KPJ
Linuhurna! Gusti Pamarta
O Du Fröhliche
Informasi Lagu
236
Nomor
Kode
KPJ 236
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Italia (1700)
Pencipta Syair
Johannes Daniel Falk/Heinrich Holzschuher (1819)
Cross Ref.
KK 194, BN 52, MK 86, KPK 60, KPKA 229, KC 52, KJ 118
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Linuhurna! Gusti Pamarta karsa rawuh ing donya.
Linuhurna! Gusti Pamarta karsa rawuh ing donya.
Jagad bilai, Kristus ngrawuhi, daweg kanca, den pepuja!
Rawuhe Gusti datan ngadili, malah nulungi tyang dosa.
Linuhurna! Gusti Pamarta karsa mlasi tyang dosa.
Linuhurna! Gusti Pamarta karsa mlasi tyang dosa.
Jagad bilai, Gusti ngrawuhi karsa nucekken tyang dosa.
drapon muktia saha mulyakna asmane Hyang Mawilasa.
Linuhurna! Gusti Pamarta karsa manjing manungsa.
Linuhurna! Gusti Pamarta karsa manjing manungsa.
Jagad bilai, Gusti ngrawuhi paring tladha mring tyang dosa;
ngirid mring swarga tyang kang pracaya; swawi ndherek, para kanca!
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Sungguh Mulia" yang kita kenal di Indonesia, atau judul aslinya dalam bahasa Jerman "O du fröhliche," adalah salah satu lagu Natal paling dicintai dan sering dinyanyikan di seluruh dunia. Namun, kisah di baliknya jauh lebih dalam dan tragis dari sekadar melodi ceria yang kita dengar. Ini adalah mahakarya yang lahir dari penderitaan pribadi, semangat filantropi, dan sedikit "kesalahpahaman" geografis yang indah.
Mari kita selami detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Sosok Johannes Daniel Falk: Sang Penulis Lirik (dan Penderitaan)
Inti dari kisah ini berpusat pada **Johannes Daniel Falk** (1768-1826), seorang penulis, penyair, dan diplomat asal Jerman. Falk adalah sosok yang dihormati di Weimar, pusat kebudayaan Jerman pada masanya, dan ia berteman dengan tokoh-tokoh besar seperti Goethe dan Schiller.
Namun, hidup Falk berubah drastis oleh peristiwa yang sangat tragis. Selama Perang Napoleon dan setelahnya, khususnya pada tahun 1813, wabah tifus melanda Weimar. Falk dan istrinya, Caroline, kehilangan empat dari sepuluh anak mereka dalam waktu singkat akibat wabah ini. Kehilangan yang begitu besar ini tentu menghancurkan hati Falk.
**Dari Penderitaan Lahir Filantropi:**
Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Falk memilih untuk menyalurkan dukanya ke dalam tindakan nyata. Ia mendirikan sebuah yayasan yang disebut "Gesellschaft der Freunde in der Not" (Masyarakat Sahabat dalam Kesusahan) dan sebuah "Rettungshaus" (Rumah Penyelamat) untuk anak-anak yatim piatu dan terlantar yang menjadi korban perang dan wabah. Ia membaktikan sisa hidupnya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak ini, memberi mereka rumah, kasih sayang, dan harapan.
**Kelahiran Lirik "O du fröhliche":**
Pada tahun 1816, menjelang Natal, Falk ingin memberikan hadiah istimewa kepada anak-anak asuhnya di rumah penyelamat. Ia ingin menciptakan sebuah lagu Natal yang bisa menyampaikan sukacita dan harapan, meskipun ia sendiri masih berduka atas kehilangan anak-anaknya. Ia mulai menulis lirik yang awalnya ia beri judul "Allerliebste Weihnachten" (Natal yang Tersayang).
Lirik aslinya hanya terdiri dari dua bait pertama yang kita kenal sekarang:
* **Bait 1:** Berfokus pada sukacita kelahiran Yesus, penebusan dosa, dan damai sejahtera.
* **Bait 2:** Menggambarkan datangnya Tuhan sebagai Raja Kemuliaan, pembawa sukacita bagi dunia.
### 2. Arahan Melodi "Italia" (dan Sedikit Kesalahpahaman)
Yang menarik, Falk tidak menulis melodi untuk liriknya. Ia memiliki melodi tertentu dalam pikirannya. Ia secara eksplisit menginstruksikan agar liriknya dinyanyikan dengan "lagu Maria kuno dari Sisilia, 'O sanctissima'" (einem alten sizilianischen Marienlied, 'O sanctissima').
