gusti
KPKA
Margi Dhateng Swarga
KPKA
Nunggil Kaliyan Gusti
KPKA
Gusti Yesus Pamarta
KPKA
Pangungsen Kula
KPKA
Nyawisi Papan Mring Gusti
KPKA
Gusti Nuntun
KPKA
Kumandela, Pracayaa
KPKA
Mung Allah Maha Kawasa
KPKA
Yesus Sang Pamarta
KPKA
Gusti Yesus Kristus
KPKA
Allah Pangayomanmu
KPKA
Paseksi Sayekti
KPKA
Timbalan Dadya Duta Sembada
KPKA
Nyuwun Kalanting Ing Gusti
KPKA
Asmanya Makwasa
KPKA
Sang Kristus Maasih
KPKA
Kraton Swarga
KPKA
Tyang Kang Pracaya
KPKA
Dhuh Gusti Pepadhang Yekti
KPKA
Pitobat
KPKA
Agunging Sih Rahmat
KPKA
Jatining Katresnan
KPKA
Ora Et Labora
KPKA
Panuntuning Gusti
KPKA
Ndedonga Lan Makarya
KPKA
Sumarah Mring Allah
KPKA
Gusti Mugi Nuntun Kawula
KPKA
Utusaning Gusti
KPKA
Tansah Padha Bebungaha
KPKA
Korban Sejati
KPKA
Nulada Sang Pamarta
KPKA
Tiyang Rahayu
KPKA
Kang Pinunjul Katresnan
KPKA
Gusti Yesus Ratu Adil
KPKA
Gusti Pepadhanging Jagad
KPKA
Panarima
KPKA