Informasi Lagu
155
Nomor
Kode
KPKA 155
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Metronom
0
Style
WestCoastPop
Pencipta Lagu
Ellacombe Gesangbuch der Herzogl, Winternberg, (1784)
Pencipta Syair
Hendrik Hasper (1935)
Cross Ref.
NR 189, KJ 249, KK 600, BN 656, BE 656, KPJ 352
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Tyang kang pracaya nyawiji wit Sang Kristus Gusti Lir badan kang mung sajuga lan gegelitannya tansah silih mbiyantoni ngarah gesang suci yeku paseksi sanyata Yesus Sang Pamarta.
Santosaning patunggilan tinangsul katresnan samya silih angladosi tan ngegungken dhiri sengkut makarya ngundhangken wartos kabingahan yeku paseksi sanyata Yesus Sang Pamarta.
Pinta-pinta nugrahanya peparinging Rama, runtut lumados mring Gusti wit sadaya aji lelados mring gung sesami mrih tentrem raharja yeku paseksi sanyata Yesus Sang Pamarta.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KPKA 155 1
Slide 2 — KPKA 155 2
Slide 3 — KPKA 155 3
Partitur / Not
Partitur Chord KPKA 155
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu "Serikat Persaudaraan" atau dalam judul aslinya dalam bahasa Belanda, "Bewaart Op Aard Den Broederband." Lagu ini memiliki sejarah yang kaya dan multi-lapisan, melibatkan asal-usul melodi dari Jerman, lirik dari Belanda, dan kemudian adaptasinya yang mendalam di Indonesia.

---

### **Judul Lagu:**
* **Indonesia:** Serikat Persaudaraan (Kidung Jemaat 427)
* **Belanda:** Bewaart Op Aard Den Broederband
* **Melodi:** Ellacombe Gesangbuch der Herzogl, Winternberg (atau lebih tepatnya, berasal dari koleksi lagu rohani Jerman yang kemudian dikenal sebagai tune "Ellacombe")
* **Lirik:** Hendrik Hasper

---

### **Lapisan Pertama: Asal-usul Melodi "Ellacombe" (Jerman, Abad ke-17)**

Kisah melodi "Serikat Persaudaraan" membawa kita kembali ke Jerman pada awal abad ke-17. Melodi ini, yang kini dikenal dengan nama "Ellacombe," pertama kali muncul dalam sebuah buku nyanyian rohani Protestan Jerman. Sumber yang paling sering dirujuk adalah **"Ein Schön Geistlich Gesangbuch"** yang diterbitkan pada tahun 1609 oleh komponis **Melchior Vulpius** (ca. 1570-1615), yang adalah seorang musisi dan komposer ternama di Weimar.

Melodi ini awalnya digunakan untuk sebuah himne Jerman berjudul **"Ach Herr, du allerhöchster Gott"** (Ya Tuhan, Engkau Allah Yang Mahatinggi). Gaya musik pada masa itu adalah koral atau lagu jemaat yang kokoh, agung, dan mudah dinyanyikan bersama. Melodi "Ellacombe" memiliki karakteristik ini: sederhana namun kuat, dengan ritme yang jelas dan kesan yang mulia.

Nama "Ellacombe" sendiri bukan berasal dari Jerman, melainkan dari Inggris pada abad ke-19. Melodi ini dibawa dan dipopulerkan di Inggris oleh **Pendeta Henry John Ellacombe (1805-1890)**, seorang vikaris di Bitton, Gloucestershire, yang sangat antusias mengumpulkan dan mempublikasikan lagu-lagu jemaat. Ia memasukkan melodi ini ke dalam buku himnenya sendiri, **"The Psalter and Hymn Book" (1833)**, dan sejak saat itu melodi ini dikenal dengan nama "Ellacombe."

