KP
Dosa Sida Kicalang
Informasi Lagu
56
Nomor
Kode
KP 56
Buku
Kidung Pamuji
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 36 , KC 236, NKI 64, KP 56, KK 98
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1.
Dosa sida kicalang
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Jiwa sida katebus
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Rah Hyang Yesus luwih
Rah Ida panyuci
Jiwa sida suci
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
2.
Tiang bebas saking dosa
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Rahayu tan winasa
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Rah Hyang Yesus luwih
Rah Ida panyuci
Jiwa sida suci
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
3.
Rahayu kapicayang
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Gegodan kaedohang
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Rah Hyang Yesus luwih
Rah Ida panyuci
Jiwa sida suci
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
4.
Titiang menang ngrahina
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Titiang ngranjing ka swargan
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Rah Hyang Yesus luwih
Rah Ida panyuci
Jiwa sida suci
Wantah antuk Rah Hyang Yesus
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu pujian yang sangat kuat dan abadi, "Dihapuskan Dosaku" atau aslinya "What Can Wash Away My Sin" karya Robert Lowry.
### Latar Belakang Penulis: Robert Lowry (1826-1899)
Sebelum membahas lagu itu sendiri, penting untuk memahami siapa Robert Lowry. Ia adalah seorang figur yang multi-talenta di abad ke-19 Amerika: seorang pendeta Baptis yang dihormati, seorang profesor sastra klasik, dan seorang komposer serta penulis himne yang sangat produktif. Lowry lahir di Philadelphia pada tahun 1826 dan menunjukkan bakat musik sejak usia muda. Ia menempuh pendidikan di Universitas Lewisburg (sekarang Bucknell University), di mana ia kemudian mengajar sastra.
Sebagai seorang pendeta, ia melayani di beberapa gereja Baptis di New York, Pennsylvania, dan New Jersey. Namun, warisannya yang paling abadi datang dari kontribusinya pada himnologi Kristen. Lowry memiliki filosofi unik tentang penulisan himne: ia percaya bahwa musik harus melayani lirik, dan lirik harus menyampaikan kebenaran Injil dengan jelas dan kuat. Ia terkenal karena dapat menulis melodi dan lirik dengan cepat, seringkali seolah-olah dalam semburan inspirasi ilahi. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain "Shall We Gather at the River?", "I Need Thee Every Hour" (musik), dan tentu saja "What Can Wash Away My Sin?".
### Momen Inspirasi dan Penciptaan Lagu (1876)
Kisah di balik "What Can Wash Away My Sin" berakar pada permenungan teologis yang mendalam dan kebutuhan spiritual universal. Pada tahun 1876, saat Robert Lowry menjabat sebagai pendeta di Gereja Baptis Park Avenue di Brooklyn, New York, ia sedang duduk di ruang kerjanya. Pikirannya larut dalam pertanyaan fundamental tentang dosa dan penebusan.
Lowry, sebagai seorang teolog dan gembala, sangat menyadari beban dosa yang dirasakan oleh manusia. Ia juga tahu bahwa manusia seringkali mencari cara untuk membersihkan diri dari dosa melalui perbuatan baik, ritual keagamaan, atau bahkan usaha keras diri sendiri. Namun, ia juga tahu, berdasarkan ajaran Alkitab, bahwa semua upaya manusia itu pada akhirnya tidak mencukupi untuk mengatasi masalah dosa yang mendalam dan memisahkan manusia dari Allah.
Dalam permenungan mendalam itulah, pertanyaan inti lagu ini muncul di benaknya: **"Apa yang bisa membersihkan dosaku?"** (What can wash away my sin?). Ini bukan sekadar pertanyaan retoris, melainkan sebuah seruan dari hati yang mencari jawaban pasti dan tunggal.
Kemudian, seperti kilat, jawaban Alkitabiah yang tak tergoyahkan itu datang kepadanya: **"Tidak ada, kecuali darah Yesus."** (Nothing but the blood of Jesus). Frasa ini menjadi fondasi lagu tersebut.
Lowry segera meraih pena dan kertas. Ia mulai menulis lirik-lirik yang mengalir dari permenungannya, dan seperti yang sering terjadi padanya, melodi lagu pun mulai terbentuk secara bersamaan dengan kata-kata. Ia menyusunnya menjadi empat bait dan satu refrain yang kuat dan berulang-ulang.
