Informasi Lagu
124
Nomor
Kode
KPJ 124
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Metronom
100
Jumlah Bait
4 bait
Style
FinalWaltz
Pencipta Lagu
John Robson Sweney (1890)
Pencipta Syair
Fanny Jane Crosby (1890)
Cross Ref.
KPKA 81, KJ 402, KK 525
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Kula sèstu ndhèrèk Gusti kang jumeneng Panutan. Tetep setya dugèng janji, tan wigih karibedan.
Dhuh nyawaku, ja kwatir; Gusti tan éwah gingsir. Tut wuria salaminya ing satindaké Gusti.
Kula sèstu ndhèrèk Gusti martosken Injil suci. Datan ajrih ing sangsara, wit Gusti nganthi kula.
Kula sèstu ndhèrèk Gusti mbabarken sih piwlasnya mring sagung titah ing bumi, dimèn samya raharja.
Kula sèstu ndhèrèk Gusti ngèstokken dhawuh èdi; sok sintena kang nyatroni, kula ngudi nresnani
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KPJ 124 1
Slide 2 — KPJ 124 2
Slide 3 — KPJ 124 3
Slide 4 — KPJ 124 4
Partitur / Not
Partitur Chord KPJ 124
Sejarah Lagu
Lagu pujian "Kuperlukan Jurus'lamat" (atau dalam bahasa Inggris, "I Must Have The Saviour With Me") adalah permata rohani yang lahir dari kolaborasi dua tokoh penting dalam sejarah himne Kristen: John Robson Sweney untuk melodi, dan Fanny Jane Crosby untuk liriknya. Kisah di baliknya adalah perpaduan iman yang mendalam, dedikasi musikal, dan kepekaan rohani yang luar biasa.

Mari kita selami lebih dalam kisah di balik lagu yang menenangkan dan menguatkan ini:

---

### **1. Fanny Jane Crosby: Mata Hati yang Melihat Lebih Jauh (1820-1915)**

Tidak mungkin membahas lagu ini tanpa terlebih dahulu memahami pribadi Fanny Crosby, seorang ikon dalam penulisan himne. Fanny kehilangan penglihatannya di usia sangat muda, sekitar enam minggu setelah kelahirannya, karena kesalahan medis yang tragis. Namun, alih-alih membiarkan kebutaannya menjadi penghalang, ia memandangnya sebagai "karunia ilahi" yang memungkinkannya untuk fokus sepenuhnya pada hal-hal rohani. Ia sering berkata, "Jika pada saat lahir saya dapat meminta satu permohonan, itu pasti adalah untuk menjadi buta... karena saya mungkin tidak pernah menulis himne sebanyak yang saya miliki jika saya terganggu oleh hal-hal yang indah dan menarik di sekitar saya."

* **Pendidikan dan Bakat:** Sejak kecil, Fanny menunjukkan bakat luar biasa dalam menghafal dan menulis puisi. Ia belajar di New York Institution for the Blind (kemudian berganti nama menjadi New York Institute for Special Education) dan kemudian mengajar di sana selama bertahun-tahun.
* **Produktifitas Luar Biasa:** Fanny Crosby adalah penulis lirik himne paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 himne yang diterbitkan. Ia sering menggunakan puluhan nama samaran agar para penerbit buku lagu tidak menyadari bahwa sebagian besar himne dalam satu buku ditulis oleh satu orang saja.
* **Proses Menulisnya:** Cara Fanny menulis sangat unik. Ia tidak bisa melihat, jadi ia akan duduk, memejamkan mata, dan merenung. Seringkali, seorang komposer akan memainkan melodi baru baginya, dan hampir seketika itu juga, Fanny akan mulai mendiktekan lirik yang mengalir seperti sungai tak terbendung, bait demi bait, dengan metafora yang kaya dan pesan yang mendalam. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk mencocokkan liriknya dengan irama dan suasana melodi yang diberikan.

### **2. John Robson Sweney: Maestro Melodi yang Bersemangat (1837-1899)**

John R. Sweney adalah seorang komposer musik gereja asal Amerika yang sangat dihormati. Ia dikenal karena melodi-melodi gospelnya yang ceria, mudah diingat, dan seringkali inspiratif.

