KPKA
Gusti Nuntun
Informasi Lagu
149
Nomor
Kode
KPKA 149
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Metronom
0
Cross Ref.
KPK 129
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Gusti nuntun lampah kula saklangkung nggen kula begja
celak miwah tebih ugi tansah dipun kanthi Gusti
nggih Gusti kang nganthi kula astanya pyambak kang ngreksa
mila kula manut Gusti kang dados Panebus yekti.
Dadosa ing wanci siyang, punapa kesaput ratri,
manah peteng miwah padhang, kula tansah dipun kanthi,
Gusti nuntun kula pasrah, klayan nrimah ing satitah,
nadyan ngantos dugeng janji, kula tansah dipun kanthi,
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu himne **"He Leadeth Me! O Blessed Thought"** (Tuhan Menuntun Hidupku) adalah salah satu lagu rohani paling inspiratif dalam sejarah kekristenan. Lagu ini tidak lahir dari suasana sukacita di gereja, melainkan dari kedalaman perenungan seorang pria di tengah masa kelam sejarah Amerika.
Berikut adalah kisah detail di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Joseph H. Gilmore
Penulis liriknya adalah **Joseph H. Gilmore**, seorang pendeta muda asal Boston. Pada tahun 1862, saat Perang Saudara Amerika (Civil War) sedang berkecamuk hebat, Gilmore baru saja lulus dari Newton Theological Institution.
Pada hari Rabu, **26 Maret 1862**, Gilmore diminta untuk berkhotbah di sebuah gereja di Philadelphia. Topik yang ia bahas saat itu adalah mengenai **Mazmur 23**, tepatnya ayat yang berbunyi: *"Tuhan adalah gembalaku..."*
### 2. Momen Inspirasi yang Tak Terduga
Setelah kebaktian selesai, Gilmore diundang untuk makan malam di rumah seorang jemaat bernama Deacon Wattson. Saat itu, suasana hati Gilmore sedang sangat berat karena kekejaman perang yang terus berlangsung dan ketidakpastian masa depan bangsanya.
Saat duduk di meja makan, pikiran Gilmore terus berputar pada kata-kata *"Tuhan menuntun aku"* (He leadeth me). Baginya, gagasan bahwa Tuhan secara pribadi membimbing setiap langkah manusia adalah sebuah pemikiran yang sangat menenangkan dan mulia.
Ia kemudian mengambil kertas dan pena, lalu menuliskan lirik lagu tersebut dengan sangat cepat. Ia tidak menyadari bahwa apa yang ia tulis adalah sebuah puisi yang akan dinyanyikan selama ratusan tahun.
### 3. Istri yang "Menyelamatkan" Karya Tersebut
Gilmore sendiri sebenarnya menganggap tulisan itu biasa saja. Setelah selesai menulis, ia memberikan kertas itu kepada istrinya dan pergi tanpa banyak berkomentar.
Istrinya, yang sangat tersentuh dengan kata-kata tersebut, mengirimkan lirik itu ke sebuah majalah keagamaan bernama *The Watchman and Reflector* tanpa sepengetahuan Gilmore. Tanpa sepengetahuan mereka berdua pula, seorang komposer musik gereja terkenal bernama **William B. Bradbury** membaca puisi itu di majalah tersebut.
### 4. Peran William B. Bradbury
Bradbury merasa sangat terinspirasi oleh lirik tersebut. Ia kemudian menambahkan melodi yang indah dan menyusunnya menjadi lagu himne yang kita kenal sekarang. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1864, Bradbury menerbitkan lagu tersebut dalam buku kumpulan himne miliknya berjudul *The Golden Censer*.
Gilmore sendiri baru mengetahui bahwa puisinya telah menjadi lagu terkenal ketika ia mengunjungi sebuah gereja di Rochester, New York, beberapa tahun kemudian. Ia terkejut mendengar jemaat menyanyikan lagu yang liriknya ia tulis di ruang makan Deacon Wattson bertahun-tahun silam.
### Makna Mendalam
Lagu ini menjadi sangat populer karena kejujurannya. Liriknya mengakui bahwa hidup tidak selalu mudah:
* *"Kadang dalam kesenangan, kadang di tengah duka yang dalam"*
* *"Di pegunungan atau di lembah yang teduh"*
Lagu ini mengajarkan bahwa baik dalam keberhasilan maupun dalam kegagalan, Tuhan tetap memegang tangan anak-anak-Nya. Bagi Joseph Gilmore, menulis lagu ini adalah cara Tuhan menguatkan hatinya di tengah depresi dan kecemasan akibat perang, mengingatkannya bahwa **Tangan Tuhanlah yang memegang kendali**, bukan kekacauan dunia.