### Pesan Teologis Inti Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi yang indah, melainkan sebuah deklarasi teologis yang mendalam dan fundamental bagi iman Kristen:
1. **Darah Yesus adalah satu-satunya penebusan:** Frasa "darah Yesus" bukanlah tentang darah fisik semata, melainkan metafora yang sangat kuat dalam Alkitab untuk kehidupan yang dicurahkan, pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Ini melambangkan kematian-Nya sebagai korban penebusan yang sempurna dan sekali untuk selamanya bagi dosa umat manusia.
2. **Eksklusivitas keselamatan:** Lirik "Tidak ada yang lain / Selain darah Yesus" (Nothing but the blood of Jesus) adalah penegasan yang tegas. Ini menolak gagasan bahwa perbuatan baik, keanggotaan gereja, ritual keagamaan, atau upaya manusia lainnya dapat menyelamatkan seseorang dari dosa. Hanya melalui iman kepada pengorbanan Kristus di kayu salib, dosa dapat dihapuskan.
3. **Kesucian dan kuasa darah Yesus:** Lowry mengulang-ulang gagasan tentang "darah-Nya yang mahal" (precious blood) dan "kuasa yang ajaib" (wonderful power) di dalamnya. Ini menekankan bahwa pengorbanan Yesus bukan sekadar kematian biasa, melainkan tindakan ilahi yang memiliki kuasa tak terbatas untuk membersihkan, menyucikan, dan menebus dosa.
4. **Fondasi iman Kristen:** Lagu ini merangkum esensi Injil: manusia berdosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi Allah dalam kasih-Nya menyediakan jalan keselamatan melalui Putra-Nya, Yesus Kristus, dan pengorbanan-Nya yang sempurna.
### Dampak dan Warisan
Ketika "What Can Wash Away My Sin" pertama kali diterbitkan dan dinyanyikan, pesannya yang sederhana namun mendalam segera menyentuh hati banyak orang. Kesederhanaan liriknya, kejelasan pesannya tentang penebusan, dan melodi yang mudah diingat membuatnya menjadi himne yang cepat populer di kebaktian kebangunan rohani dan gereja-gereja di seluruh Amerika.
Lagu ini telah menjadi salah satu himne yang paling abadi dan dicintai di dunia Kristen. Ia telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Dihapuskan Dosaku" atau "Apa Gerangan yang Membuatku Suci". Di Indonesia, lagu ini juga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari buku-buku pujian dan dinyanyikan di berbagai denominasi gereja.
"Dihapuskan Dosaku" terus mengingatkan umat percaya akan kebenaran mendasar tentang kasih karunia Allah dan kuasa penebusan salib Kristus. Melalui kata-kata dan melodi yang ditulis oleh Robert Lowry dalam sebuah momen perenungan yang mendalam, jutaan orang telah menemukan penghiburan, harapan, dan kepastian akan pengampunan dosa yang hanya dapat ditemukan dalam "darah Yesus yang mahal." Ini adalah bukti abadi dari kekuatan teologi yang disajikan secara artistik dalam bentuk pujian.
### Latar Belakang Penulis: Robert Lowry (1826-1899)
Sebelum membahas lagu itu sendiri, penting untuk memahami siapa Robert Lowry. Ia adalah seorang figur yang multi-talenta di abad ke-19 Amerika: seorang pendeta Baptis yang dihormati, seorang profesor sastra klasik, dan seorang komposer serta penulis himne yang sangat produktif. Lowry lahir di Philadelphia pada tahun 1826 dan menunjukkan bakat musik sejak usia muda. Ia menempuh pendidikan di Universitas Lewisburg (sekarang Bucknell University), di mana ia kemudian mengajar sastra.
Sebagai seorang pendeta, ia melayani di beberapa gereja Baptis di New York, Pennsylvania, dan New Jersey. Namun, warisannya yang paling abadi datang dari kontribusinya pada himnologi Kristen. Lowry memiliki filosofi unik tentang penulisan himne: ia percaya bahwa musik harus melayani lirik, dan lirik harus menyampaikan kebenaran Injil dengan jelas dan kuat. Ia terkenal karena dapat menulis melodi dan lirik dengan cepat, seringkali seolah-olah dalam semburan inspirasi ilahi. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain "Shall We Gather at the River?", "I Need Thee Every Hour" (musik), dan tentu saja "What Can Wash Away My Sin?".
### Momen Inspirasi dan Penciptaan Lagu (1876)
Kisah di balik "What Can Wash Away My Sin" berakar pada permenungan teologis yang mendalam dan kebutuhan spiritual universal. Pada tahun 1876, saat Robert Lowry menjabat sebagai pendeta di Gereja Baptis Park Avenue di Brooklyn, New York, ia sedang duduk di ruang kerjanya. Pikirannya larut dalam pertanyaan fundamental tentang dosa dan penebusan.