Jadi, inti dari melodi ini adalah:
* **Asal:** Jerman, awal abad ke-17.
* **Komponis Awal:** Melchior Vulpius (atau setidaknya koleksinya).
* **Nama Modern:** "Ellacombe," diberikan di Inggris pada abad ke-19.
* **Karakteristik:** Melodi koral Protestan yang kokoh, agung, dan mudah diadaptasi.

### **Lapisan Kedua: Lirik "Bewaart Op Aard Den Broederband" oleh Hendrik Hasper (Belanda, Awal Abad ke-20)**

Sekitar tiga abad setelah melodi ini lahir di Jerman, sebuah lirik baru yang sangat kuat dan relevan lahir di Belanda, yang akan bersatu dengan melodi "Ellacombe" dan menciptakan lagu yang kita kenal sekarang. Lirik ini ditulis oleh **Hendrik Hasper (1886-1974)**, seorang tokoh penting dalam Kekristenan Protestan Belanda.

Hendrik Hasper adalah seorang pendeta, teolog, dan juga seorang intelektual yang sangat peduli dengan isu-isu sosial pada zamannya. Ia dikenal karena usahanya untuk memodernisasi liturgi gereja dan menyelaraskan teologi dengan tantangan-tantangan sosial abad ke-20. Pada awal abad ke-20, Eropa, termasuk Belanda, sedang mengalami pergolakan sosial yang besar: munculnya gerakan buruh, kesenjangan ekonomi yang tajam, dan dua perang dunia yang mengancam persatuan.

Dalam konteks inilah Hasper menulis lirik "Bewaart Op Aard Den Broederband" (yang berarti "Peliharalah di Bumi Ikatan Persaudaraan"). Ia ingin sebuah lagu jemaat yang tidak hanya berbicara tentang iman pribadi, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan etika Kristen dalam masyarakat. Lirik ini adalah seruan yang kuat untuk:
1. **Persatuan dan Solidaritas:** Mengingatkan umat Kristen tentang pentingnya memelihara ikatan persaudaraan, bukan hanya secara rohani tetapi juga dalam tindakan nyata di dunia.
2. **Cinta Kasih Kristiani:** Menekankan bahwa persaudaraan sejati berakar pada kasih Kristus yang mengikat semua orang percaya.
3. **Tindakan Nyata:** Bukan hanya sekadar perasaan, tetapi sebuah panggilan untuk saling menopang, menghibur, dan membantu dalam kesulitan.
4. **Mewujudkan Kerajaan Allah di Bumi:** Dengan mempraktikkan kasih dan persatuan, umat Kristen turut serta mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dunia.

Lirik Hasper sangat cocok dengan melodi "Ellacombe" yang kokoh dan agung. Harmoni antara lirik yang penuh makna sosial-rohani dan melodi yang kuat menciptakan sebuah himne yang beresonansi mendalam dengan jemaat dan menjadi sangat populer di gereja-gereja Protestan Belanda.

### **Lapisan Ketiga: Adaptasi di Indonesia sebagai "Serikat Persaudaraan" (Kidung Jemaat 427)**

Gelombang Kekristenan Protestan di Indonesia banyak dipengaruhi oleh misi-misi dari Belanda. Seiring dengan masuknya para misionaris dan pendirian gereja-gereja di Nusantara, lagu-lagu rohani Belanda pun turut dibawa dan diajarkan. "Bewaart Op Aard Den Broederband" adalah salah satu lagu yang menemukan tempatnya di hati jemaat Indonesia.

Ketika kebutuhan akan buku nyanyian rohani berbahasa Indonesia yang terstandardisasi muncul, lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimasukkan ke dalam **Kidung Jemaat (KJ)**. Kidung Jemaat adalah buku nyanyian gerejawi yang digunakan secara luas oleh berbagai denominasi gereja Protestan di Indonesia, diterbitkan oleh Yayasan Musik Gereja (YAMUGER).

Lagu ini diberi nomor **KJ 427** dengan judul **"Serikat Persaudaraan."** Proses penerjemahan dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mempertahankan makna dan semangat asli dari lirik Hendrik Hasper, sekaligus membuatnya mudah dipahami dan dinyanyikan oleh jemaat berbahasa Indonesia.