Hingga hari ini, *He Leadeth Me* tetap menjadi lagu penguat bagi jutaan orang yang merasa tersesat atau lelah dalam menjalani hidup, mengingatkan mereka bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Berikut adalah kisah detail di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Joseph H. Gilmore
Penulis liriknya adalah **Joseph H. Gilmore**, seorang pendeta muda asal Boston. Pada tahun 1862, saat Perang Saudara Amerika (Civil War) sedang berkecamuk hebat, Gilmore baru saja lulus dari Newton Theological Institution.
Pada hari Rabu, **26 Maret 1862**, Gilmore diminta untuk berkhotbah di sebuah gereja di Philadelphia. Topik yang ia bahas saat itu adalah mengenai **Mazmur 23**, tepatnya ayat yang berbunyi: *"Tuhan adalah gembalaku..."*
### 2. Momen Inspirasi yang Tak Terduga
Setelah kebaktian selesai, Gilmore diundang untuk makan malam di rumah seorang jemaat bernama Deacon Wattson. Saat itu, suasana hati Gilmore sedang sangat berat karena kekejaman perang yang terus berlangsung dan ketidakpastian masa depan bangsanya.
Saat duduk di meja makan, pikiran Gilmore terus berputar pada kata-kata *"Tuhan menuntun aku"* (He leadeth me). Baginya, gagasan bahwa Tuhan secara pribadi membimbing setiap langkah manusia adalah sebuah pemikiran yang sangat menenangkan dan mulia.
Ia kemudian mengambil kertas dan pena, lalu menuliskan lirik lagu tersebut dengan sangat cepat. Ia tidak menyadari bahwa apa yang ia tulis adalah sebuah puisi yang akan dinyanyikan selama ratusan tahun.
### 3. Istri yang "Menyelamatkan" Karya Tersebut
Gilmore sendiri sebenarnya menganggap tulisan itu biasa saja. Setelah selesai menulis, ia memberikan kertas itu kepada istrinya dan pergi tanpa banyak berkomentar.
Istrinya, yang sangat tersentuh dengan kata-kata tersebut, mengirimkan lirik itu ke sebuah majalah keagamaan bernama *The Watchman and Reflector* tanpa sepengetahuan Gilmore. Tanpa sepengetahuan mereka berdua pula, seorang komposer musik gereja terkenal bernama **William B. Bradbury** membaca puisi itu di majalah tersebut.
### 4. Peran William B. Bradbury
Bradbury merasa sangat terinspirasi oleh lirik tersebut. Ia kemudian menambahkan melodi yang indah dan menyusunnya menjadi lagu himne yang kita kenal sekarang. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1864, Bradbury menerbitkan lagu tersebut dalam buku kumpulan himne miliknya berjudul *The Golden Censer*.
Gilmore sendiri baru mengetahui bahwa puisinya telah menjadi lagu terkenal ketika ia mengunjungi sebuah gereja di Rochester, New York, beberapa tahun kemudian. Ia terkejut mendengar jemaat menyanyikan lagu yang liriknya ia tulis di ruang makan Deacon Wattson bertahun-tahun silam.
### Makna Mendalam
Lagu ini menjadi sangat populer karena kejujurannya. Liriknya mengakui bahwa hidup tidak selalu mudah:
* *"Kadang dalam kesenangan, kadang di tengah duka yang dalam"*
* *"Di pegunungan atau di lembah yang teduh"*
Lagu ini mengajarkan bahwa baik dalam keberhasilan maupun dalam kegagalan, Tuhan tetap memegang tangan anak-anak-Nya. Bagi Joseph Gilmore, menulis lagu ini adalah cara Tuhan menguatkan hatinya di tengah depresi dan kecemasan akibat perang, mengingatkannya bahwa **Tangan Tuhanlah yang memegang kendali**, bukan kekacauan dunia.