* **Latar Belakang Musikal:** Sweney memiliki latar belakang pendidikan musik yang kuat. Ia menjabat sebagai profesor musik di Pennsylvania Military Academy selama bertahun-tahun.
* **Kolaborator Favorit:** Sweney adalah salah satu komposer yang paling sering berkolaborasi dengan Fanny Crosby, Ira D. Sankey, dan tokoh-tokoh gospel lainnya pada era kebangkitan rohani abad ke-19. Melodinya yang mudah dinyanyikan dan berkesan sangat cocok dengan lirik-lirik Crosby yang sederhana namun penuh kuasa.
* **Gaya Musiknya:** Melodi Sweney seringkali memiliki struktur yang jelas, ritme yang kuat, dan daya tarik emosional yang langsung. Ia tahu bagaimana menciptakan lagu yang bisa dengan mudah dihafal dan dinyanyikan oleh jemaat, baik di gereja maupun di pertemuan kebangunan rohani.

### **3. Lahirnya "I Must Have The Saviour With Me" (1895)**

Lagu ini lahir dari kolaborasi harmonis antara John R. Sweney, yang menciptakan melodi, dan Fanny J. Crosby, yang menulis liriknya, pada tahun **1895**.

Meskipun detail spesifik tentang "momen penciptaan" lagu ini tidak selalu didokumentasikan secara rinci untuk setiap himne Crosby, kita bisa membayangkan skenario yang umum terjadi:

* **Inspirasi Melodi:** Sweney kemungkinan besar telah menulis melodi baru, yang memiliki nuansa menenangkan namun mendesak. Ia mungkin merasakan bahwa melodi ini membutuhkan lirik yang mengekspresikan ketergantungan penuh pada Tuhan.
* **Fanny Crosby Merespons:** Sweney kemudian mungkin mengunjungi Fanny Crosby atau mengirimkan melodi tersebut kepadanya. Begitu melodi dimainkan atau dijelaskan kepadanya, "mata hati" Fanny segera melihat pesan yang ingin disampaikan. Dengan imannya yang teguh dan pengalamannya hidup dalam kebutaan fisik namun terang rohani, ia segera memahami kebutuhan universal akan kehadiran Kristus.
* **Lirik yang Mengalir:** Fanny kemudian mulai mendiktekan lirik-lirik yang kini kita kenal. Kata-kata "I Must Have The Saviour With Me" (Kuperlukan Jurus'lamat) adalah sebuah deklarasi pribadi yang kuat, bukan hanya keinginan, tetapi sebuah kebutuhan mutlak.

* **Bait Pertama:** Menggambarkan kebutuhan akan Jurus'lamat dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, dari pagi hingga malam, dalam suka maupun duka. Ini adalah pengakuan akan ketergantungan total manusia pada ilahi.
* _I must have the Saviour with me,_
* _For I dare not walk alone;_
* _I must feel His presence near me,_
* _And His arm around me thrown._
* **Bait Kedua:** Menyoroti kebutuhan akan Jurus'lamat saat menghadapi godaan dan kesulitan, di mana kekuatan manusia terbatas.
* _I must have the Saviour with me,_
* _For my faith is weak and faint;_
* _I must lean upon His wisdom,_
* _Ere my spirit faints and grieves._
* **Bait Ketiga:** Menekankan peran Kristus sebagai penuntun, pelita, dan pelindung di sepanjang perjalanan hidup yang tidak pasti.
* _I must have the Saviour with me,_
* _For I cannot see the way;_
* _I must follow where He leadeth,_
* _All the journey of the day._
* **Refrain/Chorus:** Adalah inti dari lagu ini, sebuah penegasan yang berulang tentang kebutuhan esensial dan tak tergantikan akan Kristus.
* _Then I'll walk with Him, and talk with Him,_
* _And know that He is mine;_
* _And I'll trust in Him, and lean on Him,_
* _Until the morning shine._ (Catatan: Lirik refrain bisa sedikit berbeda antar versi, namun inti pesannya sama).

### **4. Pesan dan Dampak Kekal**

"Kuperlukan Jurus'lamat" adalah lebih dari sekadar lagu; ini adalah sebuah doa yang diungkapkan, sebuah pengakuan iman yang universal. Lagu ini berbicara kepada setiap orang percaya yang mengakui bahwa tanpa Kristus, hidup ini akan terasa hampa, rapuh, dan tanpa arah.