Lowry, sebagai seorang teolog dan gembala, sangat menyadari beban dosa yang dirasakan oleh manusia. Ia juga tahu bahwa manusia seringkali mencari cara untuk membersihkan diri dari dosa melalui perbuatan baik, ritual keagamaan, atau bahkan usaha keras diri sendiri. Namun, ia juga tahu, berdasarkan ajaran Alkitab, bahwa semua upaya manusia itu pada akhirnya tidak mencukupi untuk mengatasi masalah dosa yang mendalam dan memisahkan manusia dari Allah.
Dalam permenungan mendalam itulah, pertanyaan inti lagu ini muncul di benaknya: **"Apa yang bisa membersihkan dosaku?"** (What can wash away my sin?). Ini bukan sekadar pertanyaan retoris, melainkan sebuah seruan dari hati yang mencari jawaban pasti dan tunggal.
Kemudian, seperti kilat, jawaban Alkitabiah yang tak tergoyahkan itu datang kepadanya: **"Tidak ada, kecuali darah Yesus."** (Nothing but the blood of Jesus). Frasa ini menjadi fondasi lagu tersebut.
Lowry segera meraih pena dan kertas. Ia mulai menulis lirik-lirik yang mengalir dari permenungannya, dan seperti yang sering terjadi padanya, melodi lagu pun mulai terbentuk secara bersamaan dengan kata-kata. Ia menyusunnya menjadi empat bait dan satu refrain yang kuat dan berulang-ulang.
### Pesan Teologis Inti Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi yang indah, melainkan sebuah deklarasi teologis yang mendalam dan fundamental bagi iman Kristen:
1. **Darah Yesus adalah satu-satunya penebusan:** Frasa "darah Yesus" bukanlah tentang darah fisik semata, melainkan metafora yang sangat kuat dalam Alkitab untuk kehidupan yang dicurahkan, pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Ini melambangkan kematian-Nya sebagai korban penebusan yang sempurna dan sekali untuk selamanya bagi dosa umat manusia.
2. **Eksklusivitas keselamatan:** Lirik "Tidak ada yang lain / Selain darah Yesus" (Nothing but the blood of Jesus) adalah penegasan yang tegas. Ini menolak gagasan bahwa perbuatan baik, keanggotaan gereja, ritual keagamaan, atau upaya manusia lainnya dapat menyelamatkan seseorang dari dosa. Hanya melalui iman kepada pengorbanan Kristus di kayu salib, dosa dapat dihapuskan.
3. **Kesucian dan kuasa darah Yesus:** Lowry mengulang-ulang gagasan tentang "darah-Nya yang mahal" (precious blood) dan "kuasa yang ajaib" (wonderful power) di dalamnya. Ini menekankan bahwa pengorbanan Yesus bukan sekadar kematian biasa, melainkan tindakan ilahi yang memiliki kuasa tak terbatas untuk membersihkan, menyucikan, dan menebus dosa.
4. **Fondasi iman Kristen:** Lagu ini merangkum esensi Injil: manusia berdosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi Allah dalam kasih-Nya menyediakan jalan keselamatan melalui Putra-Nya, Yesus Kristus, dan pengorbanan-Nya yang sempurna.
### Dampak dan Warisan
Ketika "What Can Wash Away My Sin" pertama kali diterbitkan dan dinyanyikan, pesannya yang sederhana namun mendalam segera menyentuh hati banyak orang. Kesederhanaan liriknya, kejelasan pesannya tentang penebusan, dan melodi yang mudah diingat membuatnya menjadi himne yang cepat populer di kebaktian kebangunan rohani dan gereja-gereja di seluruh Amerika.
Lagu ini telah menjadi salah satu himne yang paling abadi dan dicintai di dunia Kristen. Ia telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Dihapuskan Dosaku" atau "Apa Gerangan yang Membuatku Suci". Di Indonesia, lagu ini juga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari buku-buku pujian dan dinyanyikan di berbagai denominasi gereja.
"Dihapuskan Dosaku" terus mengingatkan umat percaya akan kebenaran mendasar tentang kasih karunia Allah dan kuasa penebusan salib Kristus. Melalui kata-kata dan melodi yang ditulis oleh Robert Lowry dalam sebuah momen perenungan yang mendalam, jutaan orang telah menemukan penghiburan, harapan, dan kepastian akan pengampunan dosa yang hanya dapat ditemukan dalam "darah Yesus yang mahal." Ini adalah bukti abadi dari kekuatan teologi yang disajikan secara artistik dalam bentuk pujian.