**Melodi "O Sanctissima":**
Melodi yang dimaksud Falk adalah sebuah lagu rakyat Sisilia yang sudah dikenal luas di Eropa pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Lagu ini adalah pujian Katolik kepada Perawan Maria, sering dinyanyikan sebagai lagu pengantar tidur atau kidung nelayan. Melodi ini menjadi sangat populer setelah Johann Gottfried Herder memasukkannya dalam koleksi lagu rakyatnya pada tahun 1807.
**Asal Usul "Karya Italia":**
Dari sinilah muncul atribusi "karya Italia" untuk lagu ini. Falk *meminta* agar liriknya dinyanyikan dengan melodi yang diyakini berasal dari Sisilia (Italia). Namun, bukan berarti Falk sendiri adalah orang Italia, atau bahwa liriknya berasal dari Italia, atau bahkan bahwa melodi itu *diciptakan khusus* untuk lagu ini oleh seorang komposer Italia. Melodi itu sudah ada, dan Falk hanya memilihnya karena keindahan dan kesesuaiannya. Oleh karena itu, lebih tepat jika kita mengatakan bahwa melodi lagu ini memiliki akar "Italia/Sisilia".
### 3. Heinrich Holzschuher: Sang Penyempurna
Johannes Daniel Falk meninggal pada tahun 1826. Namun, lagu Natalnya belum sepenuhnya selesai.
**Heinrich Holzschuher** (1798-1847) adalah salah satu murid dan asisten Falk di rumah penyelamat. Ia sangat menghormati gurunya dan terus melanjutkan pekerjaan Falk setelah kematiannya. Untuk menghormati Falk dan menyelesaikan lagu yang sangat berarti bagi anak-anak di rumah penyelamat, Holzschuher menambahkan bait ketiga pada tahun 1826.
**Bait 3:** Bait terakhir ini berfokus pada kedatangan Kristus sebagai pembawa terang, harapan, dan penebusan bagi mereka yang berada dalam kegelapan dan dosa. Bait ini secara indah melengkapi pesan sukacita dan penebusan yang dimulai oleh Falk.
Dengan penambahan bait ketiga oleh Holzschuher, lagu "O du fröhliche" menjadi lengkap seperti yang kita kenal sekarang.
### 4. Penyebaran dan Pengaruh
Lagu ini dengan cepat menyebar dari rumah penyelamat Falk ke seluruh Jerman dan kemudian ke seluruh dunia. Popularitasnya luar biasa karena:
* **Pesan Universal:** Pesan sukacita Natal, penebusan, dan harapan yang dapat menghibur di tengah kesulitan.
* **Melodi Memukau:** Melodi "O Sanctissima" yang sederhana namun indah, mudah dihafal, dan mengesankan.
* **Kisah Inspiratif:** Kisah di balik penciptaannya, lahir dari penderitaan dan kemudian diubah menjadi tindakan kasih dan filantropi, menambah kedalaman emosional pada lagu tersebut.
### "Sungguh Mulia" di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"Sungguh Mulia"**. Lirik terjemahannya, yang mungkin paling populer adalah versi yang diterjemahkan oleh **E. Manuhutu** dan diterbitkan oleh **Yayasan Musik Gereja (YMG)**, berhasil menangkap esensi dan semangat asli dari "O du fröhliche." Lagu ini menjadi salah satu kidung Natal wajib yang dinyanyikan di gereja-gereja dan perayaan Natal di seluruh negeri.
### Kesimpulan
"Sungguh Mulia / O du fröhliche" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ini adalah testimoni abadi bagi semangat kemanusiaan yang luar biasa. Dari kepedihan yang mendalam atas kehilangan anak-anak, Johannes Daniel Falk menemukan kekuatan untuk menciptakan cahaya dan harapan bagi anak-anak yatim piatu lainnya. Dengan bantuan Heinrich Holzschuher dan keindahan melodi Sisilia kuno, lahirlah sebuah lagu yang melampaui batas waktu dan budaya, terus menginspirasi jutaan orang dengan pesan sukacita, penebusan, dan damai sejahtera di setiap musim Natal. Sebuah lagu yang lahir dari duka, namun membawa sukacita yang tak terbatas.
