KP
Titiang Ngiring Sang Hyang Yesus
Informasi Lagu
70
Nomor
Kode
KP 70
Buku
Kidung Pamuji
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 402, KC 250, KK 525, NKI 247
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1.
Titiang ngiring Sang Hyang Yesus
Sane ngrahayuang titiang
Manah titiang klintang liang
Tan ajrih ring gagodan
Ih jiwan tiang da ajrih
Percaya ja ring Ida
Jiwan titiang satinut ja
Ring Ida Sang Hyang Yesus
2.
Puji katur Ring Hyang Widi
Ring gumi mwah ring swargan
Taler ring Putran Idanne
Haleluya puji ja
Ih jiwan tiang da ajrih
Percaya ja ring Ida
Jiwan titiang satinut ja
Ring Ida Sang Hyang Yesus
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Kurindu Tuhan Beserta"** (judul asli: *"I Would Have the Savior with Me"*) adalah salah satu karya yang lahir dari kolaborasi legendaris antara dua tokoh besar dalam sejarah musik gerejawi: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **John R. Sweney** (komposer).
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang menyentuh hati ini:
### 1. Konteks Penulisan: Kesederhanaan Iman
Fanny J. Crosby, yang buta sejak usia dini, dikenal sebagai "ratu penulis lagu rohani" pada abad ke-19. Ia telah menulis ribuan lirik lagu, namun ia tidak pernah menulis lagu karena tekanan tenggat waktu atau paksaan. Sebagian besar lagunya lahir dari perenungan mendalam, doa, dan pengalaman pribadinya bersama Tuhan.
Lagu ini ditulis dengan tema sentral tentang **keinginan untuk senantiasa berjalan bersama Tuhan dalam setiap langkah hidup**, baik dalam suka maupun duka. Fanny ingin menyampaikan bahwa kehadiran Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa ditawar; itu adalah kebutuhan dasar manusia agar ia tidak tersesat atau jatuh ke dalam pencobaan.
### 2. Sinergi Fanny J. Crosby dan John R. Sweney
Pada masa itu, Fanny sering bekerja sama dengan John R. Sweney, seorang musisi dan komposer yang sangat populer di Amerika. Sweney dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga mudah diingat (ritme yang mengalir) agar jemaat dapat dengan mudah menyanyikannya.
Ketika Fanny menyerahkan lirik *"I Would Have the Savior with Me"* kepada Sweney, Sweney memahami kedalaman pesan tersebut. Musik yang ia gubah mencerminkan sebuah "perjalanan". Jika Anda memperhatikan melodi lagu ini, ia memiliki alunan yang tenang namun bersemangat, yang menggambarkan seseorang yang sedang berjalan bersama seorang Sahabat yang ia percayai sepenuhnya.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Dalam liriknya, Fanny Crosby menuliskan keinginan untuk tidak hanya "ditemani" oleh Tuhan, tetapi "dituntun" oleh-Nya. Ada bagian yang sangat menyentuh:
* *"Kurindu Tuhan beserta, dalam hidupku yang fana"* — Ini adalah pengakuan akan singkatnya hidup manusia dan ketergantungan mutlak kepada Tuhan.
* *"Bila jalan jadi gelap, aku takkan takut lagi"* — Ini adalah refleksi dari kehidupan Fanny sendiri yang hidup dalam kegelapan fisik (karena kebutaan), namun hatinya diterangi oleh kehadiran Tuhan.
Bagi Fanny, Tuhan bukan sekadar konsep teologis, melainkan **Sahabat yang nyata**. Ia sering mengatakan bahwa hal pertama yang ingin ia lihat di surga nanti adalah wajah Juruselamatnya. Kerinduan akan perjumpaan ini menjiwai hampir setiap bait dalam lagu ini.
### 4. Dampak Lagu Ini
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada akhir abad ke-19 dan dengan cepat menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia. Keindahannya terletak pada universalitasnya: setiap orang yang merasa lelah, takut, atau merasa sendiri dalam perjalanan hidupnya dapat merasa terhibur dengan lirik tersebut.
**Pesan inti yang ingin disampaikan lagu ini:**
Bahwa kehadiran Tuhan adalah "kompas" bagi jiwa. Selama Tuhan menyertai, tidak ada badai, pencobaan, atau jalan gelap yang perlu ditakuti.