Di Indonesia, "Serikat Persaudaraan" menjadi salah satu lagu yang paling dicintai dan sering dinyanyikan. Maknanya sangat relevan dengan konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, di mana persatuan, solidaritas, dan kasih persaudaraan adalah nilai-nilai fundamental. Lagu ini tidak hanya dinyanyikan dalam ibadah minggu, tetapi juga dalam berbagai pertemuan gerejawi, kebaktian pemuda, bahkan acara-acara persekutuan lintas denominasi. Ia menjadi simbol dari kerinduan akan persatuan Kristiani dan ajakan untuk hidup dalam kasih dan dukungan satu sama lain.

### **Kesimpulan**

"Serikat Persaudaraan / Bewaart Op Aard Den Broederband" adalah sebuah mahakarya yang menunjukkan bagaimana musik dan kata-kata dapat melintasi batas waktu, geografi, dan budaya. Sebuah melodi dari Jerman abad ke-17, yang dihidupkan kembali di Inggris, bertemu dengan lirik sosial-rohani dari Belanda abad ke-20, dan akhirnya menemukan rumah spiritual yang mendalam di Indonesia. Kisahnya adalah tentang persatuan: persatuan melodi dan lirik, serta persatuan umat manusia di bawah panji kasih dan persaudaraan. Lagu ini terus menginspirasi jutaan orang untuk memelihara ikatan persaudaraan di bumi ini, sesuai dengan panggilan Kristus.
56
Karahayone Wong Mursid
KPKA
57
Kang Karoban Ing Begja
KPKA
58
Rineksa Ing Allah Nadyan Sinatru Tyang Duraka
KPKA
59
Nyuwun Luwar Sing Karupekan
KPKA
60
Allah Pangen Kula
KPKA
61
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPKA
62
Karahayoning Tyang Mursid
KPKA
63
Berkahing Allah
KPKA
64
Pasrah Mring Gusti
KPKA
65
Yesus Roti Panguripan
KPKA
66
Masrahaken Gesang
KPKA
67
Aneng Patunggilaning Gusti
KPKA
68
Iba Adi Tuwin Endahipun
KPKA
69
Kasetyaning Allah
KPKA
70
Lumadi Ing Gusti
KPKA
71
Manggul Salib
KPKA
72
Temen Ndherek Gusti
KPKA
73
Mareka Mring Gusti
KPKA
74
Pracaya Mring Gusti
KPKA
75
Gusti Nimbali
KPKA
76
Umareka, Umareka
KPKA
77
Ing Paprentahaning Allah
KPKA
78
Tinimbalan Dening Gusti
KPKA
79
Pracaya Lan Pasraha
KPKA
80
Kapyarsi Gusti Nimbali
KPKA
81
Ndherek Gusti
KPKA
82
Tekading Manah Kula
KPKA
83
Pasrah Dhateng Gusti
KPKA
84
Nyuwun Tuntunanipun Gusti
KPKA
85
Kabegjan Sejati
KPKA
86
Andherek Gusti
KPKA
87
Sumendhe Ing Gusti
KPKA
88
Sakehing Sumelangmu Pasrahna Marang Aku
KPKA
89
Pasrah
KPKA
90
Pasraha
KPKA
91
Praboting Perang Rohani
KPKA
92
Pamujinipun Para Utusan
KPKA
93
Pangatag Ngabarake Injil
KPKA
94
Nyuwun Gumelaripun Kratoning Swarga
KPKA
95
Kratoning Swarga
KPKA