Cross Reference
KJ 36 , KC 236, NKI 64, KP 56, KK 98
Dihapuskan Dosaku
KC
Dihapuskan Dosaku
KJ
Dihapuskan Dosaku
KK
Dosa Dapat Dihapus
NKI
Sama Tema
Kebaktian
Haleluya Puji Miwah Panyuksema
KP
Baktinin Ida Sang Aji
KP
Sih Swecaning Sang Hyang Yesus Kristus
KP
Astiti Ring Sang Aji
KP
Dumadak Sih Sang Hyang Yesus
KP
Mugi Sih Swecaning Yesus
KP
Pangacep Titiang
KP
Manusa Jagi Kapaicain
KP
Pada Aturang Puji
KP
Ih Pra Kawulan Hyang Widi
KP
Ih Jadma Saduuring Gumi
KP
Ring Gunung Mwah Ring Pangkung
KP
Sang Hyang Widi Maha Luwih
KP
Ratun Titiang Sane Wenten Ring Swargan
KP
Sang Hyang Widi Suci
KP
Panglipuran Kayun Sungsut
KP
Ih Nak Ne Kateteh Dosa
KP
Maring Dija Ratun Titiang
KP
Oduh Ratu Sampunang Ja
KP
Tiang Ngrenga Sih Ida Turun
KP
Mrikija Nangkil Ring Hyang Yesus
KP
Sira Ne Leteh Tan Kalugra
KP
Yadiastu Dosan Titiang Ageng
KP
Mulih Ja Cening
KP
Duh Hyang Yesus Titiang Sukserah
KP
Nangkil Mangkin Ring Hyang Yesus
KP
Jagat Swecanin Hyang Widi
KP
Hyang Yesus Mesabda
KP
Elingang Parab Hyang Yesus
KP
Titiang Uning Wenten Kuri
KP
Ambate Ramennya
KP
Duh Jiwan Titiang Bingarja
KP
Sang Hyang Widi Ngempu Titiang
KP
Ih Jiwan Titiang Bingar Ja
KP
Titiang Muji-Muji Ratu
KP
Yan Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
Titiang Ngandel Ring Yesus
KP
Sang Hyang Yesus Nuntun Titiang
KP
Sang Hyang Yesus Ratun Titiang
KP
Titiang Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
Krahayuan Jroning Yesus
KP
Sang Hyang Yesus Switran Titiang
KP
Duh Ratu Dumadak Nantan Margin Titiang
KP
Dumadak Sih Swecan Aji
KP
Jadma Sane Leleh
KP
Titiang Meled Ring Umah Tiang
KP
Tiang Uning Wenten Jagat Langgeng
KP
Oduh Ratu Sang Hyang Yesus
KP
Wenten Prahu Malayar Ka Suwarga
KP
Rare Rare Puniki
KP
Sang Hyang Yesus Titiang Sami
KP
Duh Ratu Sang Maha Darma
KP
Titiang Niki Jadma Dosa
KP
Pasamuan Liang Nampi
KP
Duh Ratu Titiang Ngastawayang
KP
Sang Hyang Yesus Titiang Pacang
KP
Titiang Nyadia Ngiring Hyang Yesus
KP
Margi Iring Sang Hyang Yesus
KP
Duh Hyang Yesus Wit Kapitresnan
KP
Ambate Rahayu Sang Mapikuren
KP
Titiang Nangkil Sareng Sami
KP
Duh Ratu Titiang Sami Mriki
KP
Pangandikan Sang Hyang Widi
KP
Pasawur Pasamuan Ne Ring Pangubakti Ring Rahina Re
KP
Oduh Ratu Titiang Sami
KP
Oduh Ratu Sang Hyang Widi
KP
Suryane Sampun Surup
KP
Rahina Niki Wantah Kicen
KP
Nawegang Ratu Titiang Nunas
KP
Gentosing Sasih Tur Tahun
KP
Ceritan Sang Hyang Yesus
KP
Yening Ngiring Widi
KP
Sampunang Ajrih Kakewuhan
KP
Ida Sang Hyang Roh Suci
KP
Sang Hyang Widi Tuntun Titiang
KP
Yen Sampun Dawuhnya Rawuh
KP
Ring Purin Ida Sang Aji
KP
Duk Sang Hyang Yesus Kategenin Salib
KP
Titiang Tan Uning Napike Krana
KP