KPKA
Kabegjaning Tiyang Kristen
Informasi Lagu
132
Nomor
Kode
KPKA 132
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 38, KPJ 351
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Samangkya kita merdika uwal sing rehing dosa
ngegungken bekti mring Gusti wah asih mring sesami
mung kraharjan lan kabegjan kang tansah ngiring gesang
tinebus Sang Kristus Gusti kula sinung basuki.
Mangkya kita titah anyar nyingkur kadonyan tansah
budi luhur, andhap asor leladi trus ing manah,
Mangkya kita putreng Allah tansah nglantarken berkah
mbelani tyang kang sangsara ngrimat tyang kang cilaka,
Mangkya kita Umat Kristen kang tansah ndherek Gusti
Injil suci winartosken srana katresnan yekti,
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"T'lah Lewat Malam yang Gelap"** (judul asli bahasa Belanda: ***De nacht vlood heen***) adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat dicintai, terutama dalam tradisi gereja-gereja di Indonesia. Lagu ini memiliki sejarah yang menyentuh, yang berakar dari pengalaman pribadi penulisnya, **Celestine Oliphant-Schoch**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Celestine Oliphant-Schoch
Celestine Oliphant-Schoch adalah seorang wanita yang hidup pada abad ke-19. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki bakat dalam menulis puisi serta lirik lagu. Kehidupannya tidak terlepas dari berbagai tantangan dan masa-masa sulit, yang justru menjadi sumber inspirasi utama dalam karya-karyanya.
### 2. Latar Belakang Penulisan: Harapan di Tengah Keputusasaan
Judul asli lagu ini, *"De nacht vlood heen"* (Malam telah berlalu/terbang), bukanlah sekadar metafora puitis biasa, melainkan sebuah refleksi dari **pengalaman pergumulan batin yang mendalam**.
Dikisahkan bahwa lagu ini lahir ketika Celestine sedang melewati masa "malam yang gelap" dalam hidupnya—sebuah kiasan untuk penderitaan, kesedihan, atau masa pencobaan iman yang sangat berat. Dalam teologi Kristen, istilah "malam yang gelap" sering kali merujuk pada masa di mana seseorang merasa jauh dari Tuhan atau sedang mengalami depresi dan beban hidup yang seolah tak berujung.
Celestine menulis lagu ini sebagai bentuk **deklarasi iman**. Ia ingin mengungkapkan bahwa tidak peduli seberapa panjang atau pekatnya "malam" (penderitaan) yang dialami seseorang, fajar pasti akan menyingsing. Fokus lagu ini bukan pada kegelapan itu sendiri, melainkan pada kehadiran Tuhan yang membawa "terang" (pagi) yang menghalau segala kesedihan.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menekankan pada transisi dari ketakutan menuju ketenangan:
* **"T'lah lewat malam yang gelap"**: Menandakan bahwa masa sulit, keraguan, dan air mata hanyalah bersifat sementara.
* **"Fajar menyingsing cerah"**: Simbol dari harapan, kasih setia Tuhan, dan awal yang baru.
* **Tema Utama**: Lagu ini adalah lagu tentang **pengharapan**. Celestine ingin menyampaikan pesan bahwa bagi mereka yang percaya, Tuhan selalu hadir di akhir setiap kesulitan.
### 4. Penyebaran di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer karena diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimasukkan ke dalam buku-buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau *Nyanyikanlah Kidung Baru*).
Banyak orang Indonesia mengaitkan lagu ini dengan suasana ibadah pagi atau masa-masa transisi dalam kehidupan seseorang (seperti saat menghadapi duka cita atau masa transisi setelah pergumulan berat). Melodinya yang tenang namun megah membantu pendengarnya untuk merasakan kedamaian setelah melewati masa-masa sulit.
### Kesimpulan
Kisah di balik *T'lah Lewat Malam yang Gelap* adalah pengingat bahwa karya seni terbaik sering kali lahir dari kedalaman hati manusia yang sedang terluka namun tetap memilih untuk berharap. Celestine Oliphant-Schoch meninggalkan warisan melalui lagu ini bahwa **kegelapan hanyalah bagian dari proses, namun terang kasih Tuhan adalah kepastian.**
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena setiap orang, pada titik tertentu dalam hidupnya, pasti pernah merasakan "malam yang gelap" dan membutuhkan kepastian bahwa "fajar" akan segera datang.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Celestine Oliphant-Schoch
Celestine Oliphant-Schoch adalah seorang wanita yang hidup pada abad ke-19. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki bakat dalam menulis puisi serta lirik lagu. Kehidupannya tidak terlepas dari berbagai tantangan dan masa-masa sulit, yang justru menjadi sumber inspirasi utama dalam karya-karyanya.