### Penutup
Kolaborasi antara Crosby dan Sweney menciptakan warisan yang abadi. Meskipun Fanny J. Crosby tidak bisa melihat dunia dengan mata jasmaninya, lagu ini menjadi bukti bahwa ia mampu "melihat" Tuhan dengan mata imannya dengan sangat jelas. Hingga hari ini, lagu *"Kurindu Tuhan Beserta"* tetap menjadi doa harian bagi jutaan umat Kristen yang memohon penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Apakah Anda sedang merenungkan lirik tertentu dari lagu ini, atau ingin tahu lebih dalam mengenai bait-baitnya?
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu yang menyentuh hati ini:
### 1. Konteks Penulisan: Kesederhanaan Iman
Fanny J. Crosby, yang buta sejak usia dini, dikenal sebagai "ratu penulis lagu rohani" pada abad ke-19. Ia telah menulis ribuan lirik lagu, namun ia tidak pernah menulis lagu karena tekanan tenggat waktu atau paksaan. Sebagian besar lagunya lahir dari perenungan mendalam, doa, dan pengalaman pribadinya bersama Tuhan.
Lagu ini ditulis dengan tema sentral tentang **keinginan untuk senantiasa berjalan bersama Tuhan dalam setiap langkah hidup**, baik dalam suka maupun duka. Fanny ingin menyampaikan bahwa kehadiran Tuhan bukanlah sesuatu yang bisa ditawar; itu adalah kebutuhan dasar manusia agar ia tidak tersesat atau jatuh ke dalam pencobaan.
### 2. Sinergi Fanny J. Crosby dan John R. Sweney
Pada masa itu, Fanny sering bekerja sama dengan John R. Sweney, seorang musisi dan komposer yang sangat populer di Amerika. Sweney dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga mudah diingat (ritme yang mengalir) agar jemaat dapat dengan mudah menyanyikannya.
Ketika Fanny menyerahkan lirik *"I Would Have the Savior with Me"* kepada Sweney, Sweney memahami kedalaman pesan tersebut. Musik yang ia gubah mencerminkan sebuah "perjalanan". Jika Anda memperhatikan melodi lagu ini, ia memiliki alunan yang tenang namun bersemangat, yang menggambarkan seseorang yang sedang berjalan bersama seorang Sahabat yang ia percayai sepenuhnya.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Dalam liriknya, Fanny Crosby menuliskan keinginan untuk tidak hanya "ditemani" oleh Tuhan, tetapi "dituntun" oleh-Nya. Ada bagian yang sangat menyentuh:
* *"Kurindu Tuhan beserta, dalam hidupku yang fana"* — Ini adalah pengakuan akan singkatnya hidup manusia dan ketergantungan mutlak kepada Tuhan.
* *"Bila jalan jadi gelap, aku takkan takut lagi"* — Ini adalah refleksi dari kehidupan Fanny sendiri yang hidup dalam kegelapan fisik (karena kebutaan), namun hatinya diterangi oleh kehadiran Tuhan.
Bagi Fanny, Tuhan bukan sekadar konsep teologis, melainkan **Sahabat yang nyata**. Ia sering mengatakan bahwa hal pertama yang ingin ia lihat di surga nanti adalah wajah Juruselamatnya. Kerinduan akan perjumpaan ini menjiwai hampir setiap bait dalam lagu ini.
### 4. Dampak Lagu Ini
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada akhir abad ke-19 dan dengan cepat menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia. Keindahannya terletak pada universalitasnya: setiap orang yang merasa lelah, takut, atau merasa sendiri dalam perjalanan hidupnya dapat merasa terhibur dengan lirik tersebut.
**Pesan inti yang ingin disampaikan lagu ini:**
Bahwa kehadiran Tuhan adalah "kompas" bagi jiwa. Selama Tuhan menyertai, tidak ada badai, pencobaan, atau jalan gelap yang perlu ditakuti.
### Penutup
Kolaborasi antara Crosby dan Sweney menciptakan warisan yang abadi. Meskipun Fanny J. Crosby tidak bisa melihat dunia dengan mata jasmaninya, lagu ini menjadi bukti bahwa ia mampu "melihat" Tuhan dengan mata imannya dengan sangat jelas. Hingga hari ini, lagu *"Kurindu Tuhan Beserta"* tetap menjadi doa harian bagi jutaan umat Kristen yang memohon penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Apakah Anda sedang merenungkan lirik tertentu dari lagu ini, atau ingin tahu lebih dalam mengenai bait-baitnya?