* **Keintiman dan Ketergantungan:** Lagu ini mengajak pendengarnya untuk merasakan kedekatan yang intim dengan Yesus Kristus, bukan hanya sebagai Juru Selamat yang jauh, tetapi sebagai Sahabat yang selalu menyertai, yang menjadi kekuatan, penuntun, dan penghibur.
* **Relevansi Universal:** Pesannya tidak lekang oleh waktu. Dalam setiap generasi, manusia menghadapi tantangan, godaan, dan ketidakpastian. Lagu ini mengingatkan kita bahwa ada satu sumber kekuatan dan pengharapan yang tak pernah gagal: kehadiran Jurus'lamat.
* **Warisan Spiritual:** Melodi Sweney yang mudah diresapi dan lirik Crosby yang sederhana namun penuh kuasa telah memastikan lagu ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari ibadah banyak gereja di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ia terus menginspirasi jutaan orang untuk menaruh iman dan ketergantungan mereka sepenuhnya kepada Yesus Kristus.

Kisah di balik "Kuperlukan Jurus'lamat" adalah bukti nyata bagaimana iman yang tulus dan kolaborasi artistik dapat menciptakan karya yang melampaui batas waktu dan bahasa, terus memberkati dan menguatkan hati yang mencari pengharapan ilahi.
99
Aku Duwe Pamarta
KPJ
100
Allah Ingkang Masuci
KPJ
101
Allah Kang Dados Pepadhang
KPJ
102
Allah Yeku Pangen Kula
KPJ
103
Allah Yeku Pangen Satuhu
KPJ
104
Allahe Para Pracaya
KPJ
105
Amarema
KPJ
106
Amung Kumandel Iku
KPJ
107
Amung Wonten Ing Sariraning Gusti Yesus
KPJ
108
Gesang Kebak Kekeran
KPJ
109
Gusti Pangayom Kang Setya
KPJ
110
Gusti Pangungsen Kula
KPJ
111
Gusti Yesus Pamarta
KPJ
112
Gusti Yesus Pangen Kula
KPJ
113
Gusti Yesus Sang Pamarta
KPJ
114
Gusti, Sestu Kula Tresna
KPJ
115
Iba Rahjeng Tyang Kang Sami Sumendhe
KPJ
116
Kabegjan Kang Sejati
KPJ
117
Kala Kula Dhawah
KPJ
118
Kasetyaning Allah Datan Gingsir
KPJ
119
Krana Gusti Kula
KPJ
120
Kula Mboten Badhe Nilar
KPJ
121
Kula Nggunggung-Nggunggung Gusti
KPJ
122
Kula Pitados
KPJ
123
Kula Pitados Mring Gusti
KPJ
125
Lamun Kula Mlampah
KPJ
126
Nadyan Kula Nandhang Sangsara
KPJ
127
Nggen Kawula Makarya
KPJ
128
Nitenana Sihe Gusti
KPJ
129
Nyebuta "Gusti" Mring Sang Kristus
KPJ
130
Paduka Pangen Utami
KPJ
131
Para Bangsa Samya Ngraman
KPJ
132
Pitulung Kita Kang Rosa
KPJ
133
Pracaya Lan Pasrah
KPJ
134
Pundi Margi Ingkang Kwawi Ngingkiraken
KPJ
135
Rahayu Wong Kang Mursid
KPJ
136
Rahayu Wong Wedi-Asih
KPJ
137
Sakehing Was-Sumelangmu Pasrahna
KPJ
138
Sang Kristus Tameng Santosa
KPJ
139
Sang Yehuwah, Yen Allah Kula
KPJ
140
Sihe Allah Gung Sanyata
KPJ
141
Tiyang Pitados
KPJ
142
Tyang Duraka Samya Nyatroni Kawula
KPJ
143
Yen Kula Sumrep, O Gusti
KPJ
144
Yen Nunggil Lan Gusti
KPJ
145
Yen Praharaning Urip Anerjang
KPJ
146
Yen Sira Sangsara
KPJ
147
Yesus Roti Panguripan
KPJ
Kembali ke KPJ