### 2. Latar Belakang Penulisan: Harapan di Tengah Keputusasaan
Judul asli lagu ini, *"De nacht vlood heen"* (Malam telah berlalu/terbang), bukanlah sekadar metafora puitis biasa, melainkan sebuah refleksi dari **pengalaman pergumulan batin yang mendalam**.
Dikisahkan bahwa lagu ini lahir ketika Celestine sedang melewati masa "malam yang gelap" dalam hidupnya—sebuah kiasan untuk penderitaan, kesedihan, atau masa pencobaan iman yang sangat berat. Dalam teologi Kristen, istilah "malam yang gelap" sering kali merujuk pada masa di mana seseorang merasa jauh dari Tuhan atau sedang mengalami depresi dan beban hidup yang seolah tak berujung.
Celestine menulis lagu ini sebagai bentuk **deklarasi iman**. Ia ingin mengungkapkan bahwa tidak peduli seberapa panjang atau pekatnya "malam" (penderitaan) yang dialami seseorang, fajar pasti akan menyingsing. Fokus lagu ini bukan pada kegelapan itu sendiri, melainkan pada kehadiran Tuhan yang membawa "terang" (pagi) yang menghalau segala kesedihan.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menekankan pada transisi dari ketakutan menuju ketenangan:
* **"T'lah lewat malam yang gelap"**: Menandakan bahwa masa sulit, keraguan, dan air mata hanyalah bersifat sementara.
* **"Fajar menyingsing cerah"**: Simbol dari harapan, kasih setia Tuhan, dan awal yang baru.
* **Tema Utama**: Lagu ini adalah lagu tentang **pengharapan**. Celestine ingin menyampaikan pesan bahwa bagi mereka yang percaya, Tuhan selalu hadir di akhir setiap kesulitan.
### 4. Penyebaran di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer karena diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimasukkan ke dalam buku-buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau *Nyanyikanlah Kidung Baru*).
Banyak orang Indonesia mengaitkan lagu ini dengan suasana ibadah pagi atau masa-masa transisi dalam kehidupan seseorang (seperti saat menghadapi duka cita atau masa transisi setelah pergumulan berat). Melodinya yang tenang namun megah membantu pendengarnya untuk merasakan kedamaian setelah melewati masa-masa sulit.
### Kesimpulan
Kisah di balik *T'lah Lewat Malam yang Gelap* adalah pengingat bahwa karya seni terbaik sering kali lahir dari kedalaman hati manusia yang sedang terluka namun tetap memilih untuk berharap. Celestine Oliphant-Schoch meninggalkan warisan melalui lagu ini bahwa **kegelapan hanyalah bagian dari proses, namun terang kasih Tuhan adalah kepastian.**
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena setiap orang, pada titik tertentu dalam hidupnya, pasti pernah merasakan "malam yang gelap" dan membutuhkan kepastian bahwa "fajar" akan segera datang.