Cross Reference
KJ 402, KC 250, KK 525, NKI 247
Kuperlukan Jurus'Lamat
KC
Kuperlukan Jurus'lamat
KJ
Kuperlukan Jurus'lamat
KK
Tuhan Mau Sertai Hamba
NKI
Sama Tema
Kebaktian
Haleluya Puji Miwah Panyuksema
KP
Baktinin Ida Sang Aji
KP
Sih Swecaning Sang Hyang Yesus Kristus
KP
Astiti Ring Sang Aji
KP
Dumadak Sih Sang Hyang Yesus
KP
Mugi Sih Swecaning Yesus
KP
Pangacep Titiang
KP
Manusa Jagi Kapaicain
KP
Pada Aturang Puji
KP
Ih Pra Kawulan Hyang Widi
KP
Ih Jadma Saduuring Gumi
KP
Ring Gunung Mwah Ring Pangkung
KP
Sang Hyang Widi Maha Luwih
KP
Ratun Titiang Sane Wenten Ring Swargan
KP
Sang Hyang Widi Suci
KP
Panglipuran Kayun Sungsut
KP
Ih Nak Ne Kateteh Dosa
KP
Maring Dija Ratun Titiang
KP
Oduh Ratu Sampunang Ja
KP
Tiang Ngrenga Sih Ida Turun
KP
Mrikija Nangkil Ring Hyang Yesus
KP
Sira Ne Leteh Tan Kalugra
KP
Yadiastu Dosan Titiang Ageng
KP
Mulih Ja Cening
KP
Duh Hyang Yesus Titiang Sukserah
KP
Nangkil Mangkin Ring Hyang Yesus
KP
Dosa Sida Kicalang
KP
Jagat Swecanin Hyang Widi
KP
Hyang Yesus Mesabda
KP
Elingang Parab Hyang Yesus
KP
Titiang Uning Wenten Kuri
KP
Ambate Ramennya
KP
Duh Jiwan Titiang Bingarja
KP
Sang Hyang Widi Ngempu Titiang
KP
Ih Jiwan Titiang Bingar Ja
KP
Titiang Muji-Muji Ratu
KP
Yan Ngiring Sang Hyang Yesus
KP
Titiang Ngandel Ring Yesus
KP
Sang Hyang Yesus Nuntun Titiang
KP
Sang Hyang Yesus Ratun Titiang
KP
Krahayuan Jroning Yesus
KP
Sang Hyang Yesus Switran Titiang
KP
Duh Ratu Dumadak Nantan Margin Titiang
KP
Dumadak Sih Swecan Aji
KP
Jadma Sane Leleh
KP
Titiang Meled Ring Umah Tiang
KP
Tiang Uning Wenten Jagat Langgeng
KP
Oduh Ratu Sang Hyang Yesus
KP
Wenten Prahu Malayar Ka Suwarga
KP
Rare Rare Puniki
KP
Sang Hyang Yesus Titiang Sami
KP
Duh Ratu Sang Maha Darma
KP
Titiang Niki Jadma Dosa
KP
Pasamuan Liang Nampi
KP
Duh Ratu Titiang Ngastawayang
KP
Sang Hyang Yesus Titiang Pacang
KP
Titiang Nyadia Ngiring Hyang Yesus
KP
Margi Iring Sang Hyang Yesus
KP
Duh Hyang Yesus Wit Kapitresnan
KP
Ambate Rahayu Sang Mapikuren
KP
Titiang Nangkil Sareng Sami
KP
Duh Ratu Titiang Sami Mriki
KP
Pangandikan Sang Hyang Widi
KP
Pasawur Pasamuan Ne Ring Pangubakti Ring Rahina Re
KP
Oduh Ratu Titiang Sami
KP
Oduh Ratu Sang Hyang Widi
KP
Suryane Sampun Surup
KP
Rahina Niki Wantah Kicen
KP
Nawegang Ratu Titiang Nunas
KP
Gentosing Sasih Tur Tahun
KP
Ceritan Sang Hyang Yesus
KP
Yening Ngiring Widi
KP
Sampunang Ajrih Kakewuhan
KP
Ida Sang Hyang Roh Suci
KP
Sang Hyang Widi Tuntun Titiang
KP
Yen Sampun Dawuhnya Rawuh
KP
Ring Purin Ida Sang Aji
KP
Duk Sang Hyang Yesus Kategenin Salib
KP
Titiang Tan Uning Napike Krana
KP