96
Lamun Dudu Yehuwah
KPKA
97
Tansah Samekta
KPKA
98
Panenipun Jembar
KPKA
99
Panyuwun Gumelaring Kraton
KPKA
100
Diprayitna
KPKA
101
Perang Rohani
KPKA
102
Allah Asih Mring Jagad
KPKA
103
Dhamparing Sih Rahmat
KPKA
104
Kraharjaning Tumitah
KPKA
105
Gesang Tresna-Tinresnan
KPKA
106
Kula Nedya Kadya Gusti
KPKA
107
Gusti Mugi Tansah Nuntun
KPKA
108
Gusti Mugi Nunggil Mring Kula
KPKA
109
Katemtuaning Pracaya
KPKA
110
Namung Karsa Paduka
KPKA
111
Gusti Nuntuna Kawula
KPKA
112
Mugi Mberkahi Kula
KPKA
113
Pandonga Enjing
KPKA
114
Aja Semaya
KPKA
115
Nyuwun Ayeming Manah
KPKA
116
Pasrah Sumarah Mring Gusti
KPKA
117
Gusti Pangen Utami
KPKA
118
Ingsun Yehuwah Allahira
KPKA
119
Angger Kula Sumerep
KPKA
120
Kumandel Mring Allah
KPKA
121
Kinanthi Ing Gusti
KPKA
122
Dipanggah
KPKA
123
Gusti Pangungsenmu
KPKA
124
Samekta
KPKA
125
Pasrah Sumaraha
KPKA
126
Ngrangkul Salib
KPKA
127
Kula Tyang Pracaya
KPKA
128
Kabegjan Kang Sejati
KPKA
129
Tansah Bingah
KPKA
130
Allah Dados Pepadhang
KPKA
131
Ayem Wonten Ing Gusti
KPKA
132
Kabegjaning Tiyang Kristen
KPKA
133
Rumentahing Palimirma
KPKA
134
Aja Adigang, Adigung, Adiguna
KPKA
135
Kula Sumarah Mring Allah
KPKA
136
Pangandel Dhumateng Allah
KPKA
137
Kang Langgeng Sihe Allah
KPKA
138
Pangandel
KPKA
139
Mugi Gusti Angutus Utusan
KPKA
140
Sang Kristus Tameng Santosa
KPKA
141
Gesang Dados Kidung
KPKA
142
Mung Kristus Juru Basuki
KPKA
143
Mung Tansah Pasrah Mring Gusti
KPKA
144
Margi Dhateng Swarga
KPKA
145
Nunggil Kaliyan Gusti
KPKA
146
Gusti Yesus Pamarta
KPKA
147
Pangungsen Kula
KPKA
148
Nyawisi Papan Mring Gusti
KPKA
149
Gusti Nuntun
KPKA
150
Kumandela, Pracayaa
KPKA
151
Mung Allah Maha Kawasa
KPKA
152
Yesus Sang Pamarta
KPKA
153
Gusti Yesus Kristus
KPKA
154
Allah Pangayomanmu
KPKA
156
Timbalan Dadya Duta Sembada
KPKA
157
Nyuwun Kalanting Ing Gusti
KPKA
158
Asmanya Makwasa
KPKA
159
Sang Kristus Maasih
KPKA
160
Kraton Swarga
KPKA
161
Tyang Kang Pracaya
KPKA
162
Dhuh Gusti Pepadhang Yekti
KPKA
163
Pitobat
KPKA
164
Agunging Sih Rahmat
KPKA
165
Jatining Katresnan
KPKA
166
Ora Et Labora
KPKA
167
Panuntuning Gusti
KPKA
168
Ndedonga Lan Makarya
KPKA
169
Sumarah Mring Allah
KPKA
170
Gusti Mugi Nuntun Kawula
KPKA
171
Utusaning Gusti
KPKA
172
Tansah Padha Bebungaha
KPKA
173
Korban Sejati
KPKA
174
Nulada Sang Pamarta
KPKA
175
Tiyang Rahayu
KPKA
176
Kang Pinunjul Katresnan
KPKA
177
Gusti Yesus Ratu Adil
KPKA
178
Gusti Pepadhanging Jagad
KPKA
179
Panarima
KPKA
Kembali ke KPKA