Cross Reference
Sama Tema
Pengaken Pitados
Karahayone Wong Mursid
KPKA
Kang Karoban Ing Begja
KPKA
Rineksa Ing Allah Nadyan Sinatru Tyang Duraka
KPKA
Nyuwun Luwar Sing Karupekan
KPKA
Allah Pangen Kula
KPKA
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPKA
Karahayoning Tyang Mursid
KPKA
Berkahing Allah
KPKA
Pasrah Mring Gusti
KPKA
Yesus Roti Panguripan
KPKA
Masrahaken Gesang
KPKA
Aneng Patunggilaning Gusti
KPKA
Iba Adi Tuwin Endahipun
KPKA
Kasetyaning Allah
KPKA
Lumadi Ing Gusti
KPKA
Manggul Salib
KPKA
Temen Ndherek Gusti
KPKA
Mareka Mring Gusti
KPKA
Pracaya Mring Gusti
KPKA
Gusti Nimbali
KPKA
Umareka, Umareka
KPKA
Ing Paprentahaning Allah
KPKA
Tinimbalan Dening Gusti
KPKA
Pracaya Lan Pasraha
KPKA
Kapyarsi Gusti Nimbali
KPKA
Ndherek Gusti
KPKA
Tekading Manah Kula
KPKA
Pasrah Dhateng Gusti
KPKA
Nyuwun Tuntunanipun Gusti
KPKA
Kabegjan Sejati
KPKA
Andherek Gusti
KPKA
Sumendhe Ing Gusti
KPKA
Sakehing Sumelangmu Pasrahna Marang Aku
KPKA
Pasrah
KPKA
Pasraha
KPKA
Praboting Perang Rohani
KPKA
Pamujinipun Para Utusan
KPKA
Pangatag Ngabarake Injil
KPKA
Nyuwun Gumelaripun Kratoning Swarga
KPKA
Kratoning Swarga
KPKA
Lamun Dudu Yehuwah
KPKA
Tansah Samekta
KPKA
Panenipun Jembar
KPKA
Panyuwun Gumelaring Kraton
KPKA
Diprayitna
KPKA
Perang Rohani
KPKA
Allah Asih Mring Jagad
KPKA
Dhamparing Sih Rahmat
KPKA
Kraharjaning Tumitah
KPKA
Gesang Tresna-Tinresnan
KPKA
Kula Nedya Kadya Gusti
KPKA
Gusti Mugi Tansah Nuntun
KPKA
Gusti Mugi Nunggil Mring Kula
KPKA
Katemtuaning Pracaya
KPKA
Namung Karsa Paduka
KPKA
Gusti Nuntuna Kawula
KPKA
Mugi Mberkahi Kula
KPKA
Pandonga Enjing
KPKA
Aja Semaya
KPKA
Nyuwun Ayeming Manah
KPKA
Pasrah Sumarah Mring Gusti
KPKA
Gusti Pangen Utami
KPKA
Ingsun Yehuwah Allahira
KPKA
Angger Kula Sumerep
KPKA
Kumandel Mring Allah
KPKA
Kinanthi Ing Gusti
KPKA
Dipanggah
KPKA
Gusti Pangungsenmu
KPKA
Samekta
KPKA
Pasrah Sumaraha
KPKA
Ngrangkul Salib
KPKA
Kula Tyang Pracaya
KPKA
Kabegjan Kang Sejati
KPKA
Tansah Bingah
KPKA
Allah Dados Pepadhang
KPKA
Ayem Wonten Ing Gusti
KPKA
Rumentahing Palimirma
KPKA
Aja Adigang, Adigung, Adiguna
KPKA
Kula Sumarah Mring Allah
KPKA
Pangandel Dhumateng Allah
KPKA
Kang Langgeng Sihe Allah
KPKA
Pangandel
KPKA
Mugi Gusti Angutus Utusan
KPKA
Sang Kristus Tameng Santosa
KPKA
Gesang Dados Kidung
KPKA
Mung Kristus Juru Basuki
KPKA
Mung Tansah Pasrah Mring Gusti
KPKA
Margi Dhateng Swarga
KPKA
Nunggil Kaliyan Gusti
KPKA
Gusti Yesus Pamarta
KPKA
Pangungsen Kula
KPKA
Nyawisi Papan Mring Gusti
KPKA
Gusti Nuntun
KPKA
Kumandela, Pracayaa
KPKA
Mung Allah Maha Kawasa
KPKA
Yesus Sang Pamarta
KPKA
Gusti Yesus Kristus
KPKA
Allah Pangayomanmu
KPKA
Paseksi Sayekti
KPKA
Timbalan Dadya Duta Sembada
KPKA
Nyuwun Kalanting Ing Gusti
KPKA
Asmanya Makwasa
KPKA
Sang Kristus Maasih
KPKA
Kraton Swarga
KPKA
Tyang Kang Pracaya
KPKA
Dhuh Gusti Pepadhang Yekti
KPKA
Pitobat
KPKA
Agunging Sih Rahmat
KPKA
Jatining Katresnan
KPKA
Ora Et Labora
KPKA
Panuntuning Gusti
KPKA
Ndedonga Lan Makarya
KPKA
Sumarah Mring Allah
KPKA
Gusti Mugi Nuntun Kawula
KPKA
Utusaning Gusti
KPKA
Tansah Padha Bebungaha
KPKA
Korban Sejati
KPKA
Nulada Sang Pamarta
KPKA
Tiyang Rahayu
KPKA
Kang Pinunjul Katresnan
KPKA
Gusti Yesus Ratu Adil
KPKA
Gusti Pepadhanging Jagad
KPKA
Panarima
KPKA