Hingga hari ini, *He Leadeth Me* tetap menjadi lagu penguat bagi jutaan orang yang merasa tersesat atau lelah dalam menjalani hidup, mengingatkan mereka bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Cross Reference
KPK 129
Gusti Panuntun Kula
KPK
Sama Tema
Pengaken Pitados
Karahayone Wong Mursid
KPKA
Kang Karoban Ing Begja
KPKA
Rineksa Ing Allah Nadyan Sinatru Tyang Duraka
KPKA
Nyuwun Luwar Sing Karupekan
KPKA
Allah Pangen Kula
KPKA
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPKA
Karahayoning Tyang Mursid
KPKA
Berkahing Allah
KPKA
Pasrah Mring Gusti
KPKA
Yesus Roti Panguripan
KPKA
Masrahaken Gesang
KPKA
Aneng Patunggilaning Gusti
KPKA
Iba Adi Tuwin Endahipun
KPKA
Kasetyaning Allah
KPKA
Lumadi Ing Gusti
KPKA
Manggul Salib
KPKA
Temen Ndherek Gusti
KPKA
Mareka Mring Gusti
KPKA
Pracaya Mring Gusti
KPKA
Gusti Nimbali
KPKA
Umareka, Umareka
KPKA
Ing Paprentahaning Allah
KPKA
Tinimbalan Dening Gusti
KPKA
Pracaya Lan Pasraha
KPKA
Kapyarsi Gusti Nimbali
KPKA
Ndherek Gusti
KPKA
Tekading Manah Kula
KPKA
Pasrah Dhateng Gusti
KPKA
Nyuwun Tuntunanipun Gusti
KPKA
Kabegjan Sejati
KPKA
Andherek Gusti
KPKA
Sumendhe Ing Gusti
KPKA
Sakehing Sumelangmu Pasrahna Marang Aku
KPKA
Pasrah
KPKA
Pasraha
KPKA
Praboting Perang Rohani
KPKA
Pamujinipun Para Utusan
KPKA
Pangatag Ngabarake Injil
KPKA
Nyuwun Gumelaripun Kratoning Swarga
KPKA
Kratoning Swarga
KPKA
Lamun Dudu Yehuwah
KPKA
Tansah Samekta
KPKA
Panenipun Jembar
KPKA
Panyuwun Gumelaring Kraton
KPKA
Diprayitna
KPKA
Perang Rohani
KPKA
Allah Asih Mring Jagad
KPKA
Dhamparing Sih Rahmat
KPKA
Kraharjaning Tumitah
KPKA
Gesang Tresna-Tinresnan
KPKA
Kula Nedya Kadya Gusti
KPKA
Gusti Mugi Tansah Nuntun
KPKA
Gusti Mugi Nunggil Mring Kula
KPKA
Katemtuaning Pracaya
KPKA
Namung Karsa Paduka
KPKA
Gusti Nuntuna Kawula
KPKA
Mugi Mberkahi Kula
KPKA
Pandonga Enjing
KPKA
Aja Semaya
KPKA
Nyuwun Ayeming Manah
KPKA
Pasrah Sumarah Mring Gusti
KPKA
Gusti Pangen Utami
KPKA
Ingsun Yehuwah Allahira
KPKA
Angger Kula Sumerep
KPKA
Kumandel Mring Allah
KPKA
Kinanthi Ing Gusti
KPKA
Dipanggah
KPKA
Gusti Pangungsenmu
KPKA
Samekta
KPKA
Pasrah Sumaraha
KPKA
Ngrangkul Salib
KPKA
Kula Tyang Pracaya
KPKA
Kabegjan Kang Sejati
KPKA
Tansah Bingah
KPKA
Allah Dados Pepadhang
KPKA
Ayem Wonten Ing Gusti
KPKA
Kabegjaning Tiyang Kristen
KPKA
Rumentahing Palimirma
KPKA
Aja Adigang, Adigung, Adiguna
KPKA
Kula Sumarah Mring Allah
KPKA
Pangandel Dhumateng Allah
KPKA
Kang Langgeng Sihe Allah
KPKA
Pangandel
KPKA
Mugi Gusti Angutus Utusan
KPKA
Sang Kristus Tameng Santosa
KPKA
Gesang Dados Kidung
KPKA
Mung Kristus Juru Basuki
KPKA
Mung Tansah Pasrah Mring Gusti
KPKA
Margi Dhateng Swarga
KPKA
Nunggil Kaliyan Gusti
KPKA
Gusti Yesus Pamarta
KPKA
Pangungsen Kula
KPKA
Nyawisi Papan Mring Gusti
KPKA
Kumandela, Pracayaa
KPKA
Mung Allah Maha Kawasa
KPKA
Yesus Sang Pamarta
KPKA
Gusti Yesus Kristus
KPKA
Allah Pangayomanmu
KPKA
Paseksi Sayekti
KPKA
Timbalan Dadya Duta Sembada
KPKA
Nyuwun Kalanting Ing Gusti
KPKA
Asmanya Makwasa
KPKA
Sang Kristus Maasih
KPKA
Kraton Swarga
KPKA
Tyang Kang Pracaya
KPKA
Dhuh Gusti Pepadhang Yekti
KPKA
Pitobat
KPKA
Agunging Sih Rahmat
KPKA
Jatining Katresnan
KPKA
Ora Et Labora
KPKA
Panuntuning Gusti
KPKA
Ndedonga Lan Makarya
KPKA
Sumarah Mring Allah
KPKA
Gusti Mugi Nuntun Kawula
KPKA
Utusaning Gusti
KPKA
Tansah Padha Bebungaha
KPKA
Korban Sejati
KPKA
Nulada Sang Pamarta
KPKA
Tiyang Rahayu
KPKA
Kang Pinunjul Katresnan
KPKA
Gusti Yesus Ratu Adil
KPKA
Gusti Pepadhanging Jagad
KPKA
Panarima
KPKA