Mari kita selami detail kisah di balik lagu ini:
### 1. Sosok Johannes Daniel Falk: Sang Penulis Lirik (dan Penderitaan)
Inti dari kisah ini berpusat pada **Johannes Daniel Falk** (1768-1826), seorang penulis, penyair, dan diplomat asal Jerman. Falk adalah sosok yang dihormati di Weimar, pusat kebudayaan Jerman pada masanya, dan ia berteman dengan tokoh-tokoh besar seperti Goethe dan Schiller.
Namun, hidup Falk berubah drastis oleh peristiwa yang sangat tragis. Selama Perang Napoleon dan setelahnya, khususnya pada tahun 1813, wabah tifus melanda Weimar. Falk dan istrinya, Caroline, kehilangan empat dari sepuluh anak mereka dalam waktu singkat akibat wabah ini. Kehilangan yang begitu besar ini tentu menghancurkan hati Falk.
**Dari Penderitaan Lahir Filantropi:**
Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Falk memilih untuk menyalurkan dukanya ke dalam tindakan nyata. Ia mendirikan sebuah yayasan yang disebut "Gesellschaft der Freunde in der Not" (Masyarakat Sahabat dalam Kesusahan) dan sebuah "Rettungshaus" (Rumah Penyelamat) untuk anak-anak yatim piatu dan terlantar yang menjadi korban perang dan wabah. Ia membaktikan sisa hidupnya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak ini, memberi mereka rumah, kasih sayang, dan harapan.
**Kelahiran Lirik "O du fröhliche":**
Pada tahun 1816, menjelang Natal, Falk ingin memberikan hadiah istimewa kepada anak-anak asuhnya di rumah penyelamat. Ia ingin menciptakan sebuah lagu Natal yang bisa menyampaikan sukacita dan harapan, meskipun ia sendiri masih berduka atas kehilangan anak-anaknya. Ia mulai menulis lirik yang awalnya ia beri judul "Allerliebste Weihnachten" (Natal yang Tersayang).
Lirik aslinya hanya terdiri dari dua bait pertama yang kita kenal sekarang:
* **Bait 1:** Berfokus pada sukacita kelahiran Yesus, penebusan dosa, dan damai sejahtera.
* **Bait 2:** Menggambarkan datangnya Tuhan sebagai Raja Kemuliaan, pembawa sukacita bagi dunia.
### 2. Arahan Melodi "Italia" (dan Sedikit Kesalahpahaman)
Yang menarik, Falk tidak menulis melodi untuk liriknya. Ia memiliki melodi tertentu dalam pikirannya. Ia secara eksplisit menginstruksikan agar liriknya dinyanyikan dengan "lagu Maria kuno dari Sisilia, 'O sanctissima'" (einem alten sizilianischen Marienlied, 'O sanctissima').
**Melodi "O Sanctissima":**
Melodi yang dimaksud Falk adalah sebuah lagu rakyat Sisilia yang sudah dikenal luas di Eropa pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Lagu ini adalah pujian Katolik kepada Perawan Maria, sering dinyanyikan sebagai lagu pengantar tidur atau kidung nelayan. Melodi ini menjadi sangat populer setelah Johann Gottfried Herder memasukkannya dalam koleksi lagu rakyatnya pada tahun 1807.
**Asal Usul "Karya Italia":**
Dari sinilah muncul atribusi "karya Italia" untuk lagu ini. Falk *meminta* agar liriknya dinyanyikan dengan melodi yang diyakini berasal dari Sisilia (Italia). Namun, bukan berarti Falk sendiri adalah orang Italia, atau bahwa liriknya berasal dari Italia, atau bahkan bahwa melodi itu *diciptakan khusus* untuk lagu ini oleh seorang komposer Italia. Melodi itu sudah ada, dan Falk hanya memilihnya karena keindahan dan kesesuaiannya. Oleh karena itu, lebih tepat jika kita mengatakan bahwa melodi lagu ini memiliki akar "Italia/Sisilia".
### 3. Heinrich Holzschuher: Sang Penyempurna
Johannes Daniel Falk meninggal pada tahun 1826. Namun, lagu Natalnya belum sepenuhnya selesai.
**Heinrich Holzschuher** (1798-1847) adalah salah satu murid dan asisten Falk di rumah penyelamat. Ia sangat menghormati gurunya dan terus melanjutkan pekerjaan Falk setelah kematiannya. Untuk menghormati Falk dan menyelesaikan lagu yang sangat berarti bagi anak-anak di rumah penyelamat, Holzschuher menambahkan bait ketiga pada tahun 1826.
