Informasi Lagu
109
Nomor
Kode
KPJ 109
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 412, NR 131 , KK 542
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Gusti pangayom kang setya ngirid lampah kawula. Nadyan panggodha nempuha, kula tan badhé léna, wit kinanthi déning Gusti siyang dalasan ratri, siyang dalasan ratri.
Gusti Pangèn kang sejati; kula tansah rinimat. Tebih saliring bilahi, wit sinungan sih-rahmat. Astanira nglanting kula neguhaken wardaya, neguhaken wardaya.
Gusti pepadhang sejati; tansah nuntun kawula. Nadyan rubéda ngribedi, datan semplah ing driya. Berkahira ngreksa kula ngantos ing salaminya, ngantos ing salaminya.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KPJ 109 1
Slide 2 — KPJ 109 2
Slide 3 — KPJ 109 3
Partitur / Not
Partitur Chord KPJ 109
Sejarah Lagu
Lagu **"Guide Me, O Thou Great Jehovah"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Tuntun Aku, Tuhan Allah"* atau *"Pimpinlah, Ya Tuhan Allah"*) adalah salah satu himne (lagu rohani) paling ikonik dalam sejarah Kekristenan.

Kisah di balik lagu ini melibatkan perjalanan iman yang mendalam, pergumulan fisik, dan kolaborasi lintas generasi antara penulis lirik dan komposer. Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Penulis Lirik: William Williams (1717–1791)
Lirik asli lagu ini ditulis dalam bahasa Wales oleh **William Williams**, seorang pengkhotbah dan penyair terkenal dari Wales yang dikenal sebagai "Sweet Singer of Wales".

* **Latar Belakang:** Williams adalah tokoh kunci dalam *Kebangunan Rohani Methodist Wales* pada abad ke-18. Ia sering bepergian ribuan mil menunggang kuda untuk berkhotbah di berbagai desa.
* **Konteks Penulisan (1745):** Williams menulis lirik aslinya dengan judul *"Arglwydd, arwain trwy'r anialwch"* (Tuhan, pimpinlah melalui padang gurun). Lagu ini terinspirasi dari kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.
* **Makna:** Bagi Williams, hidup di dunia adalah sebuah "padang gurun" yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Liriknya mencerminkan ketergantungan mutlak kepada Tuhan, yang diibaratkan sebagai tiang awan dan tiang api yang memimpin bangsa Israel.

### 2. Penerjemahan: Peter Williams
Lirik bahasa Wales tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh **Peter Williams** (tidak ada hubungan keluarga dengan William Williams) pada tahun 1771. Peter Williams adalah seorang penulis dan pengkhotbah Wales lainnya yang membantu mempopulerkan lirik ini di dunia berbahasa Inggris, sehingga lagu ini menjadi populer di Inggris dan Amerika Serikat.

### 3. Komposer Melodi: John Hughes (1873–1932)
Meskipun liriknya ditulis pada abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang baru lahir lebih dari 150 tahun kemudian.

* **Inspirasi di Stasiun Kereta:** Melodi yang sangat terkenal ini diberi nama **"Cwm Rhondda"** (Lembah Rhondda). Melodi ini diciptakan oleh **John Hughes**, seorang diaken di Gereja Baptis Salem di Llantwit Fardre, Wales.
* **Kisah Menarik:** Hughes bekerja di perusahaan kereta api di Lembah Rhondda. Konon, ia mendapatkan inspirasi melodi ini saat sedang berjalan menuju stasiun kereta. Ia terobsesi dengan gagasan tentang kuasa Tuhan yang memimpin kehidupan manusia, layaknya kereta api yang dipandu oleh rel.
* **Tujuan:** Melodi tersebut sebenarnya ditulis untuk festival nyanyian rohani di tahun 1907. Ketika melodi megah ini digabungkan dengan lirik William Williams, lagu tersebut meledak popularitasnya dan menjadi identitas budaya Wales.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Kuat?
Kekuatan lagu ini terletak pada tema **"Ziarah Iman"**. Beberapa elemen utamanya adalah:

1. **Pengakuan akan Kelemahan:** Bait pertama *"I am weak, but Thou art mighty"* (Aku lemah, namun Engkau Mahakuasa) menjadi pengakuan universal bagi setiap orang yang merasa tidak sanggup menghadapi tantangan hidup.
2. **Metafora Padang Gurun:** Gambaran Tuhan sebagai "roti surgawi" (*Bread of Heaven*) dan "penyegar jiwa" yang merujuk pada penyediaan manna dan air bagi bangsa Israel di padang gurun, memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa "lapar" atau lelah secara spiritual.
3. **Harapan akan Akhir Perjalanan:** Bagian akhir lagu yang berbicara tentang menyeberangi "Sungai Yordan" (simbol kematian) dengan penuh kemenangan adalah klimaks iman yang sangat kuat, yang memberikan ketenangan bagi mereka yang mendekati ajal atau menghadapi ketakutan akan kematian.