**Bait 3:** Bait terakhir ini berfokus pada kedatangan Kristus sebagai pembawa terang, harapan, dan penebusan bagi mereka yang berada dalam kegelapan dan dosa. Bait ini secara indah melengkapi pesan sukacita dan penebusan yang dimulai oleh Falk.
Dengan penambahan bait ketiga oleh Holzschuher, lagu "O du fröhliche" menjadi lengkap seperti yang kita kenal sekarang.
### 4. Penyebaran dan Pengaruh
Lagu ini dengan cepat menyebar dari rumah penyelamat Falk ke seluruh Jerman dan kemudian ke seluruh dunia. Popularitasnya luar biasa karena:
* **Pesan Universal:** Pesan sukacita Natal, penebusan, dan harapan yang dapat menghibur di tengah kesulitan.
* **Melodi Memukau:** Melodi "O Sanctissima" yang sederhana namun indah, mudah dihafal, dan mengesankan.
* **Kisah Inspiratif:** Kisah di balik penciptaannya, lahir dari penderitaan dan kemudian diubah menjadi tindakan kasih dan filantropi, menambah kedalaman emosional pada lagu tersebut.
### "Sungguh Mulia" di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul **"Sungguh Mulia"**. Lirik terjemahannya, yang mungkin paling populer adalah versi yang diterjemahkan oleh **E. Manuhutu** dan diterbitkan oleh **Yayasan Musik Gereja (YMG)**, berhasil menangkap esensi dan semangat asli dari "O du fröhliche." Lagu ini menjadi salah satu kidung Natal wajib yang dinyanyikan di gereja-gereja dan perayaan Natal di seluruh negeri.
### Kesimpulan
"Sungguh Mulia / O du fröhliche" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ini adalah testimoni abadi bagi semangat kemanusiaan yang luar biasa. Dari kepedihan yang mendalam atas kehilangan anak-anak, Johannes Daniel Falk menemukan kekuatan untuk menciptakan cahaya dan harapan bagi anak-anak yatim piatu lainnya. Dengan bantuan Heinrich Holzschuher dan keindahan melodi Sisilia kuno, lahirlah sebuah lagu yang melampaui batas waktu dan budaya, terus menginspirasi jutaan orang dengan pesan sukacita, penebusan, dan damai sejahtera di setiap musim Natal. Sebuah lagu yang lahir dari duka, namun membawa sukacita yang tak terbatas.
Cross Reference
KK 194, BN 52, MK 86, KPK 60, KPKA 229, KC 52, KJ 118
Sungguh Bahagia
BN
Sungguh Mulia
KC
Sungguh Mulia
KJ
Sungguh Mulia
KK
Wiyosipun Gusti
KPK
Linuhurna
KPKA
Sungguh mulia
MK
Sama Tema
Kidung Natal
Aku Mbok Caritanana
KPJ
Allah Ngesorken Srira
KPJ
Aneng Pamakanan
KPJ
Aneng Salumahing Bumi
KPJ
Betlehem Ing Efrata
KPJ
Dalu Santi
KPJ
Dalu Suci
KPJ
Daweg Ta Kanca Kula
KPJ
Dinten Natal Dineten Adi
KPJ
Duk Bumi Kinemulan Ratri
KPJ
Dumeling Kapyarsa
KPJ
Gumebyar!
KPJ
Gusti, Rama Ing Swarga
KPJ
Haleluya! Yesus Kristus
KPJ
Hosiana, Gustiku
KPJ
Iba Endah Cahyeng Ratri
KPJ
Ing Betlehem Kang Tan Aji
KPJ
Kabingahan Kang Sejati
KPJ
Kabingahan Kang Sejati
KPJ
Kadospundi, Dhuh Gusti
KPJ
Kamulyakna
KPJ
Kanca Agiyaka
KPJ
Kaprungu Swara Gumyak
KPJ
Lintang Wetan
KPJ
Nyawaku Muji Allah
KPJ
Para Jalmi, Giranga
KPJ
Pinuji Tansah
KPJ
Para Pangon Kang Winartanan
KPJ
Ratu Mulya
KPJ
Rawuha Sang Imanuel
KPJ
Sabumi Padha Suraka
KPJ
Sajroning Pepeteng
KPJ
Sang Pepadhang Sejati
KPJ
Sang Ratu Adil Sejati
KPJ
Sugeng Rawuh, Gusti
KPJ
Tan Ana Cahya Mulya
KPJ