### Warisan Lagu
* **Penggunaan Formal:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara kenegaraan Inggris dan Wales. Salah satu momen paling bersejarah adalah saat lagu ini dinyanyikan dalam pernikahan **Pangeran William dan Catherine Middleton** pada tahun 2011, serta pada pemakaman Putri Diana.
* **Simbol Wales:** Di Wales, lagu ini dianggap sebagai lagu kebangsaan kedua (di luar lagu kebangsaan resmi). Ia sering dinyanyikan dengan penuh semangat oleh para pendukung olahraga di stadion, menciptakan suasana yang menggugah jiwa.

**Kesimpulan:**
*Tuntun Aku, Tuhan Allah* bukan sekadar lagu pujian biasa. Ini adalah kolaborasi antara seorang pengkhotbah yang memahami penderitaan di jalanan Wales pada abad ke-18 dan seorang pekerja kereta api yang memahami pentingnya "bimbingan" dalam sebuah perjalanan. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi doa bagi banyak orang yang sedang merasa tersesat dan membutuhkan bimbingan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.
99
Aku Duwe Pamarta
KPJ
100
Allah Ingkang Masuci
KPJ
101
Allah Kang Dados Pepadhang
KPJ
102
Allah Yeku Pangen Kula
KPJ
103
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPJ
104
Allahe Para Pracaya
KPJ
105
Amarema
KPJ
106
Amung Kumandel Iku
KPJ
107
Amung Wonten Ing Sariraning Gusti Yesus
KPJ
108
Gesang Kebak Kekeran
KPJ
110
Gusti Pangungsen Kula
KPJ
111
Gusti Yesus Pamarta
KPJ
112
Gusti Yesus Pangen Kula
KPJ
113
Gusti Yesus Sang Pamarta
KPJ
114
Gusti, Sestu Kula Tresna
KPJ
115
Iba Rahjeng Tyang Kang Sami Sumendhe
KPJ
116
Kabegjan Kang Sejati
KPJ
117
Kala Kula Dhawah
KPJ
118
Kasetyaning Allah Datan Gingsir
KPJ
119
Krana Gusti Kula
KPJ
120
Kula Mboten Badhe Nilar
KPJ
121
Kula Nggunggung-Nggunggung Gusti
KPJ
122
Kula Pitados
KPJ
123
Kula Pitados Mring Gusti
KPJ
124
Kula Sestu Ndherek Gusti
KPJ
125
Lamun Kula Mlampah
KPJ
126
Nadyan Kula Nandhang Sangsara
KPJ
127
Nggen Kawula Makarya
KPJ
128
Nitenana Sihe Gusti
KPJ
129
Nyebuta "Gusti" Mring Sang Kristus
KPJ
130
Paduka Pangen Utami
KPJ
131
Para Bangsa Samya Ngraman
KPJ
132
Pitulung Kita Kang Rosa
KPJ
133
Pracaya Lan Pasrah
KPJ
134
Pundi Margi Ingkang Kwawi Ngingkiraken
KPJ
135
Rahayu Wong Kang Mursid
KPJ
136
Rahayu Wong Wedi-Asih
KPJ
137
Sakehing Was-Sumelangmu Pasrahna
KPJ
138
Sang Kristus Tameng Santosa
KPJ
139
Sang Yehuwah, Yen Allah Kula
KPJ
140
Sihe Allah Gung Sanyata
KPJ
141
Tiyang Pitados
KPJ
142
Tyang Duraka Samya Nyatroni Kawula
KPJ
143
Yen Kula Sumrep, O Gusti
KPJ
144
Yen Nunggil Lan Gusti
KPJ
145
Yen Praharaning Urip Anerjang
KPJ
146
Yen Sira Sangsara
KPJ
147
Yesus Roti Panguripan
KPJ
Kembali ke KPJ